<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030</id><updated>2011-12-19T19:43:31.026+07:00</updated><category term='1st posting'/><title type='text'>HERY SUHENDRA</title><subtitle type='html'>me..

I learn how to be strong, happy, and work hard. I will remain to learn how to survive although they leave me here alone because i know, I or they are, nothing endless, soul and body might possibly go anywhen...so I will never say that they leave me, they support me with books, life book, there is many knowledge in every sheets, the light in darkness, teaching me how to be survive, and that thing show to me that a love which was not said they are in my heart... accompanying me...always</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>73</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-9215352397349708682</id><published>2011-12-19T19:38:00.001+07:00</published><updated>2011-12-19T19:43:31.041+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Ganja Aceh : Potensi atau Proteksi?</title><content type='html'>Fenomena Ganja Aceh : Potensi atau Proteksi?



Menurut sejarahnya, ganja dibawa ke Aceh dari India pada akhir abad ke-19 ketika Belanda membuka perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo. Pihak penjajah itu memakai ganja sebagai obat alami untuk menghindari serangan hama pohon kopi atau ulat pada tanaman tembakau. Walau Belanda yang membawanya ke dataran tinggi Aceh, namun menurut fakta yang ada, tanaman tersebut bukan berarti sepenuhnya berasal dari negaranya. Bisa jadi tanaman ini dipungut dari daratan Asia lainnya seperti Cina dan Thailand.

Tanaman yang awalnya hanya berfungsi sebagai penyedap masakan, belakangan dimodifikasi dan dimanfaatkan para bandar untuk membujuk masyarakat “serambi mekah” untuk terus menanam ganja. Secara esensial ganja sendiri yang pasti adalah tumbuhan liar biasa layaknya rumput yang ditumbuh dimana saja. Hanya saja, ganja tidak sembarang tumbuh di tanah. Menjamurnya tanaman ganja di Aceh sangat didukung oleh kondisi geografis, tanahnya juga subur, hujan teratur, dan posisi pegunungan dengan iklim yang relatif stabil, ditambah lagi keterisolasian akibat konflik sejak zaman Belanda, DI-TII sampai era GAM.

Mengapa ganja dilarang?

Inilah pertanyaan yang belum dimengerti masyarakat luas. Padahal berbagai kampanye telah dilakukan, bahkan pemerintah sendiri pun telah mengeluarkan undang-undang tentang larangan proses produksi, distribusi sampai tahap konsumsi ganja yang ditetapkan dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Salah satu sebab mengapa ganja menjadi tumbuhan terlarang adalah karena zat THC. Zat ini bisa mengakibatkan pengguna menjadi mabuk sesaat jika disalah gunakan.
THC juga mengikat reseptor anandamide dan menekan kegiatan pada hipokampus, daerah otak yang dipakai untuk belajar, ingatan, dan emosi.

Dalam penelitian meta analisis para ahli dari Universitas Cardiff dan Universitas Bristol, Inggris, pecandu ganja berisiko schizopherina, yakni peningkatan gejala seperti paranoid, mendengar suara-suara dan melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada yang berujung pada kelainan jiwa, seperti depresi, ketakutan, mudah panik, kebingungan dan berhalusinasi, serta gangguan kehamilan dan janin. Menghisap ganja dapat berdampak pada kerusakan paru-paru, seperti batuk, bronkitis, dan kerentanan terhadap selesma dahak.

Efek ganja yang terberat adalah di otak. Kerusakan otak yang terjadi merupakan kerusakan yang irreversible atau tak dapat diubah. Efek ganja di otak tergantung dari lama, jumlah, dan cara pemakaian. Efek yang terjadi ialah euforia, rasa santai, mengantuk, dan berkurangnya interaksi sosial. Pada kasus-kasus ganja lainnya (pemakaian dalam jumlah sangat banyak) dapat muncul perasaan curiga yang berlebihan (paranoid), halusinasi visual. Hingga saat ini belum ada teknik transplantasi untuk menggantikan bagian-bagian otak yang telah rusak akibat penggunaan ganja tersebut.

Sumber : Majalah SINAR Edisi 4, Tahun 2010 dan berbagai sumber.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-9215352397349708682?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/9215352397349708682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=9215352397349708682' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/9215352397349708682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/9215352397349708682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2011/12/fenomena-ganja-aceh-potensi-atau.html' title='Fenomena Ganja Aceh : Potensi atau Proteksi?'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-3207442535596118982</id><published>2011-01-24T10:07:00.009+07:00</published><updated>2011-01-24T10:39:06.305+07:00</updated><title type='text'>STEVIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzxK5oK0tI/AAAAAAAAAbs/aprmzqdxq74/s1600/stevia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzxK5oK0tI/AAAAAAAAAbs/aprmzqdxq74/s320/stevia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565588409093378770" /&gt;&lt;/a&gt;


Stevia adalah genus dari sekitar 240 spesies tumbuhan dan semak dalam keluarga bunga matahari (Asteraceae), berasal dari daerah subtropis dan tropis dari bagian barat Amerika Utara ke Amerika Selatan. Spesies Stevia rebaudiana, umumnya dikenal sebagai sweetleaf, daun manis, sugarleaf, atau hanya Stevia, secara luas ditanam untuk daun manis. Sebagai pengganti pemanis dan gula, rasa Stevia's memiliki onset lebih lambat dan durasi yang lebih lama daripada gula, meskipun beberapa ekstrak yang mungkin memiliki aftertaste pahit atau licorice seperti pada konsentrasi tinggi.

Dengan glikosida steviol perusahaan ekstrak memiliki sampai dengan 300 kali kemanisan gula, stevia telah mengumpulkan perhatian dengan kenaikan permintaan rendah karbohidrat, alternatif makanan rendah gula. Penelitian medis juga menunjukkan manfaat yang mungkin timbul dari stevia dalam mengobati obesitas dan tekanan darah tinggi. Karena Stevia memiliki efek yang dapat diabaikan pada glukosa darah, itu adalah menarik sebagai pemanis alami untuk orang-orang di diet karbohidrat yang dikontrol.

Ketersediaan stevia bervariasi dari satu negara ke negara. Di beberapa negara, telah tersedia sebagai pemanis selama beberapa dekade atau abad, misalnya, stevia banyak digunakan sebagai pemanis di Jepang di mana telah tersedia selama beberapa dekade. Di beberapa negara, Stevia dibatasi atau dilarang. Di negara lain, masalah kesehatan dan kontroversi politik telah membatasi ketersediaannya, misalnya, Amerika Serikat dilarang stevia pada awal 1990-an kecuali dicap sebagai suplemen, tetapi pada tahun 2008 disetujui rebau dioside Sebuah ekstrak sebagai makanan aditif. Selama bertahun-tahun, jumlah negara-negara di mana tersedia Stevia sebagai pemanis telah meningkat.

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;
Sejarah dan kegunaan.&lt;/span&gt;

Steviol adalah blok bangunan dasar dari glikosida manis Stevia's: stevioside dan rebaudioside A dibangun dengan mengganti atom hidrogen bawah dengan glukosa dan atom hidrogen atas dengan dua atau tiga kelompok glukosa terkait, masing-masing.

Stevia genus ini terdiri dari 240 jenis tanaman asli Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Meksiko, dengan beberapa spesies yang ditemukan sejauh utara Arizona, New Mexico, dan Texas. Mereka pertama kali diteliti oleh ahli botani dan Spanyol dokter Petrus Jacobus Stevus (Pedro Jaime Esteve), dari nama yang berasal dari kata Latin stevia. Manusia penggunaan spesies S. rebaudiana manis berasal dari Amerika Selatan. Daun tanaman stevia telah 30-45 kali kemanisan sukrosa (gula meja biasa). Daun bisa dimakan segar, atau dimasukkan ke dalam teh dan makanan.

Pada tahun 1899, ahli botani Swiss Moisés Santiago Bertoni, selama penelitiannya di Paraguay timur pertama kali dijelaskan pabrik dan rasa manis secara rinci. Hanya penelitian yang dilakukan terbatas pada topik sampai, pada 1931, dua kimiawan Perancis mengisolasi glikosida yang stevia memberikan rasa manis. Senyawa ini diberi nama stevioside dan rebaudioside, dan 250-300 kali lebih manis seperti sukrosa, stabil terhadap panas, pH stabil, dan non-fermentasi.

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Struktur yang tepat dari aglikon dan glikosida yang diterbitkan pada tahun 1955.&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzxd1q4K1I/AAAAAAAAAb0/CrRJOn4A_YE/s1600/Steviol.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzxd1q4K1I/AAAAAAAAAb0/CrRJOn4A_YE/s320/Steviol.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565588734448511826" /&gt;&lt;/a&gt;

Pada awal 1970-an, Jepang mulai budidaya stevia sebagai alternatif untuk pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin, yang diduga karsinogen. daun Pabrik, para air ekstrak daun, dan steviosides dimurnikan digunakan sebagai pemanis. Karena perusahaan Morita Jepang Kagaku Kogyo Co, Ltd menghasilkan pemanis stevia komersial pertama di Jepang pada tahun 1971, Jepang telah menggunakan Stevia dalam produk makanan, minuman ringan (termasuk Coca Cola), dan untuk meja digunakan. Jepang saat ini mengkonsumsi stevia lebih dari negara lain, dengan akuntansi Stevia sebesar 40% dari pasar pemanis.

Hari ini, Stevia dibudidayakan dan digunakan dalam makanan di tempat lain di Asia Timur, termasuk di Cina (sejak 1984), Korea, Taiwan, Thailand, dan Malaysia. Hal ini juga dapat ditemukan di Saint Kitts dan Nevis, di beberapa bagian Amerika Selatan (Brasil, Colombia, Peru, Paraguay, dan Uruguay), Filipina dan di Israel. China adalah eksportir terbesar di dunia stevioside.

spesies Stevia ditemukan di alam liar di habitat semi kering mulai dari padang rumput ke daerah pegunungan. Mereka menghasilkan benih, tetapi hanya sebagian kecil dari mereka berkecambah. Menanam stevia kloning adalah metode yang lebih efektif reproduksi.

 &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penggunaan Obat&lt;/span&gt;

Selama berabad-abad, suku-suku Guarani Paraguay, Bolivia dan Brasil yang digunakan stevia, yang mereka sebut ka'a he'ê ("ramuan manis"), sebagai pemanis dalam pasangan yerba dan teh obat untuk mengobati rasa panas dan penyakit lainnya. penelitian medis yang lebih baru telah menjanjikan dalam mengobati obesitas dan hipertensi  Stevia memiliki efek yang dapat diabaikan pada glukosa darah, bahkan meningkatkan toleransi glukosa; karena itu, menarik sebagai pemanis alami untuk penderita diabetes. dan lain-lain pada diet karbohidrat-dikendalikan.

Kemungkinan pengobatan osteoporosis telah disarankan oleh aplikasi paten klaim bahwa kerusakan kulit telur dapat dikurangi dengan 75% dengan menambahkan persentase kecil serbuk daun stevia untuk memberi makan ayam. Hal ini juga telah diusulkan bahwa babi diberi makan ekstrak stevia telah dua kali kalsium banyak konten dalam daging mereka, tetapi tuntutan tersebut telah diverifikasi.

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketersediaan&lt;/span&gt;

Pabrik stevia dapat ditanam secara legal di sebagian besar negara, meskipun beberapa negara membatasi atau melarang penggunaannya sebagai pemanis.
Stevia sebagai - banyak - yang dijual di toko-toko makanan kesehatan di Jerman, dimana saat ini masih ilegal. Kotak dan mendapatkan paket dinyatakan sebagai "obat alami" atau "aditif kosmetik" (satunya cara hukum untuk menjualnya).
 
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ketersediaan Lancar&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzx4GUrhvI/AAAAAAAAAb8/42yJZm4qfXY/s1600/Stevia-rebaudiana-.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 248px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzx4GUrhvI/AAAAAAAAAb8/42yJZm4qfXY/s320/Stevia-rebaudiana-.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565589185595410162" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Banyak digunakan sebagai pemanis
&lt;/span&gt;

    * Jepang (1970)

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tersedia sebagai bahan tambahan makanan (pemanis)
&lt;/span&gt;

    * Australia, dan Selandia Baru (Oktober 2008) - Semua glikosida steviol ekstrak
    * Brazil (1986) - stevioside ekstrak
    * Perancis - Disetujui 97% atau lebih besar kemurnian rebaudioside A untuk tes 2 tahun mulai bulan September 2009
    * Meksiko (2009) - glikosida steviol Campuran ekstrak, ekstrak tidak terpisah

Paraguay - digunakan selama berabad-abad sebagai ramuan obat dan pemanis untuk pasangan, atau teh herbal panas. Saat ini banyak tersedia dalam bentuk cair sebagai pengganti gula.

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tersedia sebagai suplemen diet
&lt;/span&gt;
    * Kanada

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tersedia sebagai makanan tambahan atau suplemen diet&lt;/span&gt;

    * Swiss
          glikosida steviol o Campuran ekstrak dengan lebih dari 95% kemurnian tersedia sebagai makanan aditif (2008)
          o Tinggi kemurnian rebaudioside A sebagai makanan aditif (2009)
    * Amerika Serikat
          o daun Stevia dan ekstrak yang tersedia sebagai suplemen diet (1995)
          o Rebaudioside A tersedia (Desember 2008) sebagai bahan tambahan makanan (pemanis) Hal ini tersedia di bawah nama dagang multiple termasuk:. Hanya Manis, PureVia, Reb-A, Rebiana, SweetLeaf, dan Truvia

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tersedia&lt;/span&gt;

    * Argentina, [26] Cina (1984), Kolombia, Indonesia, [26] Israel, Korea, Malaysia, Paraguay, Peru, Filipina, Uruguay, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

    * Komisi Eropa saat ini memutuskan apakah akan menyetujui Stevia di Uni Eropa dan Komisi sedang mempertimbangkan Acceptable Daily Intake (ADI) untuk Stevia sebelum persetujuan. Stevia saat ini diijinkan di Perancis di bawah otorisasi nasional sementara.
    * Norwegia (karena adanya perjanjian Wilayah Ekonomi Eropa) 
    * Singapura [28]
    * Hong Kong [28]

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Ketersediaan&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzyM91Y_sI/AAAAAAAAAcM/lAF137AW0MY/s1600/stevia%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 237px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzyM91Y_sI/AAAAAAAAAcM/lAF137AW0MY/s320/stevia%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565589544093941442" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzyMeLKHGI/AAAAAAAAAcE/2MXYxvP9Gow/s1600/stevia%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 147px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzyMeLKHGI/AAAAAAAAAcE/2MXYxvP9Gow/s320/stevia%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565589535595306082" /&gt;&lt;/a&gt;

    * Di daerah di mana stevia dilarang sebagai pemanis, mungkin tersedia untuk keperluan lainnya. Misalnya, Stevia mungkin tersedia dari toko-toko online, atau ditemukan di toko makanan kesehatan dinyatakan sebagai suplemen herbal, kosmetik, obat-obatan alami, atau produk nonsweetener lainnya.
    * Di Amerika Serikat, rebaudioside A umumnya diakui sebagai yang aman (GRAS) pada tanggal 2008. Daun dan ekstrak lainnya yang tersedia sebagai suplemen makanan.
    * Di Australia dan Selandia Baru, sebelum tahun 2008 persetujuan Oktober mereka semua ekstrak glikosida steviol, daun stevia bisa dijual sebagai makanan.
    * The European Food Safety Authority sedang melakukan penelaahan keselamatan dan diharapkan untuk mengizinkan ekstrak stevia untuk digunakan di negara-negara anggota Uni Eropa pada tahun 2010.

Laporan dikeluarkan dari tinjauan ini, pada tanggal 10 Maret 2010, menunjukkan glikosida steviol aman sampai ke Acceptable Daily Intake (ADI) 4 mg / kg berat badan / hari, tetapi level tersebut kemungkinan akan melebihi di diusulkan menggunakan tingkat maksimal pada orang dewasa dan anak-anak.

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komersialisasi&lt;/span&gt;

glikosida Steviol pertama kali dikomersialisasikan sebagai pemanis pada tahun 1971 oleh perusahaan Jepang Kagaku Morita Kogyo Co, Ltd, sebuah produsen ekstrak Stevia terkemuka di Jepang.

Stevia telah tumbuh secara eksperimental di Ontario, Kanada sejak tahun 1987 untuk tujuan menentukan kelayakan tumbuh tanaman komersial.

Pada tahun 2007, The Coca-Cola mengumumkan rencana untuk mendapat persetujuan atas pemanis stevia mereka yang diturunkan, rebiana, untuk digunakan sebagai bahan tambahan makanan di Amerika Serikat pada tahun 2009, serta rencana untuk memasarkan produk rebiana-manis di 12 negara yang memungkinkan menggunakan Stevia sebagai makanan aditif. Pada bulan Mei 2008, Coca Cola dan Cargill mengumumkan ketersediaan Truvia, merek konsumen Stevia pemanis mengandung erythritol dan rebiana,  yang FDA diizinkan sebagai makanan aditif pada bulan Desember 2008. Coca-Cola mengumumkan niat untuk merilis Stevia-minuman manis pada akhir Desember 2008.

Tak lama setelah itu, PepsiCo dan Murni Circle mengumumkan PureVia, merek mereka pemanis stevia berbasis, tapi menahan pelepasan minuman manis dengan rebaudioside A sampai menerima konfirmasi FDA. Karena diizinkan FDA Truvia dan PureVia, baik dan PepsiCo Coca Cola telah memperkenalkan produk yang mengandung pemanis baru mereka.

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ekstraksi senyawa manis
S. rebaudiana dedaunan
&lt;/span&gt;

Rebaudioside A memiliki kepahitan sedikit dari semua senyawa manis di pabrik stevia. Untuk menghasilkan rebaudioside A komersial, tanaman stevia yang dikeringkan dan dikenakan proses ekstraksi air. Ini ekstrak kasar mengandung sekitar 50% rebaudioside A; berbagai molekul glikosida dipisahkan melalui teknik kristalisasi, biasanya menggunakan etanol atau metanol sebagai pelarut. Hal ini memungkinkan produsen untuk mengisolasi murni rebaudioside A.

Dewan Riset Nasional Kanada telah mematenkan proses untuk mengekstraksi senyawa manis dari Stevia oleh kolom ekstraksi pada suhu 0-25 ° C, diikuti dengan pemurnian oleh nanofiltrasi. Langkah pretreatment mikrofiltrasi digunakan untuk memperjelas ekstrak. Pemurnian adalah dengan ultrafiltrasi diikuti oleh nanofiltrasi.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzypk33yrI/AAAAAAAAAck/ZjArhE6XJrA/s1600/stev3.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzypk33yrI/AAAAAAAAAck/ZjArhE6XJrA/s320/stev3.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565590035609668274" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzypTiu1bI/AAAAAAAAAcc/5H0D8EMePrY/s1600/stev2.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzypTiu1bI/AAAAAAAAAcc/5H0D8EMePrY/s320/stev2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565590030957598130" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzypCpBBoI/AAAAAAAAAcU/XEtReD3ISfY/s1600/stev1.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzypCpBBoI/AAAAAAAAAcU/XEtReD3ISfY/s320/stev1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565590026420553346" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keselamatan&lt;/span&gt;

Sebuah studi 1985 melaporkan bahwa steviol, produk dan rincian dari stevioside rebaudioside (dua dari glikosida steviol manis dalam daun stevia), adalah mutagen di hadapan hati ekstrak tikus pretreated dengan PCB campuran - namun ini menemukan dikritik dengan alasan prosedural bahwa kesalahan penanganan data sedemikian rupa sehingga bahkan air suling akan muncul mutagenik. Selama tahun-tahun berikutnya, bioassay, sel budaya, dan penelitian pada hewan telah menunjukkan hasil yang beragam dalam hal toksikologi dan efek samping konstituen stevia. Sementara laporan muncul yang steviol ditemukan dan stevioside menjadi mutagen lemah, sebagian besar studi menunjukkan tidak adanya efek yang merugikan. Dalam review 2008, 14 dari 16 penelitian yang dikutip menunjukkan tidak ada aktivitas genotoksik untuk stevioside, 11 dari 15 studi menunjukkan tidak ada aktivitas genotoksik untuk steviol, dan ada penelitian menunjukkan genotoxicity untuk rebaudioside A. Tidak ada bukti untuk konstituen Stevia menyebabkan kanker atau cacat lahir telah ditemukan.

Penelitian lain menunjukkan Stevia untuk meningkatkan sensitivitas insulin pada tikus, dan bahkan mungkin untuk mempromosikan produksi insulin tambahan, membantu membalikkan diabetes dan sindrom metabolik Studi awal menunjukkan manusia. stevia dapat membantu mengurangi hipertensi, meskipun studi lain telah menunjukkan hal itu tidak berpengaruh terhadap hipertensi Memang,. jutaan Jepang telah menggunakan Stevia selama lebih dari tiga puluh tahun tanpa efek berbahaya dilaporkan atau diketahui. Demikian pula, daun stevia telah digunakan selama berabad-abad di Amerika Selatan, mencakup beberapa generasi dalam tradisi ethnomedical sebagai pengobatan untuk Diabetes mellitus tipe 2.

Pada tahun 2006, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan evaluasi menyeluruh studi eksperimen terbaru stevioside dan steviols dilakukan pada hewan dan manusia, dan menyimpulkan "stevioside dan rebaudioside A tidak genotoksik in vitro atau in vivo dan bahwa genotoxicity dari steviol dan beberapa turunan oksidatif secara in vitro tidak dinyatakan dalam vivo ". Laporan ini juga tidak menemukan bukti aktivitas karsinogenik. Selanjutnya, laporan itu mencatat "stevioside telah menunjukkan beberapa bukti efek farmakologis pada pasien dengan hipertensi atau Diabetes mellitus tipe 2", tetapi menyimpulkan studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis yang tepat. WHO Komite Bersama Ahli Makanan Aditif telah disetujui, berdasarkan studi jangka panjang, asupan harian yang dapat diterima dari glikosida steviol hingga 4 miligram per kilogram berat badan.

Mulai tahun 2009 di Amerika Serikat, FDA AS menganggap "Rebiana (rebaudioside A) yang akan Umumnya Diakui Sebagai Safe (GRAS)". Sehubungan dengan mengukur toksisitas, yang dapat digambarkan sebagai dosis mematikan median atau LD50, laporan disampaikan kepada dokumen FDA "nilai LD50 diamati adalah 5,2 g / kg bb untuk hamster laki-laki dan 6,1 g / kg bb untuk hamster betina." Laporan ini memuat daftar rinci studi internasional, referensi, dan analisis kimia.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzfhlcrBI/AAAAAAAAAc8/QSdpoM0D7Fk/s1600/stevv3.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzfhlcrBI/AAAAAAAAAc8/QSdpoM0D7Fk/s320/stevv3.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565590962440023058" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzffU__jI/AAAAAAAAAc0/yHHq6hSJMTU/s1600/stevv2.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzffU__jI/AAAAAAAAAc0/yHHq6hSJMTU/s320/stevv2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565590961834163762" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzfJmOEfI/AAAAAAAAAcs/Yth4yZK-Jpc/s1600/stevv1.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzfJmOEfI/AAAAAAAAAcs/Yth4yZK-Jpc/s320/stevv1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565590956000809458" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kontroversi Politik.&lt;/span&gt;

Pada tahun 1991, setelah menerima keluhan industri anonim, Amerika Serikat Food and Drug Administration (FDA) berlabel Stevia sebagai "makanan yang tidak aman aditif" dan membatasi impor. Alasan lain FDA adalah "toksikologi informasi tentang stevia tidak memadai untuk menunjukkan keamanan ". Putusan ini kontroversial, sebagai pendukung Stevia menunjukkan bahwa penunjukan ini melanggar pedoman sendiri FDA dimana zat alami digunakan sebelum tahun 1958, tanpa efek negatif yang dilaporkan, seharusnya secara umum diakui sebagai aman (GRAS) selama zat itu digunakan dengan cara yang sama dan format seperti sebelum 1958.

Stevia terjadi secara alami, tidak memerlukan paten untuk memproduksinya. Sebagai akibatnya, sejak larangan impor pada tahun 1991, pemasar dan konsumen stevia telah berbagi keyakinan bahwa FDA bertindak sebagai respon terhadap tekanan industri Arizona kongres Jon Kyl., Misalnya, disebut tindakan FDA terhadap Stevia "menahan diri sebuah perdagangan untuk menguntungkan industri pemanis buatan ". Untuk melindungi pelapor, FDA dihapus nama dalam keluhan asli respon untuk permintaan diajukan di bawah Freedom of Information Act.

Stevia tetap dilarang sampai tahun 1994 Diet Tambahan Undang-Undang Kesehatan dan Pendidikan memaksa FDA pada tahun 1995 untuk merevisi sikap untuk izin stevia untuk digunakan sebagai suplemen diet, meskipun tidak sebagai makanan aditif - posisi yang pendukung Stevia anggap sebagai bertentangan karena label sekaligus stevia aman dan tidak aman, tergantung pada bagaimana dijual.

Meskipun pertanyaan yang belum terselesaikan tetap tentang apakah proses metabolisme dapat menghasilkan mutagen dari stevia pada hewan, apalagi pada manusia, penelitian awal tetap diminta Komisi Eropa pada tahun 1999 untuk melarang penggunaan stevia di makanan di Uni Eropa menunggu penelitian lebih lanjut. Singapura dan Hong Kong telah melarang juga data Lebih baru-baru ini disusun dalam evaluasi keselamatan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2006 menunjukkan bahwa kebijakan ini mungkin akan usang..

Pada bulan Desember 2008, FDA memberikan "tidak keberatan" persetujuan status GRAS untuk Truvia (dikembangkan oleh Cargill dan The Coca-Cola Company) dan PureVia (dikembangkan oleh PepsiCo dan Whole Earth Pemanis Perseroan, anak perusahaan Merisant), kedua yang menggunakan rebaudioside A berasal dari tanaman Stevia.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzu9SK_ZI/AAAAAAAAAdU/H0-wL3T_j2Y/s1600/stevv6.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzu9SK_ZI/AAAAAAAAAdU/H0-wL3T_j2Y/s320/stevv6.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565591227573403026" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzumkQqkI/AAAAAAAAAdM/xPt_aIsK9jg/s1600/stevv5.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzumkQqkI/AAAAAAAAAdM/xPt_aIsK9jg/s320/stevv5.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565591221475256898" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzuUbE7PI/AAAAAAAAAdE/765MqRTlTuk/s1600/stevv4.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzzuUbE7PI/AAAAAAAAAdE/765MqRTlTuk/s320/stevv4.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565591216604900594" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Nama di negara lain&lt;/span&gt;

Baik pemanis dan tanaman stevia Stevia rebaudiana (juga dikenal sebagai rebaudianum Eupatorium) dikenal hanya sebagai "stevia" di negara-negara berbahasa Inggris (diucapkan / sti ː viə /) maupun di Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Portugal , Israel, Polandia, Norwegia dan Swedia - meskipun beberapa negara juga menggunakan istilah lain seperti yang ditunjukkan di bawah ini. lafal serupa terjadi di Jepang (sutebia atau ステビア dalam katakana), dan di Thailand (satiwia). Di beberapa negara (India, misalnya) yang menerjemahkan nama harfiah sebagai "daun manis." Berikut adalah beberapa nama untuk pabrik stevia di berbagai wilayah dunia:
Stamp Paraguay, berisi Guaran dan nama ilmiah tanaman.

    * Cina: 甜菊 (Tian ju - krisan manis), 甜菊 叶 (Tian ju kamu - stevia daun)
    * Berbahasa Belanda negara: honingkruid (ramuan madu)
    * Negara berbahasa Inggris: daun permen, daun gula, sweetleaf (USA), daun madu manis (Australia), ramuan manis Paraguay
    * Negara-negara berbahasa Jerman, juga Swiss: Süßkraut, Süßblatt, Honigkraut
    * Hungaria: jázminpakóca
    * India: Madhu Parani (Marathi), Madhu-pattha (Punjabi), patra Madhu (Sansekerta), Patri Madhu seeni Tulsi (Tamil), (Telugu)
    * Israel: סטיביה (sṭīviyyāh dalam bahasa Ibrani)
    * Jepang: アマハステビア (amaha sutebia)
    * Norwegia: Sukkerblad
    * Paraguay: ka'a he'ê (ramuan manis dalam Guaran)
    * Negara-negara yang berbahasa Portugis: capim Doce (rumput manis), erva Doce (ramuan manis, juga merupakan istilah Portugis untuk adas), estévia (Brasil), folhas stevia da
    * Afrika Selatan (Afrikaans): heuningblaar (daun madu)
    * Negara berbahasa Spanyol: estevia, hierba dulce, yerba dulce
    * Swedia: sötflockel
    * Thailand: satiwia, หญ้า หวาน (ya wan, atau rumput manis di Bangkok)

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTz0RPwI0MI/AAAAAAAAAdc/UL9VWWevGrM/s1600/istev.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 228px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTz0RPwI0MI/AAAAAAAAAdc/UL9VWWevGrM/s320/istev.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565591816646480066" /&gt;&lt;/a&gt;

[Sumber: Wikipedi &amp; dari berbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-3207442535596118982?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/3207442535596118982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=3207442535596118982' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3207442535596118982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3207442535596118982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2011/01/stevia.html' title='STEVIA'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TTzxK5oK0tI/AAAAAAAAAbs/aprmzqdxq74/s72-c/stevia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-4141310309542470281</id><published>2010-12-01T10:00:00.008+07:00</published><updated>2010-12-01T10:42:14.450+07:00</updated><title type='text'>Uang yang pernah di pergunakan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXCioTQ76I/AAAAAAAAAbg/BGjMdmT543A/s1600/uu%2B27%2Bb350_IndonesiaP35G-100NewRupiah-1949-donatedrikaz_b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXCioTQ76I/AAAAAAAAAbg/BGjMdmT543A/s320/uu%2B27%2Bb350_IndonesiaP35G-100NewRupiah-1949-donatedrikaz_b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545552416366194594" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXCij4JhQI/AAAAAAAAAbY/46KVidUfzMA/s1600/uu27%2BIndonesiaP59-100Rupiah-1958-donatedth_f.jpg_thumb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXCij4JhQI/AAAAAAAAAbY/46KVidUfzMA/s320/uu27%2BIndonesiaP59-100Rupiah-1958-donatedth_f.jpg_thumb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545552415178720514" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXCibEkEnI/AAAAAAAAAbQ/5sa3ENK-TeQ/s1600/uu26%2BIndonesiaP59-100Rupiah-1958-donatedth_b.jpg_thumb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXCibEkEnI/AAAAAAAAAbQ/5sa3ENK-TeQ/s320/uu26%2BIndonesiaP59-100Rupiah-1958-donatedth_b.jpg_thumb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545552412814873202" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXChxobzaI/AAAAAAAAAbI/tCY2yAdjihU/s1600/uu25%2Bjual%2Bbeli%2Buang%2Bkuno%2Bindonesia%2B100%2Brupiah%2Bseri%2Bsukarno%2B1960%2BCAL%2B043133%2Bb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXChxobzaI/AAAAAAAAAbI/tCY2yAdjihU/s320/uu25%2Bjual%2Bbeli%2Buang%2Bkuno%2Bindonesia%2B100%2Brupiah%2Bseri%2Bsukarno%2B1960%2BCAL%2B043133%2Bb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545552401691037090" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB-eddS-I/AAAAAAAAAbA/CED7Z5IJdWA/s1600/uu24%2B100%2Bgulden%2B1942%2Bb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB-eddS-I/AAAAAAAAAbA/CED7Z5IJdWA/s320/uu24%2B100%2Bgulden%2B1942%2Bb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551795249302498" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB-MwvJsI/AAAAAAAAAa4/UkHafDeYU64/s1600/uu23%2B100%2Bgulden%2B1942%2Ba.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 185px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB-MwvJsI/AAAAAAAAAa4/UkHafDeYU64/s320/uu23%2B100%2Bgulden%2B1942%2Ba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551790498326210" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB92jgavI/AAAAAAAAAaw/yloR0z98heg/s1600/uu22%2Bjual%2Bbeli%2Buang%2Bkuno%2Bindonesia%2B100%2Bbadak%2B1977%2BNNU%2B074704%2Bb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB92jgavI/AAAAAAAAAaw/yloR0z98heg/s320/uu22%2Bjual%2Bbeli%2Buang%2Bkuno%2Bindonesia%2B100%2Bbadak%2B1977%2BNNU%2B074704%2Bb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551784537254642" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB9tS0lDI/AAAAAAAAAao/beKidMBfnn8/s1600/uu21%2Bjual%2Bbeli%2Buang%2Bkuno%2Bindonesia%2B100%2Bbadak%2B1977%2BNNU%2B074716%2Ba.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB9tS0lDI/AAAAAAAAAao/beKidMBfnn8/s320/uu21%2Bjual%2Bbeli%2Buang%2Bkuno%2Bindonesia%2B100%2Bbadak%2B1977%2BNNU%2B074716%2Ba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551782051353650" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB9XNZExI/AAAAAAAAAag/dkTh2YJrAH0/s1600/uu20%2BIndonesiaP35G-100NewRupiah-1949-donatedrikaz_b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXB9XNZExI/AAAAAAAAAag/dkTh2YJrAH0/s320/uu20%2BIndonesiaP35G-100NewRupiah-1949-donatedrikaz_b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551776122999570" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBiVCLBDI/AAAAAAAAAaY/Rgrnjp722TM/s1600/uu19%2BIndonesiaPS464-100Rupiah-1959-donat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBiVCLBDI/AAAAAAAAAaY/Rgrnjp722TM/s320/uu19%2BIndonesiaPS464-100Rupiah-1959-donat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551311682602034" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBiJXyYlI/AAAAAAAAAaQ/TkjFfHlViQE/s1600/uu18%2BIndonesiaP51-100Rupiah-%25281957%2529_f.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBiJXyYlI/AAAAAAAAAaQ/TkjFfHlViQE/s320/uu18%2BIndonesiaP51-100Rupiah-%25281957%2529_f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551308552036946" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBh_AHz3I/AAAAAAAAAaI/UJZjwjbRP6w/s1600/uu17%2BIndonesiaP51-100Rupiah-%25281957%2529_b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBh_AHz3I/AAAAAAAAAaI/UJZjwjbRP6w/s320/uu17%2BIndonesiaP51-100Rupiah-%25281957%2529_b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551305768423282" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBhq0tWrI/AAAAAAAAAaA/Fo1AsbeSvaQ/s1600/uu16%2BIndonesiaP24-100Rupiah-1947-donated.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBhq0tWrI/AAAAAAAAAaA/Fo1AsbeSvaQ/s320/uu16%2BIndonesiaP24-100Rupiah-1947-donated.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551300351842994" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBhfsk-wI/AAAAAAAAAZ4/YRL1TEhnQXk/s1600/uu15%2BIndonesia_100r_1_o.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBhfsk-wI/AAAAAAAAAZ4/YRL1TEhnQXk/s320/uu15%2BIndonesia_100r_1_o.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545551297364949762" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBHEqG2mI/AAAAAAAAAZw/NHcBxVt9VIY/s1600/uu14%2B100rupiah2jpg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBHEqG2mI/AAAAAAAAAZw/NHcBxVt9VIY/s320/uu14%2B100rupiah2jpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550843430230626" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBGauYbCI/AAAAAAAAAZo/sKrq6xY2uZA/s1600/uu13%2BIndonesiaP59-100Rupiah-1958-donatedth_f.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 171px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBGauYbCI/AAAAAAAAAZo/sKrq6xY2uZA/s320/uu13%2BIndonesiaP59-100Rupiah-1958-donatedth_f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550832173870114" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBGSDL9_I/AAAAAAAAAZg/-AJtPCXgdn8/s1600/uu13%2Bindonesia_1946b_100r_o1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 159px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBGSDL9_I/AAAAAAAAAZg/-AJtPCXgdn8/s320/uu13%2Bindonesia_1946b_100r_o1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550829845215218" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBGNsyVMI/AAAAAAAAAZY/tzcY0WrsdM8/s1600/uu12%2BIndonesiaP59-100Rupiah-1958-donatedth_b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBGNsyVMI/AAAAAAAAAZY/tzcY0WrsdM8/s320/uu12%2BIndonesiaP59-100Rupiah-1958-donatedth_b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550828677518530" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBFUuOgWI/AAAAAAAAAZQ/ZQEjoAg3lJo/s1600/uu11%2BIndonesiaP69-100Rupiah-1959-donatedth_f.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXBFUuOgWI/AAAAAAAAAZQ/ZQEjoAg3lJo/s320/uu11%2BIndonesiaP69-100Rupiah-1959-donatedth_f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550813382738274" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAnagk5rI/AAAAAAAAAZI/AqYb1xotwB4/s1600/uu10%2Bul_1978_100rp_detail.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 211px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAnagk5rI/AAAAAAAAAZI/AqYb1xotwB4/s320/uu10%2Bul_1978_100rp_detail.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550299540022962" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAnFEYdFI/AAAAAAAAAZA/z_T2nFE_muI/s1600/uu9%2B1958%2BIndonesia%2B100%2BRupiah%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAnFEYdFI/AAAAAAAAAZA/z_T2nFE_muI/s320/uu9%2B1958%2BIndonesia%2B100%2BRupiah%2Bcopy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550293784622162" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAm45RFqI/AAAAAAAAAY4/3VTy9cxXD1g/s1600/uu8%2BINDONESIA%2B100%2BRUPIAH%2B1984%2BSET%2B18%2BPCS%2BNO%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAm45RFqI/AAAAAAAAAY4/3VTy9cxXD1g/s320/uu8%2BINDONESIA%2B100%2BRUPIAH%2B1984%2BSET%2B18%2BPCS%2BNO%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550290516776610" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAmiS44CI/AAAAAAAAAYw/6-k2zhENeSE/s1600/uu7%2Bindonesia100_1994P127s017.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 316px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAmiS44CI/AAAAAAAAAYw/6-k2zhENeSE/s320/uu7%2Bindonesia100_1994P127s017.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550284450226210" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAmS-Sf9I/AAAAAAAAAYo/pjXMaICjlr8/s1600/uu6%2BIndonesiaP24-100Rupiah-1947-donatedTA_f.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXAmS-Sf9I/AAAAAAAAAYo/pjXMaICjlr8/s320/uu6%2BIndonesiaP24-100Rupiah-1947-donatedTA_f.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545550280337293266" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_ZiN-vLI/AAAAAAAAAYg/yA96KHgjaXc/s1600/uu5%2BIndonesia_1952_100_r.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_ZiN-vLI/AAAAAAAAAYg/yA96KHgjaXc/s320/uu5%2BIndonesia_1952_100_r.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545548961579711666" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_Zsllw-I/AAAAAAAAAYY/D73O1pQtBtU/s1600/uu4%2BIndonesiaP29-100Rupiah-1947-donatedag_b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_Zsllw-I/AAAAAAAAAYY/D73O1pQtBtU/s320/uu4%2BIndonesiaP29-100Rupiah-1947-donatedag_b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545548964363092962" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_ZVp3WWI/AAAAAAAAAYQ/4cSf3n8G1uo/s1600/uu3%2BIndonesia_1952_100_o.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_ZVp3WWI/AAAAAAAAAYQ/4cSf3n8G1uo/s320/uu3%2BIndonesia_1952_100_o.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545548958207007074" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_ZHooG6I/AAAAAAAAAYI/sl7yMjNvwDo/s1600/uu2%2BIndonesiaP116-100Rupiah-1977-donatedth_f.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_ZHooG6I/AAAAAAAAAYI/sl7yMjNvwDo/s320/uu2%2BIndonesiaP116-100Rupiah-1977-donatedth_f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545548954443717538" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_YwNuOaI/AAAAAAAAAYA/LbVJSsKqXL4/s1600/uu1%2BIndonesiaPNL-100Gulden-1948-Coupon-.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPW_YwNuOaI/AAAAAAAAAYA/LbVJSsKqXL4/s320/uu1%2BIndonesiaPNL-100Gulden-1948-Coupon-.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545548948156856738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-4141310309542470281?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/4141310309542470281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=4141310309542470281' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4141310309542470281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4141310309542470281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/12/uang-yang-pernah-di-pergunakan-di.html' title='Uang yang pernah di pergunakan di Indonesia'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TPXCioTQ76I/AAAAAAAAAbg/BGjMdmT543A/s72-c/uu%2B27%2Bb350_IndonesiaP35G-100NewRupiah-1949-donatedrikaz_b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-8088963892873277275</id><published>2010-10-27T10:53:00.010+07:00</published><updated>2010-10-27T11:50:47.728+07:00</updated><title type='text'>Kota Mati</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KoLmanskop&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMejgdP-k7I/AAAAAAAAAS4/Lo_G1tRYCD4/s1600/kol6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMejgdP-k7I/AAAAAAAAAS4/Lo_G1tRYCD4/s320/kol6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532570445250728882" /&gt;&lt;/a&gt;


Kolmanskop adalah sebuah kota hantu di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Pada tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah. Dalam dua tahun terciptalah sebuah kota lengkap dengan segala prasarananya seperti kasino, sekolah, rumah sakit, juga dengan bangunan tempat tinggal yang eksklusif yang berdiri di lahan yang dulunya tandus dan merupakan padang pasir.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMejyE-CZmI/AAAAAAAAATI/jvkadsKYNeg/s1600/kol2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMejyE-CZmI/AAAAAAAAATI/jvkadsKYNeg/s320/kol2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532570747970676322" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMejx6HkdzI/AAAAAAAAATA/zwXUTNwTeFk/s1600/kol1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMejx6HkdzI/AAAAAAAAATA/zwXUTNwTeFk/s320/kol1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532570745057867570" /&gt;&lt;/a&gt;


Tetapi setelah Perang Dunia I, jual beli berlian menjadi terhenti, ini merupakan permulaan berakhirnya semuanya. Sepanjang tahun 1950 kota mulai ditinggalkan.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMekOop8IeI/AAAAAAAAATo/ht96BDEO1sw/s1600/kol7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 244px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMekOop8IeI/AAAAAAAAATo/ht96BDEO1sw/s320/kol7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532571238586393058" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMekOVirDZI/AAAAAAAAATg/ZQT18WgihO4/s1600/kol5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMekOVirDZI/AAAAAAAAATg/ZQT18WgihO4/s320/kol5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532571233455639954" /&gt;&lt;/a&gt;


Kolmanskop adalah sisa dari kota yang dibangun pada tahun 1908. Pada periode ketika manfaat mulai di Namibia berlian. Terletak di gurun Namib , sekitar 10 km dari kota pelabuhan Lüderitz di Namibia  . Mengamankan kota fasilitas bagi pekerja. Perang Dunia II telah menjatuhkan minat berlian, karena ditemukan deposit signifikan berlian. Pada tahun 1956 kota ini Kolmanskop ditinggalkan. Selama waktu, pasir dari gurun Namib menyapu bangunan lokal. Beberapa dari rumah-rumah yang ditinggalkan terlihat saat ini. Best diawetkan bangunan adalah mantan manajer rumah di sekitar tambang. Kolmanskop juga terkenal di film Raja adalah Hidup dan Debu Setan. Hari ini adalah kota tujuan wisata populer ..

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMekOICzwLI/AAAAAAAAATY/0gwtLL6K4O4/s1600/kol4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMekOICzwLI/AAAAAAAAATY/0gwtLL6K4O4/s320/kol4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532571229832331442" /&gt;&lt;/a&gt;

Di kota Mei menunjuk sejumlah tempat-tempat wisata, seperti Richtersveld km tentang 258, Namib km tentang 217, Sossusvlei - Bukit pasir 45 km tentang 221

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMekOALo3eI/AAAAAAAAATQ/OcBhdODwAAE/s1600/kol3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMekOALo3eI/AAAAAAAAATQ/OcBhdODwAAE/s320/kol3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532571227721883106" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prypiat&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemFax_cSI/AAAAAAAAATw/EH7b7hSzTWY/s1600/pri6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemFax_cSI/AAAAAAAAATw/EH7b7hSzTWY/s320/pri6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532573279266500898" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemeiuCPoI/AAAAAAAAAUI/xN4uN6_GoPQ/s1600/pri3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemeiuCPoI/AAAAAAAAAUI/xN4uN6_GoPQ/s320/pri3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532573710894120578" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemeYJTSMI/AAAAAAAAAUA/MBPSCF0eqnQ/s1600/pri2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemeYJTSMI/AAAAAAAAAUA/MBPSCF0eqnQ/s320/pri2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532573708055693506" /&gt;&lt;/a&gt;

Prypiat adalah sebuah kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana Chernobyl  yang menelan hamper 50.000 jiwa. Bangunan apartemen (empat merupakan bangunan yang belum sempat ditempati), kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur, dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, meubel, barang berharga, pakaian dan lain-lain semua seperti kebanyakan milik keluarga-keluarga pada umumnya.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemexDmsFI/AAAAAAAAAUY/RbQ-ahsahi0/s1600/pri5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemexDmsFI/AAAAAAAAAUY/RbQ-ahsahi0/s320/pri5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532573714742685778" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemew0sv4I/AAAAAAAAAUQ/f7Cm2SCOfoI/s1600/pri4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemew0sv4I/AAAAAAAAAUQ/f7Cm2SCOfoI/s320/pri4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532573714680168322" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemeNxKduI/AAAAAAAAAT4/JJTP231OcJ4/s1600/pri1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMemeNxKduI/AAAAAAAAAT4/JJTP231OcJ4/s320/pri1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532573705270097634" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMenGJLKelI/AAAAAAAAAUo/QtbIcLTvqwI/s1600/pri8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMenGJLKelI/AAAAAAAAAUo/QtbIcLTvqwI/s320/pri8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532574391231740498" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMenF5FHhqI/AAAAAAAAAUg/mzFOl3RC8yU/s1600/pri7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMenF5FHhqI/AAAAAAAAAUg/mzFOl3RC8yU/s320/pri7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532574386911413922" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sanzhi&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeod8e6xrI/AAAAAAAAAVQ/o1T-hZv4DBU/s1600/asan5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeod8e6xrI/AAAAAAAAAVQ/o1T-hZv4DBU/s320/asan5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532575899653424818" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeodQxMk8I/AAAAAAAAAVI/aOWq9SC4wNE/s1600/asan4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeodQxMk8I/AAAAAAAAAVI/aOWq9SC4wNE/s320/asan4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532575887918928834" /&gt;&lt;/a&gt;

Sebuah kota kecil di pantai Taiwan telah memunculkan banyak legenda aneh tentang alien dan kejadian misterius pandangan pertama sovrannaturali.A mungkin tampak sebuah kota asing, salah satu dari mereka yang melihat di fiksi ilmiah atau Star Trek. Mungkin menyarankan ide menjadi latar belakang ideal untuk film-film seperti "Fahrenheit 451" atau "2001: A Space Odissi. Tapi kita tidak dalam menetapkan film, tetapi di sebuah desa ditinggalkan. Sanjhih (San Zhi), di luar Taipei, di pantai utara pulau Taiwan adalah sebuah kota hantu di mana dalam 30 tahun terakhir telah mengatakan kisah tentang alien misterius, hantu, zombie dan kematian yang tak dapat dijelaskan. rumah UFO adalah sebuah kompleks perumahan yang bernama karena bentuk elips dari setiap lantai, yang terus dan membawa ke pikiran munculnya piring terbang.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeoc2HMUJI/AAAAAAAAAVA/hDVsyO4BKPE/s1600/asan3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 274px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeoc2HMUJI/AAAAAAAAAVA/hDVsyO4BKPE/s320/asan3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532575880763429010" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeock9PhJI/AAAAAAAAAU4/tW-0lMl0NCs/s1600/asan2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeock9PhJI/AAAAAAAAAU4/tW-0lMl0NCs/s320/asan2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532575876158293138" /&gt;&lt;/a&gt;


Disebelah Utara Taiwan, terdapat sebuah kampong yang futuristic, pada awalnya dibangun sebagai sebuah tempat peristirahatan yang mewah bagi kaum kaya. Bagaimanapun, setelah terjadi banyak kecelakaan yang fatal pada masa pembangunannya akhirnya proyek tersebut dihentikan. Setelah mengalami kesulitan dana dan kesulitan para pekerja yang mau mengerjakan proyek tersebut akhirnya pembangunan resort tersebut benar-benar dihentikan ditengah jalan. Desas-desus kemudian bermunculan, banyak yang bilang kawasan kampung tersebut menjadi tempat tinggal para hantu, dari mereka yang sudah meninggal.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeoccI_XYI/AAAAAAAAAUw/hfv4Or3Yq08/s1600/asan1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeoccI_XYI/AAAAAAAAAUw/hfv4Or3Yq08/s320/asan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532575873791647106" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Craco&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqNAhyoUI/AAAAAAAAAVo/qryos7leDzI/s1600/acra3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqNAhyoUI/AAAAAAAAAVo/qryos7leDzI/s320/acra3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532577807704695106" /&gt;&lt;/a&gt;

Craco terletak didaerah Basilicata dan provinsi Matera sekitar 25 mil dari teluk Taranto. Kota pertengahan ini mempunyai area yang khas dengan dipenuhi bukit yang berombak-ombak dan hamparan pertanian gandum serta tanaman pertanian lainnya. Ditahun 1060 ketika kepemilikan lahan Craco dimiliki oleh uskup Arnaldo pimpinan keuskupan Tricarico. Hubungan yang berjalan lama dengan gereja membawa pengaruh yang banyak kepada seluruh penduduk. Di tahun 1891 populasi penduduk Craco lebih dari 2000 orang, waktu itu mereka banyak dilanda permasalahan social dan kemiskinan yang banyak membuat mereka putus asa, antara tahun 1892 dan 1922 sekitar 1300 orang pindah ke Amerika Utara. Kondisi pertanian yang buruk ditambah dengan bencana alam gempa bumi, tanah longsor serta peperangan inilah yang menyebabkan mereka bermigrasi massal. Antara tahun 1959 dan 1972 Craco kembali diguncang gempa dan tanah longsor. Di tahun 1963 sisa penduduk sekitar 1300 orang akhirnya dipindahkan ke suatu lembah dekat Craco Peschiera, dan sampai sekarang Craco yang asli masih tertinggal dalam keadaan hancur dan menyisakan kebusukan sisa-sisa peninggalan penduduknya.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqNWvgx3I/AAAAAAAAAV4/EHPXiFdHb3k/s1600/acra5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 237px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqNWvgx3I/AAAAAAAAAV4/EHPXiFdHb3k/s320/acra5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532577813667825522" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqNCvClkI/AAAAAAAAAVw/mIpgzeLjz7M/s1600/acra4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqNCvClkI/AAAAAAAAAVw/mIpgzeLjz7M/s320/acra4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532577808297137730" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqMxisWXI/AAAAAAAAAVg/33lOhVReYuI/s1600/acra2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqMxisWXI/AAAAAAAAAVg/33lOhVReYuI/s320/acra2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532577803681945970" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqMhFFyJI/AAAAAAAAAVY/lGQ8jsQliUU/s1600/acra1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeqMhFFyJI/AAAAAAAAAVY/lGQ8jsQliUU/s320/acra1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532577799262816402" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oradour&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMerrcXBj7I/AAAAAAAAAWI/T4cgad5mYXQ/s1600/ao2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMerrcXBj7I/AAAAAAAAAWI/T4cgad5mYXQ/s320/ao2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532579430083432370" /&gt;&lt;/a&gt;


adalah kota dan komune di departemen Haute-Vienne di Perancis.
Desa ini dihancurkan pada tanggal 10 Juni 1944, ketika 642 penduduknya dibunuh oleh tentara Jerman.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMersTKzSSI/AAAAAAAAAWg/mMdD-fdQpag/s1600/ao5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMersTKzSSI/AAAAAAAAAWg/mMdD-fdQpag/s320/ao5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532579444796115234" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMerr-hhfvI/AAAAAAAAAWY/RsWzBb-SdBM/s1600/ao4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMerr-hhfvI/AAAAAAAAAWY/RsWzBb-SdBM/s320/ao4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532579439254273778" /&gt;&lt;/a&gt;


Perkampungan kecil Oradour Sul Glane di Perancis menunjukan sebuah kondisi keadaan yang sangat mengerikan. Selama perang dunia ke II, 642 penduduk dibantai oleh tentara Jerman sebagai bentuk pembalasan atas terhadap perlakuan Perancis waktu itu. Jerman yang waktu itu sebenarnya berniat menyerang daerah di dekat Oradour Sul Glane tapi akhirnya mereka menyerang perkampungan kecil tersebut pada tanggal 10 Juni 1944.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMerrrjT9sI/AAAAAAAAAWQ/XgG1l-GTK44/s1600/ao3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMerrrjT9sI/AAAAAAAAAWQ/XgG1l-GTK44/s320/ao3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532579434161501890" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMerrGpnkhI/AAAAAAAAAWA/E_2Qmvi-_kY/s1600/ao1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMerrGpnkhI/AAAAAAAAAWA/E_2Qmvi-_kY/s320/ao1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532579424255840786" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hashima&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetIpRApbI/AAAAAAAAAXI/gVHFxe2Dnk8/s1600/ah5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetIpRApbI/AAAAAAAAAXI/gVHFxe2Dnk8/s320/ah5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532581031275701682" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetIWzplXI/AAAAAAAAAXA/IbkRZDkF1MY/s1600/ah4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetIWzplXI/AAAAAAAAAXA/IbkRZDkF1MY/s320/ah4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532581026320717170" /&gt;&lt;/a&gt;

Pulau Hashima (端島; berarti "Pulau Perbatasan"), umumnya disebut Gunkanjima (軍艦島; berarti "Pulau Kapal Perang") adalah salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Prefektur Nagasaki, sekitar 15 kilometer dari kota Nagasaki. Pulau ini berpenghuni antara tahun 1887 hingga 1974 sebagai fasilitas penambangan batu bara.

