WeLLCome

SeLamat Datang di Web Hery Suhendra, SeLamat menikmati...


Rabu, 10 Maret 2010

Cenote Angelita

Cenote Angelita, Meksiko... Subhanallah :) Di dalam LAUT ada SUNGAI, inilah BUKTI keMahasempuranaan Allah :) “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53) Jika anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…” Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara. Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam. Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al`Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.” Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan. Namun pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, namun nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah... ALLAH IS GREAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Adanya sungai di dalam laut Mexico memang menjadi fenomena yang unik dan mengundang perhatian banyak orang, Karena secara ilmiah sungai di dalam laut itu tidak mungkin terjadi. Namun Anatoly Beloshchin, seorang penyelam berhasil mengambil gambar 'sungai di dalam laut' dari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico. Seperti dilansir crystalkiss.com, di kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut. Kondisi itu berubah dan penyelam kembali menemukan air laut mulai melewati kedalaman 60 meter... Beberapa meter dari lokasi itu akan ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air itu. Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan. Tapi tunggu dulu, warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran. Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang. "Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida," kata Anatoly... Kalau lagi berkunjung ke Meksiko, kamu harus datang ke sungai Cenote Angelita. Di dalam sungai ini, ada sebuah gua dengan view yang bikin takjub banget! Kalau menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya adalah air tawar. Sementara kalo kamu menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya akan menjadi air asin. Nggak cuma itu, kamu juga bisa melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan tanaman daunnya. Wow! Kabarnya, ini sebenarnya bukan sungai biasa loh tapi sebuah lapisan hidrogen sulfida yang kelihatan seperti sungai.. “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53) http://www.youtube.com/watch?v=EapX2qrkdKQ http://www.youtube.com/watch?v=FaE1eOeveM4 http://www.youtube.com/watch?v=VG1FI15AKug Hydrogen Sulfida (H2S) mengendap di sungai tersebut. Semua kayu, bangkai binatang akan diuraikan oleh Hydrogen Sulfida kembali menjadi alam. Hydrogen Sulfida (H2S) adalah gas beracun yang berbau seperti telor busuk. Gunung berapi juga mengeluarkan gas beracun Hydrogen Sulfida (H2S). Ketika manusia mengeluarkan udara dari lobang pantat (kentut); maka gas beracun Hydrogen Sulfida (H2S) akan keluar dari dalam tubuh manusia dalam jumlah yang sangat kecil; sehingga manusia bau telor busuk; ketika dia mengeluarkan gas dari dalam tubuhnya. Air laut (H2O) menahan gas beracun (H2S) tersebut di dalam laut; sehingga tidak keluar ke udara. Jika Sulfur keluar dari dalam air laut maka; maka akan terjadi percemaran udara. http://www.youtube.com/watch?v=FaE1eOeveM4 http://www.youtube.com/watch?v=EapX2qrkdKQ http://www.youtube.com/watch?v=IKg041c27o8 Disadur dari berbagai sumber... untuk lebih lanjut silahkan klik www.cenoteangelita.com dan searching di www.youtube.com dengan kata kunci Cenote Angelita...