Pada tahun 1890 perusahaan Mitsubishi membeli pulau tersebut dan memulai proyek untuk mendapatkan batu bara dari dasar laut di sekitar pulau tersebut. Pada tahun 1916 mereka membangun beton besar yang pertama di pulau tersebut, sebuah blok apartemen dibangun untuk para pekerja dan juga berfungsi untuk melindungi mereka dari angin topan.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetINzm89I/AAAAAAAAAW4/nElfwENXxvY/s1600/ah3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 244px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetINzm89I/AAAAAAAAAW4/nElfwENXxvY/s320/ah3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532581023904625618" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetHzZwyoI/AAAAAAAAAWw/b81FMA0ROL0/s1600/ah2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetHzZwyoI/AAAAAAAAAWw/b81FMA0ROL0/s320/ah2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532581016816896642" /&gt;&lt;/a&gt;

Pada tahun 1959, populasi penduduk pulau tersebut membengkak, kepadatan penduduk waktu itu mencapai 835 orang per hektare untuk keseluruhan pulau (1.391 per hektare untuk daerah pusat pemukiman), sebuah populasi penduduk terpadat yang pernah terjadi di seluruh dunia.

Ketika minyak bumi menggantikan batubara tahun 1960, tambang batu bara mulai ditutup, tidak terkecuali di Gunkan Jima, di tahun 1974 Mitsubishi secara resmi mengumumkan penutupan tambang tersebut, dan akhirnya mengosongkan pulau tersebut.

Pada tahun 2003 pulau ini diambil sebagai setting film Battle Royale II: Requiem dan mengilhami sebuah permainan populer killer7.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetHowTm4I/AAAAAAAAAWo/ePEvm07QmqY/s1600/ah1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMetHowTm4I/AAAAAAAAAWo/ePEvm07QmqY/s320/ah1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532581013958663042" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMethiAiNcI/AAAAAAAAAXQ/jixeShVL-p8/s1600/ah6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMethiAiNcI/AAAAAAAAAXQ/jixeShVL-p8/s320/ah6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532581458824279490" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kadykchan&lt;/span&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu-hPGWBI/AAAAAAAAAXY/WMEJ0lFq9q0/s1600/ak1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu-hPGWBI/AAAAAAAAAXY/WMEJ0lFq9q0/s320/ak1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532583056344766482" /&gt;&lt;/a&gt;

Kadykchan adalah sebuah kota makmur di Rusia. Letaknya di kabupaten Susumansky  Oblast Magadan, Rusia. Dulu kota kecil ini merupakan kota makmur, dengan perekonomian yang ditunjang oleh hasil dari pertambangan timah. Gedung-gedung, apartemen, serta infrastruktur relatif lengkap. Namun sejak Uni Soviet pecah, 1989, Kadykchan secara luar biasa sangat terpengaruh.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu-73VCMI/AAAAAAAAAXo/axnPn8Mpn0Q/s1600/ak3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu-73VCMI/AAAAAAAAAXo/axnPn8Mpn0Q/s320/ak3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532583063492823234" /&gt;&lt;/a&gt;

Perlahan kota makmur ini mulai ditinggal penghuninya. Tahun 1989 jumlah penduduk berdasarkan sensus masih 5.794, terus menurun tahun 2002 tinggal 875 jiwa, dan 2008 tersisa 300 jiwa. Dan kini, konon, sudah tidak ada lagi penduduk yang mau tinggal di kota yang makin lama makin menyeramkan itu.


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu-wFfXdI/AAAAAAAAAXg/BEct3h4EONw/s1600/ak2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu-wFfXdI/AAAAAAAAAXg/BEct3h4EONw/s320/ak2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532583060330995154" /&gt;&lt;/a&gt;

Kesunyian dan kehilangan 'jiwa' membuat mereka pun hijrah meninggalkan kejayaan masa lalu.Padahal kalau anda melihat gambar-gambar ini, sungguh memprihatinkan, gedung-gedung masih terlihat kokoh, apartemen-apartemen pun begitu, berdiri tegak, infrastruktur masih memungkinkan untuk dimanfaatkan, sayang semuanya dibiarkan terbengkalai.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu_nSs-pI/AAAAAAAAAX4/fl_qffXIW5o/s1600/ak5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu_nSs-pI/AAAAAAAAAX4/fl_qffXIW5o/s320/ak5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532583075150363282" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu_I1BrMI/AAAAAAAAAXw/gQImfsiGVIY/s1600/ak4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMeu_I1BrMI/AAAAAAAAAXw/gQImfsiGVIY/s320/ak4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532583066972826818" /&gt;&lt;/a&gt;


[Dari berbagai Sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-8088963892873277275?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/8088963892873277275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=8088963892873277275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8088963892873277275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8088963892873277275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/10/kolmanskop-kolmanskop-adalah-sebuah.html' title='Kota Mati'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TMejgdP-k7I/AAAAAAAAAS4/Lo_G1tRYCD4/s72-c/kol6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-8732961507965412626</id><published>2010-10-11T16:53:00.003+07:00</published><updated>2010-10-11T16:58:16.791+07:00</updated><title type='text'>Teuku Markam, Saudagar Aceh Yang Menyumbangkan Emas Tugu Monas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TLLfMCgxOmI/AAAAAAAAASw/NlNrQCFCU3A/s1600/monas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TLLfMCgxOmI/AAAAAAAAASw/NlNrQCFCU3A/s320/monas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526725090662759010" /&gt;&lt;/a&gt;



Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam , salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.

Orang-Orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku Markamlah saudagar yang dimaksud itu.

Itu baru segelintir karya Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Karya lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan Markam dalam sebuah legenda.

Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia. Sampai sekarang pun, jalan-jalan itu tetap awet. Teuku Markam pernah memiliki sejumlah kapal, dok kapal di Jakarta, Makassar, Medan, Palembang. Ia pun tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota Hardtop dari Jepang. Usaha lain adalah mengimpor plat baja, besi beton sampai senjata untuk militer.

Mengingat peran yang begitu besar dalam percaturan bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku Markam pernah disebut-sebut sebagai anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno. Peran Markam menjadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto. Ia ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama. Tahun 1985 ia meninggal dunia. Aktivitas bisnisnya ditekan habis-habisan. Ahli warisnya hidup terlunta-lunta sampai ada yang menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku Markam tidak pernah direhabilitir. Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi-koneksi bisnis Teuku Markam. Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya.

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapakah Teuku Markam&lt;/span&gt; ?

Teuku Markam turunan uleebalang. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu. Ketika usia 9 tahun, Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal. Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe. Sempat mengecap pendidikan sampai kelas 4 SR (Sekolah Rakyat).

Teuku Markam tumbuh lalu menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu. Teuku Markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain. Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan clash antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis.
Sebagai prajurit penghubung, Teuku Markam lalu diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diemban Markam sampai Gatot Soebroto meninggal dunia.

Adalah Gatot Soebroto pula yang mempercayakan Teuku Markam untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Waktu itu, Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang betul-betul mampu menghendel masalah perekonomian Indonesia. Tahun 1957, ketika Teuku Markam berpangkat kapten (NRP 12276), kembali ke Aceh dan mendirikan PT Karkam. Ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena “disiriki” oleh orang lain. Akibatnya Teuku Markam ditahan dan baru keluar tahun 1958. Pertentangan dengan Teuku Hamzah berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu.

Keluar dari tahanan, Teuku Markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan itu dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola pampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar menggeluti dunia usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya. Bisnis Teuku Markam semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor – impor dengan sejumlah negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden.

Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Hasil bisnis Teuku Markam konon juga ikut menjadi sumber APBN serta mengumpulkan sejumlah 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Sebagaimana kita tahu bahwa proyek Monas merupakan salah satu impian Soekarno dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
Peran Teuku Markam menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tidak kecil berkat bantuan sejumlah dana untuk keperluan KTT itu.

Teuku Markam termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain seperti Menteri PU Ir Sutami, politisi Adam Malik, Soepardjo Rustam, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin, Suhardiman, pengusaha Probosutedjo dan lain-lain. Pada zaman Soekarno, nama Teuku Markam memang luar biasa populer. Sampai-sampai Teuku Markam pernah dikatakan sebagai kabinet bayangan Soekarno.

Sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tiada artinya di mata pemerintahan Orba. Ia difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme.
Tuduhan itulah yang kemudian mengantarkan Teuku Markam ke penjara pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba Jln Percetakan Negara. Lalu dipindah lagi ke tahanan Cipinang, dan terakhir dipindahkan ke tahanan Nirbaya, tahanan untuk politisi di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur. Tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih dua tahun.

Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto membuat hidup Teuku Markam menjadi sulit dan prihatin. Ia baru bebas tahun 1974. Ini pun, kabarnya, berkat jasa- jasa baik dari sejumlah teman setianya. Teuku Markam dilepaskan begitu saja tanpa ada konpensasi apapun dari pemerintahan Orba. “Memang betul, saat itu Teuku Markam tidak akan menuntut hak- haknya. Tapi waktu itu ia kan tertindas dan teraniaya,” kata Teuku Syauki Markam, salah seorang putra Teuku Markam.

Soeharto selaku Ketua Presidium Kabinet Ampera, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku Markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain yang kemudian dikelola PT PP Berdikari yang didirikan Suhardiman untuk dan atas nama pemerintahan RI. Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami (dua orang terakhir ini adalah tokoh Aceh di Jakarta) termasuk teman-teman Markam. Namun tidak banyak menolong mengembalikan asset PT Karkam. Justru mereka ikut mengelola aset-aset tersebut di bawah bendera PT PP Berdikari. Suhardiman adalah orang pertama yang memimpin perusahaan tersebut. Di jajaran direktur tertera Sukotriwarno, Edhy Tjahaja, dan Amran Zamzami. Selanjutnya PP Berdikari dipimpin Letjen Achmad Tirtosudiro, Drs Ahman Nurhani, dan Bustanil Arifin SH.

Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus “pinjaman” yang nilainya Rp 411.314.924,29 sebagai penyertaan modal negara di PT PP Berdikari.
Kepres itu terbit persis pada tahun dibebaskannya Teuku Markam dari tahanan.

&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proyek Bank Dunia
&lt;/span&gt;

Sekeluar dari penjara, tahun 1974, Teuku Markam mendirikan PT Marjaya dan menggarap proyek-prorek Bank Dunia untuk pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Tapi tidak satupun dari proyek-proyek raksasa yang dikerjakan PT Marjaya baik di Aceh maupun di Jawa Barat, mau diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Proyek PT Marjaya di Aceh antara lain pembangunan Jalan Bireuen – Takengon, Aceh Barat, Aceh Selatan, Medan-Banda Aceh, PT PIM dan lain-lain.
Teuku Syauki menduga, Rezim Orba sangat takut apabila Teuku Markam kembali bangkit. Untuk itulah, kata Teuku Syauki, proyek-proyek Markam “dianggap” angin lalu.

Teuku Markam meninggal tahun 1985 akibat komplikasi berbagai penyakit di Jakarta. Sampai akhir hayatnya, pemerintah tidak pernah merehabilitasi namanya. Bahkan sampai sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-8732961507965412626?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/8732961507965412626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=8732961507965412626' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8732961507965412626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8732961507965412626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/10/teuku-markam-saudagar-aceh-yang.html' title='Teuku Markam, Saudagar Aceh Yang Menyumbangkan Emas Tugu Monas'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TLLfMCgxOmI/AAAAAAAAASw/NlNrQCFCU3A/s72-c/monas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-98387547936609988</id><published>2010-10-11T16:33:00.002+07:00</published><updated>2010-10-11T16:49:55.234+07:00</updated><title type='text'>FOBA ( Fond Oentoek Bantuan Aceh )</title><content type='html'>Tidak banyak rakyat Aceh yang tahu apa itu FOBA? Penelusuran dan tulisan tentang asset rakyat Aceh ini pun tidak pernah kita temui, padahal bangunan yang dijadikan Asrama Mahasiswa Aceh berikut tanah seluas lebih 3000 meter di kawasan jantung Ibukota Jakarta, tepatnya di kawasan Setiabudi menurut perkiraan bernilai 60 milyaran rupiah.

FOBA ( Found Oentoek Bantuan Aceh ) adalah satu dari sekian banyak kekayaan rakyat Aceh yang ditinggalkan oleh para indatu kepada generasinya, sama halnya seperti Baitul Asyi di Makkah Al-Mukarramah. Perbedaannya adalah Baitul Asyi merupakan tanah wakaf yang bernilai 5,5 triliun rupiah dari saudagar Aceh Habib Abdurrahman bin Alwi Al Habsy untuk dijadikan penginapan para haji asal Aceh dan dikelola oleh Kerajaan Arab Saudi kemudian sekarang dan seterusnya Jamaah Haji asal Aceh memperoleh kompensasi profit dari wakaf, sedangkan FOBA sampai saat ini sejarah keberadaannya tidak diketahui asal muasal oleh rakyat Aceh.


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TLLdmcDAfVI/AAAAAAAAASo/xigu3iQGYrQ/s1600/foba.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 243px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TLLdmcDAfVI/AAAAAAAAASo/xigu3iQGYrQ/s320/foba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526723345170595154" /&gt;&lt;/a&gt;



Ada yang berkembang informasi, FOBA adalah kompensasi Pemerintah Indonesia kepada Aceh paska gejolak DI/TII di Aceh tahun 1953, kala itu Gubernur Meliter Aceh Daud Beureueh. Sementara informasi yang lain menyebutkan asset tersebut dibeli oleh rakyat Aceh pada saat Daud Beureueh menjabat Gubernur.
Saya pikir sudah seharusnya tokoh-tokoh Aceh menelusuri kembali dan menuangkan dalam bentuk tulisan, nukilan sejarah ini harus diluruskan sehingga pada gilirannya generasi Aceh sekarang dan dimasa akan datang dapat menghargai peninggalan Indatu dan melestarikannya.

Sepengetahuan saya, pada mulanya tanah tersebut berada di Senayan (sekarang dijadikan Stadion Olah Raga Gelora Bung Karno), karena kawasan tersebut akan dijadikan areal stadion, maka Presiden RI Soekarno kala itu menukar-gulingkan ke daerah Setiabudi. Ada yang mengatakan sebelum dibangun Asrama FOBA di Setiabudi, sebenarnya lokasi tukar guling dari Senayan ke kawasan sekitar Hotel Indonesia. Manakah yang benar? Hanya tokoh Aceh tempo dulu yang lebih tahu dan sekarang musti memberitahukan kepada rakyat Aceh, khususnya kepada mahasiswa sebagai generasi penerus. kalau tidak!!! maka sejarah akan ditelan oleh waktu dan tiba masanya salah satu kekayaan rakyat Aceh ini akan musnah atau lebih mudah dimusnahkan di Ibukota Negara.

Kata-kata musnah atau dimusnahkan tidaklah berlebihan kalau saya istilahkan, karena sekarang ini upaya itu sudah dilakukan oleh beberapa tokoh Aceh yang bernaung di bawah Yayasan Mahasiswa Pelajar Indonesia dan para pengurus Taman Iskandar Muda. Nampaknya asset yang seharusnya dilestarikan ini akan tinggal kenangan, proses negosiasi penjualan kepada pihak swasta untuk dijadikan apartemen semakin mantap. Sudahkan penjualan asset ini mendapat persetujuan anggota DPR Aceh, Gubernur dan sepengetahuan tokoh Aceh lainnya? Wallahu alam bissawab.

Saya sangat yakin, bahwa siapapun rakyat Aceh tidak akan pernah setuju kalau asset berharga ini dijual. Seharusnya asset peninggalan Indatu dijaga…. Kalau generasi sekarang tidak mampu menjadikan lebih besar lagi, bukan malah memusnahkan!!

Sumber: [http://fobaaceh.blogspot.com/2010/05/selamatkan-wisma-foba.html]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-98387547936609988?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/98387547936609988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=98387547936609988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/98387547936609988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/98387547936609988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/10/foba-fond-oentoek-bantuan-aceh.html' title='FOBA ( Fond Oentoek Bantuan Aceh )'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TLLdmcDAfVI/AAAAAAAAASo/xigu3iQGYrQ/s72-c/foba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-4377877066752302471</id><published>2010-08-17T10:42:00.009+07:00</published><updated>2010-08-17T11:09:49.732+07:00</updated><title type='text'>17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoJjwxVC7I/AAAAAAAAARo/P6dXfBw4GlU/s1600/bendera_indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 313px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoJjwxVC7I/AAAAAAAAARo/P6dXfBw4GlU/s320/bendera_indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506224004405726130" /&gt;&lt;/a&gt;


TAHUN ini hari kemerdekaan kita, 17 Agustus 2010 jatuh di bulan puasa. Sama halnya ketika teks proklamasi dirumuskan di rumah Maeda (Laksamana Muda Angkatan Laut Jepang yang mengizinkan rumahnya dipakai sebagai tempat pertemuan para tokoh nasional untuk merumuskan naskah proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya, 17 Agustus 1945 yang sekarang menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jl.Imam Bonjol No. 1 Jakarta Pusat), juga bertepatan dengan bulan puasa.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoJWj_9hlI/AAAAAAAAARg/ZyAcYTIN5jM/s1600/17ra.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoJWj_9hlI/AAAAAAAAARg/ZyAcYTIN5jM/s320/17ra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506223777639138898" /&gt;&lt;/a&gt;


Pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945 M bertepatan pada hari Jum'at tanggal 17 Ramadhan 1365 H atau 17 Agustus 2605 (tahun Jepang) pada pukul 10.00 WIB.. 

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoJvmi0O5I/AAAAAAAAARw/4cVd3NM5afM/s1600/17ag1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoJvmi0O5I/AAAAAAAAARw/4cVd3NM5afM/s320/17ag1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506224207818931090" /&gt;&lt;/a&gt;

Sebagian dari kita juga sudah tahu (dan sebagian yang lain mungkin belum tahu), proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 tersebut bertepatan dengan bulan Ramadhan. Sebuah kebetulan yang patut disyukuri. Namun tahukah anda, momentum proklamasi itu ternyata jatuh pada hari Jum’at bertepatan dengan 17 Ramadhan!

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoKT0KFksI/AAAAAAAAASA/AhmJyc3P-r4/s1600/17ag2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoKT0KFksI/AAAAAAAAASA/AhmJyc3P-r4/s320/17ag2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506224829948596930" /&gt;&lt;/a&gt;



Sementara itu malam 17 Ramadhan bagi umat Islam dikenal sebagai Nuzulul Qur’an, yakni malam turunnya wahyu pertama Kitab Suci Al-Qur’an.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoKpIhv3HI/AAAAAAAAASI/6PsZ2g9TOGI/s1600/17ag3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoKpIhv3HI/AAAAAAAAASI/6PsZ2g9TOGI/s320/17ag3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506225196193799282" /&gt;&lt;/a&gt;


Sebagai pengingat-ingat, pemerintah Indonesia dalam rangka memperingati momentum proklamasi kemerdekaan 17 Agustus membangun masjid megah dengan nama Masjid Istiqlal, yang berarti kemerdekaan. Bahkan ada cerita bahwa tinggi menara Masjid Istiqlal sama dengan ayat dalam Al-Quran yang berkenaan dengan peristiwa Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoLAGiWkQI/AAAAAAAAASQ/GzOin__4bS0/s1600/17ag5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoLAGiWkQI/AAAAAAAAASQ/GzOin__4bS0/s320/17ag5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506225590796456194" /&gt;&lt;/a&gt;

Pesan penting apa yang  dapat kita petik dengan momentum proklamasi 17 Agustus 1945 yang jatuh pada 17 Ramadhan tersebut?
Sejatinya hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 tepat pada 17 Ramadhan memiliki nilai intrinsik yang harus dipahami sebagai sebuah peristiwa kebetulan. Namun, yang demikian itu harus juga diyakini sebagai hal yang sudah menjadi rencana Tuhan. Sebagai sebuah grand design-Nya. 

Sebagaimana kita ketahui wahyu pertama kepada Nabi SAW yang turun pada malam 17 Ramadhan tersebut yakni Surat (96)  Al-‘Alaq ayat 1-5, “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu teramat Mulia. Yang mengajarkan dengan pena (baca tulis). Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoLM4NzlBI/AAAAAAAAASY/PAWft9YDi7I/s1600/17ag.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoLM4NzlBI/AAAAAAAAASY/PAWft9YDi7I/s320/17ag.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506225810290480146" /&gt;&lt;/a&gt;


Oleh karena itu, pesan penting secara tersirat dari momentum proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan 17 Ramadhan atau peristiwa Nuzulul Qur’an di atas, yaitu agar bangsa Indonesia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar ia bisa mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju sebelumnya.

Kata “bacalah” dari Surat 96 Al-Qur’an itu bisa kita tafsirkan sebagai perintah kepada manusia agar “membaca” segala sesuatu hal-hal dari yang tidak diketahui sebelumnya. Ia bisa ditafsirkan pula sebagai perintah agar manusia melakukan penelaahan terhadap setiap fenomena yang terjadi dan mengambil manfaat darinya demi kemaslahatan bersama.


[Sumber: Disarikan dari berbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-4377877066752302471?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/4377877066752302471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=4377877066752302471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4377877066752302471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4377877066752302471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/08/17-agustus-1945-17-agustus-2010.html' title='17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2010'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TGoJjwxVC7I/AAAAAAAAARo/P6dXfBw4GlU/s72-c/bendera_indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-1935411563902151276</id><published>2010-08-08T12:10:00.009+07:00</published><updated>2010-08-08T12:30:03.254+07:00</updated><title type='text'>Hitler Meninggal di Indonesia?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TF48VNkoSBI/AAAAAAAAAQg/uI9IHDHSLxs/s1600/Hitler.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TF48VNkoSBI/AAAAAAAAAQg/uI9IHDHSLxs/s320/Hitler.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502902129811539986" /&gt;&lt;/a&gt;


Diktator Jerman, Adolf Hitler diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945. Namun, fakta itu kini dipertanyakan.

Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Senin 28 September 2009, Program History Channel Documentary Amerika Serikat menyatakan tengkorak milik Hitler yang disimpan Rusia bukan milik pemimpin NAZI tersebut.

Itu adalah tengkorak perempuan berusia di bawah 40 tahun, bukan Hitler yang dinyatakan meninggal di usia 56 tahun.

Penemuan ini, menguatkan kembali teori konspirasi bahwa Hitler tidak mati pada 1945. Dia diduga melarikan diri dan mati di usia tua.

Sejumlah teori beredar soal dimana kematian Hitler. Ada yang mengatakan Hitler meninggal di Argentina, Brazil, Amerika Selatan, bahkan Indonesia.

***

Jurnalis Argentina sekaligus pengarang buku 'Bariloche Nazi', Abel Basti meyakini Hitler tewas di Argentina pada 1960.

Basti mengklaim Hitler melarikan diri dari Jerman menggunakan kapal selam. Bersama belahan jiwanya, Eva Braun, Hitler diyakini menghabiskan hari-hari terakhirnya di sebuah kota bernama Bariloche. Basti mendasarkan klaimnya atas keterangan beberapa saksi.

Kemudian, seperti dikutip laman Salisburypost, 30 Agustus 1999, artikel surat kabar pada 17 Juli 1945, memberitakan Hitler dan Eva braun terlihat di Argentina.

Seorang wartawan mengirim cerita dari Montevideo ke Chicago Times -- Hitler dan Braun melarikan diri ke Argentina dengan kapal selam. Keduanya hidup di kompleks orang-orang Jerman di Patagonia.

Sementara, klaim bahwa Hitler meninggal di Brazil didasarkan pengakuan anggota NAZI bahwa Hitler meninggal pada 1980 di Brazil.

Brazil diketahui sebagai tempat pelarian para mantan pengikut Hitler. Sebuah makam NAZI bahkan ditemukan di pedalaman Hutan Amazon, lengkap dengan lambang NAZI di nisan yang berbentuk salib.


Sebuah artikel mengejutkan telah lama beredar di sejumlah mailing list dan laman jejaring sosial. Artikel itu berisi versi lain cerita kematian diktator Jerman, Adolf Hitler. Dikatakan Hitler meninggal di Indonesia.

Cerita ini berawal dari sebuat artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

Dia menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut.

Klaim yang diajukan dr Sosrohusodo jadi polemik. Dia mengatakan dokter tua asal Jerman yang dia temui dan ajak bicara adalah Hitler di masa tuanya

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal --- Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Keyakinan Sosro, bahwa dia bertemu Hitler dan Eva Braun, membuatnya makin tertarik membaca buku dan artikel soal Hitler. Kata dia, setiap melihat foto Hitler di masa jayanya, dia makin yakin bahwa Poch, dokter tua asal Jerman yang dia temui adalah Hitler.

Keyakinannya bertambah saat seorang keponakannya, pada 1980, memberinya buku biografi Adolf Hitler karangan Heinz Linge yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Try Budi Satria.

Dalam halaman 59 artikel itu diceritakan kondisi fisik Hitler di masa tua. "Sejumlah orang Jerman tahu Hitler menyeret kakinya saat berjalan, penglihatannya makin kabur, rambutnya tak lagi tumbuh. Kala perang makin berkecamuk dan Jerman terus dipukul kalah, Hitler menderita kelainan syaraf."

Saat membaca buku tersebut, Sosro makin yakin, sebab kondisi fisik yang sama dia temukan pada diri Poch.

Dalam buku tersebut juga diceritakan tangan kiri Hitler selalu bergetar sejak pertempuran Stalingrad (1942 -1943) -- yang merupakan pukulan dahsyat bagi tentara Jerman.

Sosro mengaku masih ingat beberapa percakapannya dengan Poch yang diduga adalah Hitler. Poch selalu memuji-muji Hitler. Dia juga mengatakan tak ada pembunuhan di Auschwitz, kamp konsentrasi yang diyakini sebagai lokasi pembantaian orang-orang Yahudi.

"Saat saya bertanya soal kematian Hitler, dia mengatakan tak tahu. Sebab, saat itu situasi di Berlin dalam keadaan chaos. Semua orang berusaha menyelamatkan diri masing-masing," kata Sosrohusodo, seperti dimuat laman Militariana.

Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, "ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali."

Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya 'Dolf', yang diduga kependekan dari Adolf Hitler.

Usai membaca artikel-artikel tersebut, Sosro mengaku menghubungi Sumbawa Besar. Dari sana, dia memperoleh informasi dr Poch meninggal di Surabaya.

Poch meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.

Sementara istrinya yang asal Jerman pulang ke tanah airnya, Poch diketahui menikah lagi dengan wanita Sunda asal Bandung berinisial S. Dia diketahui tinggal di Babakan Ciamis. 

Setelah menutup mulut,  S akhirnya memberi semua dokumen milik suaminya pada Sosro. termasuk foto perkawinan, surat izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Poch.

Ada juga buku catatatan berisi nama-nama orang Jerman yang tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman

Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan 35638, kode simbol lelaki dan perempuan.

"Ada kemungkinan buku catatatan dimiliki dua orang, Hitler dan Eva Braun," kata Sosro.

Ada juga tulisan yang diduga rute pelarian Hitler -- yakni  B (Berlin), S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Belgrade), S (Sarajevo), R (Rome), sebelum dia ke Sumbawa Besar.

Istri kedua Poch, S juga menceritakan suatu hari dia melihat suaminya mencukur kumis dengan gaya mirip Hitler. Ketika dia bertanya, suaminya menjawab, "jangan bilang siapa-siapa."

Sosro mengaku tak ada maksud tersembunyi di balik pengakuannya. "Saya hanya ingin menunjukan Hitler meninggal di Indonesia," kata dia.

Hingga saat ini apakah Hitler tewas di bunker, di Argentina, Brazil, atau Indonesia, belum bisa dipastikan. Kisah akhir hayat 'sang Fuhrer' terus jadi misteri.


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TF49f47n9JI/AAAAAAAAAQ4/vEjNevDbBuM/s1600/hitt2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TF49f47n9JI/AAAAAAAAAQ4/vEjNevDbBuM/s320/hitt2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502903412761031826" /&gt;&lt;/a&gt;

Kesaksian Mantan Pasien Dokter Poch 'Hitler'

Diktator Jerman, Adolf Hitler dikabarkan meninggal di Indonesia, tepatnya di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelum ke Surabaya, Hitler diduga menyaru sebagai Poch, seorang dokter yang pernah bertugas di Sumbawa Besar.

Penelusuran VIVAnews soal kebenaran cerita ini diawali dari Sumbawa. Seorang saksi, bernama Ahmad Zuhri Muhtar mengaku memang ada dokter bernama Poch yang bekerja di Rumah Sakit Umum Sumbawa. Poch juga berpraktek di Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang saat ini menjadi Puskesmas Seketeng.

"Kebetulan Puskesmas itu ada di dekat rumah," kata Ahmad ketika dihubungi VIVAnews, Senin 22 Februari 2010.

Ahmad mengaku saat duduk di kelas 1 atau 2 Sekolah Dasar, dia menjadi pasien dokter Poch.

"Saya sering diperiksa. Waktu itu perasaan saya takut. Gayanya kayak gitu bukan gaya dokter. Itu ingatan saya waktu masih kecil," kata dia.

Dokter Poch yang dia kenal nampak garang. "Kalau dikatakan galak, nggak juga. Bahasa Indonesianya pas-pasan, dan ada gaya-gaya menggertak," kata dia.

Ahmad menceritakan ciri-ciri dr Poch yang dia kenal. "Kepala botak, kumis tebal merah jagung. Dia juga memakai kaca mata," kata dia.

Poch juga agak pincang. "Mobilnya Jeep kap terbuka, seperti buatan Jerman. Kalau menyetir dengan satu tangan, gaya geng-geng begitu," tambah Ahmad.

Pria kelahiran 1955 itu menceritakan Poch datang menumpang kapal asing 'Hope'. Kapal itu membawa obat-obatan dan menyediakan pengobatan gratis.

"Saya ingat, para penumpang dan kru-kru kapal dibawa turun melihat karapan kerbau di dekat rumah saya. dr Poch juga ada di komunitas itu," tambah dia.

Terkait informasi yang menyatakan Poch adalah Hitler, Ahmad mengaku  tak tahu pasti. Meski, dia mengakui ada kemiripan Poch dengan foto Hilter yang dia lihat di sejumlah media dan buku.

Kata Ahmad, harus ada kajian yang lebih ilmiah. Bagaimanapun, Hitler adalah sosok besar dalam sejarah yang layak diungkap kehidupannya.

"Saat ini soal Hitler seakan terabaikan. Padahal kalau mau menguak kisah ini sudah ada pintu masuknya, dokter Poch di Sumbawa besar dan makamnya di Ngagel," kata Ahmad.

***
Spekulasi bahwa Hitler meninggal di usia tua di Surabaya, Indonesia diawali artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

Kata Sosrohusodo, Poch, dokter tua Jerman yang dia temui di Sumbawa adalah Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal --- dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Poch diketahui meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.

Namun, fakta di mana 'sang Fuhrer' menghabiskan akhir hayatnya belum bisa dipastikan sampai saat ini. Ada yang yakin Hitler tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945.

Ada juga versi lain, bahwa pemimpin NAZI ini meninggal  di Argentina, Brazil, atau sebuah tempat di Amerika Selatan.



&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"dr Poch 'Hitler' Masuk Islam"&lt;/span&gt;

Adolf Hitler, diktator Jerman dan orang yang diyakini bertanggung jawab atas pembantaian bangsa Yahudi, diduga menghabiskan akhir hayatnya di Indonesia -- sebagai dr Poch, dokter tua asal Jerman.

Menurut mantan pasiennya, Ahmad Zuhri Muhtar (55), dr Poch tinggal di rumah dinas dokter di Kompleks Rumah Sakit Sumbawa bersama istrinya yang asal Jerman.

Ketika istrinya itu kembali ke negeri asalnya, Poch lalu kesepian. "Dia menyendiri lalu kawin lagi dengan istinya yang asal [Pulau] Jawa, saya tidak tahu persisnya, mungkin Garut," kata Ahmad kepada VIVAnews, Senin 22 Februari 2010.

Ada lagi fakta menarik soal dr Poch yang diungkap Ahmad. Kata dia, dr Poch bahkan masuk Islam karena menikah dengan perempuan muslim.

"Dinikahkan secara Islam, resepsinya di pendapa kabupaten. Ceritanya seperti itu," tambah Ahmad.

dr Poch lalu pindah ke Surabaya, ke tempat istri barunya.

Keterangan Ahmad bersesuaian dengan kisah yang diungkap dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertemu Poch di Sumbawa.

Kata Sosro, setelah istrinya yang asal Jerman, diduga Eva Braun, meninggalkannya, Poch yang diduga sebagai Hitler menikah lagi dengan wanita Sunda asal Bandung berinisial 'S'. Terakhir 'S' diketahui tinggal di Babakan Ciamis.

Awalnya 'S' menutup mulut, namun akhirnya kepada Sosro, dia menyerahkan sejumlah dokumen milik suaminya, termasuk foto perkawinan, surat izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Poch.

Ada juga buku catatan berisi nama-nama orang Jerman yang tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman

Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan 35638, kode simbol lelaki dan perempuan.

"Ada kemungkinan buku catatatan dimiliki dua orang, Hitler dan Eva Braun," kata Sosro.

Ada juga tulisan yang diduga rute pelarian Hitler -- yakni  B (Berlin), S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Belgrade), S (Sarajevo), R (Rome), sebelum dia ke Sumbawa Besar.

Istri kedua Poch, 'S' juga menceritakan suatu hari dia melihat suaminya mencukur kumis dengan gaya mirip Hitler. Ketika dia bertanya, suaminya menjawab, "jangan bilang siapa-siapa."

Poch yang diduga adalah Hitler meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun.

Sebuah makam di Ngagel jadi pintu masuk untuk menyelidiki kebenaran cerita akhir hayat 'sang Fuhrer'.

Apakah Hitler benar tewas bunuh diri di bunker di Berlin pada 30 April 1945, atau apakah mati dalam usia tua di Argentina, Brazil, Amerika Selatan, atau Indonesia -- masih harus dikaji kebenarannya.


&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makam dr Poch 'Hitler' Terakhir Ditengok 1980&lt;/span&gt;


Makam dr Poch yang diduga Adolf Hitler di Tempat Pemakaman Umum Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo, Surabaya, kini tidak terawat. Tidak ada sanak famili yang mengurus makam tersebut.

Makam yang terletak di pojok selatan TPU itu terakhir kali dikunjungi sekitar 30 tahun silam.

Yono (48), tukang batu yang kini menjaga kompleks pemakaman itu mengungkapkan, cerita dari juru kunci (kuncen) makam yang sudah meninggal lima tahun lalu, terhitung dua kali makam itu dikunjungi.

"Pertama sekitar 1972 ada yang datang ziarah, kemudian sekitar tahun 1980. Itu yang terakhir, setelah itu sampai sekarang tidak pernah ada lagi," kata Yono saat ditemui VIVAnews, Senin kemarin.

Pengunjung terakhir, kata dia, delapan orang asing, tiga perempuan dan lima laki-laki yang mengaku datang dari Jakarta. Namun mereka tidak menyebutkan apakah masih ada hubungan keluarga atau tidak.

Makam dr Poch kini ditumbuhi rumput dan tanaman rambat yang oleh warga sekitar disebut golang galing. Makam berukuran 2x1 meter itu dikelilingi pagar besi yang sudah berkarat. Pintu pagar itu sudah sulit dibuka karena lengket akibat sudah lama tidak dibuka. Satu-satunya yang menandakan makam itu tempat peristirahatan dr Poch adalah nama 'dr GA Poch' yang tertulis di nisannya.

Selain nama, tertulis pula 'CC 258' yang merupakan nomor urut makam. Sedangkan tempat lahir dan wafat dibiarkan kosong. Dokter Poch dimakamkan pada 1970. Dia meninggal di RS Karang Menjangan, Surabaya. Dia satu-satunya orang asing yang dimakamkan di pemakaman tersebut.

Yono yang tinggal tidak jauh dari pemakaman itu juga bercerita, makam tersebut dua kali dipugar oleh RS Karang Menjangan. Terakhir makam itu dilapisi batu granit abu-abu hitam.

Yono yang saat dr Poch dimakamkan masih berusia 10 tahun ingat saat dimakamkan, banyak dokter yang datang. Dia tahu dari baju putih yang dikenakan mereka. "Di RS Karang Menjangan kan dulu banyak dokter asing," kata dia.

Sementara warga lain, Supi'i (49) yakin dr Poch adalah tentara asing yang bertugas di bagian medis. "Dia dibawa dari luar Pulau Jawa  dan meninggal di sini. Itu cerita kuncen di sini dulu," kata dia.

***
Spekulasi bahwa Hitler meninggal di usia tua di Surabaya, Indonesia diawali artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

Kata Sosrohusodo, Poch, dokter tua Jerman yang dia temui di Sumbawa adalah Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal --- dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Poch diketahui meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.

Namun, fakta di mana 'sang Fuhrer' menghabiskan akhir hayatnya belum bisa dipastikan sampai saat ini. Ada yang yakin Hitler tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945.

Ada juga versi lain, bahwa pemimpin NAZI ini meninggal  di Argentina, Brazil, atau sebuah tempat di Amerika Selatan.


&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makam dr Poch 'Hitler' Tak Bertanggal Lahir&lt;/span&gt;


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TF5AZKbnBJI/AAAAAAAAARQ/VUr8aKQW81A/s1600/hit3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TF5AZKbnBJI/AAAAAAAAARQ/VUr8aKQW81A/s320/hit3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502906595734389906" /&gt;&lt;/a&gt;


Benarkah dokter Poch yang meninggal di RS Karang Menjangan, Surabaya, Adolf Hilter yang melarikan diri dari tanah kelahirannya? Di manakah makam diktaktor Jerman itu?

Penelusuran VIVAnews, Senin 22 Februari 2010, menemukan tempat peristirahatan dr Poch berada di Pemakaman Umum Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo, Surabaya.

Makam itu berada di pojok bagian selatan dengan kondisi yang mengenaskan dan tidak terawat. Selain kusam, makam yang dilapisi batu granit hitam itu juga dipenuhi rumput golang-galing.

Makam berukuran 2x1 meter itu dikelilingi pagar besi yang sudah berkarat. Ada sebuah pintu masuk menuju makam yang sudah tidak bisa dibuka lagi karena kondisi pintu yang saling menempel akibat karat. Pagar tersebut kini beralih fungsi menjadi jemuran. Dua helai pakaian terlihat menghiasi pagar itu.

Dokter Poch merupakan satu-satunya orang bule yang dimakamkan di pemakaman tersebut. Warga sekitar tidak tahu si bule yang dimakamkan itu dari mana asalnya. Sebagian menyebut dari Belanda, lainnya lagi menyebutkan bule Inggris.

Di atas makam tersebut tertulis identitas "dokter GA Poch". Hanya inilah satu-satunya identitas yang menunjukkan bahwa makam itu memang makam orang yang pernah memimpin rumah sakit di Sumbawa Besar. Tidak ada identitas lain yang tertulis di batu berukuran 20x10 cm tersebut.

Kolom lahir dan wafat dibiarkan kosong, sehingga tidak ada identitas kapan Poch dilahirkan dan wafat. Selain nama, identitas lain  yang tertulis di batu itu hanya nomor urut makam, yakni 'CC 258'.

Yono (48), tukang batu, yang kini menjaga kompleks pemakaman itu menuturkan, Poch dimakamkan sekitar tahun 1970. "Saya diberitahu kuncen makam yang meninggal 5 tahun lalu," katanya.

Yono yang tinggal di sekitar makam itu mengingat saat sang dokter dimakamkan, usianya sekitar 10 tahun. Saat itu ia melihat banyak dokter yang mengikuti prosesi pemakaman.

Kok bisa tahu itu dokter? "Karena banyak yang pakai baju putih-putih kayak dokter. Banyak orang Belanda-nya," kata Yono.

***
Spekulasi bahwa Hitler meninggal di usia tua di Surabaya, Indonesia diawali artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

Kata Sosrohusodo, Poch, dokter tua Jerman yang dia temui di Sumbawa adalah Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal --- dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Poch diketahui meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.

Namun, fakta di mana 'sang Fuhrer' menghabiskan akhir hayatnya belum bisa dipastikan sampai saat ini. Ada yang yakin Hitler tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945.

Ada juga versi lain, bahwa pemimpin NAZI ini meninggal  di Argentina, Brazil, atau sebuah tempat di Amerika Selatan. 


Sumber: &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TF5Auy7N17I/AAAAAAAAARY/bktQYGWo06M/s1600/logo_header_lite.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 60px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TF5Auy7N17I/AAAAAAAAARY/bktQYGWo06M/s320/logo_header_lite.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502906967381628850" /&gt;&lt;/a&gt;

Dan dari berbagai sumber..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-1935411563902151276?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/1935411563902151276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=1935411563902151276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1935411563902151276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1935411563902151276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/08/hitler-meninggal-di-indonesia.html' title='Hitler Meninggal di Indonesia?'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TF48VNkoSBI/AAAAAAAAAQg/uI9IHDHSLxs/s72-c/Hitler.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-3886758338827378977</id><published>2010-08-01T13:01:00.002+07:00</published><updated>2010-08-01T13:02:47.808+07:00</updated><title type='text'>Murtad Berbaju Islam</title><content type='html'>Sumber: &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFUN36gBX4I/AAAAAAAAAQY/C1Ag60f58Tc/s1600/header.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 30px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFUN36gBX4I/AAAAAAAAAQY/C1Ag60f58Tc/s320/header.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500317774150459266" /&gt;&lt;/a&gt;
 SEBAGIAN besar suku Aceh yang Islam tak akan percaya jika ada orang Aceh yang keluar dari agamanya. Saya termasuk salah satunya, karenanya saat tsunami saya tidak begitu khawatir tentang masalah isu permutadan tersebut, sebab orang Aceh memiliki seperangkat “fanatisme positif” dalam merawat Islam sebagai agama orang Aceh.

Namun, sekarang saya dan sebagian orang yang berpikir seperti itu  tersentak bahwa para misionaris telah berhasil “mencuri” satu khasanah Aceh. Orang Aceh tidak cukup kebal dan kemungkinan juga “fanatisme positif” sudah tidak terawat lagi sehingga tiga orang wanita Aceh telah murtad dengan berbagai alasan.

Satu korban saat diajukan pertanyaan, mengapa mau murtad? menjawab, “tidak dipaksa tetapi seperti tidak sadar”, satu lagi menjawab “tidak mengerti saya sudah murtad tetapi saya sudah dibaptis atau dimandikan” dan satu lagi menjawab, “Saya beralih agama secara sukarela, namun sekarang saya sudah beralih kembali ke Islam,” jawabnya.

Dari pengakuan korban, ada sebuah pernyataan bahwa kendatipun mereka sudah beralih agama mereka tetap bisa melaksanakan shalat, menggunakan jilbab, dan kegiatan lainnya. Sebab, bagi misionaris tidak penting seseorang yang sudah murtad melaksanakan hukum “syariat” baru. Yang penting “domba” yang hilang itu sudah masuk dalam pengampunan yang mereka yakini selama ini.

Artinya, orang Aceh harus sadar bahwa target misionaris dengan target Islam dalam masalah pertukaran agama, sangat berbeda. Dalam Islam, seseorang yang baru memeluk Islam diminta untuk hidup baru. artinya semua nilai lama harus ditinggalkan. Tetapi, dalam agama yang disiarkan para misionaris ini, mereka masih menganjurkan kepada penganut baru untuk tetap hidup dengan nilai lama. Yang penting bagi mereka, berubahnya keimanan dan kepercayaan kepada ajaran mereka.

Dengan demikian, orang Aceh harus paham, proses pemurtadan seperti ini merupakan pekerjaan halus, tak berbekas dan sulit diditeksi. Karenanya, proses pemurtadan bukan sebuah bahaya terbuka, tetapi dia adalah laten dan lebih bermakna kepada tingkat tauhid.

Misionaris juga suka menggunakan idiom Islam, terutama tentang Isa AS sebagai pintu masuk dalam membicarakan Islam dan kemudian ujungnya mereka akan memberitahukan kesamaan dan kedudukan mulia antara Islam dan agama baru yang disodorkan.

Para misionaris suka memilih target orang Islam yang dinilai sekuler atau secara penampilan dapat mereka prediksikan sebagai “domba” yang mudah untuk diubah. Hasil pengamatan memang memperlihatkan kecenderungan tersebut, dari korban terlihat bahwa mereka termasuk orang Aceh yang modern dalam penampilan, dan memiliki sejarah bergaul yang “wah”, meski hanya setingkat perkampungan.

Misionaris juga sering memesonakan dirinya lewat perilaku yang baik dalam melaksanakan kegiatan dan pekerjaannya terutama dalam bidang kemanusiaan. Pemberian bantuan dan keramahan mereka serta sikap yang baik yang ditunjukan kepada masyarakat, membuat beberapa orang mudah untuk dipengaruhi. Keramahan dengan niat spirituil ini, membuat “mereka” yang tertarik membandingkan dengan orang di sekeliling mereka. Kebaikan dalam bentuk pemberian, perhatian, kesempatan, dan pemberdayaan tersebut akhirnya menjadi sebuah lubang utuh untuk masuknya “nilai syirik” besar ke dalam nurani orang yang ditargetkan tersebut.

Strategi Aceh
Muslimin Aceh, terutama kalangan ulama, dayah, dan kalangan cendikiawan muslim berdarah Aceh dapat dikatakan tidak memiliki pengalaman “tanding” dengan para misionaris. Berbeda dengan muslimin atau ulama di pesantren di luar Aceh. Persaingan antar agama ini, telah membuat organisasi dan para ulama tertarik untuk belajar paham-paham misionaris, sehingga jurus mereka dalam menghadapi misionaris lebih mampu memahami, dan bahkan menangkalnya.

Dengan demikian, sudah saatnya muslimin, ulama, dan organisasi Islam di Aceh memlengkapi diri dengan pengetahuan “counter strategi” untuk membongkar dan sekaligus mencegah proses misionaris ini secara tuntas. Di samping itu, penanganan syariat Islam juga bukan hanya sebatas pelaksanaan hukum-hukum Islam tetapi juga memantapkan fungsinya untuk mencegah gerak-gerik misionaris ini dan peningkatkan pendidikan keimanan di tengah masyarakat sehingga Aceh akan cukup punya pengetahuan umum dan ketahanan yang saya istilahkan dengan “fanatisme positif” untuk merawat nilai Islam di hati orang Aceh.

Kajian Hukum
Sampai hari ini, tidak mudah untuk menjadikan masalah pemurtadan ini sebagai masalah hukum. Dasar yuridis untuk menjerat pelaku pemurtadan orang Aceh tersebut hanya dapat dijerat dengan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Akidah  dan syiar Islam khususnya pasal 4 ayat 3. Di mana disebutkan “Setiap orang dilarang dengan sengaja keluar dari akidah dan atau menghina atau melecehkan agama Islam” dan pasal 20 menyatakan “Barang siapa yang sengaja keluar dari akidah Islam dan atau menghina atau melecehkan agama Islam sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 3 akan dihukum dengan hukuman yang akan diatur dalam Qanun tersendiri.” Masalahnya, qanun ini sampai dengan hari ini belum juga ada sehingga di lapangan Satpol PP dan WH sangat sulit menyelesaikannya secara hukum.



Namun, ada satu kekuatan yang menjadi penentu dalam penyelesaian masalah ini terutama masyarakat yang sangat antusias agar masalah ini dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Artinya, proses pemurtadan tersebut agar dapat dihentikan segera.

Jalan sistematis harus segera diambil, pertama, perlu digelar rakor secara provinsi sebab masalah ini bukan hanya terjadi di masyarakat Aceh Barat tetapi kemungkinan juga sudah merambah ke daerah lain. Kedua, masyarakat yang konsen terhadap Islam harus diikat secara cerdas oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten/Kota untuk menjadi jaringan pendalaman Akidah sekaligus sebagai penangkal pendangkalan Akidah. Dan yang ketiga, perlu upaya memperbaiki persepsi terhadap Islam itu sendiri dari kalangan Islam. Penolakan yang membabi buta terhadap pemberlakukan busana Islam di Aceh Barat merupakan indikasi bahwa masyarakat kita sudah mulai termakan isu fundamentalisme Islam dan penabalan Islam sebagai terorisme. Wallahu a’alam.

* Penulis adalah Kasatpol PP dan WH Aceh Barat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-3886758338827378977?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/3886758338827378977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=3886758338827378977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3886758338827378977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3886758338827378977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/08/murtad-berbaju-islam.html' title='Murtad Berbaju Islam'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFUN36gBX4I/AAAAAAAAAQY/C1Ag60f58Tc/s72-c/header.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-5220733094101954974</id><published>2010-08-01T12:31:00.001+07:00</published><updated>2010-08-01T12:32:54.509+07:00</updated><title type='text'>Memutus Mata Rantai Misionaris di Aceh</title><content type='html'>Sumber:
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFUG7PAP9ZI/AAAAAAAAAQQ/vnrGmwr4a_o/s1600/header.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 30px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFUG7PAP9ZI/AAAAAAAAAQQ/vnrGmwr4a_o/s320/header.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500310134612555154" /&gt;&lt;/a&gt;


Misionaris, pendangkalan dan pembelokan akidah, serta pemurtadan, menjadi rangkaian kata yang sangat populer di Aceh, khususnya di Aceh Barat, dalam sepekan terakhir. Semua itu berawal pada 19 Juli lalu, ketika tiga warga Amerika Serikat diamankan Imigrasi Meulaboh demi mencegah amuk massa, karena mereka diduga menyebarkan misi Kristen di Aceh Barat, bagian dari tanah Aceh yang bersyariat Islam.

Ketiga warga Amerika yang masih satu keluarga itu bekerja pada yayasan sosial (koperasi dan usaha kecil). Mereka juga punya link dengan beberapa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Aceh Barat asal Sumatera Utara yang belakangan terungkap bahwa semua mereka terindikasi berkomplot sebagai misionaris. Berdasarkan arti kamus, misionaris adalah orang yang menyebarkan warta (kabar gembira) Injil kepada orang lain yang belum mengenal Kristus.

Pada kenyataannya, setelah Satpol PP dan WH maupun kepolisian setempat menggencarkan pengusutan, aksi misionaris itu memang memiliki dasar pembuktian yang kuat. Setidaknya sudah tiga perempuan Aceh Barat mengaku dibaptis sebagai jemaat Kristus. Bukan cuma Injil, sejumlah kaset yang berisi lagu pujian-pujian untuk misa juga dimiliki wanita yang menjadi sasaran pemurtadan itu.

Menariknya lagi, wanita-wanita yang awalnya muslimah itu tetap dianjurkan pakai jilbab dan melakukan shalat di masjid, namun senantiasa berada dalam kontrol dan arahan para pembaptisnya. Tak kurang mengagetkan, para wanita itu mengaku dibaptis di bawah alam sadarnya, sebagaimana diakui Juwita, Cut, ataupun Ernawista.

Terus terang, sebagai umat beragama di negeri syariat, rasa keberagamaan kita tersayat-sayat membaca berita ini. Itu karena kita tahu tentang kesepakatan di negeri ini bahwa kepada orang yang sudah beragama dilarang menyebarkan agama lain. Di sisi lain, kehidupan yang damai dan tenteram tentunya dambaan semua umat beragama. Oleh karenanya, rasa saling menghormati dan toleransi antarumat beragama perlu terus dijaga. Namun, tetap tidak boleh dalam konteks toleransi itu ada pihak yang aktif melakukan penetrasi agamanya kepada orang yang sudah beragama. Ini terlarang dan pelanggarnya dapat dihukum. Islam sendiri mengajarkan, tidak ada pemaksaan dalam beragama. Memeluk agama tertentu haruslah didasarkan kesadaran sendiri.

Oleh karenanya, pihak berkompeten perlu segera mengambil langkah strategis untuk memutus mata rantai jaringan misionaris di Aceh, agar upaya pemurtadan dan pembelokan akidah seperti di Aceh Barat, tidak menyebar luas di bumi Serambi Mekkah ini.    Selain itu, masyarakat muslim diimbau untuk terus mempertebal iman dengan melaksanakan syariat Islam secara baik dan benar, tidak mudah tergoda dengan ajakan-ajakan kelompok misionaris. Tak kalah pentingnya adalah meningkatkan pemahaman keislaman dan membuat mereka tidak terus-menerus terpuruk dalam kemiskinan, karena kefakiran sangatlah dekat dengan kakufuran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-5220733094101954974?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/5220733094101954974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=5220733094101954974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/5220733094101954974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/5220733094101954974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/08/memutus-mata-rantai-misionaris-di-aceh.html' title='Memutus Mata Rantai Misionaris di Aceh'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFUG7PAP9ZI/AAAAAAAAAQQ/vnrGmwr4a_o/s72-c/header.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-8167246505122620788</id><published>2010-08-01T12:29:00.001+07:00</published><updated>2010-08-01T12:30:33.096+07:00</updated><title type='text'>Ujian Iman dari Misionaris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFUGZO7WCtI/AAAAAAAAAQI/iHC7OWsp8bs/s1600/header.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 30px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFUGZO7WCtI/AAAAAAAAAQI/iHC7OWsp8bs/s320/header.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500309550476430034" /&gt;&lt;/a&gt;
 


FUAD Mardhatillah UY Tiba (FM) dalam tulisannya berjudul Pemurtadan; Ironi, Dilema, dan Hikmah (Serambi, 26/07/2010) dengan berani memunculkan analisis cerdas tentang aksi pemurtadan yang secara terjadwal mewarnai wajah negeri syariat ini. Selain menganggap isu pemurtadan yang mencuat di penghujung Juli 2010 di Aceh Barat itu sarat akan muatan politis, FM juga menohok para elite agama dan pejabat Aceh yang menurutnya lebih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan umat.

Meski tergolong berani dan cerdas dalam memunculkan tesis, namun FM terlihat kurang lugas alias remang-remang dalam mengulas sisi penggunaan dana publik yang dihabiskan untuk menangkal isu pemurtadan itu. FM hanya menulis, “meskipun anggaran yang dikelola pemerintah kini menjadi berkali lipat. Tapi semua anggaran itu kembali ke saku para pemegang kuasa di berbagai sektor dan kalangannya, termasuk di kampus dan lembaga-lembaga pendidikan lain.”

Seharusnya, mantan Deputi Agama, Sosial dan Budaya BRR NAD-Nias itu dapat memberi bandingan gambaran dana yang terkuras untuk mengantisipasi isu pemurtadan yang amat seksi itu. Minimal FM dapat menyebut berapa anggaran yang digelontorkan BRR untuk memfasilitasi dan menggaji tim investigasi pemurtadan yang terbentuk di era kedeputiannya di BRR. Dengan cara ini, maka publik akan dapat menilai apakah tesis FM tentang “politisasi” isu pemurtadan itu benar atau tidak.

Mencuatnya isu pemurtadan berupa pembaptisan tiga perempuan asal Aceh Barat menjelang bulan suci Ramadhan 1431 H ini telah memicu kemarahan publik dan pejabat Aceh. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wagub Aceh Muhammad Nazar, Bupati Aceh Barat Ramli MS, Ketua MPU dan sejumlah pejabat teras lainnya memberi komentar-komentar geram terkait fenomena murtadnya sejumlah warga Aceh Barat. Berbeda dengan FM, para pejabat Aceh tampak belum berani melakukan instrospeksi internal soal keberhasilan misionaris dalam mengubah akidah warga Aceh. Mereka cenderung menyalahkan misionaris secara sepihak. Padahal, aksi misionaris tidak akan berbuah hasil jika lembaga-lembaga keagamaan yang ada di Aceh bekerja optimal dalam mengawal aqidah umat.

Menguji kualitas iman
Aksi pemurtadan silih berganti mengemuka di Aceh. Dalam catatan FM, aksi itu pernah mencul di tahun 1998, 2005 dan kini di tahun 2010. Melihat rentang waktu mencuatnya isu pemurtadan itu, maka terbuka kemungkinan dalam lima atau sepuluh tahun ke depan fenomena itu akan kembali muncul, dan umat Islam Aceh akan dihebohkan lagi.

Berbeda dengan isu pemurtadan era 2005 yang sulit dibuktikan meski telah dilakukan investigasi atas laporan masyarakat (Lihat Hasan Basri M.Nur, Is issue of conversion in Aceh substantiated?, The Jakarta Post, 11/1/2006), aksi pemurtadan kali ini tampak sangat nyata tentang lokasi (where), kapan (when), siapa (who), dan bagaimana (how) proses pemurtadan itu terjadi. Hanya satu soal yang belum terjawab dan perlu segera dicari jawabannya adalah mengapa (why) itu terjadi.

Pada sisi lain, aksi pemurtadan sebenarnya menjadi instrumen paling jitu untuk menguji kualitas iman umat. Melalui ujian ini para pemimpin di negeri berjuluk “tasawwuf” itu dapat mengevaluasi sejauhmana kualitas iman umatnya. Seandainya aksi pemurtadan ini tidak tercium barangkali kita akan selalu menganggap bahwa iman ureung Aceh sudah mapan, tidak akan pernah tergoda oleh dogma lain.

Dengan demikian, aksi misionaris yang bergerilya di Aceh Barat sejatinya menjadi cambuk bagi para pemimpin negeri yang mengklaim bersyariat Islam kaffah untuk introspeksi diri sehingga tidak terlalu gampang mencari kambing hitam apalagi “lempar handuk” berupa penolakan bertanggungjawab. Memarahi dan mencaki maki misionaris agaknya tidak menjadi solusi dalam memapankan keimanan umat.

Terceburnya tiga perempuan berjilbab asal Aceh Barat ke dalam pelukan agama lain menjadi bukti nyata bahwa ada permasalahan besar dalam keimanan umat. Untuk itu, semua instansi terkait perlu dievaluasi sejauhmana efektifitas program-program yang dijalankan serta tingkat pertanggungjawaban dalam melakukan tugasnya yang memang dibayar dengan uang negara. Selain organisasi keagamaan level provinsi dan kabupaten, agaknya pemerintah perlu mengevaluasi efektifitas dan tanggung jawab instansi-instansi resmi yang bergerak di level kecamatan. Bukankah Aceh memiliki aneka instansi “plat merah” yang mengurus masalah keislaman?

Dinas Syariat Islam, Wilayatul Hisbah, Kemenag, MPU, Badan Dayah, Baitul Mal, KUA, BKPRMI serta instansi-instansi “plat merah” lain semuanya harus dievaluasi agar mereka secara bersama-sama menjalankan tanggung jawab dengan lebih serius dan tanpa pamrih sehingga tidak ada celah bagi pihak lain untuk mencoba menggoda keimanan warga Aceh. Seandainya instansi-instansi di atas saling lempar tanggung jawab dan mengedepankan pemanfaatan dana negara untuk dimasukkan ke kantong pribadi sebagaimana dikeluhkan FM, maka jangan menyalahkan aksi misionaris yang bermain di celah-celah kelalaian kita. Sebab, semua agama, kecuali Yahudi, mempunyai misi penyebaran dan perekrutan umat agar berkembang.

Kita patut merasa malu melihat aksi pemurtadan terjadi di depan hidung instansi-instansi keagamaan yang ada di Aceh, apalagi instansi-instansi ini memiliki jaringan hingga kecamatan bahkan pedesaan serta didukung oleh infrastruktur dan anggaran rutin. Sementara misionaris yang datang jauh dari luar Aceh, bahkan dari luar negeri, bekerja dengan modal sendiri, tanpa didanai negara dan mungkin tidak berharap imbalan.

“Razia iman”
Mencuatnya fakta pemurtadan tiga dara berjilbab di wilayah Aceh Barat yang oleh Bupati Ramli MS telah distempelkan sebagai Negeri Tauhid dan Tasawwuf itu telah mencengangkan publik Aceh. Kebijakan Sang Bupati untuk “me-rok-kan” Kota Meulaboh tampak sia-sia mengingat iman sebagian penduduknya yang rapuh. Meski korban pemurtadan mengaku dibaptis di bawah alam sadar, tetapi pembongkaran kasus ini tidak berawal dari laporan korban melainkan digeladah oleh masyarakat. Barangkali Bupati Ramli tidak pernah mengetahui ternyata isi hati (iman) rakyatnya sangat rapuh akibat kesalahan didikan bertahun-tahun, sehingga dia pun buru-buru mengejar simbol semisal stempel “Kota Tauhid dan Tasawwuf” serta “Kota Rok”.

Fakta pemurtadan kini menjadi PR baru bagi Sang Bupati dan Pemerintah Aceh untuk membuat peraturan “razia iman” bagi penduduknya. Berbeda dengan razia rok, razia iman ini barangkali amat sulit ditemukan mekanismenya, karena ia sangat abstrak dan hanya ada di dalam hati. Akan tetapi, sebelum merazia keimanan rakyat, ada baiknya Pak Bupati menetapkan indikator beriman bagi aparatur pemerintah seperti tidak menggunting dana rakyat untuk kepentingan pribadi/kelompok, tidak menyia-nyiakan fakir miskin sehingga mereka terjerumus dalam jurang pemurtadan, tidak menggunakan fasilitas negara untuk urusan pribadi, tidak mengeluh apalagi membeda-bedakan bentuk pelayanan kepada rakyat dan sebagainya. Semoga!

* Penulis adalah Dosen IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-8167246505122620788?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/8167246505122620788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=8167246505122620788' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8167246505122620788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8167246505122620788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/08/ujian-iman-dari-misionaris.html' title='Ujian Iman dari Misionaris'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFUGZO7WCtI/AAAAAAAAAQI/iHC7OWsp8bs/s72-c/header.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-8142496337818470497</id><published>2010-07-30T15:08:00.002+07:00</published><updated>2010-07-30T15:11:16.364+07:00</updated><title type='text'>Islam “Mazhab” Aceh</title><content type='html'>ISLAM di Aceh, dengan syariat Islam sebagai isu utamanya, kembali menjadi salah satu topik pembicaraan atau diskursus belakangan ini. Sejumlah tulisan di media mulai dari Aceh Satu Mazhab, Negeri Cari ‘Ap, dan Membela Syariat Islam cukup menggambarkan bagaimana tingginya perhatian masyarakat dan publik terhadap hal ini. Seyogyanya semua tulisan di atas, dari perspektif manapun, haruslah dihargai sebagai bentuk apresiasi dan harapan mereka untuk melihat Islam di Aceh ke arah yang lebih baik. Jikapun ada yang bernada kritis, pedas bahkan sinis, itu adalah wujud ekspresi kecintaan mereka, jangan kemudian diterjemahkan sebagai pihak yang kontra syariat.

Islam Aceh seharusnya Islam dengan sistem dan tata hidup universal yang mencakup agama, bangsa, syiar dan syariat, rakyat dan pemerintahan, rahmat dan keadilan, kultur dan qanun, sains dan hukum, aqidah dan ideologi. Tidak ada istilah islam aqidah vs islam politik, islam pastoral atau islam ibadah. Islam dan Aceh, sebagaimana yang disampaikan oleh Dr.Edward Aspinal dalam sebuah diskusi, harus diakui sejak lama menjadi bagian dari urat nadi dan identitas masyarakat Aceh, sekaligus sebagai jalur perekat dengan wilayah lain di nusantara dan bagian dunia yang lain. Oleh karenanya, Islam Aceh tidak boleh hanya ditafsirkan sebagai alat bagi para penguasa untuk menghukum rakyat kecil, tapi malah menafikan pelanggaran hukum yang dilakukan para pengambil kebijakan. Kekhawatiran banyak pihak, bahwa islam Aceh hanya mengurusi hal-hal kecil dan domestik, tapi malah melupakan nilai-nilai islam yang substansial dan bersifat publik seperti keadilan dan kesejahteraan, tidak boleh tidak menjadi catatan penting bagi kita semua, khususnya para ulama dan umara di Aceh. Jadi islam sudah sepantasnya mengatur hal domestik dan hal publik. Ia memperkecil korupsi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Islam ‘mazhab’ Aceh seharusnya tidak parsial, tapi spesial dan menyeluruh.

Mengenai perdebatan mazhab dan aliran fiqh di Aceh. Pendapat imam dan wakilnya atas suatu yang tidak ada nashnya bisa diamalkan selama tidak bertentangan dengan syariah. Ini berubah sesuai kondisi, situasi, adat dan tradisi. Pendapat Seseorang boleh diikuti atau ditinggalkan kecuali Rasul. Karena cuma Rasul saw yang makshum. Tetapi kita tidak boleh menyerang pribadi dalam masalah khilafiah, kembalikan semua keniat, apalagi menyatakan seseorang kafir, tanpa yang bersangkutan memang dengan jelas mendeklarasikannya kafir dan jelas-jelas melakukan kekafiran. Islam adalah agama yang mengajak bukan mengejek. Oleh karena itu, setiap muslim yang belum mencapai tingkat mujtahid dalam melihat dalil hukum, boleh mengikuti salah satu imam agama, dan akan lebih baik jika mengikuti tidak dengan taklid, tapi mengikuti ijtihad sesuai dengan kemampuan dan dalilnya serta hendaknya ia segera menyempurnakan kekurangan ilmiahnya.

Inti lain yang diharapkan dari islam di Aceh ke depan adalah berkembanganya ilmu sebagai salah satu metode dalam menguatkan keislaman. Dalam dinamikanya, Islam berkembang pesat di Eropa dan Asia karena penyebaran ilmu. Bab Pertama dari 40 Bab buku Ihya Ulumuddin-Al Ghazali adalah mengenai rintangan ilmu. Jadi jelas bahwa penyadaran adalah hal utama dalam Islam. Kesadaran membuat orang kemudian ikhlas beramal, professional berbuat, bahkan sungguh-sungguh dan rela mengorbankan kepentingan pribadi dalam menjalankan amanah. Pada titik tertentu bahkan ia bisa memperkuat persatuan umat dan memajukan bangsa dan negara. Umar bin Abdul Aziz pernah berkata bahwa, ‘orang beramal tanpa ilmu akan merusak’. Demikian juga dengan Hasan Basri, orang tanpa ilmu adalah orang yang tanpa tujuan. Juga Rasulullah Saw mempertegas bahwa perbedaan antara orang berilmu dan tidak adalah ibarat aku dengan orang yang paling bodoh diantara kalian.

Akan tetapi, patut dibedakan antara orang-orang yang berilmu dan tidak. Biasanya orang yang berilmu dia jika mendapati dua perbedaan pendapat, dan tidak nampak baginya mana yang lebih rajah diantaranya, ia tidak akan sungkan untuk mengatakan tidak tahu. Sedangkan orang yang mengaku berilmu, ia akan bersikap keras kepala, tidak bisa diajak dialog dan sibuk mempublikasikan kepakarannya. Bahkan Umar r.a sekalipun tidak segan mengatakan ketidak tahuannya ketika amirul mukminin ditanyakan mengenai hukum warisan dan riba.

Lebih lanjut, Dr. Yusuf Qardhawy mengatakan adalah mustahil untuk menyamakan semua pendapat. Beliau berpendapat menyatukan banyak ragam pendapat dalam Islam adalah mimpi yang indah, tapi sangat jauh untuk dapat diwujudkan. Perbedaan adalah keniscayaan. Menurutnya yang bisa dilakukan oleh umat Islam sekarang adalah mencoba mendekatkan perbedaan itu, mengkoordinasikan dan bersepakat terhadap hal yang sama serta bertoleransi atas hal yang berbeda demi menjaga rasa persatuan dan ukhuwah yang jauh lebih penting daripada bersikeras, apalagi dalam hal furu’.

Mengenai praktik diskursif nasionalisme keacehan, Islam di Aceh juga sangat akomodatif. Jika memang nasionalisme nasional Jakarta sudah tidak mampu lagi memberi kebaikan bagi Islam dan masyarakat Aceh, maka nasionalisme keacehan diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi tercitanya nilai keamanan, kesejahteraan dan keadilan. Jika memang nasionalisme yang dimaksud adalah rasa cinta tanah air Aceh dengan segala kerinduan untuk menjadi lebih baik dan maju di masa depan, maka Islam adalah partner untuk itu. Bila yang dimaksud dengan nasionalisme keacehan adalah semangat untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, menguatkan rasa persatuan serta memberikan kemerdekaan dalam arti yang sesungguhnya bagi setiap individu maka itu sangat cocok dengan ciri khas Islam. Namun jika nasionalisme justru membawa kemudaratan, perpecahan, dikotomi dan pengkotakan umat dalam selubung fanatisme buta tanpa arah. Bila nasionalisme yang dimaksud hanyalah sarana untuk saling mencaci, saling menuduh dan berpecah belah, maka itu semua bukanlah nasionalisme yang pantas ada di Aceh.

Mazhab Islam Aceh adalah wajah islam reumeh yang memberi peluang kepada kekhususan dan keunikan masyarakat Aceh dengan segala dinamikanya. Kalau kita mau jujur, sebenarnya berapa persen saja syariat yang memang harus dilegal-formalkan, sisanya mungkin sudah dilaksanakan dalam kehidupan keseharian kita, karena memang Islam itu sudah menjadi bagian penting dalam jiwa dan amal masyarakat Aceh. Islam Aceh yang damai dan menyeluruh adalah dambaan. Ia menghargai keragaman tanpa melupakan keteraturan. Aceh dan Islam membiarkan hal-hal dalam ‘zona termaafkan’ dan unsur sektoral sebagai bagian untuk perbaikan diri ke arah yang lebih baik, tanpa perlu terlalu kaku dan baku dalam menanggapinya. Perhatian Islam Aceh hanyalah kepada hal-hal umum (kulliyat), prinsipil (maqashid),  dan kaidah dasar dalam hal baku demi adanya ketertiban dan keteraturan. Sisanya kita diminta menjadi bagian penting dari kreativitas, keagungan dan kemajuan Islam di Aceh ke depan dalam hal teknis, detil, sesuai kebutuhan lokal.

* Penulis adalah dosen IAIN Ar-Raniry 


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFKI8Br7pkI/AAAAAAAAAQA/_R-qpQfBdu4/s1600/header.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 30px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFKI8Br7pkI/AAAAAAAAAQA/_R-qpQfBdu4/s320/header.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499608659799025218" /&gt;&lt;/a&gt;
[Serambinews.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-8142496337818470497?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/8142496337818470497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=8142496337818470497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8142496337818470497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8142496337818470497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/07/islam-mazhab-aceh.html' title='Islam “Mazhab” Aceh'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TFKI8Br7pkI/AAAAAAAAAQA/_R-qpQfBdu4/s72-c/header.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-1115523961618886596</id><published>2010-07-25T10:58:00.003+07:00</published><updated>2010-07-25T11:10:29.228+07:00</updated><title type='text'>Aksi Misionaris daLam Pemurtadan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TEu4fExTiJI/AAAAAAAAAP4/o54HEybliUs/s1600/Misioooo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 179px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TEu4fExTiJI/AAAAAAAAAP4/o54HEybliUs/s320/Misioooo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497690614131820690" /&gt;&lt;/a&gt;
[Sumber Photo: Eramuslim.com]



[Pemurtadan di Negeri Tasawuf]

 SUNGGUH ironi memang, telah terjadi peristiwa mencengangkan yakni aksi pemurtadan di Aceh yang bergelar Serambi Mekkah, dan justru di Meulaboh Aceh Barat yang selama ini populer dengan sebutan Negeri Tauhid Tasawuf. Seperti percaya tidak percaya dengan apa yang terjadi di Aceh Barat, namun sebagaimana diberitakan Serambi (23/7), aksi pemurtadan itu memang benar adanya. Ketika Pemerintah Aceh umumnya, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat  khususnya sedang giat-giatnya melaksanakan pemberlakuan Syariat Islam dengan melakukan pemberantasan maksiat, justru kita dikejutkan dengan berita pemurtadan secara terencana. Dan, bila ini tidak segera mendapat tanggapan dari pihak berkompeten, baik itu pemerintah maupun Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), maka bukan mustahil upaya pemurtadan akan terus merambah ke pelosok pedesaan.

Sebagai warga Aceh Barat, kita salut dan gembira dengan kebijakan Bupati Ramli MS yang dengan tegas memberlakukan rok (pakaian muslimah) bagi kaum perempuan terutama pegawai negeri. Ketika kebijakan Bupati Ramli tengah dimaksimalkan dengan menurunkan petugas Wilayatul Hisbah (WH) untuk melakukan razia terhadap kaum perempuan yang menggunakan pakaian ketat, justru muncul aksi pemurtadan. Jika pascamusibah gempa bumi dan tsunami melanda bumi Serambi Mekkah, berkembang isu pemurtadan secara diam-diam yang dilakukan para NGO luar negeri sambil memberikan bantuan kepada masyarakat terkena bencana. Saat ini, meski NGO luar sudah jarang kelihatan, namun bila disimak justru pemurtadan dilakukan secara sangat berencana.

Ratusan kaset lagu-lagu pujian yang disita polisi membuktikan bahwa rencana pemurtadan telah dilakukan secara matang. Malah yang lebih mengkhawatirkan, terlibatnya guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kalau ini tidak segera diakhiri, akan sangat sulit nantinya untuk memberikan pengetahuan tauhid karena anak usia dini telah dibekali dengan berbagai ilmu bukan ajaran Islam. Ernawita alias Nonong, warga Suak Seumaseh Kabupaten Aceh Barat serta rekannya berinisial N, warga asal Sumatera Utara yang berprofesi guru PAUD bukan mustahil akan mengajarkan kepada anak didiknya berupa fundamen agama bukan Islam. Ernawita alias Nonong yang juga mengaku telah membaptis Juwita, warga Suak Geudeubang pada 7 Juni 2010 di Pantai Lhok Bubon Samatiga harus diminta keterangan secara detail dengan harapan dapat mengungkap secara sunggug-sungguh aksi pemurtadan di Aceh Barat. Ini merupakan pekerjaan rumah cukup berat bagi pemerintah dan MPU kabupaten.

Meski Nonong tidak lagi seorang muslimah, namun dari pengakuan kepada petugas, ia tetap menggunakan jilbab serta shalat berjemaah dengan tujuan agar tidak diketahui oleh masyarakat. Namun, sepandai-pandai ia menyembunyikan kebusukan, suatu saat juga akan diketahui. Setidaknya, sejumlah perempuan Aceh Barat yakni Nonong, Juwita, dan Cut Susinilawati telah terbukti korban dari aksi pemurtadan. Terlepas apakah yang dilakukan Nonong cs itu di luar kesadaran atau bukan, yang jelas aparat WH dan penegak hukum lainnya dituntut untuk mengungkap secara jelas aksi pemurtadan. Bila pengungkapan ini tidak jelas, maka program pelaksanaan syariat Islam serta instruksi berbusana muslimah kepada kaum perempuan di Negeri Tauhid Tasawuf akan sia-sia. Sebab, bukan mustahil ada pihak yang mengatakan, untuk apa dipaksakan penggunaan busana muslimah kalau aksi pemurtadan saja tak berhasil diungkapkan secara jelas.

Instansi terkait di Aceh Barat serta orang tua pun dituntut untuk lebih peka terhadap pendidikan anak di sejumlah lembaga pendidikan. Terungkapnya aksi pemurtadan oleh guru PAUD di Negeri tauhid Tasawuf merupakan peringatan awal kepada instansi terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Syariat Islam, Kementrian Agama serta pihak-pihak terkait lainnya. Orang tua murid pun, dengan banyaknya lembaga pendidikan, harus lebih hati-hati memilih tempat anaknya belajar. Bila tidak, anak-anak kita akan lebih mudah diberikan ilmu yang berkaitan dengan pendangkalan akidah. Selain mempercayakan lembaga pendidikan untuk mendidik anak, para orang tua pun berkewajiban untuk memberikan ilmu tauhid kepada anaknya.

Terungkapnya pemurtadan berencana yang dilakukan pihak tertentu telah mencoreng wajah negeri Tauhid Tasawuf. Karena itu, berbagai pihak mengharapkan sesegera mungkin dapat mengungkap apa motif sehingga sejumlah muslim dan muslimah Aceh Barat rela murtad serta berpaling dari Islam. Selama beberapa warga yang mengaku telah dibaptis terus diminta keterangan, mudah-mudahan faktor apa yang menyebabkan mereka murtad akan segera diketahui. Andaikata faktor penyebab murtad sejumlah warga Aceh Barat diketahui, apakah faktor ekonomi atau berbagai faktor lainnya, maka akan lebih mudah mengantisipasi aksi pemurtadan.

Selain itu, harus diketahui persis siapa dalang dari aksi pemurtadan yang terjadi di bumi Tauhid Tasawuf Aceh Barat khususnya, serta di Aceh umumnya. Bila ini dapat segera terungkap, MPU wajib memberikan fatwa tentang apa tindakan yang harus dilakukan untuk menyelamatkan generasi Islam dari aksi pemurtadan. Selain itu kita juga tetap berdoa semoga Allah swt menyelamatkan Islam di Bumi Serambi Mekkah. Insya Allah.

(Penulis:* Sofyan S Sawang  adalah mantan anggota DPR Aceh)




[Misionaris Perluas Jaringan]

Aksi para misionaris dalam upaya pemurtadan dan pembelokan akidah dengan sasaran penduduk muslim di Aceh Barat, diduga semakin memperluas jaringannya. Buktinya, jumlah warga yang pindah agama terus bertambah dan pihak misionaris sendiri, kini dilaporkan juga aktif merekrut warga yang berdomisili di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Jaya. Aksi pemurtadan dan pendangkalan akidah bagi warga muslim di Aceh Barat, kini mulai menunjukkan titik terang. Para misionaris yang telah berhasil mempengaruhi warga muslim di beberapa desa di wilayah itu, menargetkan Kabupaten Aceh Barat khususnya di Desa Suak Seumaseh, Kecamatan Samatiga, sebagai lokasi pembaptisan dan akan menjadikan daerah tersebut sebagai pusat pengembangan agama nonmuslim di kawasan pantai barat selatan Aceh.

“Warga muslim yang kini telah berpindah agama tanpa sengaja, yang dilakukan oleh misionaris tersebut, jumlahnya kita perkirakan semakin banyak. Bahkan, selain telah merekrut anggota di Aceh Barat, kelompok itu disinyalir juga telah merekrut warga dari Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Jaya,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Aceh Barat, H Teuku Ahmad Dadek SH, melalui Kasi PKD dan Syariat Islam, Fadlian Syahputra SSTP MSi kepada Serambi, Jumat (23/7).  Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya kepada ketiga korban pemurtadan dan pendangkalan aqidah masing-masing Ernawita alias Nonong Binti Bustaman, Juwita Binti Karman, serta Cut Susinilawati, misionaris yang selama ini bekerja di wilayah itu, memang sengaja melakukan pendangkalan akidah bagi umat Islam, dengan mengatakan bahwa Nabi Isa akan mengampuni dosa-dosa manusia serta tak boleh percaya kepada Nabi Muhammad SAW.

Tak hanya itu, katanya, para misionaris yang melakukan pemurtadan tersebut memang sengaja melakukan pendangkalan aqidah untuk mempercayakan agama yang dianutnya tersebut, untuk menjerumuskan ketiga korban dalam agama mereka, serta turut diberikan buku-buku doa agama dimaksud sekaligus kitab Zabur maupun Injil. Supaya aksi yang dijalankan itu tak diketahui masyarakat banyak, para misionaris yang kini sedang dilacak keberadaannya itu turut berpesan bahwa apabila mereka membocorkan rahasia bahwa mereka telah dipindahkan agamanya kepada warga lain, maka para kaum perempuan itu kondisinya dalam bahaya.  “Kesimpulan sementara, ketiga warga Kecamatan Samatiga ini merupakan korban pendangkalan aqidah dan bukan pelaku pemurtadan, mereka hanyalah korban misionaris yang berupaya menjerumuskan kepada agama non muslim seperti yang selama ini dianut para warga yang berasal dari luar Aceh tersebut,” terang Fadlian.

 Memang disengaja
Di sisi lain, ujar Fadlian, para misionaris yang menjalankan aksinya itu memang sengaja memurtadkan ketiga kaum perempuan tersebut dari agama Islam menjadi agama non muslim. Karena ketiga warga yang kini diamankan pihaknya, kurang mendapatkan pembekalan ilmu agama Islam sehingga sangat mudah dipengaruhi. Apalagi ketiganya sama-sama memiliki masalah dan beban hidup yang berat dan tak mampu ditanggung sendiri. Melihat situasi seperti itu, para misionaris yang selama ini telah menjalankan misinya yang tersembunyi itu, langsung memanfaatkan momen tersebut untuk menjalankan aksinya dengan berbagaimacam cara. Apalagi ketiga korban tak begitu paham ajaran agama Islam dan malah dijanjikan oleh misionaris bahwa jika mereka mempercayai Nabi Isa AS, maka hidup mereka akan kembali tenteram termasuk mendapatkan penghapusan dosa dari masa lampau hingga ke masa yang akan datang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada ketiga korban, tambah Fadlian Syahputra, pelaku utama yang membaptis ketiga warga Kecamatan Samatiga tersebut bukanlah para warga Aceh Barat seperti yang saat ini mereka amankan, melainkan otak rencana tersebut merupakan ketiga teman mereka yang merupakan misionaris.  “Ernawita dan Juwita hanya diminta tolong untuk memandikan temannya itu untuk percaya kepada Nabi Isa, sedangkan doa-doa tertentu hanya dibacakan oleh ketiga warga nonmuslim tersebut yang dilakukan di dua lokasi terpisah, masing-masing di kawasan Pantai Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga serta kawasan Pantai Ujong Kareung, Kota Meulaboh,” kata Fadlian mengutip pengakuan para korban pemurtadan itu.

“Jadi sangat jelas, bahwa ketiga perempuan yang kita amankan ini bukan pelaku pemurtadan, melainkan mereka hanya korban dari perbuatan misionaris. Apalagi ketiganya hingga kini tak tahu bagaimana cara beribadah dalam agama nonmuslim tersebut,” imbuhnya. Guna menutupi kedoknya, para misionaris itu tetap memperbolehkan ketiga korban untuk melaksanakan ibadah seperti yang selama ini dilaksanakan oleh umat Islam seperti menunaikan shalat lima waktu, serta memakai busana muslim. Namun untuk kepercayaan dalam hidup, mereka hanya diminta untuk pecaya kepada Nabi Isa dan tak boleh percaya kepada ajaran Nabi Muhammad SAW. “Ini baru sebagian fakta yang terungkap,” pungkas Kasi PKD dan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh Barat itu.




[Aksi Misionaris Melanggar Hukum]

Aksi pemurtadan dan pembelokan akidah yang dilakukan sejumlah misionaris khusus di Aceh Barat, dinilai melanggar hukum. Sebab, kebebasan beragama di Indonesia termasuk di Aceh, tidak boleh memaksakan seseorang yang sudah memeluk agama tertentu, masuk ke agama lainnya. “Karena itu, sebelum meluas dan mengganggu ketentraman masyarakat, fenomena yang terjadi dan ditemukan di Aceh Barat itu, harus diselesaikan dengan cepat dan tegas,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar, terkait kasus pemurtadan dan upaya pembelokan akidah tersebut, kepada Serambi, di Banda Aceh, Jumat (23/7).

Dikatakan, menurut aturan yang ada tentang kebebasan beragama di Indonesia bahwa seseorang atau suatu kelompok agama tidak boleh memaksakan orang lain yang sudah beragama masuk ke agama lain. Dalam agama Islam sendiri, misalnya, malah diajarkan tidak ada pemaksaan dalam beragama. “Seseorang atau kelompok orang yang ingin memeluk agama tertentu, haruslah dengan kesadaran sendiri,” kata Wagub Muhammad Nazar. Sayangnya, sebut Muhammad Nazar, ada orang dan kelompok yang beragama lain justru memaksakan orang-orang Muslim pindah agama, ini banyak terjadi bukan hanya di Aceh. Mestinya antarumat yang berbeda agama harus dibangun toleransi, bukan memaksakan umat lain berpindah agama. “Hal itu, tentunya, sangat bertentangan dengan aturan dan hukum yang ada,” katanya.

Lebih jauh, ujar Wagub Muhammad Nazar, aksi misionaris seperti itu dapat menimbulkan masalah baru. Karena itu orang-orang yang bergerilya atau menjadi misionaris yang berkerja memaksakan orang yang sudah beragama pindah ke agama lain haruslah ditindak tegas. “Pemerintah pusat tidak boleh lamban dengan hal-hal seperti itu, karena kewenangan kebebasan beragama ada di tangan pemerintah pusat,” tegasnya. “Kami sendiri di Pemerintah Aceh telah melakukan koordinasi intens dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Kementerian Agama dan Dinas Syariat Islam Aceh, untuk menyelidiki dengan baik kasus misionaris di Meulaboh tersebut,” imbuh Wagub Muhammad Nazar.

Menurutnya, dengan cara apa pun, mulai dengan cara menghipnotis, alasan memberi bantuan sampai kekerasan yang bertujuan agar orang yang telah beragama mau memindahkan agamanya ke agama lain, itu dapat disebut pemaksaan. “Pemaksaan pemindahan agama itu, baik dalam Islam maupun aturan Negara Indonesia adalah dilarang keras. Pelakunya harus ditindak tegas, tetapi masyarakat tidak boleh bermain hakim sendiri,” katanya.

 Semakin dahsyat
Menurut Wagub Aceh itu, tantangan yang dialami umat Islam saat ini dan ke depan akan semakin dahsyat, apalagi jika umat Islam tidak berkualitas, tidak memahami dan tidak mempraktekkan agama dengan benar serta terus menerus terpuruk dalam kemiskinan. “Sebab ada saja di dunia ini orang-orang yang memanfaatkan hal demikian dengan mengajarkan bahwa agama lain lebih benar dan menjamin kehidupan,” ujarnya. Karena itu, ujar Muhammad Nazar, penguatan akidah dan penerapan syariat Islam yang benar harus terjadi dalam seluruh sisi kehidupan dan harus dimulai dalam rumah tangga. “Karena itu pula, masyarakat muslim di Aceh harus lebih memperhatikan keluarganya di bidang agama, dan jangan hanya mencukupkan dengan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah saja,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengontrol, memfasilitasi, membuat aturan, mengkoordinasikan, menyediakan anggaran dan kelembagaan, tetapi masyarakat harus berpartisipasi aktif juga dalam hal memajukan pendidikan Islam. “Kami sekarang sedang menyelesaikan rencana pembentukan Komisi Pembinaan Keluarga Aceh (KPKA), di mana penduduk muslim di Aceh akan mendapat pembinaan khusus sebelum melaksanakan pernikahan, sehingga paling tidak memiliki nilai dasar tentang agama dan memahami tanggungjawab sebuah keluarga,” pungkas Wagub Muhammad Nazar.


(Sumber: Serambinews.com &amp; Dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-1115523961618886596?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/1115523961618886596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=1115523961618886596' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1115523961618886596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1115523961618886596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/07/aksi-misionaris-dalam-pemurtadan.html' title='Aksi Misionaris daLam Pemurtadan'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TEu4fExTiJI/AAAAAAAAAP4/o54HEybliUs/s72-c/Misioooo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-7870560894890550152</id><published>2010-06-23T16:17:00.002+07:00</published><updated>2010-06-23T16:22:14.983+07:00</updated><title type='text'>Suku Aceh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TCHSMlJZyMI/AAAAAAAAAPw/8Pdx2IfkzB4/s1600/Aceh+image.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 117px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TCHSMlJZyMI/AAAAAAAAAPw/8Pdx2IfkzB4/s320/Aceh+image.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485896934685788354" /&gt;&lt;/a&gt;


Suku Aceh adalah nama sebuah suku yang mendiami ujung utara Sumatra. Mereka beragama Islam. Bahasa yang dipertuturkan oleh mereka adalah bahasa Aceh yang masih berkerabat dengan bahasa Mon Khmer (wilayah Champa). Bahasa Aceh merupakan bagian dari bahasa Melayu-Polynesia barat, cabang dari keluarga bahasa Austronesia.

Suku Aceh memiliki sejarah panjang tentang kegemilangan sebuah kerajaan Islam hingga perjuangan atas penaklukan kolonial Hindia Belanda.

Banyak dari budaya Aceh yang menyerap budaya Hindu India, dimana kosakata bahasa Aceh banyak yang berbahasa Sanskerta. Suku Aceh merupakan suku di Indonesia yang pertama memeluk agama Islam dan mendirikan kerajaan Islam. Masyarakat Aceh mayoritas bekerja sebagai petani, pekerja tambang, dan nelayan.

Sejarah

Penduduk Aceh merupakan keturunan berbagai suku, kaum, dan bangsa. Leluhur orang Aceh berasal dari Semenanjung Malaysia, Cham, Cochin, Kamboja.

Di samping itu banyak pula keturunan bangsa asing di tanah Aceh, bangsa Arab dan India dikenal erat hubungannya pasca penyebaran agama Islam di tanah Aceh. Bangsa Arab yang datang ke Aceh banyak yang berasal dari provinsi Hadramaut (Negeri Yaman), dibuktikan dengan marga-marga mereka al-Aydrus, al-Habsyi, al-Attas, al-Kathiri, Badjubier, Sungkar, Bawazier dan lain lain, yang semuanya merupakan marga marga bangsa Arab asal Yaman. Mereka datang sebagai ulama dan berdagang. Saat ini banyak dari mereka yang sudah kawin campur dengan penduduk asli Aceh, dan menghilangkan nama marganya.

Sedangkan bangsa India kebanyakan dari Gujarat dan Tamil. Dapat dibuktikan dengan penampilan wajah bangsa Aceh, serta variasi makanan (kari), dan juga warisan kebudayaan Hindu Tua (nama-nama desa yang diambil dari bahasa Hindi, contoh: Indra Puri). Keturunan India dapat ditemukan tersebar di seluruh Aceh. Karena letak geografis yang berdekatan maka keturunan India cukup dominan di Aceh.

Pedagang pedagang Tiongkok juga pernah memiliki hubungan yang erat dengan bangsa Aceh, dibuktikan dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho, yang pernah singgah dan menghadiahi Aceh dengan sebuah lonceng besar, yang sekarang dikenal dengan nama Lonceng Cakra Donya, tersimpan di Banda Aceh. Semenjak saat itu hubungan dagang antara Aceh dan Tiongkok cukup mesra, dan pelaut-pelaut Tiongkok pun menjadikan Aceh sebagai pelabuhan transit utama sebelum melanjutkan pelayarannya ke Eropa.

Selain itu juga banyak keturunan bangsa Persia (Iran/Afghan) dan Turki, mereka pernah datang atas undangan Kerajaan Aceh untuk menjadi ulama, pedagang senjata, pelatih prajurit dan serdadu perang kerajaan Aceh, dan saat ini keturunan keturunan mereka kebanyakan tersebar di wilayah Aceh Besar. Hingga saat ini bangsa Aceh sangat menyukai nama-nama warisan Persia dan Turki. Bahkan sebutan Banda, dalam nama kota Banda Aceh pun adalah warisan bangsa Persia (Bandar arti: pelabuhan).

Di samping itu ada pula keturunan bangsa Portugis, di wilayah Kuala Daya, Lam No (pesisir barat Aceh). Mereka adalah keturunan dari pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan nakhoda Kapten Pinto, yang berlayar hendak menuju Malaka (Malaysia), dan sempat singgah dan berdagang di wilayah Lam No, dan sebagian besar di antara mereka tetap tinggal dan menetap di Lam No. Sejarah mencatat peristiwa ini terjadi antara tahun 1492-1511, pada saat itu Lam No di bawah kekuasaan kerajaan kecil Lam No, pimpinan Raja Meureuhom Daya. Hingga saat ini masih dapat dilihat keturunan mereka yang masih memiliki profil wajah Eropa yang masih kental.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-7870560894890550152?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/7870560894890550152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=7870560894890550152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7870560894890550152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7870560894890550152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/06/suku-aceh.html' title='Suku Aceh'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TCHSMlJZyMI/AAAAAAAAAPw/8Pdx2IfkzB4/s72-c/Aceh+image.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-2784548076454633448</id><published>2010-06-04T15:19:00.002+07:00</published><updated>2010-06-04T15:25:17.943+07:00</updated><title type='text'>In Memoriam Hasan Tiro Berakhirnya Sebuah Catatan Harian</title><content type='html'>“Tumbuh suburkan terus perdamaian Aceh. Andai saya mati besok, perdamaian Aceh harus tetap berlanjut.” (Hasan Tiro,  11 Oktober 2008)

TEUNGKU HASAN TIRO yang Kamis kemarin tutup usia menjelang 85 tahun adalah sosok yang sangat cinta Aceh, seperti kecintaannya terhadap Indonesia pada awalnya. Ia tadinya nasionalis sejati, mengabdi sepenuh hati untuk republik ini. Bahkan saat berumur 20 pada tahun 1945 ia ikut menggerek Bendera Merah Putih di kampungnya, Tanjong Bungong, Pidie.

Hasan Tiro muda mendapat banyak pengajaran tentang nasionalisme dari guru idolanya, HM Nur El-Ibrahimi. Itu sebab, ketika tokoh-tokoh Aceh mendukung kemerdekaan Indonesia, Hasan Tiro yang masih muda langsung bergabung dalam Barisan Pemuda Indonesia di daerahnya. Lalu pada 24 September 1945, keluarga besar Tiro, termasuk pamannya, Umar Tiro, mengaku setia kepada Indonesia.

Ia juga tak pernah menampik ketika mendapat beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Karena jenius, Hasan Tiro direkomendasikan Teungku Daud Beureueh kepada Perdana Menteri Indonesia waktu itu, Syafruddin Prawiranegara, untuk kuliah di UII. Hasan Tiro diterima di Fakultas Hukum dan tamat tahun 1949. Di universitas ini namanya tercatat sebagai pendiri Pustaka UII bersama Kahar Muzakkar, tokoh Sulawesi Selatan yang kelak menggerakkan pemberontakan DI/TII bersama Daud Beureueh dan Imam Kartosuwiryo (1953-1962).

Tamat dari UII, Hasan Tiro kembali ke Aceh, bekerja pada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di bawah Perdana Menteri Syarifuddin Prawiranegara. Saat itu ibu kota negara dipindah ke Aceh, mengingat Yogyakarta sebagai ibu kota Indonesia sudah dikuasai Belanda saat terjadi agresi kedua Belanda.

Saat umurnya 25 tahun, pria kelahiran 25 September 1925 ini terpilih sebagai mahasiswa yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan program magister dan doktoral di Universitas Columbia, Amerika Serikat (AS). Ia akhirnya kuliah di Jurusan Politik dan Hukum Internasional. Disertasi doktornya yang berjudul “Konstitusionalisme Kesultanan Aceh” menunjukkan betapa ia paham dan cinta Aceh.

Sambil kuliah, Hasan Tiro bekerja pada Perutusan Tetap RI di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berkantor di New York.  Tapi karena merasa Jakarta “melukai” Aceh, nuraninya berontak, lalu berbalik memusuhi Pemerintah Indonesia. Ia bahkan rela melepas jabatan Staf Penerangan PTRI untuk PBB, semata-mata demi Aceh.

Itu terjadi ketika ia--berdasarkan mandat yang diberikan Teungku Daud Beureueh, pemimpin DI/TII di Aceh--mendaftarkan diri sebagai Menteri/Duta Besar Darul Islam Indonesia/Negara Islam Indonesia di PBB pada tahun 1954, saat DI/TII bergolak di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Tapi PBB menolak Hasan Tiro.

Awalnya nurani Hasan Tiro tergetar saat mendapat kabar di New York bahwa sekitar 92 warga sipil di Pulot, Cot Jeumpa Leupung, Aceh Besar, dibantai serdadu republik pada 26 Februari 1954. Ini ekses akibat ditembaknya belasan prajurit Indonesia oleh mujahidin DI/TII Aceh dua pekan sebelumnya. Karena para mujahid sudah menghilang dari kawasan itu, maka warga sipillah yang dijejerkan di pinggir laut, lalu ditembak mati. Hanya satu yang tersisa hidup. Ia pula yang membeberkan pembantaian sadis itu kepada Acha, wartawan Harian Peristiwa. Asahi Simbun, Washington Post, dan New York Times ikut melansir berita tersebut, sehingga Hasan Tiro membacanya.

Dari kota “melting pot” New York, spontan ia layangkan surat pada 1 September 1954 kepada Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo. Ia desak Indonesia minta maaf dan mengakui bahwa pembantaian warga sipil tersebut merupakan genosida (pembantaian etnis Aceh). Para pelaku dia minta dihukum berat.

Ia beri tenggat waktu sekitar dua minggu kepada Ali Sastro merespons tuntutannya. Jika tidak, maka Hasan Tiro akan resmi mendaftarkan dirinya sebagai Dubes Darul Islam Indonesia di PBB. Karena Ali Sastro tak menggubris, gertakan itu akhirnya jadi kenyataan. Ini pemberontakan pertama Hasan Tiro kepada Indonesia. Akibatnya, paspor diplomatiknya dicabut, sehingga ia menjadi sosok yang tak punya kewarganegaraan (stateless). Untung ia tak ditahan Imigrasi AS, karena mampu membayar denda 500 US dolar. Untung pula ada dua senator AS kenalannya yang membuat rekom, sehingga Hasan Tiro mendapat status permanent residence di New York.

Setamat kuliah S3 di Columbia University, Hasan Tiro menikahi Dora, perempuan keturunan Iran berkebangsaan Amerika. Dari basil perkawinan itu, pasangan ini dianugerahi putra tunggal, Karim Tiro.

Jauh dari Aceh makin menambah rasa keacehannya. Apalagi dia menganggap Aceh yang merupakan daerah modal justru dikhianati dan dilecehkan Jakarta. Baginya, Indonesia terlalu luas untuk diatur secara sentralistik dari Jakarta. Pada tahun 1958, Hasan Tiro menuangkan pemikiran dalam buku berjudul “Demokrasi untuk Indonesia”. Di situ ia tawarkan federasi sebagai bentuk Pemerintah Indonesia. Jadi, sebetulnya sejak DI/TII bergolak pada 1950-an, sudah tertanam benih-benih “Aceh harus bebas dari penindasan Jakarta” di benak Hasan Tiro. Kristalisasi ini berbuah pada 4 Desember 1976, saat ia deklarasikan Aceh Merdeka di Bukit Halimon, Luengputu, Pidie.

Ada dua dokumen penting yang dia dapat di Markas PBB yang membulatkan tekadnya untuk memisahkan Aceh dari Indonesia. Dokumen itu berupa Resolusi PBB tentang Hak untuk Menentukan Nasib Sendiri (Right to Self Determination). Dokumen lainnya, berupa resolusi bahwa negara kolonial tidak boleh menyerahkan anak jajahannya kepada negara lain. Ia menilai, Perang Belanda terhadap Aceh tidak menyebabkan Aceh takluk dan dikuasai sepenuhnya oleh Belanda. Selain itu, Belanda tak berdasar menyerahkan Aceh--melalui Konferensi Meja Bundar 1949--kepada Indonesia (Jawa), mengingat Belanda tak berkuasa penuh atas Aceh, malah lari meninggalkan Aceh, setelah tentara Jepang diundang ulama masuk Aceh.

Ditambah alasan-alasan sejarah, etnosentris, dan penguasaan ekonomi oleh Jakarta atas Aceh, membuat Hasan Tiro punya banyak alasan menyambung perjuangan kakek buyutnya, Tgk Chik Di Tiro, untuk mempertahankan kedaulatan Aceh. Ia mengimajinasikan sebuah negara/kerajaan sambungan (succesor state). Untuk itu, Aceh harus mandiri dari Indonesia.

Tinggalkan Karim
Untuk mewujudkan obsesinya, pada 4 September 1976, Hasan Tiro meninggalkan kehidupan penuh glamor, istri yang cantik (Dora), dan anak semata wayang (Karim) yang baru berumur 6 tahun di Riverdale, New York, lalu ia kembali ke Aceh untuk berjuang memisahkan Aceh. Pada 4 Desember 1976 ia deklarasikan Aceh Merdeka. Ini maklumat perang untuk Indonesia. Sejak itu, resmilah Hasan Tiro untuk kedua kalinya menjadi musuh utama republik. Padahal awalnya, Hasan Tiro itu orang republik, sangat republiken, tapi akhirnya melawan republik karena ia merasa Jakarta mengkhianati Aceh lebih dari sekali.

Tahun 1981 ia tulis buku “The Price of Freedom: The Unfinished Diary of Teungku Hasan Tiro”. Catatan harian yang tak kunjung selesai itu ia tulis selama bergerilya di hutan Aceh. Menurutnya, hanya orang gila yang mau melakukan itu, mengingat tadinya ia hidup enak di New York. Hampir tiga dasawarsa perjuangan memerdekakan Aceh itu dia pimpin. Pengikutnya makin bertambah, demikian pula persenjataan dan personel terlatih. Semakin gencar GAM berjuang, semakin represif pula respons aparat keamanan Indonesia. Lalu, korban berjatuhan di sana-sini, lebih dari 33.000 orang tewas.

Tapi akhirnya, celah menuju damai tersibak. Setelah JoU Jeda Kemanusiaan pada tahun 2000 gagal, berganti dengan darurat militer dan darurat sipil, Allah menggenapkan darurat Aceh dengan darurat tsunami. Sekitar 200.000 warga Aceh meninggal dan hilang. Hasan Tiro yang saat itu menonton tayangan televisi di Norsborg, Swedia, menitikkan air mata. Aceh yang ingin dia rebut sedang luluh lantak. Terjerembab ke titik nadir peradaban. Perlu kondisi damai untuk membangun kembali Aceh dari keterpurukan.

Lalu, Hasan Tiro dan elite GAM menyahuti tawaran RI untuk berdamai di Helsinki. Perdamaian ini pula yang memungkinan Hasan Tiro dan Malik Mahmud yang awalnya paling dicari aparat keamanan Indonesia, bisa leluasa pulang ke Aceh pada 11 Oktober 2008. Setelah itu ia makin sering bolak balik dari ke Banda Aceh.

Saat batang usianya mendekati 85 tahun, ternyata ia berjodoh dengan Aceh, sekaligus dengan Indonesia. Kemarin ia wafat setelah 26 jam menjadi warga negara Indonesia kembali. Maka, catatan harian tentang dirinya pun berakhir sudah. Konflik Aceh berujung damai dan Hasan Tiro pun berpulang dalam damai.

Kita mencatat, Hasan Tiro adalah sosok sentral yang mempertinggi posisi tawar Aceh di mata Jakarta, sehingga di taman raya Indonesia, Aceh mendapat status otonomi khusus yang luar biasa. Terima kasih Teungku, selamat jalan Wali. Sebagaimana ia pesankan di awal tulisan ini, mari kita tumbuh suburkan terus perdamaian Aceh, kendati ia sudah tiada.


[Sumber: Serambinews.com]
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TAi4R0xADzI/AAAAAAAAAPo/EqCHB20bK5M/s1600/header.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 30px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TAi4R0xADzI/AAAAAAAAAPo/EqCHB20bK5M/s320/header.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478831563057663794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-2784548076454633448?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/2784548076454633448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=2784548076454633448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2784548076454633448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2784548076454633448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/06/in-memoriam-hasan-tiro-berakhirnya.html' title='In Memoriam Hasan Tiro Berakhirnya Sebuah Catatan Harian'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/TAi4R0xADzI/AAAAAAAAAPo/EqCHB20bK5M/s72-c/header.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-7319900757159678288</id><published>2010-04-28T16:41:00.012+07:00</published><updated>2010-04-28T17:00:56.091+07:00</updated><title type='text'>10 negara termakmur di dunia</title><content type='html'>10. Swiss $39,800

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gEWtf-b5I/AAAAAAAAAOU/3lkaU409b0w/s1600/aaaa1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 54px; height: 54px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gEWtf-b5I/AAAAAAAAAOU/3lkaU409b0w/s320/aaaa1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465122936031440786" /&gt;&lt;/a&gt;

Negara penghasil keju ini dianggap sebagain negara yang paling netral di antara semua negara di dunia. Pada saat Perang Dunia ke 2, orang2 dari negara eropa lain mendepositkan uang mereka di bank Swiss, karena mereka percaya bahwa uang mereka akan lebih aman di Swiss ketimbang di bank negara mereka sendiri. Berikut ini beberapa perusahaan Swiss yang terkenal; Nestle, Logitech, Rolex, dan Credit Suisse.

9. Equatorial Guinea $ 44,100

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gEjjAEsdI/AAAAAAAAAOc/P1UY__A2o6E/s1600/aaaa2.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 84px; height: 52px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gEjjAEsdI/AAAAAAAAAOc/P1UY__A2o6E/s320/aaaa2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465123156551578066" /&gt;&lt;/a&gt;



Republik Equatorial Guinea merupakan negara yang terletak di pusat Afrika. Jarang sekali orang pernah mendengar negara ini. Negara ini mulai kaya waktu ditemukannya tambang minyak pada tahun 1996. Di negara ini korupsi juga ga bisa diberantas, udh meraja lela pokoknya. Perbedaan antara kaum kaya dan miskin di negara ini paling tinggi dibanding negara2 lain.

8. Ireland $ 45,600

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gEwYqsHDI/AAAAAAAAAOk/or1idPUaYZw/s1600/aaaa3.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 52px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gEwYqsHDI/AAAAAAAAAOk/or1idPUaYZw/s320/aaaa3.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465123377115831346" /&gt;&lt;/a&gt;


Negara di benua eropa ini sering dikenal ssebagai satu dari beberapa negara dengan sistem ekonomi yang modern di dunia. Ireland merupakan negara penghasil software terbesar di dunie. Negara ini juga telah mendapat gellar sebagai negara gengan kualitas hidup tersukses di dunia.

7. United States $ 46,000

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gE9rZVh1I/AAAAAAAAAOs/Y476Ov78Bnw/s1600/aaaa4.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 90px; height: 53px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gE9rZVh1I/AAAAAAAAAOs/Y476Ov78Bnw/s320/aaaa4.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465123605481621330" /&gt;&lt;/a&gt;



Faktor utama pendukung kekayaan negara ini adalah besar wilayahnya. populasinya lebih dari 300 juta dan total area nya 9.83 juta km persegi. Negara ini juga merupakan tempat tinggal banyak milyuner ternama di dunia.

6. Singapore $ 48,900

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gFPKrW0WI/AAAAAAAAAO0/yeY6UcFRho4/s1600/aaaa5.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 80px; height: 54px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gFPKrW0WI/AAAAAAAAAO0/yeY6UcFRho4/s320/aaaa5.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465123905936478562" /&gt;&lt;/a&gt;



Negara ini merupakan negara yang sangat kecil tapi menjadi pelabuhan internasional tersibuk di dunia. Negara ini juga merupakan satu dari Four Asian Tiger (empat macan asia).

5. Arab $ 55,200

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gFqEeFucI/AAAAAAAAAO8/CXlPFjfbOhE/s1600/aaaa6.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 50px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gFqEeFucI/AAAAAAAAAO8/CXlPFjfbOhE/s320/aaaa6.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465124368126687682" /&gt;&lt;/a&gt;



Negara ini ga usah ditanya lagi, minyak sama gas nya udh ga keitung lagi. Negara ini juga baru aja menyelesaikan proyek pembuatan gedung tertinggi di dunia yaitu Burj Khalifa.

4. Kuwait $55,300

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gGHlvpt-I/AAAAAAAAAPE/brFxOmI0Txw/s1600/aaaa7.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 110px; height: 55px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gGHlvpt-I/AAAAAAAAAPE/brFxOmI0Txw/s320/aaaa7.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465124875274926050" /&gt;&lt;/a&gt;

Negara ini terletak di sebelah Arab, ya otomatis punya banyak minyak juga. Negara ini masuk ke 5 negara penghasil minyak terbesar di dunia. Bahkan gara2 terlalu kaya, negara ini tidak mengenakan pajak ke penduduknya. (Kaya banget tuh gan)

3. Norway $ 55,600

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gGWrSRrxI/AAAAAAAAAPM/eUzRE-92CpI/s1600/aaaa8.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 73px; height: 54px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gGWrSRrxI/AAAAAAAAAPM/eUzRE-92CpI/s320/aaaa8.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465125134460366610" /&gt;&lt;/a&gt;



Negara ini ada di benua eropa tapi ga termasuk Eropa Union. Dari survey yang dilakukan, negara ini mempunyai living cost yang lebih besar 30% dari amerika.

2. Qatar $ 75,900

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gGffcq5CI/AAAAAAAAAPU/4hz5anPw0c4/s1600/aaaa9.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 110px; height: 55px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gGffcq5CI/AAAAAAAAAPU/4hz5anPw0c4/s320/aaaa9.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465125285901558818" /&gt;&lt;/a&gt;



Negara ini mendapat kemerdekaan pada tahun 1971 oleh Inggris. Pada awalnya negara ini miskin tapi taun 1940an, ditemukan tambang minyak. OKB dah negara ini. Negara ini lebih extrim lagi gan, selain ga ada pajak, banyak juga fasilitas umum yang digratisin sama pemerintah. (Maklum udh kaya)

1. Luxemborg $ 80,800

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gGxglJpcI/AAAAAAAAAPc/UrNAwcibJAE/s1600/aaaa10.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 51px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gGxglJpcI/AAAAAAAAAPc/UrNAwcibJAE/s320/aaaa10.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465125595443209666" /&gt;&lt;/a&gt;


Negara kecil yang cuman punya populasi kurang 500,000 dan termasuk 8 negara terkecil di dunia ini memang sebuah keajaiban. Panjangnya cuma 50 mil sedangkan lebarnya 30 mil. Ini baru namanya kecil2 cabe rawit.


[Sumber: pasaronline.blogdetik.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-7319900757159678288?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/7319900757159678288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=7319900757159678288' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7319900757159678288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7319900757159678288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/04/10-negara-termakmur-di-dunia.html' title='10 negara termakmur di dunia'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S9gEWtf-b5I/AAAAAAAAAOU/3lkaU409b0w/s72-c/aaaa1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-8270894902364041052</id><published>2010-04-06T13:54:00.000+07:00</published><updated>2010-04-06T13:55:39.867+07:00</updated><title type='text'>Label-label Untuk Aceh</title><content type='html'>ACEH begitu rencam dengan pelbagai julukan, mulai dari yang menyenangkan hingga yang ngeri dan menakutkan. Saya adalah kolektor label-label Aceh dan menyimpannya dalam satu album. Pada halaman depan terdapat label “Serambi Mekah” untuk Aceh. Sebab dalam sejarahnya, Aceh bukan saja pembina, pusat peradaban Islam dan budaya Melayu, tetapi hukum positive Aceh-qanun Al-Asyi- ditransfer oleh beberapa negeri di kawasan dunia Melayu ke dalam hukum positive mereka. Jadi label ini, identik dengan aplikasi syariah Islam.

Pada lembaran berikutnya, terdapat label “Tipu Aceh”. Label ini megah dan hampir setara populernya dengan label “Serambi Mekah”.  Dalam rentang masa 1858-1873, Belanda memberi label “Lanun Selat Melaka” kepada Aceh. Sampai-sampai Inggris tergiur dan mau mengkhianati Aceh dalam “Traktat London” tahun 1871. Label ini dijadikan isu utama oleh Nieuwhagen (juru runding Belanda) dalam rundingan antara Aceh-Belanda antara tahun 1871-1873, dimana Turki berperan sebagai mediator.

Perang melawan Belanda akhirnya meletus tahun 1873. Selama berlangsung perang, muncul label “Aceh Pungoë”, sebab pejuang Aceh (lelaki dan wanita) berlomba-lomba mati syahid. Ini tidak dijumpai Belanda di tempat lain. Alasannya, perang adalah cara menuju syurga, dimana bidadari sudah menanti para syuhada.

Dalam era tahun 1948-1949, Aceh diberi label “Daerah Modal” oleh Sukarno dan inilah buat pertama sekalinya status Aceh mengalami degradasi. Antara tahun 1953-1961, Sukarno menukar dengan label “pemberontak D.I” kepada Aceh, karena tidak berjiwa republiken.  Berselang beberapa tahun kemudian, muncul label “Gerombolan Pengacau Liar Hasan Tiro (GPLHT). Label ini dialamatkan kepada aktivis Aceh Merdeka tahun 1976. Selebaran yang memuat 9 foto Kabinet Tengku Hasan di Tiro ditulis: “Tangkap Hidup atau Mati” ditempel di merata tempat, yang kesan organisasi Aceh Merdeka (AM), tak solid dan teratur, walaupun tokoh AM waktu itu terdiri dari kalangan intelektual, ulama dan tokoh masyarakat. Pamplet inilah yang kemudian dipakai sebagai alasan politik oleh aktivis AM untuk meminta suaka politik ke luar negeri.   

Ketika trend politik dunia internasional menggulir isu komunisme, maka label “Jaringan Komunisme Internasional” diberi kepada Aceh. Label ini pertama sekali dilontarkan oleh Adam Malik (Menteri Luar negeri). Dengan label ini, Indonesia berharap agar masyarakat internasional tidak mendukung Aceh Merdeka. Padahal orang tahu bahwa sejak tahun 1902 lagi, paham komunisme sudah berkembang di pulau Jawa. Bahkan dalam Pemilu 1955, selain Masyumi; PKI merupakan pengumpul suara terbanyak di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kemudian baru disadari, kalau label ini justeru menjadi bumerang. Soalnya, Adam Malik sendiri berbau paham komunis itu mendirikan partai politik MURBA dan ikut bertanding dalam Pemilu tahun 1971, biarpun kèok!  

Seterusnya muncul label “Mafia Ganja Internasional” untuk Aceh. Targetnya untuk merusak citra Aceh di mata dunia internasional dan agar Badan Keuangan Internsional mengucurkan dana untuk menumpas ‘mafia ganja’ ini. Untuk itu, diplomat Indonesia yang hadir dalam Sidang Komisi HAM di Geneva (1992-1993), sengaja membawa rekaman video untuk ditayangkan di depan perserta sidang. Video ini memerlihatkan “aktivis GAM” sedang menanam dan mengedarkan ganja dari Aceh hingga ke luar negeri. Mesir dan Bangladesh keburu percaya, hingga saat diadakan voting tentang pelanggaran HAM di Aceh, kedua negara ini memihak Indonesia. Namun, hasil akhir tetap Aceh mendapat sokongan 6 suara dari 4 suara yang disyaratkan. Akhirnya dibentuk suatu team PBB untuk penyidik pelanggaran HAM di Aceh untuk dilaporkan pada Sidang tahun berikutnya. Hasilnya mengejutkan. “Aktivis GAM” dalam video itu terbukti bukan orang Aceh, tetapi orang-orang dari daerah lain.

Seterusnya, Aceh diberi label “Gerakan Islam Fundamentalis”. Harapan yang mau diraih dari label ini, supaya dunia Barat mau memojokkan GAM. Orang tahu, kalau istilah “Islam fundamentalis” adalah rekaan dunia Barat, ditujukan kepada kelompok Islam radikal yang disifatkan sebagai teroris dan membenci orang nasrani secara berlebihan. Dalam realitasnya, tudingan ini tidak wujud di Aceh. Penduduk Aceh yang terdiri dari muslim dan non muslim hidup harmonis di Aceh.  

Kemudian muncul label “Gerakan Pengacau Keamanan” (GPK). Label ini tidak untuk dijual ke pasaran dunia internasional. Fokusnya tertuju pada tindakan menumpas, sebab label-label sebelumnya dinilai gagal. Sebagai selingan, diberi label “Kekuatan Sipil Bersenjata” (KSB). Label ini muncul saat Aceh-RI sedang duduk berunding di Geneva untuk melahirkan “Humanitarian Pause” dan “Moratorium on Violence”, yang bertujuan melucuti senjata berselimut pakain sipil yang merampok, membakar, memperkosa, membunuh dan memeras rakyat. Pelakuknya ialah orang tidak dikenal (OTK)”.

Pada gilirannya, label “Gerakan Separatis Aceh” (GSA) untuk Aceh. Label ini disembur karena Aceh dianggap wilayah teritorial Indonesia. Sementara Tgk. Hasan M. di Tiro, proklamator Aceh Merdeka berkata lain. Yang paling baru dan hangat adalah label “teroris Aceh”. Dalam skala internasional, isu teroris masih tetap laku diperjual-belikan. Gerakan pembebasan Mindano Merdeka, sudah diklasifikasikan ke dalam jaringan teroris internasional. Kini giliran Aceh, yang pada awalnya dituding memiliki hubungan dengan kelompok Noordin M.Top, Zulkarnain, Dulmatin, Umar Patek, alumnus kém latihan militer di Mindano.  

Dalam skala politik nasional, label “teroris Aceh” adalah  “cangkram” bagi kebijakan hankam di masa depan, sekiranya GAM berjuang angkat senjata kembali. Untuk itu, berdasarkan teori konspirasi, gema “teroris Aceh” perlu diserentakkan dengan kasus bobolnya Bank Century yang sudah merakyat. Dengan begitu, label ini nantinya akan melekat di gusi rakyat. Kendati ada teroris populer beroperasi di pulau Jawa dan teroris asal Pandeglang (pulau Jawa) beroperasi di Aceh, mereka tidak akan diberi label “teroris Jawa”, sebab tidak memiliki nilai tawar dan jual. “Teroris Aceh” juga dikaitkan dengan aksi lanun di Selat Melaka. Ini mengingatkan kita kepada peristiwa 137 tahun lalu dengan label “Lanun Selat Melaka” nya Nieuwhagen untuk Aceh.

Jadi, sekiranya cermat menyimak kronologi pemberian label-label ini, orang tidak akan kagét, sebab segalanya mengalir deras dalam arus kepentingan politik lokal, nasional dan internasional. Dalam konteks ini, perlu menjadi suatu catatan bahwa: sikap Van kol, Bogaard, Van Deventer, Van Byland, Thomson, Ijerman dan De Dtuers (semua anggota Parlemen) Belanda yang sengaja datang ke Aceh, guna memastikan kebenaran laporan tentang tindakan militer Belanda dinilai biadab adalah patut dihargai. Sebab, anggota Parlemen ini  tahu menggunakan hak, “investigasi”, dan “hearing”, dimana hasil survey yang ditemukan di lapangan; selain dibahas dalam Sidang Istimewa Parlemen dengan menghadirkan petinggi militer yang bertanggungajawan di Aceh, juga menyampaikan rekomendasi yang mengutuk, karena terbukti bahwa pemerintah Belanda telah membenarkan militernya bertindak zalim terhadap orang sipil dalam  perang Aceh. Ini terjadi tahun 1907.

Akhirnya, terlepas dari segala-galanya, DPR Aceh sesungguhnya memiliki hak “hearing” untuk memanggil dan mendengar keterangan resmi secara langsung prihal “teroris Aceh” dari pihak kepolisian dan Pemda, sehingga rakyat bebas dari ketakutan. Informasi tersebut disajikan kepada rakyat. Masalahnya: kita tidak tahu; apakah DPR Aceh sekarang tahu menggunakan haknya atau barangkali, kualitasnya tidak lebih dari gerombolan politisi “paneuk antena” yang ngomong bak insinyur, padahal paket C.

* Penulis adalah Director Institute for Ethncis Civilization Research 


[Sumber: Serambinews.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-8270894902364041052?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/8270894902364041052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=8270894902364041052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8270894902364041052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8270894902364041052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/04/label-label-untuk-aceh.html' title='Label-label Untuk Aceh'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-2121230813805998612</id><published>2010-03-10T13:19:00.003+07:00</published><updated>2010-03-10T13:43:54.058+07:00</updated><title type='text'>Cenote Angelita</title><content type='html'>Cenote Angelita, Meksiko... Subhanallah :)
Di dalam LAUT ada SUNGAI, inilah BUKTI keMahasempuranaan Allah :)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Jika anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…”

Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai
tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang
silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung.

Shadaqallahu Al`Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.
Namun pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, namun nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah...

ALLAH IS GREAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



Adanya sungai di dalam laut Mexico memang menjadi fenomena yang unik dan mengundang perhatian banyak orang, Karena secara ilmiah sungai di dalam laut itu tidak mungkin terjadi. Namun Anatoly Beloshchin, seorang penyelam berhasil mengambil gambar 'sungai di dalam laut' dari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico.

Seperti dilansir crystalkiss.com, di kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut. Kondisi itu berubah dan penyelam kembali menemukan air laut mulai melewati kedalaman 60 meter...

Beberapa meter dari lokasi itu akan ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air itu.

Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan.

Tapi tunggu dulu, warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.

Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang.

"Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida," kata Anatoly...



&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7Cd5WCbI/AAAAAAAAANs/oADfBuQgeUA/s1600-h/ce4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7Cd5WCbI/AAAAAAAAANs/oADfBuQgeUA/s320/ce4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446887187898829234" border="0"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7CJBbswI/AAAAAAAAANk/cvZIWE2dNtY/s1600-h/ce3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7CJBbswI/AAAAAAAAANk/cvZIWE2dNtY/s320/ce3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446887182295610114" border="0"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7BihQynI/AAAAAAAAANc/YD2p77E4Xtg/s1600-h/ce2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7BihQynI/AAAAAAAAANc/YD2p77E4Xtg/s320/ce2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446887171960130162" border="0"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7BC_TBDI/AAAAAAAAANU/rDZm1Jqvox0/s1600-h/ce1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7BC_TBDI/AAAAAAAAANU/rDZm1Jqvox0/s320/ce1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446887163496170546" border="0"&gt;&lt;/a&gt;





Kalau lagi berkunjung ke Meksiko, kamu harus datang ke sungai Cenote Angelita. Di dalam sungai ini, ada sebuah gua dengan view yang bikin takjub banget! Kalau menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya adalah air tawar. Sementara kalo kamu menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya akan menjadi air asin. Nggak cuma itu, kamu juga bisa melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan tanaman daunnya. Wow! Kabarnya, ini sebenarnya bukan sungai biasa loh tapi sebuah lapisan hidrogen sulfida yang kelihatan seperti sungai..

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7r5J7R0I/AAAAAAAAAOM/isAou0aD3rI/s1600-h/ce8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7r5J7R0I/AAAAAAAAAOM/isAou0aD3rI/s320/ce8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446887899590772546" border="0"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7rWkjAlI/AAAAAAAAAOE/7bBGaVnMmMU/s1600-h/ce7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7rWkjAlI/AAAAAAAAAOE/7bBGaVnMmMU/s320/ce7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446887890307187282" border="0"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7rDdPdcI/AAAAAAAAAN8/iWARWfpnhp4/s1600-h/ce6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7rDdPdcI/AAAAAAAAAN8/iWARWfpnhp4/s320/ce6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446887885176272322" border="0"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7qtJOjCI/AAAAAAAAAN0/aATLvwZxS_I/s1600-h/ce5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7qtJOjCI/AAAAAAAAAN0/aATLvwZxS_I/s320/ce5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446887879186746402" border="0"&gt;&lt;/a&gt;


http://www.youtube.com/watch?v=EapX2qrkdKQ

http://www.youtube.com/watch?v=FaE1eOeveM4

http://www.youtube.com/watch?v=VG1FI15AKug

Hydrogen Sulfida (H2S) mengendap di sungai tersebut. Semua kayu, bangkai binatang akan diuraikan oleh Hydrogen Sulfida kembali menjadi alam. Hydrogen Sulfida (H2S) adalah gas beracun yang berbau seperti telor busuk. Gunung berapi juga mengeluarkan gas beracun Hydrogen Sulfida (H2S).

Ketika manusia mengeluarkan udara dari lobang pantat (kentut); maka gas beracun Hydrogen Sulfida (H2S) akan keluar dari dalam tubuh manusia dalam jumlah yang sangat kecil; sehingga manusia bau telor busuk; ketika dia mengeluarkan gas dari dalam tubuhnya.

Air laut (H2O) menahan gas beracun (H2S) tersebut di dalam laut; sehingga tidak keluar ke udara. Jika Sulfur keluar dari dalam air laut maka; maka akan terjadi percemaran udara.


http://www.youtube.com/watch?v=FaE1eOeveM4

http://www.youtube.com/watch?v=EapX2qrkdKQ

http://www.youtube.com/watch?v=IKg041c27o8



Disadur dari berbagai sumber...
untuk lebih lanjut silahkan klik www.cenoteangelita.com dan searching di www.youtube.com dengan kata kunci Cenote Angelita...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-2121230813805998612?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/2121230813805998612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=2121230813805998612' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2121230813805998612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2121230813805998612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/03/cenote-angelita.html' title='Cenote Angelita'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S5c7Cd5WCbI/AAAAAAAAANs/oADfBuQgeUA/s72-c/ce4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-2234626746211666274</id><published>2010-02-18T17:02:00.002+07:00</published><updated>2010-02-18T17:15:22.425+07:00</updated><title type='text'>Mesin Wudhu' Hemat Air</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S30TAYd6rjI/AAAAAAAAANM/tbHpX6Go1so/s1600-h/bbbb.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 95px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S30TAYd6rjI/AAAAAAAAANM/tbHpX6Go1so/s320/bbbb.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439524822222286386" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S30TAMGGOGI/AAAAAAAAANE/BC_--BUhHTQ/s1600-h/bbbb3.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 98px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S30TAMGGOGI/AAAAAAAAANE/BC_--BUhHTQ/s320/bbbb3.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439524818901153890" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S30S_4B7n_I/AAAAAAAAAM8/iDwbvr0ou6w/s1600-h/bbbb2.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 61px; height: 136px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S30S_4B7n_I/AAAAAAAAAM8/iDwbvr0ou6w/s320/bbbb2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439524813514973170" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S30S_lw_6tI/AAAAAAAAAM0/nHpvWBZy168/s1600-h/bbbb1.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 101px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S30S_lw_6tI/AAAAAAAAAM0/nHpvWBZy168/s320/bbbb1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439524808612113106" /&gt;&lt;/a&gt;



Perusahaan Malaysia mengembangkan mesin wudu otomatis yang disebut-sebut bisa menghemat air. Mesin tersebut dilengkapi sensor guna mengatur air saat digunakan untuk berwudu.Krisis ketersediaan air bersih akan berakibat langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air di semua sektor kehidupan. Di sektor pertanian, misalnya, kelangkaan air akan berakibat pada menurun-nyaproduksi pertanian yang pada tahap berikutnya bisa memicu krisis pangan.

Selain menyebabkan krisis pangan, krisis air bersih juga kerap memicu terjadinya konflik antarkelompok masyarakat atau antarnegara. Berbagai dampak yang cukup serius itu mendorong negara-negara di dunia untuk menggalakkan gerakan budaya menghemat penggunaan air kepada warga mereka.

Gerakan tersebut bertujuan pula untuk melestarikan sumber daya air. Sebagai gambaran, andaikata setiap orang bisa menghemat pemakaian air sebanyak lima liter per hari, maka dalam satu bulan terjadi penghematan air sekitar 150 liter. Apabila ada sekitar satu juta orang yang melakukan penghematan seperti itu, maka volume air yang dihemat bisa mencapai 150 juta liter per bulan.

Meski perhitungan itu masih di atas kertas, setidaknya hal tersebut bisa menggambarkan pentingnya penghematan air untuk mencegah terjadinya krisis air bersih. langan sampai kondisi krisis air bersih seperti yang dialami negara-negara di Afrika meluas ke belahan dunia lainnya. Krisis air bersih di Afrika berdampak pula pada terjadinya krisis multidimensi, dari kelaparan, kemiskinan, hingga kemajian penduduk....

Bersyukur, Indonesia tidak mengalami kondisi krisis air bersih separah Afrika. Meski demikian, bukan berarti Indonesia lantas tidak menempuh upaya apa pun untuk mencegah terjadinya krisis air bersih. Apalagi belakangan gejala-gejala menurunnya pasokan air bersih terjadi di bebe/apa daerah, antara lain DIG lakarta, lawa Tengah, dan Jawa Timur.

Agar pasokan air bersih tetap mencukupi, diperlukan upaya-upaya yang harus dilakukan sesegera mungkin. Langkah antisipatif itu diajukan pula oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Organisasi yang bermarkas di New York, Amerika Serikat (AS), itu membuat laporan yang memprediksikan bahwa dunia akan mengalami krisis air global pada 2050. Adanya laporan PBB yang disampaikan di Forum Air se-Dunia kelima di Istanbul, Turki, pada Maret 2009 itu setidaknya menjadi lampu kuning agar masyarakat dunia melakukan langkah antisipatif terjadinya krisis air bersih.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengembangkan teknologi tepat guna yang bisa menghemat penggunaan air bersih. Teknologi yang dimaksud ialah mesin wudu otomatis yang bisa mengatur penggunaan air. Mesin
yang dikembangkan AACE Technologies, Malaysia, itu baru-baru ini diumumkan ke publik. Dilengkapi Sensor
Mesin wudu otomatis dirancang agar pengguna - kaum muslim - bisa menghemat penggunaan air ketika mengambil wudu. Di dalam mesin dipasang sensor otomatis yang bisa mengatur volume air. Harga mesin per unitnya mencapai 3 ribu doUar AS sampai 4 ribu dollar AS atau setara dengan 28 juta rupiah hingga 38 juta rupiah.

Untuk memproduksi mesin tersebut, AACE Tecnologies memerlukan waktu dengan biaya riset yang mencapai 2,5 juta dollar AS atau sekitar 23,4 miliar rupiah. Kepala AACE Technologies, Anthony Gomez, mengatakan mesin itu memang didesain untukmenghemat air saat digunakan untuk berwudu. "Dengan mengaplikasikan mesin wudu otomatis ini, diharapkan air tidak banyak terbuang," ujar Gomez seperti dilansir Reuters.

Berwudu bagi kaum muslim merupakan ritual yang harus ditu-naikan sebelum menjalankan salat. Ketika berwudu, sebagian anggota tubuh seperti tangan, wajah, hidung, kening, telinga, dan kaki dibersihkan dengan menggunakan air bersih yang suci dari segala kotoran. Biasanya, proses bersuci itu dilakukan dengan air dari keran yang mengucur tanpa henti sampai proses berwudu selesai.

Dalam pengamatan para peneliti AACE Technologies, berwudu dengan cara tersebut memboroskan air. Pasalnya, air senantiasa mengucur dan volume air yang terbuang pun terbilang besar. Andaikata 1,7 miliar muslim di dunia berwudu dengan cara demikian, dapat dibayangkan betapa banyaknya air yang terbuang percuma ke saluran pembuangan.

Bagi umat Islam yang bermukim di negara-negara yang memiliki sumber air bersih melimpah mungkin tidak terlalu bermasalah, namun tidak demikian halnya bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah krisis air bersih, seperti di Afrika dan Timur Tengah. Sebagai solusi dari kondisi itu, AACE Technologies kemudian menciptakan mesin yang bisa membantu kaum muslim berwudu dengan menggunakan air secara efijjfil,,. .mmmtmmmm„,

"Mesin wudu otomatis ini akan sangat bermanfaat bagi negara-negara yang pasokan airnya minim. Selain itu, mesin tersebut juga sejalan dengan ajaran Islam yang tidak membolehkan pengikutnya melakukan pemborosan," papar Gomez. Dilihat dari dimensinya, mesin wudu otomatis berwarna hijau dan berornamen itu memiliki tinggi
,65 meter. Sensor yang terpasang pada mesin akan menghentikan kucuran air secara otomatis ketika air tidak digunakan.

Selain sensor, mesin juga dilengkapi penampung air untuk menghemat penggunaan air. Ada dua bak di mesin itu, yakni bak untuk mencuci tangan di bagian atas dan bak untuk mencuci kaki yang ditempatkan di bagian bawah. Di tiap-tiap bak ada keran yang dilengkapi sensor. Air hanya akan keluar jika kaki atau tangan berada di bawah keran itu.

Mesin itu hanya menggunakan 1,3 liter air untuk satu kali proses wudu. Bandingkan dengan penggunaan air tanpa memakai mesin wudu otomatis yang bisa menghabiskan air dengan volume berka|j-kali lipat lebih besar. Pihak AACE Technologies mengklaim dengan penggunaan mesin wudu otomatis air bisa menghemat jutaan liter air.

Mesin tersebut juga dipandang cocok untuk diaplikasikan di Arab Saudi, terutama ketika musim haji. Selama musim tersebut, sekitar dua juta orang diprediksi menggunakan 50 juta liter air per hari untuk berwudu. Apabila mesin wudu otomatis diaplikasikan ketika masa-masa puncak ibadah haji, Gomez memprediksikan akan terjadi penghematan air sebanyak 40 juta liter per hari.

Meski terbilang mahal, mesin tersebut tetap diminati sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan kota pertama yang tertarik membeli mesin itu untuk diaplikasikan di bandara Dubai. Selain masjid-masjid, AACE juga membidik gedung perkantoran sebagai target pemasaran mesin wudu otomatis yang mereka produksi. Mesin itu dapat dipasang di tembok dan digunakan oleh enam orang dalam sekali pemakaian.
Ada kelebihan lain yang ditawarkan mesin wudu otomatis, yaitu selain bisa menghemat air, mesin tersebut dapat memutar rekaman ayat-ayat suci Al-Quran yang sudah direkam terlebih dahulu.


[Dari Berbagai Sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-2234626746211666274?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/2234626746211666274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=2234626746211666274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2234626746211666274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2234626746211666274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/02/mesin-wudhu-hemat-air.html' title='Mesin Wudhu&apos; Hemat Air'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S30TAYd6rjI/AAAAAAAAANM/tbHpX6Go1so/s72-c/bbbb.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-3740280672040358537</id><published>2010-02-08T17:10:00.002+07:00</published><updated>2010-02-08T17:18:04.054+07:00</updated><title type='text'>Just View</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S2_klbwygAI/AAAAAAAAAMs/IFacUHhgT9E/s1600-h/Image0985.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S2_klbwygAI/AAAAAAAAAMs/IFacUHhgT9E/s320/Image0985.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435814607018164226" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S2_kkyoA5EI/AAAAAAAAAMk/wkkcp-YeYfo/s1600-h/Image0984.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S2_kkyoA5EI/AAAAAAAAAMk/wkkcp-YeYfo/s320/Image0984.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435814595975504962" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S2_kkMZjO4I/AAAAAAAAAMc/OXpQD-0jEfw/s1600-h/Image0974.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S2_kkMZjO4I/AAAAAAAAAMc/OXpQD-0jEfw/s320/Image0974.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435814585714293634" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S2_kjyn7x7I/AAAAAAAAAMU/jpYGUQ4JEMY/s1600-h/Image0966.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S2_kjyn7x7I/AAAAAAAAAMU/jpYGUQ4JEMY/s320/Image0966.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435814578795300786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-3740280672040358537?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/3740280672040358537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=3740280672040358537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3740280672040358537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3740280672040358537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/02/just-view.html' title='Just View'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S2_klbwygAI/AAAAAAAAAMs/IFacUHhgT9E/s72-c/Image0985.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-906816693102432991</id><published>2010-01-25T16:17:00.001+07:00</published><updated>2010-01-25T16:20:18.632+07:00</updated><title type='text'>9 Jenis Teh Terbaik di Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S11iQp7xGbI/AAAAAAAAAMM/AwA0Q9VBdgQ/s1600-h/teh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S11iQp7xGbI/AAAAAAAAAMM/AwA0Q9VBdgQ/s320/teh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430604763952650674" /&gt;&lt;/a&gt;



Teh sudah dikenal khasiatnya sejak ratusan tahun yang lalu. Ternyata setiap jenis teh memiliki khasiat yang berbeda-beda. Berikut ini adalah 9 jenis teh terbaik dan waktu yang baik untuk meminumnya. Yuk, simak info lengkapnya di sini!

Minuman ini tak hanya enak sebagai teman kala sore, tapi juga memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Hal ini telah dipercaya sejak ratusan tahun yang lalu. Teh sendiri banyak sekali jenisnya. Dan setiap jenis memiliki khasiat yang berbeda untuk tubuh dan kesehatan.

Seperti halnya teh oolong yang mengandung antioksidan yang baik untuk ketahanan tubuh ujar para peneliti dari Cina. Berdasarkan studi di Jepang tahun 2009 lalu, jenis teh hijau dipercaya mampu menjaga kesehatan gusi. Sedangkan jenis teh hitam bisa menangkal penyakit Parkinson, hal ini berdasarkan studi yang dilakukan tahun 2008 di The American Journal of Epidemiology.

Adalah Christopher Day, seorang ahli teh di Manhattan's Gilt mencoba memberikan informasi tentang waktu dan jenis teh yang baik saat dikonsumsi.

Genmaicha
Teh hijau asal negeri sakura ini paling baik diminum saat siang hari. Teh ini juga diberi campuran butiran beras yang dipanggang sehinga menghasilkan aroma seperti nasi gosong yang gurih dan sedap saat diseduh. Hmm..hampir mirip dengan aroma popcorn sedangkan warna tehnya hijau pucat cenderung bening.

Sur le Nil
Paling pas diminum setelah makan malam untuk merilekskan tubuh dan juga pikiran. Soal rasa, Sur le Nil ini jauh lebih lembut jika dibandingkan dengan teh hijau jenis yang lain. Kalau diminum mirip dengan teh camomile yang diberikan sedikit perasan lemon dan rempah-rempah.

High Mountain Oolong
Oolong tea ini cocok sekali diminum setelah seharian bekerja. Efek dari meminum teh oolong adalah perasaan rileks dan tenang setelah seharian berkutat dengan rutinitas kantor. Oolong tea terbuat dari daun teh yang tebal sehingga memberikan aroma floral yang kuat dan menyeimbangkan mood sebelum makan malam.

Wood Dragon Oolong
Untuk teh oolong jenis Wood Dragon ini paling baik diminum untuk mereka yang sudah berhenti minum kopi. Karena teh ini mengandung lebih banyak batang daripada daun teh membuat rasanya jadi lebih kuat dan terasa sekali aroma hutannya. Wood Dragon Oolong mengandung lebih sedikit kafein namun memiliki rasa yang kuat jika dibandingkan teh oolong lainnya.

Honey Phoenix Oolong
Jenis oolong tea ini paling pas jika diminum di akhir musim dingin. Ini adalah salah satu jenis teh yang cukup kuat, dengan rasa yang hampir mirip dengan biji chery. Hal ini yang menyebabkan rasanya sedikit manis dengan akhir yang agak pahit. Warna tehnya saat diseduh menjadi kecoklatan sedikit pekat.

Vanilla Rooibos
Teh ini bisa dijadikan menu penutup. Selain rasanya yang ringan dan tidak mengandung caffein, Anda akan merasakan rasa manis yang ringan dan sedikit creamy di akhir tegukan. Tak heran jika teh jenis ini sangat cocok sebagai menu penutup atau dessert.

Cassis
Jenis teh hitam ini memiliki rasa yang cukup kuat, memiliki aroma seperti blackcurrant dengan rasa yang sedikit manis. Sangat cocok diminum setelah istirahat di siang hari atau pagi hari yang cukup dingin untuk membuat tubuh kembali segar.

Pu-erh Tuocha
Cocok untuk Anda yang senang minum kopi. Rasanya yang kuat dan sederhana namun memiliki kandungan kafein yang cukup nendang! Daun teh hitam ini di pres menjadi sebuah bulatan kecil yang akan mengembang ketika diseduh dengan air panas. Air tehnya berwarna cokelat pekat cenderung kehitaman.

Sencha
Teh hijau yang cukup ringan dengan rasa yang manis dan lembut, tanpa sedikit pun terasa pahit yang kuat seperti teh hijau lainnya. Biasanya menjadi teman saat menyantap sushi atau sebagai menu penutup. Teh hijau ini cocok untuk Anda yang baru belajar untuk meminum teh hijau.


[Sumber: Detik.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-906816693102432991?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/906816693102432991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=906816693102432991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/906816693102432991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/906816693102432991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/01/9-jenis-teh-terbaik-di-dunia.html' title='9 Jenis Teh Terbaik di Dunia'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S11iQp7xGbI/AAAAAAAAAMM/AwA0Q9VBdgQ/s72-c/teh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-4154615687099538730</id><published>2010-01-21T17:31:00.003+07:00</published><updated>2010-01-21T17:36:00.967+07:00</updated><title type='text'>10 Hotel Paling Unik di Dunia</title><content type='html'>10 Hotel Paling Unik di Dunia


Buat Anda yang sudah terbiasa pergi ke berbagai daerah dan tinggal di hotel, mungkin Anda akan cepat merasa bosan jika tinggal di hotel yang standar, walaupun berbagai fasilitas tentu tersedia, tapi mungkin tidak akan seunik hotel-hotel yang ada di bawah ini:

1. Jumbo Hotel (Stockholm)

Penginapan Kapal Terbang Pertama di Dunia

Badan Boeing 747 Jumbo Jet ini hampir dihancurkan sebelum akhirnya diselamatkan menjadi hotel dengan daya tampung 25 kamar, dan didirikan di bandara Arlanda, Stockholm. Tiap kamar ternyata dapat mencapai luas 12 meter persegi lebih, lengkap dengan kamar tidur tingkat, lemari gantung, dan TV layar datar.

Di 'kapal terbang' ini ada area resepsi dan kafe dengan toilet dan tempat mandi (yang artinya Anda harus berbagi kamar mandi atau kamar kecil). Dek tingkat dua berisi ruangan konferensi, sedangkan kokpit pesawat disulap menjadi kamar pengantin. Memang nggak senyaman kamar hotel bintang 5, tapi setidaknya pengalaman yang ada akan jadi luar biasa!

2. Everland (Paris)

Kamar Pribadi yang Bergerak!

Hotel yang satu ini hanya punya satu kamar, lengkap dengan kamar mandi, tempat tidur ukuran besar dan kamar tamu. Bedanya adalah hotel ini juga sebagai instalasi seni, dan hotel ini bergerak. Everland telah 'parkir di tempat-tempat yang luar biasa, seperti dek atas Museum of Contemporary Art di Leipzig, Jerman, atau atap Palais de Tokyo, Paris (dengan pemandangan menara Eiffel yang tidak tertandingi! Harga kamar juga 'tidak terlalu' malah, 333 Euro (sekitar 700 Ribu Rupiah) semalam di hari kerja, dan 444 Euro (sekitar 900 Ribu Rupiah) di akhir minggu!

3. Hôtel de Glace (Kanada)

Dibuat sepenuhnya dari es dan salju

Hotel satu lantai yang unik ini selalu dibangun ulang setiap tahun semenjak tahun 2000. Musim ke 9 HOtel Es ini dimulai pada tanggal 4 Januari 2009 sampai 29 Maret 2009. Hotel ini menjadi hotel musim dingin yang sangat terkenal dan tidak tertandingi. Untuk membangun hotel ini, diperlukan 500 ton es, 150.000 ton salju. Ketinggian langit-langit hotel ini mencapai 6 meter dengan setiap jengkal dinding dihiasi barang seni dan perabotan yang dibuat dari balok Es.

4. Waterworld Hotel (China)

Hotel dengan Tema Air

Kelompok Arstiek Atkin's Architecture Group memenangkan hadiah pertama bagi Kompetisi desain Internasional atas ide cemerlang ini. Tempat ini didesain berada di tambang batu di Songjiang, China. Hotel dengan 400 kamar ini dibuat dengan sangat unik, apalagi dengan tambahan kamar dan beberapa tempat publik bawah air seperti cafe, restoran dan fasilitas olah raga yang membuat tempat ini semakin unik!

5. Sala Silvergruva (Swedia):

Kamar Tunggal di Dalam Tambang Perak

Bayangkan Anda berada di dalam kamar, di kedalaman 155 meter! Di bawah Tanah! Tempat ini adalah bekas tampang terbesar dan salah satu tambang yang masih alami dan utuh. Pada puncak kejayaannya, dalam setahun tambang ini memproduksi 3 ton perak, dan total telah menyumbang 400 ton perak plus 40.000 ton muatan lain yang diambil hanya dengan tangan!

Jadi jika Anda tiba-tiba harus ke kamar mandi di tengah malam, pastikan Anda ingat dan hafal jalan yang Anda lalui, jika tidak Anda bisa tersesat dan tiba-tiba keluar di jalan yang salah. Berabe kan?

6. Capsule Hotel (Belanda)

Hotel dari Kapsul Penyelamat

Kapsul Penyelamat pribadi Anda! Kapsul penyelamat ini disandarkan di The Hague, dan menjadi kamar Anda. Kapsul penyelamat ini sebenarnya adalah kapsul penyelamat di menara pengeboran minyak, yang dibangun pada 1972. Diameter ruangan ini adalah 4,25 meter dan perubahan yang ada hanyalah penambahan gembok dan toilet 'darurat' di dalam kapsul. Memang tidak mewah, tapi setidaknya Anda akan terlindung dari cuaca di dalam kapsul ini.

Pertama kali dioperasikan sebagai proyek seni pada 2004, Denis Oudendijk, pemilik hotel ini sekarang memiliki 8 tipe kapsul yang siap digunakan dan sedang dalam proses penambahan lokasi di beberapa kota seperti Amsterdam dan Nantes, Prancis

7. The De Vrouwe van Stavoren Hotel (Belanda)

Hotel dari Tong Anggur!

Hotel ini dibuat dari tong-tong anggur dari Swiss, yang kemudian diubah menjadi kamar-kamar hotel. Dulunya tong ini diisi dengan 14.500 liter anggur Beaujolais, yang sekarang dibuat dapat menampung dua orang dengan perlengkapan standar, plus kamar mandi dan ruang duduk.

Jika Anda bukan penggemar anggur, maka bau anggur yang ada mungkin akan mengganggu, tapi jika Anda adalah penggemar anggur, maka mungkin kamar hotel ini adalah kamar hotel yang Anda inginkan!

8. Giraffe Manor (Kenya)

Acara Makan Anda Akan Ditemani Jerapah!

Hotel kecil dan eksklusif ini, yang dilingkupi 140 are hutan alami, terletak persis di di luar Nairobi, dan hotel ini terkenal karena kelompok jerapah piaraan mereka. Hotel ini adalah satu-satunya tempat dimana Anda dapat menikmati pengamalan memberi makan dan memotret jerapah dari dekat, dari meja makan Anda! Bahkan terkadang Anda akan disapa jerapah yang melongokkan lehernya ke dalam kamar Anda! Bukan hanya jerapah, hotel ini juga dipenuhi dengan berbagai burung, bahkan beberapa jenis rusa!

9. Das Park Hotel (Austria)

Kamar hotel dari Pipa Beton!

Hotel dengan ruangan 'paling murah', bayangkan saja, kamar hotel ini dibangun dari pipa beton! Bagian pipa seberat 9,5 Ton ini adalah standar pipa yang dipakai sebagai saluran limbah perkotaan. Dengan perbaikan di sana-sini, akhirnya menjadi kamar dengan kasur yang sangat nyaman, mini bar bahkan room servis sampai jam 1 malam. Resepsi tersedia 24 jam dan Anda akan siap menikmati malam nyaman dengan harga yang mudah!

10. Hotel Im Wasserturm (Jerman)

Di Dalam Menara Air

Bangunan tinggi yang menjulang di kota Cologne awalnya adalah menara air terbesar di abad 19 Eropa. Pada 1990, Andrée Putman, seorang desainer asal Prancis, mengubah menara air ini menjadi hotel elegan dengan 78 kamar.

Hotel ini dianggap sebagai hotel monumen, dan atas usahanya yang luar biasa, dengan tanpa mengubah tampilan menara air yang ada, akhirnya hotel ini menerima penghargaan. (Klp/ICH)

Sumber :  Metrotvnews.com &amp; Kapanlagi.com



&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1gt7WZIGcI/AAAAAAAAAME/JCTwn4PhVcg/s1600-h/header.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 30px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1gt7WZIGcI/AAAAAAAAAME/JCTwn4PhVcg/s320/header.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429139848441633218" /&gt;&lt;/a&gt;



&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1gtltzRgmI/AAAAAAAAAL8/6nhjINqXxAA/s1600-h/KLblue.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 147px; height: 48px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1gtltzRgmI/AAAAAAAAAL8/6nhjINqXxAA/s320/KLblue.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429139476768195170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-4154615687099538730?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/4154615687099538730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=4154615687099538730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4154615687099538730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4154615687099538730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/01/10-hotel-paling-unik-di-dunia.html' title='10 Hotel Paling Unik di Dunia'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1gt7WZIGcI/AAAAAAAAAME/JCTwn4PhVcg/s72-c/header.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-3587256593443726455</id><published>2010-01-21T17:28:00.001+07:00</published><updated>2010-01-21T17:30:27.491+07:00</updated><title type='text'>Empat Warisan Dunia yang Ada di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1gst0sjxQI/AAAAAAAAAL0/w5yn9GNZ1RE/s1600-h/ab.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 298px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1gst0sjxQI/AAAAAAAAAL0/w5yn9GNZ1RE/s320/ab.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429138516546405634" /&gt;&lt;/a&gt;



Empat Warisan Dunia yang Ada di Indonesia


Indonesia memiliki 4 Taman Nasional yang masuk dalam warisan dunia yang diakui oleh UNESCO, salah satu badan PBB.

Hutan tropis Indonesia adalah hutan ketiga terluas dunia setelah Brasil dan Republik Demokrasi Kongo. Hutan tropis ini adalah rumah dan persembunyian terakhir bagi kekayaan hayati dunia yang unik.

Hutan tropis Indonesia luasnya 98 juta hektar (estimasi luas hutan tahun 2000). Data yang tercantum dalam dalam buku Potret Keadaan Hutan Indonesia, FWI/GFW 2001, Bogor, Indonesia, keragaman hayati yang ada di hutan-hutan Indonesia meliputi 11% spesies tumbuhan dunia, 10% spesies mamalia, dan 16% spesies burung. Sekitar 17.000 pulau Indonesia memiliki tujuh kawasan bio geografi utama dan keanekaragaman tipe-tipe habitat yang luar biasa.

1. Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo terdiri dari tiga buah pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta 26 buah pulau besar/kecil lainnya. Sebanyak 11 buah gunung/bukit yang ada di Taman Nasional Komodo dengan puncak tertinggi yaitu Gunung Satalibo (± 735 meter dpl). Wilayah darat taman nasional ini 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km².

Keadaan alam yang kering dan gersang menjadikan suatu keunikan tersendiri. Adanya padang sabana yang luas, sumber air yang terbatas dan suhu yang cukup panas; ternyata merupakan habitat yang disenangi oleh sejenis binatang purba Komodo (Varanus komodoensis).

Sebagian besar taman nasional ini merupakan sabana dengan pohon lontar (Borassus flabellifer) yang paling dominan dan khas. Beberapa tumbuhan yang ada di Taman Nasional Komodo antara lain rotan (Calamus sp.), bambu (Bambusa sp.), asam (Tamarindus indica), kepuh (Sterculia foetida), bidara (Ziziphus jujuba), dan bakau (Rhizophora sp.)

Selain satwa khas Komodo, terdapat rusa (Cervus timorensis floresiensis), babi hutan (Sus scrofa), ajag (Cuon alpinus javanicus), kuda liar (Equus qaballus), kerbau liar (Bubalus bubalis), 2 jenis penyu, 10 jenis lumba-lumba, 6 jenis paus dan duyung yang sering terlihat di perairan laut Taman Nasional Komodo

2. Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Terdapat tiga tipe ekosistem di taman nasional ini yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem rawa, dan ekosistem daratan.

Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820. Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis di antaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata) dan berbagai macam jenis anggrek.

Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibi, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicsu), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

3. Taman Nasional Lorentz
Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah

Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.

Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70% dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).

Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

4. Hutan Hujan Tropis Sumatra
Hutan Hujan Tropis Sumatera merupakan rumah bagi berbagai makhluk hidup. Banyak di antaranya yang merupakan spesies hewan yang terancam punah, seperti orang utan Sumatera, harimau Sumatera, kelinci Sumatera, dan badak Sumatera. Di hutan hujan tropis ini juga tumbuh berbagai tumbuhan endemik, seperti kantong semar, bunga terbesar di dunia Rafflesia, dan bunga tertinggi Amorphophallus. (Kpl/ICH)



[Sumber: Metrotvnews.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-3587256593443726455?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/3587256593443726455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=3587256593443726455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3587256593443726455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3587256593443726455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/01/empat-warisan-dunia-yang-ada-di.html' title='Empat Warisan Dunia yang Ada di Indonesia'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1gst0sjxQI/AAAAAAAAAL0/w5yn9GNZ1RE/s72-c/ab.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-1127315685980604907</id><published>2010-01-20T18:57:00.002+07:00</published><updated>2010-01-20T19:03:01.835+07:00</updated><title type='text'>Ernest Douwes Dekker</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1bw11ZdbGI/AAAAAAAAALs/JfgsQML-f_E/s1600-h/180px-Douwes_Dekker.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 195px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1bw11ZdbGI/AAAAAAAAALs/JfgsQML-f_E/s320/180px-Douwes_Dekker.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428791208499309666" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1bw1ishxgI/AAAAAAAAALk/eXGw9tWztJM/s1600-h/douwes-dekker.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1bw1ishxgI/AAAAAAAAALk/eXGw9tWztJM/s320/douwes-dekker.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428791203479012866" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1bw1f3OOlI/AAAAAAAAALc/EkPpZAf9E6w/s1600-h/douwes.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1bw1f3OOlI/AAAAAAAAALc/EkPpZAf9E6w/s320/douwes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428791202718562898" /&gt;&lt;/a&gt;


Ernest François Eugène Douwes Dekker (umumnya dikenal dengan nama Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi; Pasuruan, 8 Oktober 1879–Bandung, 28 Agustus 1950) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.

Beliau adalah putra dari Auguste Henri Edouard Douwes Dekker dan Louisa Margaretha Neumann.

Douwes Dekker masih terhitung saudara dari dari pengarang buku Max Havelaar, yaitu Eduard Douwes Dekker yang juga dikenal sebagai Multatuli seorang tokoh Politik Etis, yang merupakan adik kakeknya. Douwes Dekker juga memiliki darah Indonesia, yaitu dari nenek di pihak ibu, yang merupakan orang Jawa.

Ketika sejumlah orang-orang Indonesia dalam tahun 1908 hendak mendirikan Budi Utomo yang dianggap sebagai perintis gerakan kebangkitan nasional Indonesia, itu diusahakan di rumah Douwes Dekker. Karena menganggap Budi Utomo terbatas pada masalah kebudayaan, maka pada tahun 1912 bersama Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara mendirikan partai politik yang bernama Nationale Indische Partij.

Partai yang anti-kolonial dan bertujuan kemerdekaan Indonesia ini dibubarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda setahun kemudian, 1913. Ki Hajar dan Tjipto Mangunkusumo dibuang ke negeri Belanda. Douwes Dekker ditangkap kemudian dibuang ke Suriname. Meskipun waktunya singkat selama di Indonesia Douwes Dekker mencurahkan pikiran dan kegiatannya demi kemerdekaan Indonesia.

Ia wafat pada tahun 1950 dan dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung. 

Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker (umumnya dikenal dengan nama Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi; lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 8 Oktober 1879 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 29 Agustus 1950 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional Indonesia.

Ia adalah salah seorang peletak dasar nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20, penulis yang kritis terhadap kebijakan pemerintah penjajahan Hindia-Belanda, wartawan, aktivis politik, serta penggagas nama "Nusantara" sebagai nama untuk Hindia-Belanda yang merdeka. Setiabudi adalah salah satu dari "Tiga Serangkai" pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia, selain dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.

Kehidupan pribadi

Ernest adalah anak ketiga (dari empat bersaudara) pasangan Auguste Henri Edouard Douwes Dekker (Belanda totok), seorang broker bursa efek dan agen bank,[1] dan Louisa Margaretha Neumann, seorang indo dari ayah Jerman dan ibu Jawa. Dengan pekerjaannya itu, Auguste termasuk orang yang berpenghasilan tinggi. Ernest, biasa dipanggil Nes oleh orang-orang dekatnya atau DD oleh rekan-rekan seperjuangannya, masih terhitung saudara dari pengarang buku Max Havelaar, yaitu Eduard Douwes Dekker (Multatuli), yang merupakan adik kakeknya.[2] Olaf Douwes Dekker, cucu dari Guido, saudaranya, menjadi penyair di Breda, Belanda.

DD menikah dengan Clara Charlotte Deije (1885-1968), anak dokter campuran Jerman-Belanda pada tahun 1903, dan mendapat lima anak, namun dua di antaranya meninggal sewaktu bayi (keduanya laki-laki). Yang bertahan hidup semuanya perempuan. Perkawinan ini kandas pada tahun 1919 dan keduanya bercerai.

Kemudian DD menikah lagi dengan Johanna Petronella Mossel (1905-1978), seorang Indo keturunan Yahudi, pada tahun 1927. Johanna adalah guru yang banyak membantu kegiatan kesekretariatan Ksatrian Instituut, sekolah yang didirikan DD. Dari perkawinan ini mereka tidak dikaruniai anak. Di saat DD dibuang ke Suriname pada tahun 1941 pasangan ini harus berpisah, dan di kala itu kemudian Johanna menikah dengan Djafar Kartodiredjo, seorang Indo pula (sebelumnya dikenal sebagai Arthur Kolmus), tanpa perceraian resmi terlebih dahulu. Tidak jelas apakah DD mengetahui pernikahan ini karena ia selama dalam pengasingan tetap berkirim surat namun tidak dibalas.

Sewaktu DD "kabur" dari Suriname dan menetap sebentar di Belanda (1946), ia menjadi dekat dengan perawat yang mengasuhnya, Nelly Alberta Geertzema née Kruymel, seorang Indo yang berstatus janda. Nelly kemudian menemani DD yang menggunakan nama samaran pulang ke Indonesia agar tidak ditangkap intelijen Belanda. Mengetahui bahwa Johanna telah menikah dengan Djafar, DD tidak lama kemudian menikahi Nelly, pada tahun 1947. DD kemudian menggunakan nama Danoedirdja Setiabuddhi dan Nelly menggunakan nama Haroemi Wanasita, nama-nama yang diusulkan oleh Sukarno. Sepeninggal DD, Haroemi menikah dengan Wayne E. Evans pada tahun 1964 dan kini tinggal di Amerika Serikat.

Walaupun mencintai anak-anaknya, DD tampaknya terlalu berfokus pada perjuangan idealismenya sehingga perhatian pada keluarga agak kurang dalam. Ia pernah berkata kepada kakak perempuannya, Adelin, kalau yang ia perjuangkan adalah untuk memberi masa depan yang baik kepada anak-anaknya di Hindia kelak yang merdeka. Pada kenyataannya, semua anaknya meninggalkan Indonesia menuju ke Belanda ketika Jepang masuk. Demikian pula semua saudaranya, tidak ada yang memilih menjadi warga negara Indonesia.
[sunting] Riwayat hidup
[sunting] Masa muda

Pendidikan dasar ditempuh Nes di Pasuruan. Sekolah lanjutan pertama-tama diteruskan ke HBS di Surabaya, lalu pindah ke Gymnasium Willem III, suatu sekolah elit di Batavia. Selepas lulus sekolah ia bekerja di perkebunan kopi "Soember Doeren" di Malang, Jawa Timur. Di sana ia menyaksikan perlakuan semena-mena yang dialami pekerja kebun, dan sering kali membela mereka. Tindakannya itu membuat ia kurang disukai rekan-rekan kerja, namun disukai pegawai-pegawai bawahannya. Akibat konflik dengan manajernya, ia dipindah ke perkebunan tebu "Padjarakan" di Kraksaan sebagai laboran.[1] Sekali lagi, dia terlibat konflik dengan manajemen karena urusan pembagian irigasi untuk tebu perkebunan dan padi petani. Akibatnya, ia dipecat.
[sunting] Perang Boer

Menganggur, dan kematian mendadak ibunya, membuat Nes memutuskan berangkat ke Afrika Selatan pada tahun 1899 untuk ikut dalam Perang Boer Kedua melawan Inggris.[2] Ia bahkan menjadi warga negara Republik Transvaal.[1] Beberapa bulan kemudian kedua saudara laki-lakinya, Julius dan Guido, menyusul. Nes tertangkap lalu dipenjara di suatu kamp di Ceylon. Di sana ia mulai berkenalan dengan sastera India, dan perlahan-lahan pemikirannya mulai terbuka akan perlakuan tidak adil pemerintah kolonial Hindia Belanda terhadap warganya.
[sunting] Sebagai wartawan yang kritis dan aktivitas awal

DD dipulangkan ke Hindia Belanda pada tahun 1902, dan bekerja sebagai agen pengiriman KPM, perusahaan pengiriman milik negara. Penghasilannya yang lumayan membuatnya berani menyunting Clara Charlotte Deije, putri seorang dokter asal Jerman yang tinggal di Hindia Belanda, pada tahun 1903.

Kemampuannya menulis laporan pengalaman peperangannya di surat kabar terkemuka membuat ia ditawari menjadi reporter koran Semarang terkemuka, De Locomotief. Di sinilah ia mulai merintis kemampuannya dalam berorganisasi. Tugas-tugas jurnalistiknya, seperti ke perkebunan di Lebak dan kasus kelaparan di Indramayu, membuatnya mulai kritis terhadap kebijakan kolonial. Ketika ia menjadi staf redaksi Bataviaasch Nieuwsblad, 1907, tulisan-tulisannya menjadi semakin pro kaum Indo dan pribumi. Dua seri artikel yang tajam dibuatnya pada tahun 1908. Seri pertama artikel dimuat Februari 1908 di surat kabar Belanda Nieuwe Arnhemsche Courant setelah versi bahasa Jermannya dimuat di koran Jerman Das Freie Wort, "Het bankroet der ethische principes in Nederlandsch Oost-Indie" ("Kebangkrutan prinsip etis di Hindia Belanda") kemudian pindah di Bataviaasche Nieuwsblad. Sekitar tujuh bulan kemudian (akhir Agustus) seri tulisan panas berikutnya muncul di surat kabar yang sama, "Hoe kan Holland het spoedigst zijn koloniën verliezen?" ("Bagaimana caranya Belanda dapat segera kehilangan koloni-koloninya?", versi Jermannya berjudul "Hollands kolonialer Untergang"). Kembali kebijakan politik etis dikritiknya. Tulisan-tulisan ini membuatnya mulai masuk dalam radar intelijen penguasa.[3]

Rumah DD, pada saat yang sama, yang terletak di dekat Stovia menjadi tempat berkumpul para perintis gerakan kebangkitan nasional Indonesia, seperti Sutomo dan Cipto Mangunkusumo, untuk belajar dan berdiskusi. Budi Utomo (BO), organisasi yang diklaim sebagai organisasi nasional pertama, lahir atas bantuannya. Ia bahkan menghadiri kongres pertama BO di Yogyakarta.

Aspek pendidikan tak luput dari perhatian DD. Pada tahun 1910 (8 Maret) ia turut membidani lahirnya Indische Universiteit Vereeniging (IUV), suatu badan penggalang dana untuk memungkinkan dibangunnya lembaga pendidikan tinggi (universitas) di Hindia Belanda. Di dalam IUV terdapat orang Belanda, orang-orang Indo, aristokrat Banten dan perwakilan dari organisasi pendidikan kaum Tionghoa THHK.
[sunting] Indische Partij

Karena menganggap BO terbatas pada masalah kebudayaan (Jawa), DD tidak banyak terlibat di dalamnya. Sebagai seorang Indo, ia terdiskriminasi oelh orang Belanda murni ("totok" atau trekkers). Sebagai contoh, orang Indo tidak dapat menempati posisi-posisi kunci pemerintah karena tingkat pendidikannya. Mereka dapat mengisi posisi-posisi menengah dengan gaji lumayan tinggi. Untuk posisi yang sama, mereka mendapat gaji yang lebih tinggi daripada pribumi. Namun, akibat politik etis, posisi mereka dipersulit karena pemerintah koloni mulai memberikan tempat pada orang-orang pribumi untuk posisi-posisi yang biasanya diisi oleh Indo. Tentu saja pemberi gaji lebih suka memilih orang pribumi karena mereka dibayar lebih rendah. Keprihatinan orang Indo ini dimanfaatkan oleh DD untuk memasukkan idenya tentang pemerintahan sendiri Hindia Belanda oleh orang-orang asli Hindia Belanda (Indiërs) yang bercorak inklusif dan mendobrak batasan ras dan suku. Pandangan ini dapat dikatakan original, karena semua orang pada masa itu lebih aktif pada kelompok ras atau sukunya masing-masing.

Berangkat dari organisasi kaum Indo, Indische Bond dan Insulinde, ia menyampaikan gagasan suatu "Indië" (Hindia) baru yang dipimpin oleh warganya sendiri, bukan oleh pendatang. Ironisnya, di kalangan Indo ia mendapat sambutan hangat hanya di kalangan kecil saja, karena sebagian besar dari mereka lebih suka dengan status quo, meskipun kaum Indo direndahkan oleh kelompok orang Eropa "murni" toh mereka masih dapat dilayani oleh pribumi.

Tidak puas karena Indische Bond dan Insulinde tidak bisa bersatu, pada tahun 1912 Nes bersama-sama dengan Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat mendirikan partai berhaluan nasionalis inklusif bernama Indische Partij ("Partai Hindia").[1][4] Kampanye ke beberapa kota menghasilkan anggota berjumlah sekitar 5000 orang dalam waktu singkat. Semarang mencatat jumlah anggota terbesar, diikuti Bandung. Partai ini sangat populer di kalangan orang Indo, dan diterima baik oleh kelompok Tionghoa dan pribumi, meskipun tetap dicurigai pula karena gagasannya yang radikal. Partai yang anti-kolonial dan bertujuan akhir kemerdekaan Indonesia ini dibubarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda setahun kemudian, 1913 karena dianggap menyebarkan kebencian terhadap pemerintah.

Akibat munculnya tulisan terkenal Suwardi di De Expres, "Als ik eens Nederlander was", ketiganya lalu diasingkan ke Belanda, karena DD dan Cipto mendukung Suwardi.

Dalam pembuangan di Eropa
Universitas Zurich, tempat Ernest Douwes Dekker menempuh pendidikan tingginya.

Masa di Eropa dimanfaatkan oleh Nes untuk mengambil program doktor di Universitas Zürich, Swiss, dalam bidang ekonomi. Di sini ia tinggal bersama-sama keluarganya. Gelar doktor diperoleh secara agak kontroversial dan dengan nilai "serendah-rendahnya", menurut istilah salah satu pengujinya. Karena di Swis ia terlibat konspirasi dengan kaum revolusioner India, ia ditangkap di Hong Kong dan diadili dan ditahan di Singapura (1918). Setelah dua tahun dipenjara, ia pulang ke Hindia Belanda 1920.

Kegiatan jurnalistik dan Peristiwa Polanharjo

Sekembalinya ia ke Batavia setelah dipenjara DD aktif kembali dalam dunia jurnalistik dan organisasi. Ia menjadi redaktur organ informasi Insulinde yang bernama De Beweging. Ia menulis beberapa seri artikel yang banyak menyindir kalangan pro-koloni serta sikap kebanyakan kaumnya: kaum Indo. Targetnya sebetulnya adalah de-eropanisasi orang Indo, agar mereka menyadari bahwa demi masa depan mereka berada di pihak pribumi, bukan seperti yang terjadi, berpihak ke Belanda. Organisasi kaum Indo yang baru dibentuk, Indisch Europeesch Verbond (IEV), dikritiknya dalam seri tulisan "De tien geboden" (Sepuluh Perintah Tuhan) dan "Njo Indrik" (Sinyo Hendrik). Pada seri yang disebut terakhir, IEV dicap olehnya sebagai "liga yang konyol dan kekanak-kanakan".

Sejumlah pamflet lepas yang cukup dikenal juga ditulisnya pada periode ini, seperti "Een Natie in de maak" (Suatu bangsa tengah terbentuk) dan "Ons volk en het buitlandsche kapitaal" (Bangsa kita dan modal asing).

Pada rentang masa ini dibentuk pula Nationaal Indische Partij (NIP), sebagai organisasi pelanjut Indische Partij yang telah dilarang. Pembentukan NIP menimbulkan perpecahan di kalangan anggota Insulinde antara yang moderat (kebanyakan kalangan Indo) dan yang progresif (menginginkan pemerintahan sendiri, kebanyakan orang Indonesia pribumi). NIP akhirnya bernasib sama seperti IP: tidak diizinkan oleh Pemerintah.

Pada tahun 1919, DD terlibat (atau tersangkut) dalam peristiwa protes dan kerusuhan petani/buruh tani di perkebunan tembakau Polanharjo, Klaten. Ia terkena kasus ini karena dianggap mengompori para petani dalam pertemuan mereka dengan orang-orang Insulinde cabang Surakarta, yang ia hadiri pula. Pengadilan dilakukan pada tahun 1920 di Semarang. Hasilnya, ia dibebaskan; namun kasus baru menyusul dari Batavia: ia dituduh menulis hasutan di surat kabar yang dipimpinnya. Kali ini ia harus melindungi seseorang (sebagai redaktur De Beweging) yang menulis suatu komentar yang di dalamnya tertulis "Membebaskan negeri ini adalah keharusan! Turunkan penguasa asing!". Yang membuatnya kecewa adalah ternyata alasan penyelidikan bukanlah semata tulisan itu, melainkan "mentalitas" sang penulis (dan dituduhkan ke DD). Setelah melalui pembelaan yang panjang, DD divonis bebas oleh pengadilan.
[sunting] Aktivitas pendidikan dan Ksatrian Instituut

Sekeluarnya dari tahanan dan rentetan pengadilan, DD cenderung meninggalkan kegiatan jurnalistik dan menyibukkan diri dalam penulisan sejumlah buku semi-ilmiah dan melakukan penangkaran anjing gembala Jerman dan aktif dalam organisasinya. Prestasinya cukup mengesankan, karena salah satu anjingnya memenangi kontes dan bahkan mampu menjawab beberapa pertanyaan berhitung dan menjawab beberapa pertanyaan tertulis.

Atas dorongan Suwardi Suryaningrat yang saat itu sudah mendirikan Perguruan Taman Siswa, ia kemudian ikut dalam dunia pendidikan, dengan mendirikan sekolah "Ksatrian Instituut" (KI) di Bandung. Ia banyak membuat materi pelajaran sendiri yang instruksinya diberikan dalam bahasa Belanda. KI kemudian mengembangkan pendidikan bisnis, namun di dalamnya diberikan pelajaran sejarah Indonesia dan sejarah dunia yang materinya ditulis oleh Nes sendiri. Akibat isi pelajaran sejarah ini yang anti-kolonial dan pro-Jepang, pada tahun 1933 buku-bukunya disita oleh pemerintah Keresidenan Bandung dan kemudian dibakar. Pada saat itu Jepang mulai mengembangkan kekuatan militer dan politik di Asia Timur dengan politik ekspansi ke Korea dan Tiongkok. DD kemudian juga dilarang mengajar.
[sunting] Kegiatan sebelum pembuangan

Karena dilarang mengajar, DD kemudian mencari penghasilan dengan bekerja di kantor Kamar Dagang Jepang di Jakarta. Ini membuatnya dekat dengan Mohammad Husni Thamrin, seorang wakil pribumi di Volksraad. Pada saat yang sama, pemerintah Hindia Belanda masih trauma akibat pemberontakan komunis (ISDV) tahun 1927, memecahkan masalah ekonomi akibat krisis keuangan 1929, dan harus menghadapi perkembangan fasisme ala Nazi di kalangan warga Eropa (Europaeer).

Serbuan Jerman ke Denmark dan Norwegia, dan akhirnya ke Belanda, pada tahun 1940 mengakibatkan ditangkapnya ribuan orang Jerman di Hindia Belanda, berikut orang-orang Eropa lain yang diduga berafiliasi Nazi. DD yang memang sudah "dipantau", akhirnya ikut digaruk karena dianggap kolaborator Jepang, yang mulai menyerang Indocina Perancis. Ia juga dituduh komunis.
[sunting] Pengasingan di Suriname

DD ditangkap dan dibuang ke Suriname pada tahun 1941 melalui Belanda. Di sana ia ditempatkan di suatu kamp jauh di pedalaman Sungai Suriname yang bernama Jodensavanne ("Padang Yahudi").[2] Tempat itu pada abad ke-17 hingga ke-19 pernah menjadi tempat pemukiman orang Yahudi yang kemudian ditinggalkan karena kemudian banyak pendatang yang membuat keonaran.

Kondisi kehidupan di kamp sangat memprihatinkan. Sampai-sampai DD, yang waktu itu sudah memasuki usia 60-an, sempat kehilangan kemampuan melihat. Di sini kehidupannya sangat tertekan karena ia sangat merindukan keluarganya. Surat-menyurat dilakukannya melalui Palang Merah Internasional dan harus melalui sensor.

Ketika khabar berakhirnya perang berakhir, para interniran (buangan) di sana tidak segera dibebaskan. Baru menjelang pertengahan tahun 1946 sejumlah orang buangan dikirim ke Belanda, termasuk DD. Di Belanda ia bertemu dengan Nelly Albertina Gertzema nee Kruymel, seorang perawat. Nelly kemudian menemaninya kembali ke Indonesia. Kepulangan ke Indonesia juga melalui petualangan yang mendebarkan karena DD harus mengganti nama dan menghindari petugas intelijen di Pelabuhan Tanjung Priok. Akhirnya mereka berhasil tiba di Yogyakarta, ibukota Republik Indonesia pada waktu itu pada tanggal 2 Januari 1947.
[sunting] Perjuangan di masa Revolusi Kemerdekaan dan akhir hayat

Tak lama setelah kembali ia segera terlibat dalam posisi-posisi penting di sisi Republik Indonesia. Pertama-tama ia menjabat sebagi menteri negara tanpa portofolio dalam Kabinet Sjahrir III (yang berumur pendek). Selanjutnya berturut-turut ia menjadi anggota delegasi negosiasi dengan Belanda, konsultan dalam komite bidang keuangan dan ekonomi di delegasi itu, anggota DPA, pengajar di Akademi Ilmu Politik, dan terakhir sebagai kepala seksi penulisan sejarah (historiografi) di bawah Kementerian Penerangan. Di mata beberapa pejabat Belanda ia dianggap "komunis" meskipun ini sama sekali tidak benar.

Pada periode ini DD tinggal satu rumah dengan Sukarno. Ia juga menempati salah satu rumah di Kaliurang. Dan dari rumah di Kaliurang inilah pada tanggal 21 Desember 1948 ia diciduk tentara Belanda yang tiba dua hari sebelumnya di Yogyakarta dalam rangka "Aksi Polisionil". Setelah diinterogasi ia lalu dikirim ke Jakarta untuk diinterogasi kembali.

Tak lama kemudian DD dibebaskan karena kondisi fisiknya yang payah dan setelah berjanji tak akan melibatkan diri dalam politik. Ia dibawa ke Bandung atas permintaannya. Harumi kemudian menyusulnya ke Bandung. Setelah renovasi, mereka lalu menempati rumah lama (dijulukinya "Djiwa Djuwita") di Lembangweg.

Di Bandung ia terlibat kembali dengan aktivitas di Ksatrian Instituut. Kegiatannya yang lain adalah mengumpulkan material untuk penulisan autobiografinya (terbit 1950: 70 jaar konsekwent) dan merevisi buku sejarah tulisannya.

Ernest Douwes Dekker wafat dini hari tanggal 29 Agustus 1950 (versi van der Veur, 2006; di batu nisannya tertulis tanggal 28 Agustus 1950) dan dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung.
[sunting] Penghargaan

Jasa DD dalam perintisan kemerdekaan diekspresikan dalam banyak hal. Di setiap kota besar dapat dijumpai jalan yang dinamakan menurut namanya: Setiabudi. Jalan Lembang di Bandung utara, tempat rumahnya berdiri, sekarang bernama Jalan Setiabudi. Di Jakarta bahkan namanya dipakai sebagai nama suatu kecamatan (Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan).

Di Belanda, nama DD juga dihormati sebagai orang yang berjasa dalam meluruskan arah kolonialisme (meskipun hampir sepanjang hidupnya ia berseberangan posisi politik dengan pemerintah kolonial Belanda; bahkan dituduh "pengkhianat").


[sumber: Wikipedia]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-1127315685980604907?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/1127315685980604907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=1127315685980604907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1127315685980604907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1127315685980604907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/01/ernest-douwes-dekker.html' title='Ernest Douwes Dekker'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/S1bw11ZdbGI/AAAAAAAAALs/JfgsQML-f_E/s72-c/180px-Douwes_Dekker.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-5344570995105113041</id><published>2010-01-02T14:50:00.003+07:00</published><updated>2010-01-02T14:58:47.840+07:00</updated><title type='text'>Tahun 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sz78kxVjYVI/AAAAAAAAALU/dkSoMfIEKTQ/s1600-h/New_Year14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sz78kxVjYVI/AAAAAAAAALU/dkSoMfIEKTQ/s320/New_Year14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422048710049882450" /&gt;&lt;/a&gt;



&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sz772rWd0hI/AAAAAAAAALM/OOlBg323dZE/s1600-h/aa11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 274px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sz772rWd0hI/AAAAAAAAALM/OOlBg323dZE/s320/aa11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422047918169117202" /&gt;&lt;/a&gt;






Happy new year 4 aLL...


Semoga di tahun 2010 ini apa yang di cita2 kan akan berhasil, amien...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-5344570995105113041?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/5344570995105113041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=5344570995105113041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/5344570995105113041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/5344570995105113041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2010/01/tahun-2010.html' title='Tahun 2010'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sz78kxVjYVI/AAAAAAAAALU/dkSoMfIEKTQ/s72-c/New_Year14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-7727317174175668644</id><published>2009-12-20T19:27:00.006+07:00</published><updated>2009-12-20T19:52:20.922+07:00</updated><title type='text'>AVATAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4dYHmKztI/AAAAAAAAAK0/OISjPDm-BWk/s1600-h/av1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4dYHmKztI/AAAAAAAAAK0/OISjPDm-BWk/s320/av1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417299701966491346" /&gt;&lt;/a&gt;




&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4dChgj0DI/AAAAAAAAAKs/qeg0PJN1Lvs/s1600-h/av0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4dChgj0DI/AAAAAAAAAKs/qeg0PJN1Lvs/s320/av0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417299330965164082" /&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" 


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4YyQEtY5I/AAAAAAAAAKM/yKZh4IGNCJo/s1600-h/av.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4YyQEtY5I/AAAAAAAAAKM/yKZh4IGNCJo/s320/av.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417294653360530322" /&gt;&lt;/a&gt;



href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4b6rkPZbI/AAAAAAAAAKU/vsSBpheLjys/s1600-h/av1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4b6rkPZbI/AAAAAAAAAKU/vsSBpheLjys/s320/av1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417298096714376626" /&gt;&lt;/a&gt;






Avatar adalah film fiksi ilmiah 3-D yang disutradarai oleh James Cameron. Film ini akan dirilis pada 16 Desember 2009[1][6] oleh 20th Century Fox. Film ini berkisah mengenai konflik di dunia yang jauh yang bernama Pandora, dimana manusia dan penduduk asli Pandora terlibat dalam perang.



&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4ceVMboZI/AAAAAAAAAKk/EmUAXiRX6vg/s1600-h/avv2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4ceVMboZI/AAAAAAAAAKk/EmUAXiRX6vg/s320/avv2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417298709184225682" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4ceLw-z_I/AAAAAAAAAKc/kGIEb8-DM6U/s1600-h/avv.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4ceLw-z_I/AAAAAAAAAKc/kGIEb8-DM6U/s320/avv.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417298706653171698" /&gt;&lt;/a&gt;

Pandora (pengucapan /pænˈdɔərə/ pan-DOHR-ə), adalah bulan fiksi pada film Avatar karya James Cameron dan seting pada permainan video Avatar. Bulan ini mengorbit planet gas raksasa yang bernama Polythemis. Pandora adalah bulan ekstraterestrial yang rindang dengan kehidupan yang unik - banyak makhluk cantik, tetapi banyak juga yang mengerikan. Pandora juga merupakan tempat tinggal suku Na’vi. Mereka adalah suku humanoid yang primitif, tetapi secara evolusi lebih maju dari manusia. Dengan tinggi tiga meter, dengan ekor dan kulit berwarna biru, Na’vi hidup dalam kedamaian.

Ciri paling penting Pandora adalah atmosfer berbasis amonianya. Manusia dapat bertahan di permukaan Pandora tanpa alat pelindung, namun mereka memerlukan persediaan oksigen atau mereka akan tewas. Ciri penting lain yang mengundang manusia datang ke tempat ini adalah mineral langka yang disebut "Unobtainium". Unobtainium memproduksi gaya magnetik yang kuat dan vital untuk memproduksi komponen kapal angkasa Bumi yang maju. Sementara Unobtainium sangat langka di Bumi, jumlah Unobtainium sangat banyak di Pandora.

Vertebrata di Pandora berevolusi hingga memiliki enam kaki (kecuali Na'vi). Hewan terbang memiliki dua sayap dan empat kaki.

Pernyataan paling pas untuk 20th Century Fox untuk film fiksi ilmiah "Avatar," di antara film paling mahal yang pernah dibuat. Meskipun banyak skeptis, tapi pihak studio berpikir dapat menghasilkan keuntungan, sebagian karena otak dari pencipta film tersebut adalah James Cameron kekuatan pendorong di belakang film besar TITANIC. Budget 500 juta dollar untuk biaya produksi dan pemasaran merupakan rekor untuk film termahal saat ini, rekor ini mengalahkan film Pirate Caribean 3 yang menghabiskan total budjet 300 jt dollar.

Tabloid terlaris di Inggris, The Sun, menyebut Avatar sebagai film paling memesona dekade ini. "Adegan perang pada akhir babak yang panjangnya 20 menit benar-benar menakjubkan."



" Avatar menceritakan perang untuk mempertahankan hidup antara kaum Na'vi yang tinggal di hutan, melawan operasi pertambangan kolonial di planet mereka. Seorang mantan marinir pincang dipilih untuk membina kontak dengan orang-orang misterius yang dikendalikan Avatar dari jarak jauh. Mantan Marinir tersebut secara tidak sengaja terjebak dalam usaha untuk menempati dan mengeksploit sebuah planet eksotik yang kaya akan sumber daya alamnya. Dan usaha mereka itu akhirnya bersinggungan dengan ras lain yang akan merebut sumber daya tersebut dan terjadilah perang antar ras demi bertahan hidup. Disinilah kita menyadari bahwa betapa berharganya Planet yang kita diami dan kita harus memperjuangkan demi anak cucu kita kelak "

Meskipun diperkirakan budjet setengah miliar dolar ( 500 juta dollar ) yang dihabiskan pada produksi dan pemasaran, "Avatar" mungkin membawa risiko keuangan sedikit mengejutkan untuk perusahaan induk Fox.. dimana mereka harus memastikan bahwa modal yang dikeluarkan sebanding dengan pendapatan yang diterima.. Diharapkan, film avatar akan mengumpulkan 250 juta dollar untuk pemutaran di Amerika, belum ditotal dari pemutaran dari bioskop di seluruh dunia,



Jika resensi perdana dan buzz twitter dianggap indikasinya, studio film 20th Century Fox diyakini akan meraup keuntungan sangat banyak. James Cameron telah membuktikan dirinya bahwa dia memang rajanya dunia [film]," sanjung surat kabar The Hollywood Reporter. Sementara jejaring sosial twitter mengutipkan komentar-komentar para jurnalis. "James Cameron benar-benar jenius! Saya tak bisa ngomong apa-apa lagi, keren habis, saya suka banget," tulis Alex Billington dalam laman film FirstShowing.net.

Majalah Empire memberi lima bintang penuh kepada film ini seraya menyebutnya sebagai sebuah "kerja dengan ganjaran luar biasa besar," di mana teknologi baru telah memudahkan para sutradara berkreasi.

Mark Brown dari The Guardian, London, menulis di edisi Kamis koran itu bahwa Avatar benar-benar lebih hebat dari perkiraan. Film ini mengagumkan dan kisahnya mengena sekali, meski murahan di banyak bagian.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4dYjd4WnI/AAAAAAAAALE/tmpAJBsEj_8/s1600-h/av4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4dYjd4WnI/AAAAAAAAALE/tmpAJBsEj_8/s320/av4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417299709447920242" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4dYUx7FCI/AAAAAAAAAK8/2c2eXQlp9J0/s1600-h/av2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4dYUx7FCI/AAAAAAAAAK8/2c2eXQlp9J0/s320/av2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417299705505453090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-7727317174175668644?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/7727317174175668644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=7727317174175668644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7727317174175668644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7727317174175668644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/12/avatar.html' title='AVATAR'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Sy4dYHmKztI/AAAAAAAAAK0/OISjPDm-BWk/s72-c/av1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-4375804392191567940</id><published>2009-12-20T17:06:00.000+07:00</published><updated>2009-12-20T17:07:33.074+07:00</updated><title type='text'>Aceh dan Melayu</title><content type='html'>Darwis A Soelaiman - Opini
“Melayukah Aceh atau Acehkah Melayu?” tulis Kamaruzzaman Bustaman Ahmad KBA) dalam Serambi (12/12/2009). Pandangannya bahwa Aceh bukanlah Melayu. Malah dikatakan tidak ada hubungan sama sekali dengan Melayu. Ia juga mempertanyakan mengapa Malaysia menganggap Aceh sebagai Melayu sementara  konsep Melayu itu sendiri di Malaysia katanya sedang bermasalah. Terkesan KBA mengacaukan istilah Malaysia sebagai satu Negara (konsep politik) dengan istilah Melayu sebagai sebuah konsep kebudayaan. Dengan merujuk kepada Konstitusi Malaysia, dikatakan bahwa definisi Melayu adalah:  yang berbahasa Melayu, yang beragama islam, dan lahir sebelum tahun 1957 di Malaysia. Syarat itu tentu  menunjuk kepada “orang”, yaitu sebagai syarat untuk etnis Melayu sebagai warga negara Malaysia, bukan menunjuk pada definisi atau identitas Melayu. Artinya etnis Melayu sebagai warganegara Malaysia adalah mereka yang berbahasa Melayu, beragama Islam, dan lahir di Malaysia, untuk membedakannya dengan etnis lain (Cina, India, dll.) yang juga warganegara Malaysia.

Mengacaukan pengertian Melayu sebagai entitas budaya dengan istilah Malaysia sebagai entitas politik sebuah Negara, saya kira suatu kekeliruan logic. Maka tak heran apabila dalam tulisannya itu kita temukan pernyatan-pernyataan yang tidak logis atau rasionalnya tidak jelas, malahan kebenarannya masih debatable, (masih dapat diperdebatkan). Misal disebutkan, bahwa “beberapa tahun terakhir, Malaysia selalu mengajak Aceh sebagai bagian dari peradaban Melayu pra kemerdekaan mereka. Para pemimpin Aceh bangga sekali dengan ajakan ini,  bahkan pernah digelar Kongres Melayu Raya di Banda Aceh. Karena kemesraan sejarah inilah seolah-olah Aceh dan Melayu adalah satu.”

Kalaulah orang Aceh bangga menjadi bagian dari alam Melayu, maka saya kira itu bukanlah karena ajakan bangsa Malaysia, tetapi memang karena Aceh adalah Melayu dan sudah sejak lama menjadi bagian dunia Melayu. Jika dikatakan “kalau dilihat lebih seksama kebudayaan Melayu itu tidak ada kaitannya dengan tanah Aceh, melainkan dengan Pattani dan tanah Jawa.Sejarah Melayu versi Malaysia banyak diberitakan yang bersumber pada kitab Negarakertagama. Artinya walaupun ada hubungan kerajaan atau peperangan dengan kerajaan Aceh Darussalam, namun Kerak Peradaban Melayu (KPM) di Malaysia tidak ada hubungan dengan Kerak Peradaban Aceh (KPA).. Sayangnya, setelah melihat kegemilangan Malaysia saat ini, KPA mulai menghilang”.

Pada bagian lain juga dikatakan bahwa “orang Aceh bangga di klaim sebagai bagian dari Melayu, padahal orang Melayu tidak pernah bangga menjadi bagian dari KPA”. Ia mencontohkan tari-tarian Aceh yang tidak akan pernah dijumpai di dalam sejarah tarian Melayu di Malaysia. Saya kira ungkapan-ungkapan itu tidak menjelaskan  mengenai identitas Melayu dan identitas Aceh  sehingga tidak cukup  alasan untuk mengatakan bahwa Aceh tidak ada hubungan sama sekali dengan Melayu atau Aceh bukan Melayu. Justru terkesan adanya “sentiment” terhadap negeri Malaysia apabila dikaitkan dengan ungkapannya bahwa “identitas Aceh ingin dikuburkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan social politik di rantau Asia Tenggara”. Juga bila disimak kesimpulannya di akhir tulisan bahwa “kalau Aceh adalah Melayu  maka  30 tahun yang akan datang   ilmu tentang Aceh harus dipelajari di Semenanjung Melayu dan itu adalah kecelakaan sejarah yang paling fatal bagi Aceh”.

Mengapa harus demikian? Apa hubungannya kemajuan yang dicapai Malaysia dengan hilangnya KPA? Mengapa kita harus mempelajari Aceh ke negeri jiran itu  kalau Aceh adalah Melayu? Dan siapa sesenarnya pihak tertentu yang ingin menguburkan identitas Aceh?  Inilah yang saya maksudkan sebagai kekeliruan logic. Sebab Melayu bukanlah hanya Malaysia, dan karena semuanya itu tidak menjelaskan klaimnya bahwa Aceh bukanlah Melayu atau tidak ada hubungan sama sekali dengan Melayu. Apalagi kalau disimak unggapannya yang berikut ini:  “Jika ditilik dari sejarah, tanah Melayu memang tempat pertemuan beberapa budaya, mulai budaya jawa, Thai, hingga Aceh. Karena itu keaslian
Melayu di Malaysia masih diperdebatkan oleh para peneliti. Untuk mengamankan identitas Melayu, pihak Malaysia berhenti di depan konstitusi sebagai orang Melayu yang sah”. Memang identitas Melayu di negeri jiran itu sedang  bermasalah, yaitu semakin terdesaknya penggunaan bahwa Melayu oleh penggunaan bahasa Inggeris, yang suatu ketika bahasa Melayu akan ditinggalkan oleh orang Melayu Malaysia. Gejala yang sama dapat juga terjadi di Aceh, di Sunda, dan daerah lain di Indonesia. Melayu adalah konsep kebudayaan.

Sebagai konsep maka identitas Melayu adalah:  Melayu dalam bahasa dan adat istiadat, serta Islam dalam agama. Karena itu seringkali  Melayu diidentikkan dengan Islam, dan kebudayaan yang berteraskan Islam adalah kebudayaan Melayu. Kebudayaan Aceh adalah kebudayaan Melayu dan berteraskan Islam, dan secara umum disebutkan bahwa Aceh adalah Melayu. Demikian pula halnya dengan orang-orang di Malaysia, Riau, Bugis, Jawa, Srilangka, Pattani, Pilipina Selatan, Madagaskar, Cape Town Afrika Selatan, Walaupun dari negara yang berbeda-beda, semua mereka itu  adalah Melayu, karena mereka beragama Islam dan berkebudayaan (berbahasa dan beradat istiadat) Melayu,  di samping tentu saja mereka juga menggunakan bahasa nasional mereka sendiri. Mereka berada di negeri-negeri itu karena diaspora Melayu sejak lama. Itulah Dunia Melayu, dan Aceh adalah bagian dari Dunia Melayu.

Menurut para ahli bahwa aemenanjung Malaya dan kepulauan Indonesia dalam dua gelombang. Gelombang pertama disebut Melayu Tua (antara 1000-2500 SM) dan gelombang kedua Melayu Muda (sekitar 300 SM). Menurut Mohammad said dalam bukunya Aceh Sepanjang Abad, pendatang gelombang pertama termasuk orang Batak dan orang Gayo, dan yang datang pada gelombang kedua termasuk penduduk yang tinggal di pesisir Aceh dan Sumatera. Pada masa itu belum ada kebudayaan  Melayu seperti sekarang dan belum ada agama Islam. Orang Melayu yang ada di pulau Sumatera itu mula-mula berkepercayaan animime dan dinamisme, dan kemudian sebelum datangnya Islam diantara mereka ada yang sudah mendapat pengaruh dari kebudayaan Hindu dan Budha. Orang-orang Melayu dari Sumatera Selatan, Riau,  dan Sumatera Barat ada yang pergi ke semenanjung Malaya, mula-mula bermukim di
daerah pesisir yaitu di Melaka dan Singapura. Jadi bangsa Melayu itu asalnya bukanlah dari semenanjung yang sekarang bernama Malaysia.

Profesor Ismail Hussein, budayawan Malaysia asal Aceh, mengatakan bahwa Melayu itu lebih merupakan satu kebudayaan bukannya satu kumpulan etnis yang seketurunan darahnya. Dan yang menjadi asas kepada kebudayaan Melayu itu tentulah bahasa Melayu. Sekarang pun ukuran mutu kemelayuan di pelbagai daerah Melayu, selalu dibuat atas dasar kesetiaan kepada bahasa dan adat istiadat Melayu dan bukannya atas dasar keturunan darah. Merujuk kepada  R.Roolvink, dikatakannya bahwa dimasa lampau istilah Melayu kadangkala disamakan dengan istilah Jawi. Suku bangsa Aceh, Gayo dan suku bangsa lain di utara Sumatera menggunakan bahasa Jawi, yaitu bahasa Melayu dan menamakan dirinya sebagai orang jawi atau Melayu. Dikatakan pula bahwa sejak awal abad ke-17 istilah Melayu telah bermakna lebih luas, merangkumi suku-suku bangsa serumpun. Dalam artinya yang luas itu Melayu sinonim
dengan Melayu-Polinesia.

 Ketika masyarakat Aceh sudah memeluk agama Islam, maka pada abad ke 16 Aceh menjadi suatu bangsa yang berperadaban tinggi di kepulauan nusantara ini. Kerajaan Aceh Darussalam merupakan salah satu dari lima  kerajaan islam di dunia pada masa itu. Bahasa Melayu dipakai sebagai lingua franca, serta bahasa diplomasi dan bahasa ilmu pengetahuan. Banyak buku ilmu pengetahuan dan kitab agama dikarang dalam bahasa Melayu di samping dalam bahasa Arab. Bahasa Melayu yang kemudian oleh bangsa Indonesia dipakai sebagai bahasa nasional adalah bahasa Melayu yang asalnya disebut bahasa Melayu Pasai atau bahasa Jawi dari Aceh.

Dengan  uraian di atas barangkali cukup alasan untuk mengatakan bahwa Kerak Peradaban Aceh (KPA) adalah Melayu dan Islam, dan Aceh adalah bagian dari istilah Melayu yang lebih luas  yaitu Dunia Melayu yang mecakup orang-orang yang bermukim di kepulauan Melayu dan di kepulauan Polinesia, dan Aceh telah sangat berperan dalam pengembangan bahasa Melayu dan agama islam sebagai identitas Melayu. Dalam artikelnya itu KBA memperkenalkan istilah KPA, tetapi sama sekali tidak menjelaskan apa Kerak Peradaban Aceh (KPA) itu.  Maka  saya duga bahwa menurut KBA bahwa KPA itu ada hubungannya dengan bangsa Arab, dengan menyimak yang ditulisnya : “Karena itu pula ulama dari Mekkah dan Madinah lebih tertarik ke Aceh daripada ke Semenanjung Melayu, karena mereka paham
betul bahwa ada KPA di ujung pulau Sumatera ini yang memiliki kaitan kuat dengan kerak peradaban mereka di Timur Tengah. Ini disebabkan oleh asal usul orang Aceh berasal dari bangsa yang paling terhormat di dunia”.

Benarkah demikian? Bukankah bangsa Arab hanya salah satu  bangsa pendatang ke Aceh  di samping orang dari India dan orang Melayu asli yang sudah datang ke Aceh lama sebelum mereka yang dari Timur Tengah itu datang?  Mungkin yang dimaksud dengan kerak peradaban itu  adalah Islam, tetapi mungkin juga belum tentu,  karena tidak sekalipun dalam tulisan itu penulis menyebut kata Islam atau agama Islam, dan mungkin saja kerak peradaban Timur Tengah yang dimaksudkan itu adalah sesuatu sebelum ada Islam.

Prof Dr Darwis A Soelaiman, MA, adalah Direktur Eksekutif Pusat Studi Melayu Aceh (PUSMA). 


[Sumber: Serambinews.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-4375804392191567940?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/4375804392191567940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=4375804392191567940' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4375804392191567940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4375804392191567940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/12/aceh-dan-melayu.html' title='Aceh dan Melayu'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-8202617121427466446</id><published>2009-12-12T11:54:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T11:55:06.102+07:00</updated><title type='text'>Melayukah Aceh atau Acehkah Melayu?</title><content type='html'>Melayukah Aceh atau Acehkah Melayu?
Oleh Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad
Opini
PEMERINTAH Malaysia memberi anugerah Tun Perak kepada wakil pemerintahan Aceh (Wagub Muhammad  Nazar). Ini mengingatkan  saya pada Manohara ketika diberikan gelar bangsawan oleh pihak Kraton di Jawa Tengah. Bedanya memang cukup signifikan, Muhammad Nazar dalam budaya Melayu, sedang Manohara dalam budaya Jawa.

Saya tidak ingin mengomentari gelar Tun Perak juga pidato Wagub yang dimuat utuh Harian Aceh (8/12/2009), sebab itu sebagai satu peristiwa sejarah bagi pemerintahan Aceh era IRNA (Irwandi dan Nazar). Justru yang menarik adalah upaya Malaysia untuk terus menerus menganggap Aceh sebagai Melayu. Pada saat yang sama, konsep Melayu di Malaysia sendiri masih bermasalah.

Usaha Malaysia ini berhasil ketika beberapa tahun terakhir selalu melibatkan Aceh untuk mempertahankan identitas Melayu-Tradisional mereka. Sebab, di dalam konstitusi Malaysia, definisi Melayu adalah (1) yang berbahasa Melayu; (2) beragama Islâm; (3) lahir sebelum 1957 di Malaysia. Dari definisi ini kelihatan bahwa Aceh sama sekali bukan Melayu di dalam konteks konstitusi Malaysia, kecuali beberapa orang Aceh yang lahir di Malaysia. Bahkan beberapa keluarga mereka sama sekali masih berbahasa Aceh (bukan bahasa Melayu!) baik sesama keturunan Aceh atau di dalam keluarga mereka sendiri. Ini mirip dengan keluarga Jawa di Johor yang masih menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari.

Di Malaysia ada sebutan cukup rasis dalam mengeluarkan dari suku melayu, seperti indon (untuk orang Indonesia), mamak (untuk orang India), bangla (untuk orang Bangladesh). Sementara bagi orang Cina yang baru masuk Islâm dipanggil dengan istilah mat soh. Adapun untuk orang kulit putih dikenal dengan sebutan mat saleh. Demikianlah sikap rasis negeri Melayu ini terhadap para pendatang. Sehingga muncul istilah baru bagi orang Melayu di Malaysia yaitu Other Malays (orang Melayu yang lain) yang menerima sikap rasis dari Melayu versi konstitusi.

Menarik lagi ketika beberapa tahun terakhir, Malaysia selalu ‘mengajak’ Aceh sebagai bagian dari peradaban Melayu pra-kemerdekaan mereka. Sehingga para pemimpin Aceh bangga sekali dengan ajakan ini. Bahkan pernah digelar konggres Melayu Raya di Banda Aceh. Pemerintah Malaysia sama sekali sudah meninggalkan konsep ini dengan mengedepankan istilah identitas baru yakni Malaysia is Truly Asia (Malaysia adalah benar-benar Asia). Karena kemesraan sejarah inilah seolah-olah Aceh dan Melayu adalah satu. Bahkan pandangan yang paling lazim adalah bahasa Pasai sebagai bahasa Peradaban Melayu. Upaya yang dilakukan oleh Malaysia ini pernah diterapkan pada negeri Pattani, namun gagal karena konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut, sehingga akar Melayu yang diinginkan oleh Malaysia tidak begitu berhasil. Akan sentimen Melayu ini masih muncul di Pattani, Yala dan Narathiwat. Namun dalam konteks Aceh seakan-akan sangat menjanjikan.

Jika ditelisik secara seksama Aceh merupakan satu entitas peradaban tersendiri yang tidak ada hubungan  entitas Melayu. Identitas sebagai peradaban dunia inilah yang ingin dikuburkan  oleh pihak tertentu untuk kepentingan sosial politik identitas di rantau Asia Tenggara. Malaysia saat ini memang sedang mengalami persoalan identitas atau referensi keaslian budaya mereka, apalagi ketika beberapa negeri mereka dikuasai oleh pihak Cina berikut kebudayaan mereka. Demikian juga kegelisahan akan putra-putri mereka di dalam berbahasa Melayu dialek Indonesia, karena tidak sendikit rumah tangga mereka ditunggui oleh wanita Indon dan menonton sinetron Indonesia. Mereka tentu saja tidak ingin seperti Singapura yang sudah berhasil menguburkan identitas Melayu. Sehingga

Malaysia selalu mencari akar budaya yang kuat, termasuk ingin mengklaim beberapa budaya Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Namun karena pihak Jawa mengerti betul pola ini, maka mereka sangat menentang sikap Malaysia tersebut dengan sambutan Ganyang Malaysia.  Terkait dengan Aceh yang memiliki sistem kebudayaan yang sama sekali berbeda dengan Melayu juga diusahakan untuk dikaburkan dan dikuburkan. Sistem kebudayaan dimaksud, mencakup tiga hal; bahasa (bahasa Aceh), sejarah (Aceh memiliki sejarah sendiri), kebudayaan (Aceh memiliki kebudayaan sendiri). Kalau dilihat lebih seksama kebudayaan Melayu itu tidak ada kaitannya dengan Tanah Aceh, melainkan dekat dengan Pattani dan Pulau Jawa. Orang Negeri Sembilan kebanyakan berasal dari Minangkabau. Orang Johor dan Selangor tidak sedikit berasal dari Jawa. Sedangkan Pulau Pinang memang menurut sejarah diciptakan sebagai kawasan perdagangan.

Orang Aceh yang masih berbahasa Aceh bisa dijumpai di Kedah. Bahkan sejarah Melayu versi Malaysia lebih banyak diberitakan yang bersumber pada kitab Negarakertagama. Artinya walaupun ada hubungan kerajaan atau peperangan dengan Kerajan Aceh Darussalam, namun Kerak Peradaban Melayu (KPM) di Malaysia tidak ada hubungannya dengan Kerak Peradaban Aceh (PKA). Garis peradaban mereka bersinggungan dengan Jawa-Sriwijaya (Palembang dan Jambi) -Temasek (Singapura) -Nakhorn Sri Thammarat (Thailand).

Inilah kelalaian para penulis Aceh di dalam menulis identitas peradaban sendiri. Dulu para penulis Aceh telah menghasilkan kitab-kitab untuk digunakan sebagai pedoman kebudayaan Aceh dengan segala keontentikannya, dimana beberapa sariannya belakangan dijadikan sebagai kerak peradaban Melayu-Malaysia. Namun sayangnya setelah melihat kegemilangan Malaysia saat ini, KPA (Kerak Peradaban Aceh) mulai menghilang.

Orang Aceh agaknya bangga diklaim sebagai bagian dari Melayu. Padahal orang Melayu tidak pernah bangga menjadi bagian dari KPA. Sebagai contoh kecil, tarian seudati, ranup lampuan, ratoh duk, tarian seribu tangan, saman tidak akan pernah dijumpai di dalam sejarah tarian Melayu di Malaysia. Mereka hanya memiliki tarian zikir hulu yang berkembang di Kelantan dan Terengganu. Tarian-tarian Melayu di Malaysia lebih mirip dengan tarian Melayu-Riau. Sedangkan di Sabah dan Serawak budaya mereka lebih dekat ke budaya di pulau Kalimantan. Dari segi pakaian adat orang Aceh, jika dibuka lagi sejarah KPA maka akan terkuak bahwa adat pakaian orang Aceh sama sekali berbeda dengan orang Melayu.

Salah satu pepatah Melayu adalah lembu punya susu, sapi punya nama. Artinya kita yang memiliki KPA jangan sampai diklaim sebagai bagian dari kebudayaan wangsa lain. Jika ditilik dari sejarah, tanah Melayu memang tempat pertemuan beberapa budaya, mulai budaya Jawa, Thai, hingga Aceh. Karena itu keaslian Melayu di Malaysia masih diperdebatkan oleh para peneliti. Untuk mengamankan identitas Melayu, pihak Malaysia berhenti di depan konstitusi sebagai orang Melayu yang sah. Inilah kegusaran pendiri bangsa Malaysia ketika merumuskan konsep negara Malaysia, supaya suku-suku lain mendapat tempat di dalam konstitusi Malaysia. Namun puak Melayu tetap diutamakan sebagai bumiputera. Sebagai bukti kegusaran ini adalah munculnya kerusuhan besar-besaran pada tahun 1969 akibat dari pergesekan identitas Melayu dengan identitas lainnya (Cina).  Namun kita orang Aceh tanpa memahami pergumulan atau konflik identitas ingin menyandingkan dengan budaya berada dibawah kita.

Saat ini upaya untuk menggali KPA sudah hilang seiring gencarnya upaya Malaysia memelayukan Aceh dan upaya orang Aceh memelayukan diri mereka sendiri. Dalam beberapa literatur sejarah (mulai dari Denys Lombard hingga Tgk Chik Kutakarang) yang  sangat jelas diterangkan bahwa Aceh merupakan sebuah peradaban sendiri yang megah. Sulit mencari raja sekaliber Iskandar Muda di Tanah Melayu. Sulit mencari kitab sebanding dengan Sirat al-Mustaqim (karya Syaikh Nurdin Ar-Raniry) dan Tarjuman Mustafid  dan Mir’at Tulllab ( karya Syaikh Abdur Rauf al-Singkili) di dalam sejarah Malaysia. Karena itu pula ulama dari Mekkah dan Madinah lebih tertarik ke Aceh daripada ke semenanjung Melayu, karena mereka paham betul bahwa ada KPA di ujung pulau Sumatra ini memiliki kaitan yang kuat dengan kerak peradaban mereka di Timur Tengah. Ini disebabkan oleh asal usul orang Aceh berasal dari wangsa yang paling terhormat di dunia. Kita khawatir dengan perebutan gelar dan simbol, marwah dan martabat wangsa Aceh menjadi seperti yang terjadi hari ini.

Karena itu kita mengharapkan adanya pengetahuan sejarah identitas yang komprehensif di Aceh. Sejauh pengetahuan saya, tidak ada pelajaran KPA mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi di Aceh. Suku Dayak yang masih tinggal di tengah hutan sudah menggagas Dayakologi untuk menjadi sebuah ilmu seluk beluk mengenai kehidupan orang Dayak. Sedangkan Aceh belum berani memunculkan Acehnologi (ilmu tentang seluk beluk Aceh). Adapun suku Jawa telah membenamkan kerak peradaban mereka ke seluruh Indonesia, termasuk kehidupan masyarakat Aceh. Karena kealpaan dan kelalaian inilah maka tidak mengejutkan persoalan identitas wangsa Aceh akan dikaburkan beberapa tahun yang akan datang.

Upaya menelusuri KPA melalui Acehnologi ini perlu dipertimbangkan. Di Aceh misalnya tidak sedikit gelar bangsawan yang punya makna identitas kebudayaan Aceh. Namun gelar dan atribut tersebut tidak lagi dipandang perlu dan digunakan oleh beberapa artis ibukota. Orang Aceh bangga dan tidak pernah merasa malu akan larinya makna KPA tersebut.  Di Aceh tidak sedikit gaya bahasa Aceh yang penuh dengan estetika dan semiotik, namun sama sekali tidak menjadi pelajaran penting di sekolah atau perguruan tinggi. Tidak ada jurusan Studi Aceh (Aceh Studies) di Perguruan Tinggi Aceh. Bahkan generasi muda susah berbahasa Aceh. Perihal Acehnologi memang masih sangat tabu ibarat pijet dalam kasoe brok. Ini disebabkan oleh format dan struktur identitas Aceh sudah menghilang, kecuali simbol-simbol saja untuk keperluan Qanun Adat Istiadat yang kemudian disimpan di dalam lemari. Karena itu tidak mengejutkan jika 30 tahun yang akan datang ilmu tentang seluk beluk Aceh harus dipelajari di Semenanjung Melayu, karena Aceh adalah Melayu. Inilah kecelakaan sejarah yang paling fatal bagi wangsa Aceh.

* Penulis adalah antropolog tinggal di Banda Aceh. 

[Sumber: Serambinews.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-8202617121427466446?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/8202617121427466446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=8202617121427466446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8202617121427466446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8202617121427466446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/12/melayukah-aceh-atau-acehkah-melayu.html' title='Melayukah Aceh atau Acehkah Melayu?'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-66373998012238604</id><published>2009-11-24T15:40:00.003+07:00</published><updated>2009-11-24T15:46:48.597+07:00</updated><title type='text'>Severn Cullis-Suzuki – Seorang Aktivis Muda Lingkungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwudQFffbzI/AAAAAAAAAKE/WbA_T1qhFrc/s1600/a2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwudQFffbzI/AAAAAAAAAKE/WbA_T1qhFrc/s320/a2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407588677266140978" /&gt;&lt;/a&gt;

Sewaktu umur 12 tahun




&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwudJ7lsFHI/AAAAAAAAAJ8/BIdL-hqaBj0/s1600/a1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 319px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwudJ7lsFHI/AAAAAAAAAJ8/BIdL-hqaBj0/s320/a1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407588571528565874" /&gt;&lt;/a&gt;


Severn Cullis-Suzuki adalah salah seorang pemerhati masalah Lingkungan Hidup yang concern dengan isu Pemanasan Global. Ia dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup, pembicara, pemandu acara televisi dan pengarang. Severn Suzuki memulai karirnya sejak umur 9 Tahun dengan mendirikan organisasi pemerhati lingkungan untuk Anak-anak. Hingga kini Ia sudah berkeliling dunia untuk berbicara tentang masalah lingkungan hidup yang sudah semakin memprihatinkan.

Biografi Severn Cullis-Suzuki

Severn Cullis-Suzuki atau lebih dikenal dengan nama Severn Suzuki dilahirkan di Vancouver, Canada. Ibunya adalah seorang penulis bernama Tara Elizabeth Cullis dan Ayahnya adalah David Suzuki, seorang aktivis lingkungan hidup. Ketika bersekolah di Lord Tennyson Elementary School, Ia mendirikan Environmental Children’s Organization (ECO), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk belajar dan mengajar Anak-anak tentang masalah lingkungan Hidup.

Di tahun 1992, Ia bersama teman-teman ECO mengumpulkan dana untuk bisa menghadiri World Summit di Rio De Jeneiro. Bersama anggota ECO lainnya, Michelle Quigg, Vanessa Suttie, dan Morgan Geisler, Severn Suzuki menyajikan pidato tentang masalah lingkungan hidup dari perspektif Anak-anak di depan delegasi negara-negara. Bayangkan umur 12 tahun membawakan pidato di depan orang-orang penting di dunia. Pidato Severn Suzuki ini berhasil mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para delegasi.

Tahun 1993, Ia mendapatkan penghargaan dari United Nations Environment Programme yaitu Global 500 Roll of Honour. Prestasi lain, yaitu diterbitkannya buku 30 halaman oleh Doubleday berjudul Tell The World yang berisi panduan lingkungan untuk keluarga. Suzuki berhasil meraih gelar kesarjanaannya bidang ekologi dan biologi revolusioner di Universitas Yale tahun 2002. Tahun 2002 juga ia menjadi pemandu Acara Suzuki’s Nature Quest, sebuah acara anak-anak yang disiarkan oleh Discovery Channel.

Sampai saat ini, Severn Suzuki masih aktif terlibat dan mengembangkan proyek-proyek lingkungan Hidup, seperti The Skyfish Project walaupun dibubarkan tahun 2004 karena Severn Suzuki melanjutkan sekolahnya. Ia juga sempat berbicara di forum lingkungan hidup seperti World Summit on Sustainable Development di Johannesburg pada bulan Agustus 2002.

Pidato ECO di World Summit 1992

Salah satu prestasi besar dari Severn Suzuki adalah membawakan pidato atas nama ECO di depan peserta World Summit tahun 1992. Pidato ini berhasil membungkam para delegasi karena anak 12 tahun memiliki pemikiran yang jauh ke masa depan tentang masalah lingkungan hidup. Berikut adalah terjemahan pidato Severn Suzuki di World Summit 1992 (sumber The Collage Foundation).

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization

Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak” berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quigg dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak” yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang” yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan”nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang” dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang” liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu”. tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal” tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya..

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah” kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan” salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang” yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki” dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara” di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda,komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak” yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak” jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak” tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak” yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.

Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak” anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak” mereka dengan mengatakan ” Semuanya akan baik-baik saja “. ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan’ dan ‘ ini bukanlah akhir dari segalanya’

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata ‘ kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu bukan oleh kata” mu ‘

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata” tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang” penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.

dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..

” Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isinya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “.

Versi video bisa dilihat di Youtube : Severn Cullis-Suzuki’s speech at UN Earth Summit 1992

Sumber artikel : http://en.wikipedia.org/wiki/Severn_Cullis-Suzuki&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-66373998012238604?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/66373998012238604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=66373998012238604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/66373998012238604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/66373998012238604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/11/severn-cullis-suzuki-seorang-aktivis.html' title='Severn Cullis-Suzuki – Seorang Aktivis Muda Lingkungan'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwudQFffbzI/AAAAAAAAAKE/WbA_T1qhFrc/s72-c/a2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-218943411101108955</id><published>2009-11-18T17:19:00.004+07:00</published><updated>2009-11-18T17:26:16.796+07:00</updated><title type='text'>Koin Langka Indonesia</title><content type='html'>Ternyata indonesia beberapa tahun silam telah memproduksi koin2 yang mempunyai nominal besar. Nominalnya yaitu: Rp. 100.000 Rp. 850.000 Rp. 150.000 Rp.   20.000

Ternyata indonesia beberapa tahun silam telah memproduksi koin2 yang mempunyai nominal besar. 


Rp.100.000
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPKnqeXvAI/AAAAAAAAAJc/DpHot-MgbYI/s1600/aaa1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPKnqeXvAI/AAAAAAAAAJc/DpHot-MgbYI/s320/aaa1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405386760540109826" /&gt;&lt;/a&gt;




Rp.850.000
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPKybT4omI/AAAAAAAAAJk/0KyeudtwjDE/s1600/aaa2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPKybT4omI/AAAAAAAAAJk/0KyeudtwjDE/s320/aaa2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405386945448157794" /&gt;&lt;/a&gt;



Rp.150.000
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPK4zcFifI/AAAAAAAAAJs/mHkSUl0Ic3M/s1600/aaa3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPK4zcFifI/AAAAAAAAAJs/mHkSUl0Ic3M/s320/aaa3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405387055004223986" /&gt;&lt;/a&gt;




Rp.20.000
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPK-bB9-dI/AAAAAAAAAJ0/JdGHifOH478/s1600/aaa4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPK-bB9-dI/AAAAAAAAAJ0/JdGHifOH478/s320/aaa4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405387151531440594" /&gt;&lt;/a&gt;


[Dari Sumber Rahasia]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-218943411101108955?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/218943411101108955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=218943411101108955' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/218943411101108955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/218943411101108955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/11/koin-langka-indonesia.html' title='Koin Langka Indonesia'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPKnqeXvAI/AAAAAAAAAJc/DpHot-MgbYI/s72-c/aaa1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-4874633422357182079</id><published>2009-11-18T16:30:00.010+07:00</published><updated>2009-11-18T16:50:01.910+07:00</updated><title type='text'>Kubah Kiamat di Kutub Utara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPAnPq9JpI/AAAAAAAAAH0/n4YO7XKI4yo/s1600/a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPAnPq9JpI/AAAAAAAAAH0/n4YO7XKI4yo/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405375758228858514" /&gt;&lt;/a&gt;


Sebuah bangunan sangat kuat yang dibangun di Kutub Utara untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia resmi difungsikan. Fasilitas yang disebut sebagai Kubah Kiamat (Doomsday Vault) ini dibuat di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari kutub utara.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPBL3yIQXI/AAAAAAAAAH8/HK645ZMzfuY/s1600/a1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 282px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPBL3yIQXI/AAAAAAAAAH8/HK645ZMzfuY/s320/a1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405376387471655282" /&gt;&lt;/a&gt;

Kubah ini akan berfungsi untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia guna melindungi plasma nutfah. Harapannya, jika terjadi bencana besar yang melanda dunia, biji-bijian yang disimpan di kubah itu akan bisa menjadi sumber penyelamat manusia sebelum terjadi kelaparan.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPBa1oXCMI/AAAAAAAAAIE/yc9qN-Jrai0/s1600/a3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 201px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPBa1oXCMI/AAAAAAAAAIE/yc9qN-Jrai0/s320/a3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405376644591847618" /&gt;&lt;/a&gt;


Karena fungsi sebagai penyelamat manusia, maka kubah itu diberi nama Kubah Kiamat (Doomsday Vault). Kubah tersebut terletak di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari Kutub Utara.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPCGkTOkKI/AAAAAAAAAIU/gn8P7HXQiz0/s1600/a4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPCGkTOkKI/AAAAAAAAAIU/gn8P7HXQiz0/s320/a4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405377395854053538" /&gt;&lt;/a&gt;

Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menyebut bahwa Svalbard Global Seed Vault merupakan kebijakan penyelamatan kami. “Ini adalah ‘Bahtera Nuh’ untuk melindungi keragaman biologi generasi masa depan,” ujar Jens Stoltenberg dalam upacara peresmian kubah itu.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPCZYAMC4I/AAAAAAAAAIc/uRv-gEccJLQ/s1600/a5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 173px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPCZYAMC4I/AAAAAAAAAIc/uRv-gEccJLQ/s320/a5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405377718970485634" /&gt;&lt;/a&gt;

Acara yang monumental tersebut juga dihadiri oleh Presiden Komisi Eropa, Jose Manual Barroso, dan penerima Nobel Perdamaian 2004, Wangari Maathai, dari Kenya.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPCnjFYlOI/AAAAAAAAAIk/bIO-2KSxVzo/s1600/a6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPCnjFYlOI/AAAAAAAAAIk/bIO-2KSxVzo/s320/a6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405377962463237346" /&gt;&lt;/a&gt;


Setelah diresmikan, kubah yang berada di dalam perut gunung sedalam 127,5 meter ini akan menyimpan cadangan bibit dari ratusan bank benih dari seluruh dunia. Ruangan di dalamnya dapat memuat 4,5 juta sampel benih.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPC373FSqI/AAAAAAAAAIs/rLKDKk0Z9Pk/s1600/a7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPC373FSqI/AAAAAAAAAIs/rLKDKk0Z9Pk/s320/a7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405378243992046242" /&gt;&lt;/a&gt;

Kubah yang pembangunannya memakan biaya US$9,1 juta-hasil kerja sama Global Crop Diversity Trust, lembaga yang didanai badan PBB untuk urusan pangan atau FAO (Food and Agriculture Organization) dan Biodiversity Internasional yang berbasis di Roma, Italia-diharapkan benar-benar bisa jadi solusi masa depan demi kelangsungan kehidupan manusia.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPDHgk9cSI/AAAAAAAAAI0/vP4vqJhSJoE/s1600/a8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPDHgk9cSI/AAAAAAAAAI0/vP4vqJhSJoE/s320/a8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405378511546183970" /&gt;&lt;/a&gt;


[Dari berbagai Sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-4874633422357182079?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/4874633422357182079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=4874633422357182079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4874633422357182079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4874633422357182079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/11/kubah-kiamat-di-kutub-utara.html' title='Kubah Kiamat di Kutub Utara'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwPAnPq9JpI/AAAAAAAAAH0/n4YO7XKI4yo/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-2423804645818888805</id><published>2009-11-18T16:19:00.002+07:00</published><updated>2009-11-18T16:27:53.493+07:00</updated><title type='text'>2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwO95yu7_oI/AAAAAAAAAHs/aTjUpMliOuI/s1600/2012_Poster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwO95yu7_oI/AAAAAAAAAHs/aTjUpMliOuI/s320/2012_Poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405372778343562882" /&gt;&lt;/a&gt;




2012 adalah sebuah film bencana tahun 2009 yang disutradarai Roland Emmerich. Film ini memiliki ensemble cast, termasuk John Cusack, Amanda Peet, Danny Glover, Thandie Newton, Oliver Platt, Chiwetel Ejiofor, dan Woody Harrelson. Film ini akan didistribusikan oleh Columbia Pictures. Syuting dimulai bulan Agustus 2008 di Vancouver.

Alur.
Film ini terinspirasi oleh ide peristiwa hari kiamat global yang bersamaan dengan akhir putaran Kalender Hitungan Panjang Maya pada atau sekitar 12 Desember 2012 (titik balik matahari musim dingin belahan Bumi utara).

Jackson Curtis (John Cusack) adalah seorang ayah yang telah bercerai yang bekerja sampingan sebagai supir limousin dan penulis, sementara bekas istrinya (Amanda Peet) dan anak-anaknya tinggal bersama dengan pacar barunya, Gordon (Thomas McCarthy).

Di kota Tikal suku Maya di Guatemala, korban bunuh diri massal tampaknya mempercayai kalender Maya, yang meramalkan akhir dunia yang bersamaan dengan Kesejajaran Galaktik, yang terjadi pada 21 Desember 2012, tanggal terjadinya titik balik matahari musim dingin di belahan Bumi utara. IHC (Institute for Human Continuity), sebuah organisasi rahasia, menyadari situasi ini dan mulai membangun bahtera besar di bawah Pegunungan Himalaya yang dirancang untuk menghadapi banyak bencana alam untuk menyelamatkan manusia, spesies tertentu, dan harta manusia yang paling berharga ketika kiamat akhirnya terjadi. Ada perdebatan tentang bagaimana dan kapan pemerintah dunia akan memberitahu warga mereka, dan cara memilih orang-orang yang akan diselamatkan dari kiamat ini. Sementara itu, ketika sedang dalam perjalanan siang menuju Yellowstone dengan dua anaknya, Jackson bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), yang membawakan acara radionya sendiri tentang prediksi suku Maya terhadap 21 Desember 2012.

Retakan besar terbentuk di Patahan San Andreas, California, dan meskipun pemerintah meyakinkan segalanya aman, Jackson tidak yakin. Menyewa pesawat pribadi dan memperoleh barang-barang darurat, ia pergi ke rumah Kate di L.A. untuk menyelamatkan keluarganya dan Gordon dari gempa bumi karena perpindahan kulit Bumi. Jackson dengan cepat mengumpulkan keluarganya, dan setelah perjalanan yang panjang dan berbahaya dengan jalan-jalan yang runtuh menuju Bandar Udara Santa Monica, pacar baru Amanda, Gordon menggunakan kemampuan terbangnya untuk menyelamatkan keluarga ini. Deluruh kota Los Angeles yang runtuh mulai tenggelam ke Samudera Pasifik. Ketika pesawat semakin kekurangan bahan bakar, kelompok ini melihat kemungkinan mendarat di Wyoming. Jackson memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu Charlie. Menentang keinginan Kate, Jackson dan Lily pergi mencari Charlie, meskipun menemukan vannya kosong. Melalui radio, Charlie memberitahukan pendengarnya bahwa ia telah pergi ke pegunungan untuk menyaksikan kiamat. Jackson mengambil van tersebut untuk menyelamatkan Charlie, tapi Charlie menolak pergi. Ketika Jackson dan Lily melarikan diri dari gunung api yang meletus, Charlie menyebutkan sebuah peta di van yang akan memperlihatkan rute lari. Jackson dan Lily pergi kembali ke pesawat melewati hujan batu lava. Setelah tiba, Lily lari ke pesawat, tapi Jackson tetap di van untuk mencari peta tersebut, dan itu terlalu lama. Ketika tanah terbuka, van itu jatuh ke sebuah celah. Keluarga Jackson ketakutan, tapi harus pergi. Jackson memegang pinggiran, dan berlari ke pesawat ketika tanah di belakangnya terus runtuh. Ia cukup cepat memasuki pesawat.

Semakin jelas bahwa tidak hanya California yang mengalami bencana: Gunung Api Super Yellowstone meletus; gempa besar terjadi di Amerika Selatan; Washington, D.C. dibanjiri oleh tsunami dan USS John F. Kennedy menghancurkan Gedung Putih; dan St. Peter's Basilica di Roma runtuh, menewaskan ribuan orang. Tsunami lain menghantam New York City, menenggelamkan Patung Liberty. Pemerintah AS akhirnya mengumumkan akhir dunia. Jackson dan keluarganya harus mencari jalan ke Cina untuk menaiki kapal besar, karena pesawat kecil mereka tak mampu melakukan perjalanan ini. Ketika mereka mencari pesawat baru, semuanya dipenuhi penumpang. Tetapi, Gordon bergantung pada salah satu klien lamanya, Tamara (Beatrice Rosen). Ia bersama dengan milyuner Rusia, Yuri Karpov (Zlatko Buric). Keluarga ini mengetahui bahwa Yuri telah membawa pesawat untuk kabur ke Cina. Jackson meminta untuk memperbolehkan keluarganya, tapi Yuri menolak. Tetapi, pilotnya, Sasha (Johann Urb) memberitahu bahwa ia membutuhkan seorang kopilotdan Jackson mengatakan Gordon adalah pilot terlatih. Sehingga, kelompok ini akhirnya menaiki pesawat tersebut sementara bandara hancur oleh gempa bumi.

Ketika mereka ada di udara, Sasha sadar bahwa pesawat ini tidak memiliki bahan bakar cukup untuk terbang ke Cina. Ia memberitahu Gordon, dan mereka setuju untuk mendarat di air. Sasha kemudian mengetahui bahwa mereka tidak lagi di atas lautan: kulit Bumi telah berpindah ribuan mil dan mereka mengarah ke Pegunungan Himalaya. Mengetahui resiko mendaratkan pesawat di atas salju, Sasha mengatakan pada penumpang untuk pergi ke penyimpanan kargo dan banyak mobil disimpan di sana, sementara ia dan Gordon mempertahankan kontrol dan membuka pintu kargo dari kokpit. Rencana mereka ialah mengeluarkan mobil tersebut dari penyimpanan kargo. Gordon harus meninggalkan Sasha dan berlari ke mobil tepat waktunya. Sasha mendaratkan pesawat di sebuah jurang, yang kemudian runtuh. Anggota kelompok lainnya mendarat selamat. Tamara menangis dan meminta agar mereka kembali untuk mencari Sasha. Sebelum mereka bertindak, helikopter Cina yang mengangkut hewan besar terbang di atas mereka. Satu helikopter mendarat, meskipun kelompok ini tahu bahwa mereka harus bayar untuk menaikinya. Yuri membayar untuk dirinya dan putranya, tapi menolak membayar untuk orang lain. Sebelum masuk helikopter, ia berkata pada Tamara bahwa ia tahu hubungannya dengan Sasha.

Kelompok ini tak memiliki pilihan kecuali jalan melintasi pegunungan untuk mencari kelompok lain. Sebuah mobil lewat, Jackson melempar batu ke arahnya. Mobil berbalik dan penumpang membolehkan mereka naik. Di dalamnya terdapat seorang biarawan Buddha, Nima (Osric Chau), dan neneknya (Lisa Lu). Mereka pergi untuk bertemu dengan saudara Nima, Tenzin (Chin Han), yang punya rencana untuk menyelinap ke kapal besar itu.

Setelah tiba, Tenzin marah. Ia mengatakan pada Nima bahwa rencananya tidak dapat melibatkan banyak orang, dan orang lain tidak bisa diikutkan bergabung. Jackson dan Kate memaksa pada Tenzin bahwa mereka membawa anak-anak. Setelah perdebatan panjang, Tenzin membolehkan seluruh kelompok bergabung.

Jackson dan keluarganya berusaha menyelinap ke kapal itu dengan bantuan Tenzin. Carl Anheuser (Oliver Platt), Kepala Staf Presiden kemudian memerintahkan agar gerbang kapal ditutup, sementara suplai belum cukup. Ketika gerbang ditutup, kaki Tenzin hancur dan Gordon tewas. Dr.Adrian Helmsley,penasihat ilmiah Presiden (Chiwetel Ejiofor), kaget dan memutuskan gerbang dibuka untuk korban selamat yang tersisa. Roda sebuah gerbang di kapal tersebut macet dan tak mau menutup, sehingga gerbang setengah terbuka. Mesin kapal tak bisa dinyalakan kecuali gerbang ditutup. Ketika tsunami menghantam kapal, sebuah struktur penopang utama patah, dan kapal mengapung menuju Gunung Everest. Jackson dan Noah berusaha memperbaiki roda kapal dan gerbang pun tertutup. Mesin dinyalakan kembali untuk menghindari tabrakan dengan gunung. Kapal menabrak Gunung Everest, tapi mengalami sedikit kerusakan. Ketika banjir menyurut, kapten kapal memutuskan Tanjung Harapan Baik di Afrika Selatan sebagai tanah baru yang cocok bagi korban selamat.

Produks.
Sutradara Roland Emmerich dan komposer-produser Harald Kloser menulis naskah spekulatif berjudul 2012, yang dipasarkan ke studio-studio besar bulan Februari 2008. Hampir semua studio bertemu dengan Emmerich dan perwakilannya untuk mendengar perkiraan biaya sutradara dan alur ceritanya, sebuah proses yang pernah dijalani sutradara itu melalui film Independence Day (1996) dan The Day After Tomorrow (2004).[4] Film ini menganggarkan biaya $260 juta.[3] Pada bulan itu, Sony Pictures Entertainment memenangkan hak untuk naskah spekulatif itu, berencana mendistribusikannya di bawah Columbia Pictures.[5] Studio ini berencana membuat film ini kurang dari biaya perkiraan.[6]

Pemfilman dijadwalkan dimulai di Los Angeles, California, bulan Juli 2008,[7] tapi kemudian pindah ke Vancouver bulan Agustus 2008 dan selesai Januari 2009.[8] Karena pemogokan Screen Actors Guild 2008, pembuat film membuat rencana cadangan untuk meneruskan film ini.[9] Uncharted Territory, Digital Domain, Double Negative, Scanline, Sony Pictures Imageworks dan lainnya diiikutkan untuk membuat efek visual untuk 2012.[10] Thomas Wander membuat musik bersama Harald Kloser.

Meskipun film ini memperlihatkan kehancuran sejumlah bangunan budaya dan bersejarah terkenal di seluruh dunia, Emmerich mengatakan bahwa Kabah juga dipertimbangkan untuk dihancurkan. Kloser tidak ingin memasukkan Makkah, dengan alasan ia tak ingin sebuah fatwā dikeluarkan untuknya.

Pemeran.
    * John Cusack sebagai Jackson Curtis, penulis buku fiksi ilmiah yang bekerja sampingan sebagai supir limousine.[12]
    * Amanda Peet sebagai Kate, bekas istri Jackson.[13]
    * Liam James sebagai Noah Curtis, putra Jackson dan Kate.
    * Morgan Lily sebagai Lilly Curtis, putri Jackson dan Kate.[14]
    * Thomas McCarthy sebagai Gordon, pacar Kate saat ini dan seorang dokter bedah plastik.[15]
    * Danny Glover sebagai Thomas Wilson, Presiden Amerika Serikat ke-45[6]
    * Thandie Newton sebagai Laura Wilson, putri Presiden.[6]
    * Chiwetel Ejiofor sebagai Adrian Helmsley, penasehat ilmiah Presiden.[16]
    * Oliver Platt sebagai Carl Anheuser, Kepala Staf.[6]
    * Woody Harrelson sebagai Charlie Frost,[17] seseorang yang memprediksikan akhir dunia dan dianggap gila oleh orang lain. Alex Jones mengklaim Harrelson berkata padanya bahwa karakter Frost didasarkan pada dirinya.[rujukan?] Tampaknya karakter Frost didasarkan pada Art Bell. Harrelson membandingkan karakternya pada figur mitologi Yunani, Cassandra, yang prediksinya ditolak.[18]
    * Ng Chin Han sebagai Lin Pang, seorang pekerja di Tibet.[8]
    * Zlatko Burić sebagai Yuri Karpov, seorang milyuner Rusia.

Musik.
Musik asli untuk film ini digubah oleh Harald Kloser dan Thomas Wander. Penyanyi Adam Lambert dari American Idol menyumbang lagu untuk film ini yang berjudul "Time for Miracles" dan mengekspresikan rasa terima kasihnya untuk kesempatan wawancara dengan MTV.[19] Musik film ini terdiri dari 24 track, yang juga termasuk lagu "Fades Like a Photograph" oleh Filter dan lagu lain berjudul "It's Not The End of The World", dikarang oleh Kloser dan Wander.

Pemasaran.
Tanggal 12 November 2008, studio ini merilis trailer teaser pertama untuk 2012 yang memperlihatkan tsunami menerpa Himalaya dan memunculkan pesan ilmiah yang menyatakan bahwa dunia akan berakhir pada 2012, dan bahwa pemerintah dunia tidak mempersiapkan penduduknya untuk peristiwa ini. Trailer berakhir dengan pesan pada pembaca untuk "find out the truth" (cari kebenaran) dengan mencari "2012" menggunakan mesin pencari. The Guardian mengkritik keefektifan pemasaran sebagai "cacat dalam" dan menghubungkannya dengan "situs web yang tidak lagi membuat klaim tentang 2012".[21]

Studio ini juga meluncurkan situs web pemasaran viral yang dioperasikan oleh Institute for Human Continuity yang dibuat-buat, di mana pemburu film bisa mendaftar untuk nomor undian untuk menjadi bagian dari penduduk yang akan diselamatkan dari kehancuran global.[22] David Morrison dari NASA telah menerima lebih dari 1000 pertanyaan dari orang-orang yang mengira situs web tersebut asli dan mengutuknya dan berkata "Aku juga punya kasus remaja menulis padaku dan mengakatan mereka hendak bunuh diri karena mereka tidak ingin melihat dunia berakhir. Kupikir ketika kau berbohong di Internet dan menakut-nakuti anak-anak untuk menghasilkan uang, secara etis itu salah."[23] Situs web pemasaran viral lainnya mempromosikan Farewell Atlantis, sebuah novel fiksi yang dibuat oleh pemain protagonis utama film ini, mengenai kejadian 2012.[24]

Comcast juga telah mengadakan "kampanye tutup jalan" untuk mempromosikan film ini, di mana adegan dua menit dari film ini disiarkan di 450 jaringan televisi komersial Amerika Serikat, stasiun lokal berbahasa Ingris dan Spanyol, dan 89 penyalur televisi kabel dalam siaran 10 menit antara 10:50 malam EDT/PDT dan 11:00 malam EDT/PDT tanggal 1 Oktober 2009.[25] Adegan ini memperlihatkan kehancuran Los Angeles dan berakhir dengan cliffhanger (istilah perfilman), dengan seluruh klip lima menit 28 detik tersedia di situs web Fancast milik Comcast. Surat kabar dagang Variety memperkirakan bahwa, "Siaran ini akan ditayangkan di depan 90% semua rumah yang menonton TV beriklan, atau hampir 110 juta penonton. Bila digabungkan dengan aliran online dan mobile, dapat meningkat lebih dari 140 juta penonton".[25] Sony juga berencana meniru promosi ini di daerah lain.

Rilis.
2012 awalnya dijadwalkan dirilis tanggal 10 Juli 2009. Tanggal rilisnya dipindahkan ke 12 November 2009 (13 Nov di AS) untuk keluar dari jadwal musim panas sibuk menjadi bingkai waktu yang studio ini anggap memiliki potensi kesuksesan finansial. Menurut studio, film ini akan selesai untuk tanggal rilis musim panas, tapi perubahan tanggal akan memberikan waktu lebih panjang untuk produksi.[26] Film ini dirilis pada 11 November 2009.[27][2] Dirilis hari Jumat tanggal 13 November 2009 di Kanada dan Amerika Serikat, dan 21 November 2009 di Jepang.[1] Rilis besar dilakukan di India pada 13 November 2009. Di Britania Raya, sejumlah teater, seperti Vue Cinemas Islington, memiliki jadwal pemutaran pada pukul 8:12 malam (20:12) yang bersamaan dengan judul film.

Penerimaan.
Film 2012 saat ini memegang nilai 34% di Rotten Tomatoes berdasarkan 5 review, menyebut berbagai kesalahan ilmiah, naskah yang terkesan malas dan ketergantungan besar pada visual CG. Pada bagian 'critics' di atas, nilainya 22%. [29] Sebagai perbandingan, film ini juga memiliki nilai 'campuran' 56 di Metacritic, berdasarkan 7 review.[30]

Roger Ebert sangat antusias terhadap film ini, memberikannya 3.5 dari 4 bintang, mengatakan film ini "memberikan apa yang dijanjikan, sejak tak ada orang yang akan membeli tiket yang mengharapkan sesuatu yang lain, film ini, bagi para penontonnya, adalah salah satu film paling memuaskan tahun ini."

Kemunculan televisi

Berbicara pada Entertainment Weekly, Emmerich membenarkan bahwa serial televisi yang berdasarkan film ini sedang dibuat. Serial ini akan digunakan sebagai sekuel film dan direncanakan bercerita tentang sekumpulan korban selamat di tahun 2013.

[Sumber: Wikipedia]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-2423804645818888805?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/2423804645818888805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=2423804645818888805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2423804645818888805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2423804645818888805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/11/2012.html' title='2012'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SwO95yu7_oI/AAAAAAAAAHs/aTjUpMliOuI/s72-c/2012_Poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-552911933772310297</id><published>2009-11-12T15:57:00.009+07:00</published><updated>2009-11-12T16:29:49.565+07:00</updated><title type='text'>uniQhue</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JEMBATAN INTERNASIONAL TERKECIL DIDUNIA&lt;/span&gt;

Unik, aneh, tapi nyata. Dua pulau yang saling berdekatan ternyata berada dalam dua wilayah berbeda. Pulau yang besar berada dalam wilayah Kanada sedang pulau yg kecil berada di wilayah Amerika Serikat. Yang menarik dua pulau beda Negara ini dihubungkan oleh jembatan sepanjang 10 meter. Inilah jembatan internasional terkecil atau terpendek di dunia.

‘Pasangan’ pulau terletak dekat Rockport disebut Zavikon. Dua pulau itu termasuk kumpulan ‘kepulauan seribu’  yang berada di Saint Lawrence River di Teluk Alexandria, perbatasan AS-Kanada.

Persetujuan batas wilayah ini telah disepakati antara kedua Negara -AS dan Kanada- sejak 1793. Namun kedua Negara memutuskan tidak akan membagi dua pulau di perbatasan. Sekitar 2/3 pulau berada di wilayah Kanada, 1/3 nya berada di Amerika.  AS maupun Kanada, menganggap posisi mereka setara dalam hal kepemilikan pulau.

Namun bagi pemandu wisata, ini merupakan ‘keuntungan’ karena dari segi pariwisata keberadaan dua pulau ini menjadi sangat unik dan menarik ‘dijual’. Para pemandu wisata ingin jembatan internasional terkecil di dunia diketahui khalayak.

Di pulau besar yg diklaim sebagai wilayah Kanada dibangun rumah, sementara pulau kecil yg merupakan bagian dari Amerika, berfungsi sebagai halaman belakang rumah. 


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SvvR_eVP0ZI/AAAAAAAAAHE/VIgaI5zXW5Y/s1600-h/aa1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SvvR_eVP0ZI/AAAAAAAAAHE/VIgaI5zXW5Y/s320/aa1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403143066365186450" /&gt;&lt;/a&gt;


[Sumber: http://alifnews.wordpress.com/2008/12/09/jembatan-internasional-terpendek-di-dunia/]





&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;
NEGARA TERKECIL DIDUNIA&lt;/span&gt;

Nama Negara : Principality of Sealand
Bahasa resmi : Inggris
Luas Wilayah : 550 m²
Raja : Pangeran Roy Bates
Kepala Pemerintahan : Putra Mahkota Michael Bates
Jumlah Penduduk : satu orang (Michael Bates,2002)
Mata uang : Dolar Sealand yang nilainya terkontrol dolar AS

Sealand adalah sebuah wilayah yang terletak sekitar 10 Km pesisir pantai Sulffolk,Inggris,pada titik Koordinat 51 "53'40" LU,1"28'57" BT".

Uniknya,Negara ini wilayahnya cuma mencakup Roughs Tower saja,yang notabene hanya mempunyai luas hanya 550 m² saja

Sealand sendiri berhasil di deklarasikan pada 2 September 1967, namun nggak ada satu negara manapun yang mau mengakuinya sebagai sebuah negara merdeka. Statusnya sendiri adalah negara Mikro (Penduduknya sendiri mengakui
wilayah tsb adalah sebuah negara yang merdeka,tapi tidak diakui sebagai
negara oleh negara lainnya).

Raja pertamanaya adalah Paddy Roy Bates,yang Bergelar Pangeran Roy Bates. Sedangkan istrinya menjadi selir dengan gelar Putri Joan Bates, dan Kepala Pemerintahannya anaknya sendiri,Michael Bates.

Sejarahnya dulu,Tower Rough merupakan sebuah menara tua yang dulu digunakan sebagai pertahanan para angkatan Laut Kerajaan Inggris Raya di sekitar pesisir pantai Sulffolk pada radius 12 nautical-mile.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SvvTEOyaBeI/AAAAAAAAAHU/F1wtYKfUBX0/s1600-h/aa3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SvvTEOyaBeI/AAAAAAAAAHU/F1wtYKfUBX0/s320/aa3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403144247603496418" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SvvTD7xQSZI/AAAAAAAAAHM/7x_8Vr9UF80/s1600-h/aa2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SvvTD7xQSZI/AAAAAAAAAHM/7x_8Vr9UF80/s320/aa2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403144242498390418" /&gt;&lt;/a&gt;

[Sumber: http://www.dakiunta.com/content/negara-terkecil]


&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;
INILAH REPUBLIK BERDAULAT TERKECIL DI DUNIA.&lt;/span&gt;

Sebagaimana syarat-syarat berdirinya sebuah negara yang berdaulat, maka Republik Molossia memang layak dikatakan sebagai negara Republik terkecil di muka bumi ini, walau mungkin tidak akan pernah terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), namun Republik yang memiliki  wilayah kedaulatan sendiri ini memang ada secara faktual, de facto.
Republik Of Molossia secara geografi berada di dalam negara Amerika Serikat yaitu di Dayton Nevada, jadi negara Molossia dikelilingi oleh negara Amerika Serikat. Negara paling kecil ini di pimpin oleh seorang ditaktor yang bernama Kevin Baugh dimana Kevin ditemani oleh 2 anaknya di negara yang ia proklamirkan 3o tahun silam itu.

Molossian Bangsa yang didirikan pada 26 Mei 1977 I. Dikenal pada waktu itu sebagai Republik Grand Vuldstein, James Spielman dinyatakan Raja James I, dan Kevin Baugh dinyatakan Perdana Menteri.  Setelah periode singkat kegiatan sporadis bangsa memasuki masa dormansi.  Raja James I, meskipun masih raja, tidak lagi menjadi aktif dalam kerajaan pada waktu itu.  Kerajaan terus, tanpa partisipasi langsung Raja, dan terus dikembangkan oleh Perdana Menteri. Pada tahun 1980 itu berganti nama menjadi Kerajaan Edelstein, dan pada tahun 1988 berganti nama XI itu lagi, kali ini sebagai Kerajaan Zaria.  Kerajaan nomaden ada sebagai pemerintah, tanpa sebuah rumah.  Dijalankan oleh Perdana Menteri, Pemerintah bepergian ke Eropa.  Sementara di Eropa, dan setelah kembali dari Eropa pada tahun 1992 XV, Kerajaan makmur dan tumbuh dalam budaya.
Pada tahun 1995 XVIII, Kerajaan itu ditransplantasikan ke Negara Bagian Nevada, AS. In 1998, Pada tahun 1998, tanah dibeli bahwa bangsa kita dapat menelepon ke rumah, dan di atas mana pemerintah secara resmi dan secara resmi didirikan.  Pada bulan Juni 1998 , Kerajaan itu menolak mendukung pemerintahan Komunis sementara. Pada September 1998 XXI, mengorbankan kedaulatannya Molossia dan bergabung dengan United Provinsi Utopia sebagai provinsi yang bangsa.
Luas Wilayah : 14.3 acres
Date of foundation : 3 September 1999 (Saat di Nevada)
Pemimpin : Kevin Baugh (Ditaktor)
Bentuk Negara : Republic (Dictatorship de facto)
Bahasa : English (Deseret), Esperanto, and “Griko”
Mata Uang : Valora (Dari Koin Kasino)
Ibu Kota : Espera
Time Zone : Molossian Standard Time (UTC-7 hours, 29 minutes)
Penduduk Manusia : 3  (3 lainnya anjing )

Seperti dikutip ruanghati.com dari Telegraph menerangkan fakta yang menarik dari Negara Molossia ini adalah sudah memiliki mata uang sebagaimana negara-negara lain pada umumnya, kantor pos sendiri, bahkan pengurusan passpoer sendiri, juga perangko dan juga makanan serta minuman kebangsaan mereka. Wah niat banget si pimpinan negara kecil ini untuk mewujudkan sebuah negara.

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SvvTkVJdQ3I/AAAAAAAAAHk/fhxah0SapsI/s1600-h/aa4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SvvTkVJdQ3I/AAAAAAAAAHk/fhxah0SapsI/s320/aa4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403144799066604402" /&gt;&lt;/a&gt;

[Sumber: http://ruanghati.com/2009/10/05/inilah-republik-berdaulat-terkecil-di-dunia-penduduknya-3-orang-dan-3-anjing/]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-552911933772310297?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/552911933772310297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=552911933772310297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/552911933772310297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/552911933772310297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/11/uniqhue.html' title='uniQhue'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SvvR_eVP0ZI/AAAAAAAAAHE/VIgaI5zXW5Y/s72-c/aa1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-9167165334270455609</id><published>2009-10-29T16:30:00.001+07:00</published><updated>2009-10-29T16:30:57.306+07:00</updated><title type='text'>Kata Bijak</title><content type='html'>Smile is the shortest distance between two people.
Senyum adalah jarak yang terdekat antara dua manusia .

Real power does not hit hard , but straight to the point.
Kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras , tetapi tepat sasaran

You have to endure caterpillars if you want to see butterflies. (Antoine De Saint)
Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu. (Antoine De Saint)

Only the man who is in the truth is a free man.
Hanya orang yang berada dalam kebenaranlah orang yang bebas.

Every dark light is followed by a light morning.
Malam yang gelap selalu diikuti pagi yang tenang.

Laughing is healthy, especially if you laugh about yourself.
Tertawa itu sehat, lebih-lebih jika mentertawakan diri sendiri.

The danger of small mistakes is that those mistakes are not always small.
Bahayanya kesalahan-kesalahan kecil adalah bahwa kesalahan-kesalahan itu tidak selalu kecil.
Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan yang lebih besar. Bersamaan dengan kesalahan itu, persoalannya bisa menjadi besar pula. Maka kesalahan kecil pun harus segera dibetulkan.

To be silent is the biggest art in a conversation.
Sikap diam adalah seni yang terhebat dalam suatu pembicaraan.

The worst in the business world is the situation of no decision. (Napoleon).
Yang terparah dalam dunia usaha adalah keadaan tidak ada keputusan. (Napoleon).

Dig a well before you become thirsty.
Galilah sumur sebelum Anda merasa haus.

Good manners consist of small sacrifices.
Sopan – santun yang baik yang terdiri dari pengorbanan –pengorbanan kecil.

IDEAS ARE ONLY SEEDS, TO PICK THE CROPS NEEDS PERSPIRATION.
GAGASAN-GAGASAN HANYALAH BIBIT, MENUAI HASILNYA MEMBUTUHKAN KERINGAT.

LAZINESS MAKES A MAN SO SLOW THAT POV ERTY SOON OVERTAKE HIM.
KEMALASAN MEMBUAT SESEORANG BEGITU LAMBAN SEHINGGA KEMISKINAN SEGERA MENYUSUL.

THOSE WHO ARE ABLE TO CONTROL THEIR RAGE CAN CONQUER THEIR MOST SERIOUS ENEMY.
SIAPA YANG DAPAT MENAHAN MARAHNYA MAMPU MENGALAHKAN MUSUHNYA YANG PALING BERBAHAYA.

KNOWLEDGE AND SKILLS ARE TOOLS, THE WORKMAN IS CHARACTER.
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ADALAH ALAT, YANG MENENTUKAN SUKSES ADALAH TABIAT.

A HEALTHY MAN HAS A HUNDRED WISHES, A SICK MAN HAS ONLY ONE.
ORANG YANG SEHAT MEMPUNYAI SERATUS KEINGINAN, ORANG YANG SAKIT HANYA PUNYA SATU KEINGINAN

A MEDICAL DOCTOR MAKES ONE HEALTHY, THE NATURE CREATES THE HEALTH. (Aristoteles)
SEORANG DOKTER MENYEMBUHKAN, DAN ALAM YANG MENCIPTAKAN KESEHATAN. (Aristoteles)

THE MAN WHO SAYS HE NEVER HAS TIME IS THE LAZIEST MAN.(Lichtenberg)
ORANG YANG MENGATAKAN TIDAK PUNYA WAKTU ADALAH ORANG YANG PEMALAS.(Lichterberg)

POLITENESS IS THE OIL WHICH REDUCES THE FRICTION AGAINST EACH OTHER. (Demokritus).
SOPAN-SANTU ADALAH IBARAT MINYAK YANG MENGURANGI GESEKAN SATU DENGAN YANG LAIN. (Demokritus).

A DROP OF INK CAN MOVE A MILLION PEOPLE TO THINK.
SETETES TINTA BISA MENGGERAKAN SEJUTA MANUSIA UNTUK BERFIKIR.

WE CAN TAKE FROM OUR LIFE UP TO WHAT WE PUT TO IT.
APA YANG BISA KITA DAPAT DARI KEHIDUPAN KITA TERGANTUNG DARI APA YANG KITA MASUKKAN KE SITU.

REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN

IF YOU LEAVE EVERYTHING TO YOUR GOOD LUCK, THEN YOU MAKE YOUR LIFE A LOTTERY.
JIKA ANDA MENGANTUNGKAN DIRI PADA KEBERUNTUNGAN SAJA, ANDA MEMBUAT HIDUP ANDA SEPERTI LOTERE.

REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN.

BEING CAREFUL IN JUDGING AN OPINION IS A SIGN OF WISDOM.
KEHATI-HATIAN DALAM MENILAI PENDAPAT ORANG ADALAH CIRI KEMATANGAN JIWA.

YOU RECOGNIZE BIRDS FROM THEIR SINGGING, YOU DO PEOPLE FROM THEIR TALKS.
BURUNG DIKENAL DARI NYANYIANNYA, MANUSIA DARI KATA-KATANYA.

ONE OUNCE OF PREVENT IS EQUAL TO ONE POUND OF MEDICINE.
SATU ONS PENCEGAHAN SAMA NILAINYA DENGAN SATU PON OBAT.


(Dari Berbagai Sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-9167165334270455609?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/9167165334270455609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=9167165334270455609' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/9167165334270455609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/9167165334270455609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/10/kata-bijak_29.html' title='Kata Bijak'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-7498126944180202362</id><published>2009-10-26T11:27:00.001+07:00</published><updated>2009-10-26T11:29:58.763+07:00</updated><title type='text'>...Kata Bijak&gt;&gt;</title><content type='html'>Waktu berlalu terlalu cepat. 
Ia tidak akan pernah kembali dan akan terus berlalu menuju titik perhentiannya. Namun sebelum ia sampai disana, ciptakanlah karyamu dgn kreativitas, usahakanlah talentamu dgn kerja keras, dan warnailah hidupmu dgn inspira...si. Karna dgn demikian engkau menghargai kehidupan sbg berkat yg tak ternilai. 
Time is Priceless..


Keraguan ibarat firasat yg tertunda. Ia bisa saja menyelamatkan jiwa, namun ia juga bisa melenyapkan kesempatan emas dari kehidupan anda. Jadi jika ketidakpastian datang, pertajam firasat anda. Jika anda yakin, ambil resikonya dan hadapi tantangannya.... If u succeed, u hit the jackpot, but if u failed, learn from it. It's a win-win solution.



Meniti karir sama seperti mendaki gunung yg tinggi. Dari jauh, ia terlihat kecil &amp; mudah ditaklukkan. Namun semakin tinggi mendaki, "the reality start kicks in". Saat semangat, tenaga dan pikiran mulai pudar, komitmen awal mulai diragu...kan. Apabila sampai di puncak, pd akhirnya tdk ada lg yg bs dipanjat &amp; satu2nya jalan adl "turun gunung". Jd nikmatilah puncak karir sebaik2nya karna semua itu akan cepat berlalu.


Kelemahan adalah kekuatan yg tersembunyi. Kelemahan membuat kt menjadi manusia yg penuh kekurangan, namun kelemahan juga memberi kesempatan bagi kt untuk mengalahkan keterbatasan. Ubahlah kelemahanmu menjadi kekuatanmu. Latihlah tanpa mengenal kata m...enyerah, sampai menyadari bahwa kekuatan utamamu sebenarnya adalah kelemahan terbesarmu..


[From: Edwin Lau]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-7498126944180202362?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/7498126944180202362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=7498126944180202362' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7498126944180202362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7498126944180202362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/10/kata-bijak.html' title='...Kata Bijak&gt;&gt;'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-8764824763348933189</id><published>2009-10-25T17:12:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T17:14:20.698+07:00</updated><title type='text'>I'm comeback</title><content type='html'>Hayyyyyyyyyyyyyy....
udah Lama ga ngebLog...
kangen juga euy...

btw maaf ya bwt bLog ku, udah ga pernah nuLis Lg...

ntar nyari bahan yg bgs duLu buat di posting disini, okey.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-8764824763348933189?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/8764824763348933189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=8764824763348933189' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8764824763348933189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8764824763348933189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/10/im-comeback.html' title='I&apos;m comeback'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-7669363473929509732</id><published>2009-04-02T14:10:00.002+07:00</published><updated>2009-04-02T14:32:55.386+07:00</updated><title type='text'>Mitos tentang nama Aceh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdRqCPk04lI/AAAAAAAAAF8/5gGV_EWLLwM/s1600-h/aa.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdRqCPk04lI/AAAAAAAAAF8/5gGV_EWLLwM/s320/aa.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319993646604673618" /&gt;&lt;/a&gt;


Aceh adalah nama sebuah Bangsa yang mendiami ujung paling utara pulau sumatera yang terletak di antara samudera hindia dan selat malaka.

Aceh merupakan sebuah nama dengan berbagai legenda. Berikut beberapa mitos tentang nama Aceh yang dirangkum dari berbagai catatan lama seperti yang saya kutip dari Web Forum Plasa.

1. Menurut H. Muhammad Said (1972), sejak abad pertama Masehi, Aceh sudah menjadi jalur perdagangan internasional. Pelabuhan Aceh menjadi salah satu tempat singgah para pelintas. Malah ada di antara mereka yang kemudian menetap. Interaksi berbagai suku bangsa kemudian membuat wajah Aceh semakin majemuk.

Muhammad Said mengutip keterangan dari catatan Thomas Braddel yang menyebutkan, di zaman Yunani, orang-orang Eropa mendapat rempah-rempah Timur dari saudagar Iskandariah, Bandar Mesir terbesar di pantai Laut Tengah kala itu. Tetapi, rempah-rempah tersebut bukanlah asli Iskandariah, melainkan mereka peroleh dari orang Arab Saba.

Orang-orang Arab Saba mengangkut rempah-rempah tersebut dari Barygaza atau dari pantai Malabar India dan dari pelabuhan-pelabuhan lainnya. Sebelum diangkut ke negeri mereka, rempah-rempah tersebut dikumpulkan di Pelabuhan Aceh.

2. Raden Hoesein Djajadiningrat dalam bukunya Kesultanan Aceh (Terjemahan Teuku Hamid, 1982/1983) menyebutkan bahwa berita-berita tentang Aceh sebelum abad ke-16 Masehi dan mengenai asal-usul pembentukan Kerajaan Aceh sangat bersimpang-siur dan terpencar-pencar.

3. HM. Zainuddin (1961) dalam bukunya Tarich Aceh dan Nusantara, menyebutkan bahwa bangsa Aceh termasuk dalam rumpun bangsa Melayu, yaitu; Mante (Bante), Lanun, Sakai Jakun, Semang (orang laut), Senui dan lain sebagainya, yang berasal dari negeri Perak dan Pahang di tanah Semenanjung Melayu.

Semua bangsa tersebut erat hubungannya dengan bangsa Phonesia dari Babylonia dan bangsa Dravida di lembah sungai Indus dan Gangga, India. Bangsa Mante di Aceh awalnya mendiami Aceh Besar, khususnya di Kampung Seumileuk, yang juga disebut Gampong Rumoh Dua Blah.

Letak kampung tersebut di atas Seulimum, antara Jantho dan Tangse. Seumileuk artinya dataran yang luas. Bangsa Mante inilah yang terus berkembang menjadi penduduk Aceh Lhee Sagoe (di Aceh Besar) yang kemudian ikut berpindah ke tempat-tempat lainnya.
Sesudah tahun 400 Masehi, orang mulai menyebut ”Aceh” dengan sebutan Rami atau Ramni. Orang-orang dari Tiongkok menyebutnya lan li, lanwu li, nam wu li, dan nan poli yang nama sebenarnya menurut bahasa Aceh adalah Lam Muri.

Sementara orang Melayu menyebutnya Lam Bri (Lamiri). Dalam catatan Gerini, nama Lambri adalah pengganti dari Rambri (Negeri Rama) yang terletak di Arakan (antara India Belakang dan Birma), yang merupakan perubahan dari sebutan Rama Bar atau Rama Bari.

4. Rouffaer, salah seorang penulis sejarah, menyatakan kata al Ramni atau al Rami diduga merupakan lafal yang salah dari kata-kata Ramana. Setelah kedatangan orang portugis mereka lebih suka menyebut orang Aceh dengan Acehm.

5. Sementara orang Arab menyebutnya Asji. Penulis-penulis Perancis menyebut nama Aceh dengan Acehm, Acin, Acheh ; orang-orang Inggris menyebutnya Atcheen, Acheen, Achin. Orang-orang Belanda menyebutnya Achem, Achim, Atchin, Atchein, Atjin, Atsjiem, Atsjeh, dan Atjeh. Orang Aceh sendiri, kala itu menyebutnya Atjeh.

6. Informasi tentang asal-muasal nama Aceh memang banyak ragamnya. Dalam versi lain, asal-usul nama Aceh lebih banyak diceritakan dalam mythe, cerita-cerita lama, mirip dongeng. Di antaranya, dikisahkan zaman dahulu, sebuah kapal Gujarat (India) berlayar ke Aceh dan tiba di Sungai Tjidaih (baca: ceudaih yang bermakna cantik, kini disebut Krueng Aceh).

Para anak buah kapal (ABK) itu pun kemudian naik ke darat menuju Kampung Pande. Namun, dalam perjalanan tiba-tiba mereka kehujanan dan berteduh di bawah sebuah pohon. Mereka memuji kerindangan pohon itu dengan sebutan, Aca, Aca, Aca, yang artinya indah, indah, indah. Menurut Hoesein Djajadiningrat, pohon itu bernama bak si aceh-aceh di Kampung Pande (dahulu), Meunasah Kandang. Dari kata Aca itulah lahir nama Aceh.

7. Dalam versi lain diceritakan tentang perjalanan Budha ke Indo China dan kepulauan Melayu. Ketika sang budiman itu sampai di perairan Aceh, ia melihat cahaya aneka warna di atas sebuah gunung. Ia pun berseru “Acchera Vaata Bho” (baca: Acaram Bata Bho, alangkah indahnya). Dari kata itulah lahir nama Aceh. Yang dimaksud dengan gunung cahaya tadi adalah ujung batu putih dekat Pasai.

8. Dalam cerita lain disebutkan, ada dua orang kakak beradik sedang mandi di sungai. Sang adik sedang hamil. Tiba-tiba hanyut sebuah rakit pohon pisang. Di atasnya tergeletak sesuatu yang bergerak-gerak. Kedua putri itu lalu berenang dan mengambilnya. Ternyata yang bergerak itu adalah seorang bayi. Sang kakak berkata pada adiknya “Berikan ia padaku karena kamu sudah mengandung dan aku belum.”

Permintaan itu pun dikabulkan oleh sang adik. Sang kakak lalu membawa pulang bayi itu ke rumahnya. Dan, ia pun berdiam diri di atas balai-balai yang di bawahnya terdapat perapian (madeueng) selama 44 hari, layaknya orang yang baru melahirkan. Ketika bayi itu diturunkan dari rumah, seisi kampung menjadi heran dan mengatakan: adoe nyang mume, a nyang ceh (Maksudnya si adik yang hamil, tapi si kakak yang melahirkan).

9. Mitos lainnya menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seorang anak raja yang sedang berlayar, dengan suatu sebab kapalnya karam. Ia terdampar ke tepi pantai, di bawah sebatang pohon yang oleh penduduk setempat dinamai pohon aceh. Nama pohon itulah yang kemudian ditabalkan menjadi nama Aceh.

10. Talson menceritakan, pada suatu masa seorang puteri Hindu hilang, lari dari negerinya, tetapi abangnya kemudian menemukannya kembali di Aceh. Ia mengatakan kepada penduduk di sana bahwa puteri itu aji, yang artinya ”adik”. Sejak itulah putri itu diangkat menjadi pemimpin mereka, dan nama aji dijadikan sebagai nama daerah, yang kemudian secara berangsur-angsur berubah menjadi Aceh.

11. Mitos lainnya yang hidup di kalangan rakyat Aceh, menyebutkan istilah Aceh berasal dari sebuah kejadian, yaitu istri raja yang sedang hamil, lalu melahirkan. Oleh penduduk saat itu disebut ka ceh yang artinya telah lahir. Dan, dari sinilah asal kata Aceh.

12. Kisah lainnya menceritakan tentang karakter bangsa Aceh yang tidak mudah pecah. Hal ini diterjemahkan dari rangkaian kata a yang artinya tidak, dan ceh yang artinya pecah. Jadi, kata aceh bermakna tidak pecah.

13. Di kalangan peneliti sejarah dan antropologi, asal-usul bangsa Aceh adalah dari suku Mantir (Manteu, bahasa Aceh) yang hidup di rimba raya Aceh. Suku ini mempunyai ciri-ciri dan postur tubuh yang agak kecil dibandingkan dengan orang Aceh sekarang. Diduga suku Manteu ini mempunyai kaitan dengan suku bangsa Mantera di Malaka, bagian dari bangsa Khmer dari Hindia Belakang.

Semoga bermamfaat untuk menambah wawasan kita tentang Aceh yang merupakan sebuah negeri yang unik sepanjang sejarah.

(http://aneukagamaceh.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-7669363473929509732?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/7669363473929509732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=7669363473929509732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7669363473929509732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7669363473929509732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/04/mitos-tentang-nama-aceh.html' title='Mitos tentang nama Aceh'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdRqCPk04lI/AAAAAAAAAF8/5gGV_EWLLwM/s72-c/aa.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-7955080701272806326</id><published>2009-03-31T13:24:00.010+07:00</published><updated>2009-03-31T13:55:00.827+07:00</updated><title type='text'>My b'Day..</title><content type='html'>tanggal 28 kemaren, gw b'day yang ke 21...

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG5lbfNrQI/AAAAAAAAAE8/q7zZ4XMcFqI/s1600-h/happy-21st-birthday_l.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 297px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG5lbfNrQI/AAAAAAAAAE8/q7zZ4XMcFqI/s320/happy-21st-birthday_l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319236687586241794" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG7IS1VSlI/AAAAAAAAAFE/mJHLfLdiwK0/s1600-h/happy+2.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 106px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG7IS1VSlI/AAAAAAAAAFE/mJHLfLdiwK0/s320/happy+2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319238386070145618" /&gt;&lt;/a&gt;

bnyk bgt bgt dapat ucapan selamat dari orang2 terdekat,
mulai dari keluarga, sahabat, temen, sodara, n syapapun yang kenal ama hery...
Alhamdulillah.....

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG7j8FIHzI/AAAAAAAAAFM/BkaRm1ohQlo/s1600-h/happy3.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 99px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG7j8FIHzI/AAAAAAAAAFM/BkaRm1ohQlo/s320/happy3.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319238860998713138" /&gt;&lt;/a&gt;

Makasih bnyk ya bwt smua yang udah kasih ucapan b'day bwt hery...
seneng bgt deh, hehehe....

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG7y_TnAUI/AAAAAAAAAFU/8H1rzP24ZWs/s1600-h/happy.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 83px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG7y_TnAUI/AAAAAAAAAFU/8H1rzP24ZWs/s320/happy.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319239119562801474" /&gt;&lt;/a&gt;

Walopun ga ada Kue Tart

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG8N5ZMn_I/AAAAAAAAAFc/dw0IVjQGBlo/s1600-h/kue+bday.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG8N5ZMn_I/AAAAAAAAAFc/dw0IVjQGBlo/s320/kue+bday.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319239581832093682" /&gt;&lt;/a&gt;

dan juga kado

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG9rP8lbMI/AAAAAAAAAFs/GAm1kqkKB-k/s1600-h/kado1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG9rP8lbMI/AAAAAAAAAFs/GAm1kqkKB-k/s320/kado1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319241185613933762" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG98OdfmRI/AAAAAAAAAF0/ZitviEem1v4/s1600-h/kado2.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG98OdfmRI/AAAAAAAAAF0/ZitviEem1v4/s320/kado2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319241477272869138" /&gt;&lt;/a&gt;

tapi yang penting bisa bersyukur, hmmm....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-7955080701272806326?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/7955080701272806326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=7955080701272806326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7955080701272806326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7955080701272806326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/03/my-bday.html' title='My b&apos;Day..'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SdG5lbfNrQI/AAAAAAAAAE8/q7zZ4XMcFqI/s72-c/happy-21st-birthday_l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-4881744022206394460</id><published>2009-03-13T13:48:00.005+07:00</published><updated>2009-03-13T15:34:22.505+07:00</updated><title type='text'>..PemiLu..</title><content type='html'>Pemilu Legislatif tanggal 9 April akan berlangsung..
kata orang2 seh pesta demokrasi...
banyak nya partai politik peserta pemilu membuat pilihan semakin beragam, dengan banyak nya partai pemilu,brarti jumlah calon legislatif (caleg) juga bnyk...

berbagai janji di umbarkan oleh partai politik peserta pemilu..
mulai dari kesejahteraan rakyat, sosial, kesehatan dll...

iklan2 di media cetak dan elektronik pun sangat bnyk, mulai dari iklan partai sampai caleg..
dengan berbagai konsep iklan dan ide di publikasikan,
ada yang berpromosi dengan baik dan ada pula yang dengan terang2an malah menghujat partai lain..
dari ini semua masyarakat dapat menilai sendiri mana partai poltik yang baik dan benar...


dalam hal ini tentu saja media massa di untungkan, begitupun percetakan dan industri2 lain nya yang ketipan rejeki untuk pembuatan atribut parpol, mulai dari kaos, bendera, stiker, spanduk, pamflrt, baliho, selebaran, jam tangan, dll...



jumlah partai politik nasional yang lulus verifikasi sebagai peserta pemilu adalah sebanyak 38 partai, khusus di daerah Nanggroe Aceh Darussalam terdapat 6 partai poltik lokal..
jadi khusus NAD terdapat 44 partai politik lokal dan nasional...

sistem yang dipakai adalah sistem contreng,
berbeda dari pemilu sebelum nya yang menggunakan sistem coblos...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-4881744022206394460?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/4881744022206394460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=4881744022206394460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4881744022206394460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4881744022206394460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/03/pemilu.html' title='..PemiLu..'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-524385697927040966</id><published>2009-03-03T12:02:00.002+07:00</published><updated>2009-03-03T12:09:07.045+07:00</updated><title type='text'>KERAJAAN ACEH DARUSSALAM 407 TAHUN ( 1496 - 1903 M )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Say6nUhPXLI/AAAAAAAAAE0/xs4ukaIiapI/s1600-h/Bendera+aceh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Say6nUhPXLI/AAAAAAAAAE0/xs4ukaIiapI/s320/Bendera+aceh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308823245448764594" /&gt;&lt;/a&gt;
Bendera Alam Peudeung - Bendera Kerajaan Aceh Darussalam


Kerajaan Aceh Darussalam berdiri menjelang keruntuhan Samudera Pasai. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, pada tahun 1360 M, Samudera Pasai ditaklukkan oleh Majaphit, dan sejak saat itu, kerajaan Pasai terus mengalami kemudunduran. Diperkirakan, menjelang berakhirnya abad ke-14 M, kerajaan Aceh Darussalam telah berdiri dengan penguasa pertama Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada Ahad, 1 Jumadil Awal 913 H (1511 M) . Pada tahun 1524 M, Mughayat Syah berhasil menaklukkan Pasai, dan sejak saat itu, menjadi satu-satunya kerajaan yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut. Bisa dikatakan bahwa, sebenarnya kerajaan Aceh ini merupakan kelanjutan dari Samudera Pasai untuk membangkitkan dan meraih kembali kegemilangan kebudayaan Aceh yang pernah dicapai sebelumnya.

Pada awalnya, wilayah kerajaan Aceh ini hanya mencakup Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipimpin oleh ayah Ali Mughayat Syah. Ketika Mughayat Syah naih tahta menggantikan ayahnya, ia berhasil memperkuat kekuatan dan mempersatukan wilayah Aceh dalam kekuasaannya, termasuk menaklukkan kerajaan Pasai. Saat itu, sekitar tahun 1511 M, kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di Aceh dan pesisir timur Sumatera seperti Peurelak (di Aceh Timur), Pedir (di Pidie), Daya (Aceh Barat Daya) dan Aru (di Sumatera Utara) sudah berada di bawah pengaruh kolonial Portugis. Mughayat Syah dikenal sangat anti pada Portugis, karena itu, untuk menghambat pengaruh Portugis, kerajaan-kerajaan kecil tersebut kemudian ia taklukkan dan masukkan ke dalam wilayah kerajaannya. Sejak saat itu, kerajaan Aceh lebih dikenal dengan nama Aceh Darussalam dengan wilayah yang luas, hasil dari penaklukan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya.

Sejarah mencatat bahwa, usaha Mughayat Syah untuk mengusir Portugis dari seluruh bumi Aceh dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil yang sudah berada di bawah Portugis berjalan lancar. Secara berurutan, Portugis yang berada di daerah Daya ia gempur dan berhasil ia kalahkan. Ketika Portugis mundur ke Pidie, Mughayat juga menggempur Pidie, sehingga Portugis terpaksa mundur ke Pasai. Mughayat kemudian melanjutkan gempurannya dan berhasil merebut benteng Portugis di Pasai.

Kemenangan yang berturut-turut ini membawa keuntungan yang luar biasa, terutama dari aspek persenjataan. Portugis yang kewalahan menghadapi serangan Aceh banyak meninggalkan persenjataan, karena memang tidak sempat mereka bawa dalam gerak mundur pasukan. Senjata-senjata inilah yang digunakan kembali oleh pasukan Mughayat untuk menggempur Portugis.

Ketika benteng di Pasai telah dikuasai Aceh, Portugis mundur ke Peurelak. Namun, Mughayat Syah tidak memberikan kesempatan sama sekali pada Portugis. Peurelak kemudian juga diserang, sehingga Portugis mundur ke Aru. Tak berapa lama, Aru juga berhasil direbut oleh Aceh hingga akhirnya Portugis mundur ke Malaka. Dengan kekuatan besar, Aceh kemudian melanjutkan serangan untuk mengejar Portugis ke Malaka dan Malaka berhasil direbut. Portugis melarikan diri ke Goa, India. Seiring dengan itu, Aceh melanjutkan ekspansinya dengan menaklukkan Johor, Pahang dan Pattani. Dengan keberhasilan serangan ini, wilayah kerajaan Aceh Darussalam mencakup hampir separuh wilayah pulau Sumatera, sebagian Semenanjung Malaya hingga Pattani.

Demikianlah, walaupun masa kepemimpinan Mughayat Syah relatif singkat, hanya sampai tahun 1528 M, namun ia berhasil membangun kerajaan Aceh yang besar dan kokoh. Ali Mughayat Syah juga meletakkan dasar-dasar politik luar negeri kerajaan Aceh Darussalam, yaitu: (1) mencukupi kebutuhan sendiri, sehingga tidak bergantung pada pihak luar; (2) menjalin persahabatan yang lebih erat dengan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara; (3) bersikap waspada terhadap negara kolonial Barat; (4) menerima bantuan tenaga ahli dari pihak luar; (5) menjalankan dakwah Islam ke seluruh kawasan nusantara. Sepeninggal Mughayat Syah, dasar-dasar kebijakan politik ini tetap dijalankan oleh penggantinya.

Dalam sejarahnya, Aceh Darussalam mencapai masa kejayaan di masa Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1590-1636). Pada masa itu, Aceh merupakan salah satu pusat perdagangan yang sangat ramai di Asia Tenggara. Kerajaan Aceh pada masa itu juga memiliki hubungan diplomatik dengan dinasti Usmani di Turki, Inggris dan Belanda. Pada masa Iskandar Muda, Aceh pernah mengirim utusan ke Turki Usmani dengan membawa hadiah. Kunjungan ini diterima oleh Khalifah Turki Usmani dan ia mengirim hadiah balasan berupa sebuah meriam dan penasehat militer untuk membantu memperkuat angkatan perang Aceh.

Hubungan dengan Perancis juga terjalin dengan baik. Pada masa itu, Perancis pernah mengirim utusannya ke Aceh dengan membawa hadiah sebuah cermin yang sangat berharga. Namun, cermin ini ternyata pecah dalam perjalanan menuju Aceh. Hadiah cermin ini tampaknya berkaitan dengan kegemaran Sultan Iskandar Muda pada benda-benda berharga. Saat itu, Iskandar Muda merupakan satu-satunya raja Melayu yang memiliki Balee Ceureumeen (Aula Kaca) di istananya yang megah, Istana Dalam Darud Dunya. Konon, menurut utusan Perancis tersebut, luas istana Aceh saat itu tak kurang dari dua kilometer. Di dalam istana tersebut, juga terdapat ruang besar yang disebut Medan Khayali dan Medan Khaerani yang mampu menampung 300 ekor pasukan gajah, dan aliran sungai Krueng yang telah dipindahkan dari lokasi asal alirannya.

Sebelum Iskandar Muda berkuasa, sebenarnya juga telah terjalin hubungan baik dengan Ratu Elizabeth I dan penggantinya, Raja James dari Inggris. Bahkan, Ratu Elizabeth pernah mengirim utusannya, Sir James Lancaster dengan membawa seperangkat perhiasan bernilai tinggi dan surat untuk meminta izin agar Inggris diperbolehkan berlabuh dan berdagang di Aceh. Sultan Aceh menjawab positif permintaan itu dan membalasnya dengan mengirim seperangkat hadiah, disertai surat yang ditulis dengan tinta emas. Sir James Lancaster sebagai pembawa pesan juga dianugerahi gelar Orang Kaya Putih sebagai penghormatan. Berikut ini cuplikan surat Sulta Aceh pada Ratu Inggris bertarikh 1585 M:

I am the mighty ruler of the Regions below the wind, who holds sway over the land of Aceh and over the land of Sumatra and over all the lands tributary to Aceh, which stretch from the sunrise to the sunset.

(Hambalah Sang Penguasa Perkasa Negeri-negeri di bawah angin, yang terhimpun di atas tanah Aceh, tanah Sumatera dan seluruh wilayah yang tunduk kepada Aceh, yang terbentang dari ufuk matahari terbit hingga matahari terbenam).

Ketika Raja James berkuasa di Inggris, ia pernah mengirim sebuah meriam sebagai hadiah kepada sultan Aceh. Hubungan ini memburuk pada abad ke 18, karena nafsu imperialisme Inggris untuk menguasai kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Aceh juga pernah mengirim utusan yang dipimpin oleh Tuanku Abdul Hamid ke Belanda, di masa kekuasaan Pangeran Maurits, pendiri dinasti Oranye. Dalam kunjungan tersebut, Abdul Hamid meninggal dunia dan dimakamkan di pekarangan sebuah gereja dengan penuh penghormatan, dihadiri oleh para pembesar Belanda. Saat ini, di makam tersebut terdapat sebuah prasasti yang diresmikan oleh Pangeran Bernhard, suami Ratu Juliana.

Ketika Iskandar Muda meninggal dunia tahun 1636 M, yang naik sebagai penggantinya adalah Sultan Iskandar Thani Ala‘ al-Din Mughayat Syah (1636-1641M). Di masa kekuasaan Iskandar Thani, Aceh masih berhasil mempertahankan masa kejayaannya. Penerus berikutnya adalah Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675 M), putri Iskandar Muda dan permaisuri Iskandar Thani. Hingga tahun 1699 M, Aceh secara berturut-turut dipimpin oleh empat orang ratu. Di masa ini, kerajaan Aceh sudah mulai memasuki era kemundurannya. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya konflik internal di Aceh, yang disebabkan penolakan para ulama Wujudiyah terhadap pemimpin perempuan. Para ulama Wujudiyah saat itu berpandangan bahwa, hukum Islam tidak membolehkan seorang perempuan menjadi pemimpin bagi laki-laki. Kemudian terjadi konspirasi antara para hartawan dan uleebalang, dan dijustifikasi oleh pendapat para ulama yang akhirnya berhasil memakzulkan Ratu Kamalat Syah. Sejak saat itu, berakhirlah era sultanah di Aceh.

Memasuki paruh kedua abad ke-18, Aceh mulai terlibat konflik dengan Belanda dan Inggris yang memuncak pada abad ke-19. Pada akhir abad ke-18 tersebut, wilayah kekuasaan Aceh di Semenanjung Malaya, yaitu Kedah dan Pulau Pinang dirampas oleh Inggris. Pada tahun 1871 M, Belanda mulai mengancam Aceh atas restu dari Inggris, dan pada 26 Maret 1873 M, Belanda secara resmi menyatakan perang terhadap Aceh. Dalam perang tersebut, Belanda gagal menaklukkan Aceh. Pada tahun 1883, 1892 dan 1893 M, perang kembali meletus, namun, lagi-lagi Belanda gagal merebaut Aceh. Pada saat itu, Belanda sebenarnya telah putus asa untuk merebut Aceh, hingga akhirnya, Snouck Hurgronye, seorang sarjana dari Universitas Leiden, menyarankan kepada pemerintahnya agar mengubah fokus serangan, dari sultan ke ulama. Menurutnya, tulang punggung perlawanan rakyat Aceh adalah para ulama, bukan sultan. Oleh sebab itu, untuk melumpuhkan perlawanan rakyat Aceh, maka serangan harus diarahkan kepada para ulama. Saran ini kemudian diikuti oleh pemerintah Belanda dengan menyerang basis-basis para ulama, sehingga banyak masjid dan madrasah yang dibakar Belanda.

Saran Snouck Hurgronye membuahkan hasil: Belanda akhirnya sukses menaklukkan Aceh. J.B. van Heutsz, sang panglima militer, kemudian diangkat sebagai gubernur Aceh. Pada tahun 1903, kerajaan Aceh berakhir seiring dengan menyerahnya Sultan M. Dawud kepada Belanda. Pada tahun 1904, hampir seluruh Aceh telah direbut oleh Belanda. Walaupun demikian, sebenarnya Aceh tidak pernah tunduk sepenuhnya pada Belanda. Perlawanan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh masyarakat tetap berlangsung. Sebagai catatan, selama perang Aceh, Belanda telah kehilangan empat orang jenderalnya yaitu: Mayor Jenderal J.H.R Kohler, Mayor Jenderal J.L.J.H. Pel, Demmeni dan Jenderal J.J.K. De Moulin.
Kekuasaan Belanda berlangsung hampir setengah abad, dan berakhir seiring dengan masuknya Jepang ke Aceh pada 9 Februari 1942. Saat itu, kekuatan militer Jepang mendarat di wilayah Ujong Batee, Aceh Besar. Kedatangan mereka disambut oleh tokoh-tokoh pejuang Aceh dan masyarakat umum. Hubungan baik dengan Jepang tidak berlangsung lama. Ketika Jepang mulai melakukan pelecehan terhadap perempuan Aceh dan memaksa masyarakat untuk membungkuk pada matahari terbit, maka, saat itu pula mulai timbul perlawanan. Di antara tokoh yang dikenal gigih melawan Jepang adalah Teungku Abdul Jalil. Kekuasaan para penjajah berakhir ketika Indonesia merdeka dan Aceh bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

2. Silsilah

Berikut ini daftar para sultan yang pernah berkuasa di kerajaan Aceh Darussalam:
1. Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M)
2. Sultan Salahuddin (1528-1537).
3. Sultan Ala‘ al-Din al-Kahhar (1537-1568).
4. Sultan Husein Ali Riayat Syah (1568-1575)
5. Sultan Muda (1575)
6. Sultan Sri Alam (1575-1576).
7. Sultan Zain al-Abidin (1576-1577).
8. Sultan Ala‘ al-Din Mansur Syah (1577-1589)
9. Sultan Buyong (1589-1596)
10. Sultan Ala‘ al-Din Riayat Syah Sayyid al-Mukammil (1596-1604).
11. Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607)
12. Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1607-1636).
13. Iskandar Thani (1636-1641).
14. Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675).
15. Sri Ratu Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678)
16. Sri Ratu Zaqi al-Din Inayat Syah (1678-1688)
17. Sri Ratu Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699)
18. Sultan Badr al-Alam Syarif Hashim Jamal al-Din (1699-1702)
19. Sultan Perkasa Alam Syarif Lamtui (1702-1703)
20. Sultan Jamal al-Alam Badr al-Munir (1703-1726)
21. Sultan Jauhar al-Alam Amin al-Din (1726)
22. Sultan Syams al-Alam (1726-1727)
23. Sultan Ala‘ al-Din Ahmad Syah (1727-1735)
24. Sultan Ala‘ al-Din Johan Syah (1735-1760)
25. Sultan Mahmud Syah (1760-1781)
26. Sultan Badr al-Din (1781-1785)
27. Sultan Sulaiman Syah (1785-…)
28. Alauddin Muhammad Daud Syah.
29. Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam (1795-1815) dan (1818-1824)
30. Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818)
31. Sultan Muhammad Syah (1824-1838)
32. Sultan Sulaiman Syah (1838-1857)
33. Sultan Mansur Syah (1857-1870)
34. Sultan Mahmud Syah (1870-1874)
35. Sultan Muhammad Daud Syah (1874-1903)

Catatan: Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam (sultan ke-29) berkuasa pada dua periode yang berbeda, diselingi oleh periode Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818).

3. Periode Pemerintahan

Kerajaan Aceh Darussalam berdiri sejak akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-20 M. Dalam rentang masa empat abad tersebut, telah berkuasa 35 orang sultan dan sultanah.

4. Wilayah kekuasaan

Di masa kejayaannya, wilayah kerajaan Aceh Darussalam mencakup sebagian pulau Sumatera, sebagian Semenanjung Malaya dan Pattani.

5. Struktur pemerintahan

Pada masa Sultan Ala‘ al-Din Mansur Syah (1577-1589) berkuasa, kerajaan Aceh sudah memiliki undang-undang yang terangkum dalam kitab Kanun Syarak Kerajaan Aceh. Undang-undang ini berbasis pada al-Quran dan hadits yang mengikat seluruh rakyat dan bangsa Aceh. Di dalamnya, terkandung berbagai aturan mengenai kehidupan bangsa Aceh, termasuk syarat-syarat pemilihan pegawai kerajaan. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa, walaupun Aceh telah memiliki undang-undang, ternyata belum cukup untuk menjadikannya sebagai sebuah kerajaan konstitusional.

Dalam struktur pemerintahan Aceh, sultan merupakan penguasa tertinggi yang membawahi jabatan struktural lainnya. Di antara jabatan struktural lainnya adalah uleebalang yang mengepalai unit pemerintahan nanggroe (negeri), panglima sagoe (panglima sagi) yang memimpin unit pemerintahan Sagi, Kepala Mukim yang menjadi pimpinan unit pemerintahan mukim yang terdiri dari beberapa gampong, dan keuchiek atau geuchiek yang menjadi pimpinan pada unit pemerintahan gampong (kampung). Jabatan struktural ini mengurus masalah keduniaan (sekuler). Sedangkan pemimpin yang mengurus masalah keagamaan adalah tengku meunasah, imam mukim, kadli dan para teungku.

6. Kehidupan Sosial Budaya

a. agama

Dalam sejarah nasional Indonesia, Aceh sering disebut sebagai Negeri Serambi Mekah, karena Islam masuk pertama kali ke Indonesia melalui kawasan paling barat pulau Sumatera ini. Sesuai dengan namanya, Serambi Mekah, orang Aceh mayoritas beragama Islam dan kehidupan mereka sehari-hari sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam ini. Oleh sebab itu, para ulama merupakan salah satu sendi kehidupan masyarakat Aceh. Selain dalam keluarga, pusat penyebaran dan pendidikan agama Islam berlangsung di dayah dan rangkang (sekolah agama). Guru yang memimpin pendidikan dan pengajaran di dayah disebut dengan teungku. Jika ilmunya sudah cukup dalam, maka para teungku tersebut mendapat gelar baru sebagai Teungku Chiek. Di kampung-kampung, urusan keagamaan masyarakat dipimpin oleh seseorang yang disebut dengan tengku meunasah.

Pengaruh Islam yang sangat kuat juga tampak dalam aspek bahasa dan sastra Aceh. Manuskrip-manuskrip terkenal peninggalan Islam di Nusantara banyak di antaranya yang berasal dari Aceh, seperti Bustanussalatin dan Tibyan fi Ma‘rifatil Adyan karangan Nuruddin ar-Raniri pada awal abad ke-17; kitab Tarjuman al-Mustafid yang merupakan tafsir Al Quran Melayu pertama karya Shaikh Abdurrauf Singkel tahun 1670-an; dan Tajussalatin karya Hamzah Fansuri. Peninggalan manuskrip tersebut merupakan bukti bahwa, Aceh sangat berperan dalam pembentukan tradisi intelektual Islam di Nusantara. Karya sastra lainnya, seperti Hikayat Prang Sabi, Hikayat Malem Diwa, Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, merupakan bukti lain kuatnya pengaruh Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh.

b. Struktur sosial

Lapisan sosial masyarakat Aceh berbasis pada jabatan struktural, kualitas keagamaan dan kepemilikan harta benda. Mereka yang menduduki jabatan struktural di kerajaan menduduki lapisan sosial tersendiri, lapisan teratasnya adalah sultan, dibawahnya ada para penguasa daerah. Sedangkan lapisan berbasis keagamaan merupakan lapisan yang merujuk pada status dan peran yang dimainkan oleh seseorang dalam kehidupan keagamaan. Dalam lapisan ini, juga terdapat kelompok yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad. Mereka ini menempati posisi istimewa dalam kehidupan sehari-hari, yang laki-laki bergelar Sayyed, dan yang perempuan bergelar Syarifah. Lapisan sosial lainnya dan memegang peranan sangat penting adalah para orang kaya yang menguasai perdagangan, saat itu komoditasnya adalah rempah-rempah, dan yang terpenting adalah lada.

c. Kehidupan sehari-hari

Sebagai tempat tinggal sehari-hari, orang Aceh membangun rumah yang sering disebut juga dengan rumoh Aceh. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, mereka bercocok tanam di lahan yang memang tersedia luas di Aceh. Bagi yang tinggal di kawasan kota pesisir, banyak juga yang berprofesi sebagai pedagang. Senjata tradisional orang Aceh yang paling terkenal adalah rencong, bentuknya menyerupai huruf L, dan bila dilihat dari dekat menyerupai tulisan kaligrafi bismillah. Senjata khas lainnya adalah Sikin Panyang, Klewang dan Peudeung oon Teubee.

Sumber :http://history.melayuonline.com





ACEH....

Aceh, nama yang merepresentasikan wilayah di ujung utara Pulau Sumatra. Wilayah tersebut saat ini bernama Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Aceh merupakan identitas yang dikenal luas sejak dahulu. Ada beberapa versi yang menceritakan asal mula nama Aceh beserta artinya seperti yang dirangkum di bawah ini.
1. Versi becanda: Aceh singkatan dari Arab, Cina, Eropa dan Hindia, berdasarkan diversity ras yang terdapat di wilayah ini. Legenda ’si mata biru’, tampang mirip Arab, Cina dan India banyak dijumpai di Aceh, sehingga muncul singkatan ini.
2. Versi dari Waled Said Ali Abdullah azZahir, salah seorang tokoh Aceh. Menurutnya kata Aceh berasal dari bangsa India, ‘Atjcha’ yang artinya baik. Pendapat beliau dulu banyak orang dari India datang untuk menetap maupun berbisnis ke ujung Pulau Sumatra. Ketika ada yang pulang ke kampungnya, mereka berpapasan dengan pendatang-pendatang lainnya di tengah lautan. Lalu terjadilah komunikasi singkat. Para pendatang bertanya, “Hoi, gimana keadaan di negeri yang sudah tuan kunjungi?”. Singkat, padat dan sambil goyang kepala kiri kanan, mereka menyahut, “atjcha….atjcha!!!” (baik..baik…). Lama kelama, melalui proses sejarah yang relatif panjang, penekanan kata sedikit berubah. Kata ‘Atjcha’ menjadi seperti apa yang kita kenal sekarang, Atjeh atau Aceh. (Jauhari, 2005)
3. Versi lainnya: asal mula daerah yang bernama Aceh sebenarnya adalah Lambri atau Lamiri (berdasarkan info dari Marcopolo). Tetapi setelah kedatangan Portugis, nama Lambri tak tersebut lagi, melainkan Achem (Atjeh). Orang Portugis dan Italia biasanya mengatakan Achem, Achen, Acen dan orang Arab menyebutkan lagi Asyi, atau juga Dachem, Dagin, Dacin. Penulis-penulis Perancis mengatakan: Achem, Achen, Achin, Acheh. Orang Inggris menyebut: Atcheen, Acheen, Achin. Akhirnya orang Belanda menyebutkan: Achem, Achim, Atchin, Atchein, Atjin, Atsjiem, Atsjeh, dan akhirnya Atjeh.
Orang Aceh sendiri mengatakan “Atjeh”, begitu pula nama daerah ini tersebut di dalam tarich Melayu, undang-undang Melayu, di dalam surat-surat Atjeh lama (sarakata) dan pada mata-mata uang Atjeh, emas (derham), uang timah (keuëh) Atjeh dan sebagainya disebut Atjeh. Tentang asal nama ini belum ada keterangan yang jelas. Di dalam tarich Kedah (Marong Mahawangsa) dari ± tahun 1220 M/ 517 H. Aceh sudah tersebut sebagai satu negeri di pesisir Pulau Pertja (Sumatera). Orang Portugis Barbosa (1516 M/922 H) yaitu orang Eropa yang datang menyebut: Achem dan lagi buku-buku sejarah Tionghoa (1618 M) yang mengenai Aceh mengatakan A-tse. Bentuk yang lebih tua lagi ialah Tadji atau Tashi, yang bagi orang Tionghoa berarti segala negeri Islam: atau pun sebutan kepada negeri Pasai. Pa menjadi Ta. (Sumber: Forbes).
Saat ini Aceh mulai berbenah dan membangun, utamanya sejak damai menjadi harapan bersama setelah perang dan bencana alam yang mahadahsyat. Beberapa kali kunjungan ke Aceh, harapan untuk itu selalu ada, walaupun beberapa tantangan berat masih terbentang. Semoga kelak menjadi ‘lebih atjcha’, makmur sentosa, baldathun thoyyibah warobbun ghofuur…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-524385697927040966?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/524385697927040966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=524385697927040966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/524385697927040966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/524385697927040966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/03/kerajaan-aceh-darussalam-407-tahun-1496.html' title='KERAJAAN ACEH DARUSSALAM 407 TAHUN ( 1496 - 1903 M )'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/Say6nUhPXLI/AAAAAAAAAE0/xs4ukaIiapI/s72-c/Bendera+aceh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-5798180893638680053</id><published>2009-01-28T20:00:00.001+07:00</published><updated>2009-01-28T20:10:21.221+07:00</updated><title type='text'>.. .. ..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SYBXxc_hTOI/AAAAAAAAAEc/h9kgXvEimvs/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 203px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SYBXxc_hTOI/AAAAAAAAAEc/h9kgXvEimvs/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296329668895526114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-5798180893638680053?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/5798180893638680053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=5798180893638680053' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/5798180893638680053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/5798180893638680053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title='.. .. ..'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SYBXxc_hTOI/AAAAAAAAAEc/h9kgXvEimvs/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-294916643696728777</id><published>2009-01-28T19:40:00.002+07:00</published><updated>2009-01-28T19:51:47.203+07:00</updated><title type='text'>SoRry n' Thankz..</title><content type='html'>Maaf bwt smua temen2 gw...
ini lah gw.. Hery Suhendra yg kalian kenal...

gw memank tidak terbuka ama kalian smua, tp bukan brarti gw ga mw cerita tenteng gw ke lu smua...
tp gw ga mw ngelibatin kalian smua ke dalam masalah gw...
masalah yang ada sekarang adalah masalah gw,
jadi biyarin gw aja yang nangani, bukan brarti gw ga mw di bantu ama temen2 smua, tapi gw berusaha untuk menyelesaikan masalah gw sendiri...
agak egois emank keliatan nya,.
tp gw punya alasan nya...
gw mw kalian fokus dengan apa yang sedang kalian jalanin sekarang, gw ga mw konsentrasi kalian smua terpecah hanya karena mikirin masalah gw...
gw ga apa2 kok...
gw bae2 aja insyaALLah.....

gw mw keadaan tetap seperti semula, seperti apa ada nya, walopun mgkn ada perbedaan di sana sini... tapi itulah yang namanya pertemanan, perbedaan itu indah, tapi menyakitkan (ceu budak KBM seh...) hahahaha.....

oh iya...
gw cuma kangen ama keadaan yang seperti dulu, yg jalan2 brg ke PP mpe BoQer, jalan kaki, naek angkot... truz juga cucusapi, hahahaha.....
keadaan sekarng udah beda seh....

makasih kalian udah amat sangat begitu perhatian dan peduli ama gw...
tp kalian harus tetap fokus dengan kegiatan kalian....

doain aja gw supaya gw bisa ngejalanin n menghadapi jalan gw...
gw bakal usaha kok...


                                             Thankz 4 aLL..
                                                _hery_&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-294916643696728777?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/294916643696728777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=294916643696728777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/294916643696728777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/294916643696728777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/01/sorry-n-thankz.html' title='SoRry n&apos; Thankz..'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-619064011233005106</id><published>2009-01-26T12:33:00.000+07:00</published><updated>2009-01-26T12:34:35.819+07:00</updated><title type='text'>Kisah ajaib Tsunami Aceh</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kisah ajaib Tsunami Aceh&lt;/span&gt;
Karomah dari Tanah Duka
Bermacam keajaiban dan kebesaran Allah, nampak di Aceh. Mulai dari besarnya gelombang sampai cara-cara selamat yang tak masuk akal.

Pagi itu, daerah Krueng Raya yang berada di pantai barat Privinsi Nanggroe Aceh Darussalam ramai. Seperti biasa. Perkampungan di garis pantai itu, dipenuhi anak-anak yang turun bermain di bibir laut. Di daerah itu pula, Taufik bin Ahmad tinggal bersama istri dan seorang anaknya.

Rumah sederhananya berdiri di samping sebuah meunasah, atau mushalla, An Nur. Di meunasah itu pula, Taufik bin Ahmad setiap malam sampai subuh mendirikan shalat tahajud dengan sujud-sujud panjangnya. Mengajar ngaji anak-anak kecil dari perkampungan pantai dan juga berdakwah. Seperti hari-hari sebelumnya, pagi itu, hari Ahad (26/12) langit juga cerah. Awan putih bergumpal dan berarak di langit biru. Tapi tiba-tiba bumi berguncang dengan kuatnya. Kepanikan, sesaat melanda penduduk perkampungan di garis pantai itu.

Tapi tak lama. Kepanikan yang mengepung segera sirna. Maklum, gempa memang bukan hal yang aneh pagi penduduk Serambi Mekkah ini. Tapi bukan karena itu saja, air pantai yang surut hingga lebih dari satu kilometer yang menyisakan ikan-ikan yang menggelepar di pantai begitu menggoda penduduk. Berduyun anak-anak dan juga orang dewasa, turun ke pantai yang garisnya sudah jauh surut. Mereka berebut ikan yang menari-nari di atas pasir.

Tapi, tidak dengan Taufik bin Ahmad. kepada SABILI ia mengaku perasaannya begitu ngeri melihat air surut dari pantai dengan cepatnya. Ia berteriak-teriak pada orang-orang untuk tak turun ke pantai. “Jangan. Jangan ke pantai,” pekiknya. Tapi tak ada yang hirau pada teriakan itu.

Ia berlari dan bilang pada istrinya, untuk segera menjauh dari pantai. Meski ia tak tahu apa yang bakal terjadi, perasaannya mengatakan ada yang tak wajar. Ia menyuruh istri dan anaknya untuk kembali ke rumah. Tak berapa lama, hanya dalam hitungan tak sampai beberapa menit ombak yang seperti tembok tingginya datang bergulung-gulung. Menggulung pantai, orang dan rumah-rumah. Taufik bin Ahmad pun terpisah dari anak dan istrinya.

Istri Taufik dan anaknya, masuk ke dalam meunasah. “Saya yakin, Allah tidak akan berbuat apa-apa dengan meunasah ini. Saya yakin, Allah akan menyelamatkan meunasah dan orang-orang di dalamnya,” ujar istri Taufik pada SABILI beberapa hari setelah badai usai.

Dan memang, meunasah itu tak apa-apa. Meunasah sederhana yang terbangun dari papan itu memang terbawa arus sampai beratus-ratus meter dari tempatnya berdiri semula. Begitu juga istri dan anak Taufik bin Ahmad. Dari dalam meunasah ia merasakan hantaman ombak tsunami, pusaran air yang menggulung-gulung. Tapi meunasah itu selamat, begitu juga anak dan istri Taufik bin Ahmad. Beberapa jam setelah air surut, suami, istri dan anak itu bertemu. Dengan selamat.

Padahal, tak jauh dari sana, masih di Krueng Raya, tangki-tangki Pertamina yang berukuran besar, dari besi dengan bobot berton-ton telah poranda. Bentuk aslinya telah hilang oleh gelombang tsunami yang menghantam. Meunasah kecil An Nur yang sederhana, adalah keajaiban Allah yang dituturkan oleh keluarga Taufik bin Ahmad, keluarga yang selamat di dalam rumah Allah itu.

Masih di Kreung Raya, keajaiban dipertontonkan pada manusia. Sebuah dayeuh atau pesantren, Darul Hijrah namanya, adalah saksi sekaligus penerima dari karomah yang luar biasa itu. Pesantren yang berdiri di tepi pantai itu cukup indah dengan pemandangan langsung ke arah pantai. Tapi itu adalah pemandangan sebelum gelombang tsunami menghantam.

Meski pantai sudah tak seperti dulu lagi, Darul Hijrah masih tetap seperti semula. Dayeuh dengan enam bangunan yang terbuat dari rumah panggung papan itu bahkan tak bergeser sedikit pun. Puluhan santrinya selamat, tak kurang suatu apa.
Menurut keterangan santri dan penduduk sekitar, gelombang tsunami memang menerpa. Namun, tepat di sekitar dayeuh, arus gelombang seakan melemah. Bahkan gelombang seolah terbelah dan membiarkan dayeuh selamat dari terjangan tsunami. Padahal, sekali lagi, Pertamina yang tak jauh dari tempat itu, hanya berjarak beberapa kilometer saja, lantak oleh tsunami. Tangki-tangki besar yang berbobot mati berton-ton penyok, tak sesuai bentuk asalnya. Bahkan tangki-tangki itu tak berdiri di tempatnya semula.

Pesantren atau dayeuh lain yang selamat adalah Nasrul Muta’alimin, di kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Dayeuh yang berada hanya beberapa ratus meter saja dari laut yang menjadi pusat tsunami ini selamat tak kurang suatu apa. Begitu juga para santrinya, tak seorang pun menjadi korban. Menurut seorang santri, Halimah, yang ditemui SABILI, para penghuni pesantren mengamati terjangan tsunami sejak awal. Detik demi detik. Sementara itu, di dalam pesantren, seluruh santri dan guru berzikir tak putus dan memanjatkan doa tiada henti.

Dan alhamdulillah, doa mereka seakan terjawab. Gelombang air yang begitu dahsyat itu seolah terpisah saat sampai di Pesantren Nasrul Muta’alimin. Air hanya lewat dengan begitu tenang di bawah bangunan pesantren yang berbentuk rumah panggung. “Kami semua membaca al-Qur’an dan berdoa tak henti-henti ketika ombak laut datang,” ujar Halimah yang saat itu tak menyangka akan begitu banyak korban yang ditelan tsunami yang melintas di hadapannya.

Masjid Kreung Raya pun tetap utuh seperti sedia kala. Air memang sempat masuk ke bangunan masjid. Tak tak satu pun tiang atau sudut bangunan masjid ini yang roboh. Masjid ini masih berdiri kokoh di ujung muara kreung (sungai, Aceh). Jika melihat posisi masjid yang benar-benar nyaris di bibir pantai, rasanya mustahil bagi akal untuk menerimanya tetap berdiri tak kurang suatu apa. Allah memang telah memilih apa yang hendak diselamatkan, dan apa pula yang hendak dilumatkan.
Daerah garis pantai Kreung Raya memang menyimpan banyak cerita setelah tsunami reda. Di pantai itu pula ulama besar dari abad silam, Syiah Kuala dimakamkan. Makam yang indah di tepi pantai.

Di tepi pantai itu pula, dua malam sebelum bencana, menurut keterangan penduduk yang selamat, beberapa anggota Brimob yang beragama Kristen merayakan malam Natal. Acara cukup meriah, ujar seorang penduduk yang selamat. Tapi tak hanya perayaan Natal. Pada malam berikutnya, perayaan Natal berganti dengan pesta. Tak jelas, apakah orang-orang yang berada di tempat tersebut sama dengan orang-orang sebelumnya, tapi yang jelas, malam itu lebih meriah dengan malam sebelumnya.

Pesta api unggun hingga pagi hari. Tenda-tenda juga didirikan. Suara-suara perempuan terdengar oleh penduduk dari kejauhan. Entah sedang berlangsung pesta apa di pantai dekat makam Syekh Syiah Kuala itu. Pesta memang terus berlangsung hingga sinar matahari memecahkan gelap langit. Penduduk sekitar menceritakan, orang-orang tersebut bahkan masih berada di pantai saat gempa mengguncang. Peserta pesta semalam itu, dituturkan, terkaget-kaget juga saat air pantai surut hingga jauh ke laut. Mereka terbengong-bengong dan tak tahu apa yang terjadi.

Di saat seperti itulah, air datang. Tapi anehnya, menurut penduduk, air tak hanya datang dari arah laut. Air keluar dari arah makam. Air hitam, tinggi menjulang. Dan para peserta pesta pun terkepung. Dari depan mereka, arah laut, sebelum sempat sadar, gelombang dengan kecepatan setara jet komersial datang menghantam. Sedangkan dari belakang, air yang memancar tinggi, setinggi pohon kelapa dan juga bagai tembok, panjangnya menghalangi jalan keluar.

Benarkah cerita yang dituturkan penduduk Kreung Raya itu? Tentang air hitam yang keluar dengan dahsyat dari areal makam? Wallahu a’lam. Yang jelas, makam Syiah Kuala yang berusia ratusan tahun itu kini telah hilang, nyaris tak meninggalkan bekas di tempatnya.

Keajaiban dan karomah lain diperlihatkan lewat pemeran lain. Kali ini hewan-hewan, bukan manusia. Sebelum gempa dan gelombang tsunami menghantam, tanda-tanda yang disampaikan oleh alam dan hewan telah bertebaran. Kawanan burung putih terbang berarak-arak di langit kota Banda Aceh. Menurut kakek nenek dan orang-orang dulu, jika kawanan burung putih melintas di atas langit, akan ada bencana yang datang dari laut. Begitu juga jika air laut surut dengan cepat dari pantai. Orang tua dulu telah memberikan nasihat turun-temurun, jika air surut dengan cepat, depat-cepat lari naik ke hutan. Karena tak lama, ombak setinggi pohon kelapa akan segera datang.

Setelah bencana terjadi pun, keajaiban yang ditunjukkan oleh alam dan binatang juga terjadi. Mayat-mayat yang terbengkalai di mana-mana, hingga hari ini dikhawatirkan menimbulkan gelombang bencana susulan. Gelombang wabah kolera.

Tapi hingga hari ini, dua pekan lebih setelah hari bencana, belum diketahui ada korban selamat yang terjangkit kolera. Dan ini adalah keajaiban lain.

Keajaiban yang lain adalah, tak ada lalat-lalat yang mengerumuni mayat yang sudah pasti akan membantu cepatnya penyebaran virus atau bakteri kolera. Keheranan akal ini dicermati dengan teliti oleh dr. Mastanto dari Posko Keadilan Peduli Umat (PKPU). “Saya heran, benar-benar tidak ada lalat. Saya tak bisa membayangkan kalau lalat-lalat ada. Kolera pasti tak terbendung,” ujarnya.

Keajaiban dan karomah, kebesaran dan karunia Allah memang tak pernah absen dari kehidupan manusia. Asal kita pandai membaca tanda-tanda, kebesaran Allah selalu ada di mana-mana. Dan seharusnya, kebesaran itu pula yang akan membuat kepala kita kian tertunduk, hati dan jiwa kita kian mengerti bahwa hidup tidak lain kecuali untuk beribadah. Kepada-Nya.


Herry Nurdi

sabili cybernews 2004
Cipinang Cempedak III No.11A Polonia Jakarta Timur 13340 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-619064011233005106?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/619064011233005106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=619064011233005106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/619064011233005106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/619064011233005106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/01/kisah-ajaib-tsunami-aceh.html' title='Kisah ajaib Tsunami Aceh'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-5351804409036032389</id><published>2009-01-19T15:03:00.003+07:00</published><updated>2009-01-19T15:19:59.050+07:00</updated><title type='text'>..Save PaLestine..</title><content type='html'>&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3445/3185586872_214a0cc3e9.jpg?v=0" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3359/3191172292_338bb49dbb.jpg?v=0" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3385/3190325025_b9a2a65773.jpg?v=0" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3511/3182009293_b16b898cb1_o.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3513/3181953531_4270eba0e9_o.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3258/3182522182_d1750d3c04.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm2.static.flickr.com/1187/3174671382_56dfa62709.jpg?v=0" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3089/3163583002_5dc1aa35e3_o.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3111/3160806437_d12bf7c153_o.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3097/3161369840_be25356b55_o.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3077/3161240998_dace9b8e09_o.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;


&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3092/3162305527_5429fa60ef_o.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3294/3155615150_2e3f9ec26a.jpg?v=0" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://i44.photobucket.com/albums/f34/firdausluct2/iluvislam/Palestine_001.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://i44.photobucket.com/albums/f34/firdausluct2/iluvislam/General_005.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://i44.photobucket.com/albums/f34/firdausluct2/iluvislam/General_003.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-5351804409036032389?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/5351804409036032389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=5351804409036032389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/5351804409036032389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/5351804409036032389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/01/save-palestine_19.html' title='..Save PaLestine..'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm4.static.flickr.com/3258/3182522182_d1750d3c04_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-4739659755143102230</id><published>2009-01-19T14:46:00.001+07:00</published><updated>2009-01-19T14:57:39.996+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://testi.iluvislam.com/"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3401/3205060482_ea3c28f932.jpg?v=0" border="0" /&gt;
&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3386/3204762710_116f967455.jpg?v=0" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-4739659755143102230?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/4739659755143102230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=4739659755143102230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4739659755143102230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4739659755143102230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/01/dapatkan-mesej-bergambar-di-sini.html' title=''/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-4059132012963301574</id><published>2009-01-07T13:52:00.001+07:00</published><updated>2009-01-07T13:55:04.813+07:00</updated><title type='text'>save Palestine</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SWRRjxr7-HI/AAAAAAAAAD0/058QKY7oKYQ/s1600-h/p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SWRRjxr7-HI/AAAAAAAAAD0/058QKY7oKYQ/s320/p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288441537514698866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/Local%20Settings/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-4059132012963301574?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/4059132012963301574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=4059132012963301574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4059132012963301574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/4059132012963301574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/01/save-palestine.html' title='save Palestine'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SWRRjxr7-HI/AAAAAAAAAD0/058QKY7oKYQ/s72-c/p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-3481018399040320057</id><published>2009-01-02T18:37:00.016+07:00</published><updated>2009-01-02T19:18:44.725+07:00</updated><title type='text'>..new year..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4DVJAI7PI/AAAAAAAAADs/uET4EeLMBKI/s1600-h/aa2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 84px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4DVJAI7PI/AAAAAAAAADs/uET4EeLMBKI/s320/aa2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286666674308181234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gempita tahun baru di sorakkan dari seluruh belahan dunia...
ya... tahun baru merupakan euforia yang tercipta untuk berpesta dan bersenang2...



&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4DP3Gt8bI/AAAAAAAAADk/ShYASJKEVPM/s1600-h/aa3.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4DP3Gt8bI/AAAAAAAAADk/ShYASJKEVPM/s320/aa3.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286666583604588978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Kembang api&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;terompet&lt;/span&gt;...
adalah atribut yang wajib pada malam pergantian tahun..




&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4DKVtXEnI/AAAAAAAAADc/vO0WN4xFb7Y/s1600-h/aa4.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4DKVtXEnI/AAAAAAAAADc/vO0WN4xFb7Y/s320/aa4.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286666488740516466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;HAPPY NEW YEAR 2009.....&lt;/span&gt;



&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4DDIIttbI/AAAAAAAAADU/UJhX8igNvJc/s1600-h/aa.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4DDIIttbI/AAAAAAAAADU/UJhX8igNvJc/s320/aa.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286666364838065586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sorak sorai, riuh rendah teriakan manusia yang larut dalam suasana malam tahun baru...

Setiap daerah mempunyai cara nya masing2 dalam merayakan malam pergantian tahun....

Pusat2 perhelatan penuh sesak dengan ribuan bahkan jutaan manusia yang     ingin menghabiskan malam untuk pesta tutup tahun...


&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4CsmQPhOI/AAAAAAAAADE/S8vtnifTDmk/s1600-h/a3.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4CsmQPhOI/AAAAAAAAADE/S8vtnifTDmk/s320/a3.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286665977785713890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi, apakah kita tidak sadar dengan saudara2 kita yang kini sedang dalam kesusahan?????
Palestina kini sedang di gempur oleh israel...



&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4Cn6BmFVI/AAAAAAAAAC8/kOFiTzP53H8/s1600-h/a4.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 77px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4Cn6BmFVI/AAAAAAAAAC8/kOFiTzP53H8/s320/a4.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286665897193641298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
ya... PaLestina Berdarah....
kini negeri itu tercabik oleh keberingasan sang biadab, Israel laknatullah beserta antek2 nya...




&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4Ch-gJI2I/AAAAAAAAAC0/3cdbQTuPZhs/s1600-h/a.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4Ch-gJI2I/AAAAAAAAAC0/3cdbQTuPZhs/s320/a.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286665795316294498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PaLestina, yang tanah nya di rampas oleh orang2 yahudi untuk mendirikan negara yang sama sekali tidak pantas untuk di dirikan...
Palestina negeri yang indah itu, kini dalam penderitaan..



&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4CZnqQwgI/AAAAAAAAACs/jQRbgClIR60/s1600-h/a6.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4CZnqQwgI/AAAAAAAAACs/jQRbgClIR60/s320/a6.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286665651745767938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hanya sedikit dari tanah Palestina yang kini dimiliki, sebagian besar yang lain di rampas paksa oleh israel...
itupun masih di bawah penjajahan israel...





&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4CT6rR5wI/AAAAAAAAACk/IIjYMuxanT4/s1600-h/a5.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4CT6rR5wI/AAAAAAAAACk/IIjYMuxanT4/s320/a5.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286665553771095810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mari bersama2 kita bantu Palestina dengan bantuan apapun semampu kita..
Mari wujudkan perdamaian di Negeri Palestina,.
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4Cw51GM_I/AAAAAAAAADM/iebtH-ilswM/s1600-h/a2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 83px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4Cw51GM_I/AAAAAAAAADM/iebtH-ilswM/s320/a2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286666051760042994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Palestina...

&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;



Lets Jihad...
&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/Local%20Settings/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/Local%20Settings/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/Local%20Settings/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-3481018399040320057?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/3481018399040320057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=3481018399040320057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3481018399040320057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3481018399040320057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2009/01/new-year.html' title='..new year..'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDPo-G3lAcw/SV4DVJAI7PI/AAAAAAAAADs/uET4EeLMBKI/s72-c/aa2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-1496789576174548601</id><published>2008-12-22T19:17:00.002+07:00</published><updated>2008-12-22T19:38:47.927+07:00</updated><title type='text'>akhir tahun</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;bentar lagi tahun 2008 akan berakhir, dan tahun 2009 akan menyapa kita semua..&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;sudahkah kita introspeksi diri akan apa yang telah dilakukan di tahun 2008???&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;2009 yang hanya hitungan hari lagi akan kita laksanakan seperti apa? apakah kita sudah merencanakan.....&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;banyak yang telah terjadi di tahun 2008, baik buruk semuanya terjadi. refleksi 2008 harus lah menjadikan kita manusia yang dapat memperbaiki segala hal dalam hidup di kemudian hari..&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;acara tutup tahun, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu diwarnai dengan berbagai acara dan kegiatan, mulai dari musik, pagelaran seni, kembang api lain sebagainya..&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai apa yang telah terlewati satu tahun yg telah lewat dan tentu nya apa yang harus kita persiapkan untuk tahun berikutnya..&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;bagaimana pun dan dengan cara apapun kita merayakan pergantian tahun, yg terpenting kita jangan sampai terlena dengan kenikmatan sesaat, kita juga harus melihat kebawah, masih banyak saudara-sudara kita yang kekurangan dan butuh uluran tangan kita, dari pada melakukan hal-hal yang ga jelas, lebih baik kita beramal untuk menambah pundi-pundi pahala kita di tahun yang akan ditinggalkan ini, dan juda sebagai deposito kita di akhirat kelak...&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;met tahun baru 2009 ya...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-1496789576174548601?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/1496789576174548601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=1496789576174548601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1496789576174548601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1496789576174548601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2008/12/akhir-tahun.html' title='akhir tahun'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-3391569438241528116</id><published>2008-12-20T14:38:00.001+07:00</published><updated>2008-12-20T14:42:53.844+07:00</updated><title type='text'>_wanita Perkasa aCeh_</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dari bumi Aceh telah banyak&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;terlahir wanita-wanita&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perkasa, yang dalam sejarah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dunia sekalipun sulit dicari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perbandingannya. Salah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;satunya adalah Putri Betung.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Alkisah dalam Hikayat Aceh&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dan Hikayat Raja-raja Pasai,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;asal-usul yang menurunkan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kemuliaan dan kebesaran&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sultan Iskandar Muda yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bertakhta di Aceh&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Darussalam dan raja-raja&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Samudra Pase (Aceh Utara)&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;adalah berasal dari rahim&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bidadari yang diberi nama&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Putri Betung.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;entang hikayat Putri Betung,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;alkisah ia adalah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;anak bidadari yang ditemukan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Raja Muhammad di&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;hutan. Kemudian Raja&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;mengangkatnya sebagai&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;anak yang kelak dinikahkan dengan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Meurah Gajah, yang merupakan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;anak raja Ahmad, saudara tua Raja&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Muhammad. Versi lain Hikayat&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Aceh menyebutkan, perkawinan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Putri Betung dengan Merah Gajah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;melahirkan dua anak, laki-laki dan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perempuan, masing-masing bernama&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sultan Ibrahim Syah dan Putri&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sapiah. Sementara versi Hikayat&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Raja-raja Pasai menyatakan bahwa&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Putri Betung melahirkan dua anak&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;laki-laki bernama Meurah Silu yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;selanjutnya bergelar Sultan Malik&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;As Shaleh, pendiri Kerajaan Samudra&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pase, dan Meurah Hanum.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kisah Putri Betung ini menarik&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;untuk disimak karena selain memiliki&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;simbol sebagai Rahim Mulia,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;yang menjadi perantara lahirnya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;raja-raja besar, juga memiliki cacat&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tubuh. Lazimnya, seorang putri adalah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perempuan yang digambarkan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;cantik jelita, dengan tubuh sempurna,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dan perilaku patut. Namun,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;menurut Hikayat Aceh tersebut, di&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bagian kanan dagu sang putri ditumbuhi&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sehelai rambut panjang dan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;berwarna putih mencolok. Sehingga&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sang suami, Meurah Gajah yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bergelar Raja Syah Muhammad,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kurang senang dan merasa malu&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;hati terhadap “ketaksempurnaan”&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;di tubuh istrinya tersebut.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Oleh sebab itu, pada suatu hari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sang raja meminta agar istrinya mencabut&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;“rambut asing” di tubuhnya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;itu. Tapi permintaan sang raja ini&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ditolak mentah-mentah oleh sang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;putri. Sang putri beralasan, jika&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;rambut “aneh” itu dicabut dari tubuhnya,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;maka niscaya akan terjadi&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perceraian diantara mereka. Serta&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;merta mendengar alasan Putri Betung&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tersebut, Sang raja diam saja,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tapi diamnya sang raja bukan berarti&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;mau mendengarkan alasan sang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;putri, tapi sang raja sedang mengatur&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;siasat bagaimana supaya rambut&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;“aneh” tersebut tetap harus dicabut,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sehingga segala cara dan upaya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;diusahakan untuk mencari ke-&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Betung: Sang Putri yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Melahirkan Raja-Raja Besar di Aceh&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;lengahan sang putri Betung tersebut.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pada suatu hari niat sang raja&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kesampaian juga, saat itu ia melihat&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sang istri sedang tertidur dengan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;pulas, maka dengan mengendapendap&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dicabutnya “rambut asing”&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tadi dari tubuh sang putri. Setelah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sang raja mencabut “rambut asing”&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tadi dari tubuh sang putri, tidak&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;lama kemudian maka terjadilah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;keanehan yang luar biasa. Dari dagu&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sang dewi, yaitu dari liang bekas&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;cabutan rambut aneh tadi, mengalir&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tiga titik darah putih, akhirnya Putri&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Betung pun meninggal tidak lama&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kemudian.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kejadian tersebut membuat Raja&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Muhammad, ayah Putri Betung marah.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Lalu serta merta dikirimnya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;pasukan untuk menyerbu Raja Muhammad&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Syah, dalam pertempuran&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tersebut akhirnya Raja Muhammad&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Syah terbunuh. Ketika mendengar&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sang raja terbunuh, Raja Ahmad pun&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;marah, lalu mengirim pasukan untuk&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;menyerbu Raja Muhammad.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dua bersaudara itu pun berperang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sehingga disebutkan dalam hikayat&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tersebut bahwa dua kerajaan itu&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;akhirnya musnah.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dari hikayat tersebut juga diuraikan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bahwa dari rahim Putri Betung&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;lah lahir raja-raja, yang uniknya diakui&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;oleh kemaharajaan Aceh&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Darussalam dan Samudra Pase.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kedua kemaharajaan itu bersaing&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;memperebutkan Putri Betung, yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;berasal dari dunia supranatural&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;atau alam gaib, untuk melegitimasi&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kebesarannya. Entah kebetulan,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kisah Putri Betung ini serupa dengan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kisah raja-raja Mataram yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;selalu dikisahkan beristri Ratu Kidul.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Artinya, keadiluhungan seorang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;raja dikarenakan menguasai dua&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dunia, supranatural dan natural.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sedangkan Meurah Gajah, selaku&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ayah yang menurunkan raja-raja&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;besar itu, tak diketahui asal-usulnya.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Putri Betung tidak sendiri, sejarah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kegemilangan Aceh telah pula&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;melahirkan wanita-wanita perkasa&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;lainnya, sebut saja misalnya Laksamana&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Keumalahayati yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;memimpin laskar Inong Bale (laskar&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;janda) di zaman Sultan Riayat Alaudin&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sjah IV (1589-1604) untuk mengusir&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;angkatan laut Belanda di&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bawah pimpinan Cornelis de Houtman&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;(1506-1599). Di masa pemerintahan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sultan Riayat Alaudin Sjah V&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;(1604-1607) dibentuk Suke Kaway&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Istana (Resimen Pengawal Istana)&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;yang terdiri dari Si Pai’ Inong (prajurit&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perempuan) di bawah pimpinan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Laksamana Meurah Ganti dan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Laksamana Muda Cut Meurah Inseuen.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kedua laksamana perempuan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;itu berjasa membebaskan Iskandar&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Muda dari tahanan Sultan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Riayat Sjah V yang konon bejat moral&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dan kelak tahanan itu menjadi raja&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;adiluhung di Kerajaan Aceh Darussalam.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Di zaman Sultan Iskandar Muda,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tradisi prajurit pengawal istana perempuan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;masih dilanjutkan, dan di&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;antara Divisi Pengawal itu yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;paling terkenal adalah Divisi Keumala&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Cahya. Disebutkan pula bahwa&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perempuan Aceh telah menjabat&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;s e -&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;bagai Uleebalang (kepala pemerintahan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;daerah), seperti Cut Asiah,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pocut Meuligoe, dan Cut Nya’&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Keureuto. Pada era Aceh berperang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;melawan Belanda, terdapat seorang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;panglima perang perempuan sekaligus&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;alim ulama yang lahir di Lam&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Diran pada tahun 1856 bernama&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Teungku Fakinah. Tradisi panglima&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perempuan di medan perang mewarisi&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ke generasi Tjut Nyak Dhien,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pocut Baren, Cut Meutia, Pocut Biheu,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dan Cutpo Fatimah.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kita juga tidak bisa melupakan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tentang kehebatan perempuan Aceh&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;lainnya yang jarang disebut-sebut&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dalam sejarah Aceh, seperti Darwati&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Putroe Jeumpa yang merupakan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;penakluk Kerajaan Jawa-Hindu&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Majapahit, kemudian sejarah kegemilangan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Putroe Jeumpa lainnya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;seperti Dewi Manyang Seuludongau&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ada yang menyebutnya dengan sebutan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dewi Ratna Keumala yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;akhirnya menjadi Maha Ratu Islam&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pertama di Nusantara.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Di Aceh, sejarah kegemilangan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dan peran perempuan tidak bisa&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dinafikan. Tapi sayangnya kekuasaan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dan peran perempuan tersebut,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sering kalah pamor dengan hegemoni&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kekuasaan laki-laki, sehingga&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;diyakini oleh sebagian peneliti untuk&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;melenyapkan Putri Betung&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dibuatlah sebuah paradoks tentang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kecacatan tubuh Putri Betung sebagai&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;pemicu penghancuran&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;asketisme.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Politik perempuan Aceh di tengah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;konflik bersenjata dan kekerasan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;negara adalah sering dengan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;menggunakan lheuk jago meulet, yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;disebut lheuk jago meulet, (lheuk adalah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sejenis burung) yang menggunakan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kecerdikan dan daya pikatnya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;untuk menghadapi musuh,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dalam hal yang acapkali tidak serta-&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;merta merupakan kepentingan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perempuan untuk menonjolkan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kekuasaannya. Gaya politik yang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;melekat pada perempuan Aceh ini&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tak jarang menimbulkan ketegangan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dengan subyektivitas politik feminisme&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;yang sedang menggeliat di&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Aceh.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hikayat Putri Betung sebagai&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;representasi kompromi antara&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kekuasaan perempuan dalam hegemoni&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kekuasaan laki-laki terinstitusi&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dalam sistem sosial Aceh hingga&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;saat ini. Tampilnya pemimpin perempuan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Aceh di medan perang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;masa lalu pada dasarnya adalah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;melanjutkan posisi perjuangan suaminya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;yang telah gugur. Perempuan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;itu tampil setelah menjanda. Contohnya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;adalah institusi Inong Balee.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ratu Nihrasiah, Ratu Safiatuddin,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Panglima Keumalahayati, Tjut&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nyak Dien, dan lainnya tampil di&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;garis depan menggantikan kepemimpinan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dan perjuangan suami&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;masing-masing. Kekuasaan perempuan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;itu ada di dalam hegemoni&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kekuasaan yang beridentitas ke-&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Acehan. Identitas ini sendiri merupakan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dialektika dari perkawinan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dan persaingan tradisi “indigenous”&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dengan Islam hingga disebut&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Islamnya orang Aceh berbeda dengan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;gerakan politik Islam. Dalam&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;pandangan “Islam-nya orang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Aceh”, sistem nilai ini membebaskan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perempuan.Tapi hegemoni&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;yang berlapis-lapis ini mengenyahkan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;perempuan Aceh ke kesunyian&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;yang terdalam. Pemimpin perempuan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;di masa lalu seperti Keumalahayati,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Teungku Fakinah, Tjut Nyak&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dhien dibuang ke wilayah mitos&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;(seperti nasib Putri Betung), diagungkan,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dipuja, tetapi kehilangan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;entitas politiknya. Hal ini senada&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;dengan rintihan Tuan Putri Kusuma&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dewi, dalam karya Amir&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hamzah, Sultan Alauddin Riayat&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Syah: “… Mak, beginilah rupanya menjadi&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;permaisuri itu, dijunjung tinggi&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ditayang-tayang, dirum-rum, dipujapuja,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;tetapi semuanya hampa belaka, aku&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;sendiri kesunyian…” &lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;                                                                                                                         &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; (Sumber:MODUS ACEH)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-3391569438241528116?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/3391569438241528116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=3391569438241528116' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3391569438241528116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/3391569438241528116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2008/12/wanita-perkasa-aceh.html' title='_wanita Perkasa aCeh_'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-1358979724524370572</id><published>2008-12-10T11:24:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T11:28:44.360+07:00</updated><title type='text'>Tanda Segitiga Pada Kemasan Plastik</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Kode ini dikeluarkan oleh &lt;strong&gt;The Society of Plastic Industry&lt;/strong&gt; pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti &lt;strong&gt;ISO&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;International Organization for Standardization&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berada atau terletak di bagian bawah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbentuk segitiga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di dalam segitiga tersebut terdapat angka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serta nama jenis plastik di bawah segitiga&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3 tambahan sehingga totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut adalah:&lt;span id="more-10"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JENIS KE 1:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1109" src="http://apadong.com/wp-content/uploads/2008/08/tanda_kemasan_plastik_jenis_1.gif" alt="Tanda Kemasan Plastik Jenis 1" width="52" height="62" /&gt;Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan &lt;strong&gt;PETE&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;PET&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;polyethylene terephthalate&lt;/em&gt;) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk &lt;ins&gt;botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.&lt;/ins&gt; &lt;strong&gt;BOTOL JENIS PET/PETE&lt;/strong&gt; ini direkomendasikan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;HANYA SEKALI PAKAI&lt;/span&gt;. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JENIS KE 2:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1110" src="http://apadong.com/wp-content/uploads/2008/08/tanda_kemasan_plastik_jenis_2.gif" alt="Tanda Kemasan Plastik Jenis 2" width="49" height="62" /&gt;Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan &lt;strong&gt;HDPE&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;high density polyethylene&lt;/em&gt;) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk &lt;ins&gt;botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain&lt;/ins&gt;. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;hanya untuk sekali pemakaian&lt;/span&gt; karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JENIS KE 3:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1111" src="http://apadong.com/wp-content/uploads/2008/08/tanda_kemasan_plastik_jenis_3.gif" alt="Tanda Kemasan Plastik Jenis 3" width="49" height="61" /&gt;Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;V&lt;/span&gt;. V itu berarti &lt;strong&gt;PVC&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;polyvinyl chloride&lt;/em&gt;), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada &lt;ins&gt;plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol&lt;/ins&gt;. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya)&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JENIS KE 4:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1112" src="http://apadong.com/wp-content/uploads/2008/08/tanda_kemasan_plastik_jenis_4.gif" alt="Tanda Kemasan Plastik Jenis 4" width="49" height="61" /&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. &lt;strong&gt;LDPE&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;low density polyethylene&lt;/em&gt;) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk &lt;ins&gt;tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek&lt;/ins&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Kuat,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agak tembus cahaya,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fleksibel dan permukaan agak berlemak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JENIS KE 5:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1113" src="http://apadong.com/wp-content/uploads/2008/08/tanda_kemasan_plastik_jenis_5.gif" alt="Tanda Kemasan Plastik Jenis 5" width="49" height="62" /&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan &lt;strong&gt;PP&lt;/strong&gt;. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jenis &lt;strong&gt;PP&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;polypropylene&lt;/em&gt;) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti &lt;ins&gt;tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi&lt;/ins&gt;. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Carilah dengan &lt;em&gt;kode angka 5&lt;/em&gt; bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JENIS KE 6:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1114" src="http://apadong.com/wp-content/uploads/2008/08/tanda_kemasan_plastik_jenis_6.gif" alt="Tanda Kemasan Plastik Jenis 6" width="49" height="62" /&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan &lt;strong&gt;PS&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;PS&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;polystyrene&lt;/em&gt;) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan &lt;ins&gt;tempat makan &lt;em&gt;styrofoam&lt;/em&gt;, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain&lt;/ins&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari &lt;ins&gt;asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung&lt;/ins&gt;. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bahan ini dapat dikenali dengan &lt;em&gt;kode angka 6&lt;/em&gt;, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari)&lt;/span&gt;. Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JENIS KE 7:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="size-full wp-image-1115 alignnone" src="http://apadong.com/wp-content/uploads/2008/08/tanda_kemasan_plastik_jenis_7.gif" alt="Tanda Kemasan Plastik Jenis 7" width="46" height="60" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan &lt;strong&gt;OTHER&lt;/strong&gt;. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SAN&lt;/strong&gt; – &lt;em&gt;styrene acrylonitrile&lt;/em&gt;,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;ABS&lt;/strong&gt; - &lt;em&gt;acrylonitrile butadiene styrene&lt;/em&gt;,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;PC&lt;/strong&gt; - &lt;em&gt;polycarbonate&lt;/em&gt;,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Nylon&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti &lt;ins&gt;botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan&lt;/ins&gt;. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada &lt;ins&gt;mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa&lt;/ins&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Plastik dengan jenis 7 yaitu SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman&lt;/span&gt;. Bagaimana jenis plastik dengan kode 7 serta tulisan PC? PC – atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita (&lt;em&gt;sippy cup&lt;/em&gt;), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman&lt;/span&gt;. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. &lt;strong&gt;Gunakan hanya sekali pakai!&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akan aman bila menggunakan plastik dengan &lt;strong&gt;kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS)&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan contohnya kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, suka minta sama penjualnya yang panas lalu setelah digoreng dimasukkan ke kantong kresek hitam. Ternyata zat pewarna hitam ini kalau terkena panas, bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Makanya mulai sekarang sebisa mungkin hindari membungkus makanan dengan tas kresek ya! Terutama makanan yang masih panas. Demi panjang umur…. &lt;img class="wp-smiley" src="http://apadong.com/wp-includes/images/smilies/004.gif" alt="D" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tips buat kita semua bagi para orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra-putrinya:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik &lt;strong&gt;jenis 4 atau 5&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik &lt;strong&gt;jenis 4 atau 5&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk dot, gunakanlah yang &lt;strong&gt;berbahan silikon&lt;/strong&gt;, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot &lt;strong&gt;berbahan latex&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis &lt;strong&gt;7 PC&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;polycarbonate&lt;/em&gt;).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Yang harus diperhatikan pula oleh kita semua:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hindari&lt;/strong&gt; penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum (biasa digunakan untuk tempat air putih didalam kulkas). Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, &lt;strong&gt;gunakanlah hanya sekali pakai&lt;/strong&gt; dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Cegahlah&lt;/strong&gt; memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di mocrowave oven.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Cegah&lt;/strong&gt; menggunakan kemasan plastik untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Cobalah&lt;/strong&gt; untuk mulai menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Cegah&lt;/strong&gt; penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Semoga bermanfaat &lt;img class="wp-smiley" src="http://apadong.com/wp-includes/images/smilies/054.gif" alt="" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;                                                                                                           (Dari berbagai Sumber)
&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-1358979724524370572?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/1358979724524370572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=1358979724524370572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1358979724524370572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/1358979724524370572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2008/12/tanda-segitiga-pada-kemasan-plastik.html' title='Tanda Segitiga Pada Kemasan Plastik'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-7735633193172881604</id><published>2008-12-06T14:46:00.002+07:00</published><updated>2008-12-06T14:55:22.326+07:00</updated><title type='text'>..Me..</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;gw suka suasana baru dalam hidup..&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mandiri, suka petualangan, pengen banyak belajar tentang kehidupan,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;bagaimana rasanya jauh dari orangtua, bagaimana rasanya puasa dan lebaran tanpa keluarga,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;gw pengen ngelakuin banyak hal.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dengan itu semua paradigma dan pemikiran gw bakal berkembang dan lebih dewasa,&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;gw jadi bisa tau tentang banyak hal dan kehidupan..&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;jadi bisa mengerti bagaimana perasaan orang2 yang hidup jauh diperantauan, bagaimana rasanya jadi anak kost, bagaimana cara memanage diri dan keuangan, dan sebagainya..&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gw suka, senang dan ikhlas dengan semua apa yang udah gw jalanin, dapati dan alami...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-7735633193172881604?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/7735633193172881604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=7735633193172881604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7735633193172881604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/7735633193172881604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2008/12/me.html' title='..Me..'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-2841110244496490133</id><published>2008-12-05T14:33:00.002+07:00</published><updated>2008-12-05T14:48:57.533+07:00</updated><title type='text'>IduL adha</title><content type='html'>Idul adha, Lebaran haji, hari raya Qurban...
yupz, apapun nama n sebutan nya, sama aja, pelaksanaan n esensi dari perayaan hari tersebut adalah melaksanakan perintah agama...
di waktu idul adha, dilksanakan juga ibadah hai dan Qurban, makanya di sebut juga hari raya Qurban or haji...
Bagi muslim yg mampu, mereka akan melaksanakan Qurban,
Dengan berQurban, qta sudah berbagi kebahagiaan kepada orang2 yg tidak mampu untuk juga dapat merasakan nikmat nya Lebaran...
Hari raya, Idul adha, bagaimana pun dan dengan cara apapun qta melakukan dan melasanakanya, yg terpenting adalah bagaimana qta memaknai hari raya tersebut tanpa mengurangi essensi nya...

yah....
idul adha 1429H...
SELamat Hari Raya Idul adha ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-2841110244496490133?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/2841110244496490133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=2841110244496490133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2841110244496490133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2841110244496490133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2008/12/idul-adha.html' title='IduL adha'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-2016218957734108785</id><published>2008-12-03T11:58:00.001+07:00</published><updated>2008-12-03T12:00:37.335+07:00</updated><title type='text'>Kangen..</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Kenapa ya ada perasaan rindu???&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;gw juga bingung, kalo suatu hal itu gw suka banget, gw pasti pengen lagi ngelakuin hal itu, klo udah beres pasti kangen...&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;gw kangen ama kebersamaan yg ada, kekeluargaan yg tercipta, dengan segala aktifitas yang pernah ada, gw pengen ngelakuin iyu lagi, walopun sumpah mati deh cape nya...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-2016218957734108785?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/2016218957734108785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=2016218957734108785' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2016218957734108785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/2016218957734108785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2008/12/kangen.html' title='Kangen..'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-8518916737997189055</id><published>2008-11-08T21:26:00.000+07:00</published><updated>2008-11-08T21:27:58.243+07:00</updated><title type='text'>Hidup</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Ada kala nya Qta perlu tertawa, agar Qta tw menilai mahalnya setetes air mata, ada kalanya Qta perlu menangis, agar Qta tw bahwa hidup ini bukan sekedar untuk tertawa, tak selama hidup yg Qta jalani sesuai dgn yg Qta inginkan, karena hanya Tuhan yg tw jawaban dari setiap perjalanan kehidupan Qta...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3183326714367490030-8518916737997189055?l=herysuhendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herysuhendra.blogspot.com/feeds/8518916737997189055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3183326714367490030&amp;postID=8518916737997189055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8518916737997189055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3183326714367490030/posts/default/8518916737997189055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herysuhendra.blogspot.com/2008/11/hidup.html' title='Hidup'/><author><name>Hery Suhendra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17996234552941384595</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_uDPo-G3lAcw/SJLWBRMzF_I/AAAAAAAAAAM/ZrU5oYG7Sr8/S220/Me...jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3183326714367490030.post-1725279729529462283</id><published>2008-11-08T20:50:00.000+07:00</published><updated>2008-11-08T20:58:38.503+07:00</updated><title type='text'>Motivasi</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup Anda.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Uang + Ahklaqul Karimah akan menjadi modal yang sangat berharga baik untuk Anda sendiri, maupun untuk kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Proyek besar tidak bisa diselesaikan sekaligus, tetapi harus dibagi-bagi kebagian yang kecil dan dapat dikendalikan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua bekali diri Anda dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Anda bisa.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Putuskan apa yang Anda inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Anda akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Rencana memberikan arah langkah Anda.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Untuk mencapai puncak, Anda harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Anda akan mencapai puncak yang Anda inginkan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu zona nyaman.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Suatu saat mungkin Anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Anda memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian Anda. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi Anda, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi Anda.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk mencapainya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi. Sekali lagi, jangan cepat menyerah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan lain yang bisa membawa Anda menuju kesuksesan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Setiap kegagalan yang Anda buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Kegagalan:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;dapat memberikan kekuatan&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;ladang mendapatkan pahala&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;dapat menggali potensi Anda&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;mengembangkan kreatifitas Anda.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Apabila apa yang sudah Anda rencanakan dan Anda mimpikan tidak terwujud dengan sukses, maka langkah yang paling baik Anda ambil adalah bertawakal pada Allah SWT &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jadi, berharaplah banyak, tetapi jangan kecewa jika gagal.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Berharap sedikit hanya akan menghambat Anda mengoptimalkan potensi Anda.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Lebih banyak Anda mencoba, akan mendekatkan Anda kepada sukses, meskipun Anda akan mengalami banyak kegagalan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Namun cuma itulah yang kita diperlukan, karena kita sering tidak tahu mana yang akan berhasil.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Kebahagian yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kebahagian yang semu, dia bukan bahagia tetapi hanya tidak kecewa saja.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Banyak perusahaan yang dimulai dengan modal besar bangkrut, sebaliknya bisnis dengan modal kecil banyak yang berhasil. Jadi bukan uang yang menentukan keberhasilan Anda!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jangan hiraukan opini negatif Anda, bentuklah kebiasaan beraksi agresif dan positif terhadap ancaman, masalah, dan kegagalan. Fokuskan diri Anda pada sasaran akhirnya, terlepas apapun yang terjadi saat ini.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;em&gt;Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang membuat kita ba