Kamis, 18 Februari 2010

Mesin Wudhu' Hemat Air

Perusahaan Malaysia mengembangkan mesin wudu otomatis yang disebut-sebut bisa menghemat air. Mesin tersebut dilengkapi sensor guna mengatur air saat digunakan untuk berwudu.Krisis ketersediaan air bersih akan berakibat langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air di semua sektor kehidupan. Di sektor pertanian, misalnya, kelangkaan air akan berakibat pada menurun-nyaproduksi pertanian yang pada tahap berikutnya bisa memicu krisis pangan. Selain menyebabkan krisis pangan, krisis air bersih juga kerap memicu terjadinya konflik antarkelompok masyarakat atau antarnegara. Berbagai dampak yang cukup serius itu mendorong negara-negara di dunia untuk menggalakkan gerakan budaya menghemat penggunaan air kepada warga mereka. Gerakan tersebut bertujuan pula untuk melestarikan sumber daya air. Sebagai gambaran, andaikata setiap orang bisa menghemat pemakaian air sebanyak lima liter per hari, maka dalam satu bulan terjadi penghematan air sekitar 150 liter. Apabila ada sekitar satu juta orang yang melakukan penghematan seperti itu, maka volume air yang dihemat bisa mencapai 150 juta liter per bulan. Meski perhitungan itu masih di atas kertas, setidaknya hal tersebut bisa menggambarkan pentingnya penghematan air untuk mencegah terjadinya krisis air bersih. langan sampai kondisi krisis air bersih seperti yang dialami negara-negara di Afrika meluas ke belahan dunia lainnya. Krisis air bersih di Afrika berdampak pula pada terjadinya krisis multidimensi, dari kelaparan, kemiskinan, hingga kemajian penduduk.... Bersyukur, Indonesia tidak mengalami kondisi krisis air bersih separah Afrika. Meski demikian, bukan berarti Indonesia lantas tidak menempuh upaya apa pun untuk mencegah terjadinya krisis air bersih. Apalagi belakangan gejala-gejala menurunnya pasokan air bersih terjadi di bebe/apa daerah, antara lain DIG lakarta, lawa Tengah, dan Jawa Timur. Agar pasokan air bersih tetap mencukupi, diperlukan upaya-upaya yang harus dilakukan sesegera mungkin. Langkah antisipatif itu diajukan pula oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Organisasi yang bermarkas di New York, Amerika Serikat (AS), itu membuat laporan yang memprediksikan bahwa dunia akan mengalami krisis air global pada 2050. Adanya laporan PBB yang disampaikan di Forum Air se-Dunia kelima di Istanbul, Turki, pada Maret 2009 itu setidaknya menjadi lampu kuning agar masyarakat dunia melakukan langkah antisipatif terjadinya krisis air bersih. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengembangkan teknologi tepat guna yang bisa menghemat penggunaan air bersih. Teknologi yang dimaksud ialah mesin wudu otomatis yang bisa mengatur penggunaan air. Mesin yang dikembangkan AACE Technologies, Malaysia, itu baru-baru ini diumumkan ke publik. Dilengkapi Sensor Mesin wudu otomatis dirancang agar pengguna - kaum muslim - bisa menghemat penggunaan air ketika mengambil wudu. Di dalam mesin dipasang sensor otomatis yang bisa mengatur volume air. Harga mesin per unitnya mencapai 3 ribu doUar AS sampai 4 ribu dollar AS atau setara dengan 28 juta rupiah hingga 38 juta rupiah. Untuk memproduksi mesin tersebut, AACE Tecnologies memerlukan waktu dengan biaya riset yang mencapai 2,5 juta dollar AS atau sekitar 23,4 miliar rupiah. Kepala AACE Technologies, Anthony Gomez, mengatakan mesin itu memang didesain untukmenghemat air saat digunakan untuk berwudu. "Dengan mengaplikasikan mesin wudu otomatis ini, diharapkan air tidak banyak terbuang," ujar Gomez seperti dilansir Reuters. Berwudu bagi kaum muslim merupakan ritual yang harus ditu-naikan sebelum menjalankan salat. Ketika berwudu, sebagian anggota tubuh seperti tangan, wajah, hidung, kening, telinga, dan kaki dibersihkan dengan menggunakan air bersih yang suci dari segala kotoran. Biasanya, proses bersuci itu dilakukan dengan air dari keran yang mengucur tanpa henti sampai proses berwudu selesai. Dalam pengamatan para peneliti AACE Technologies, berwudu dengan cara tersebut memboroskan air. Pasalnya, air senantiasa mengucur dan volume air yang terbuang pun terbilang besar. Andaikata 1,7 miliar muslim di dunia berwudu dengan cara demikian, dapat dibayangkan betapa banyaknya air yang terbuang percuma ke saluran pembuangan. Bagi umat Islam yang bermukim di negara-negara yang memiliki sumber air bersih melimpah mungkin tidak terlalu bermasalah, namun tidak demikian halnya bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah krisis air bersih, seperti di Afrika dan Timur Tengah. Sebagai solusi dari kondisi itu, AACE Technologies kemudian menciptakan mesin yang bisa membantu kaum muslim berwudu dengan menggunakan air secara efijjfil,,. .mmmtmmmm„, "Mesin wudu otomatis ini akan sangat bermanfaat bagi negara-negara yang pasokan airnya minim. Selain itu, mesin tersebut juga sejalan dengan ajaran Islam yang tidak membolehkan pengikutnya melakukan pemborosan," papar Gomez. Dilihat dari dimensinya, mesin wudu otomatis berwarna hijau dan berornamen itu memiliki tinggi ,65 meter. Sensor yang terpasang pada mesin akan menghentikan kucuran air secara otomatis ketika air tidak digunakan. Selain sensor, mesin juga dilengkapi penampung air untuk menghemat penggunaan air. Ada dua bak di mesin itu, yakni bak untuk mencuci tangan di bagian atas dan bak untuk mencuci kaki yang ditempatkan di bagian bawah. Di tiap-tiap bak ada keran yang dilengkapi sensor. Air hanya akan keluar jika kaki atau tangan berada di bawah keran itu. Mesin itu hanya menggunakan 1,3 liter air untuk satu kali proses wudu. Bandingkan dengan penggunaan air tanpa memakai mesin wudu otomatis yang bisa menghabiskan air dengan volume berka|j-kali lipat lebih besar. Pihak AACE Technologies mengklaim dengan penggunaan mesin wudu otomatis air bisa menghemat jutaan liter air. Mesin tersebut juga dipandang cocok untuk diaplikasikan di Arab Saudi, terutama ketika musim haji. Selama musim tersebut, sekitar dua juta orang diprediksi menggunakan 50 juta liter air per hari untuk berwudu. Apabila mesin wudu otomatis diaplikasikan ketika masa-masa puncak ibadah haji, Gomez memprediksikan akan terjadi penghematan air sebanyak 40 juta liter per hari. Meski terbilang mahal, mesin tersebut tetap diminati sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan kota pertama yang tertarik membeli mesin itu untuk diaplikasikan di bandara Dubai. Selain masjid-masjid, AACE juga membidik gedung perkantoran sebagai target pemasaran mesin wudu otomatis yang mereka produksi. Mesin itu dapat dipasang di tembok dan digunakan oleh enam orang dalam sekali pemakaian. Ada kelebihan lain yang ditawarkan mesin wudu otomatis, yaitu selain bisa menghemat air, mesin tersebut dapat memutar rekaman ayat-ayat suci Al-Quran yang sudah direkam terlebih dahulu. [Dari Berbagai Sumber]

Senin, 08 Februari 2010

Senin, 25 Januari 2010

9 Jenis Teh Terbaik di Dunia

Teh sudah dikenal khasiatnya sejak ratusan tahun yang lalu. Ternyata setiap jenis teh memiliki khasiat yang berbeda-beda. Berikut ini adalah 9 jenis teh terbaik dan waktu yang baik untuk meminumnya. Yuk, simak info lengkapnya di sini! Minuman ini tak hanya enak sebagai teman kala sore, tapi juga memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Hal ini telah dipercaya sejak ratusan tahun yang lalu. Teh sendiri banyak sekali jenisnya. Dan setiap jenis memiliki khasiat yang berbeda untuk tubuh dan kesehatan. Seperti halnya teh oolong yang mengandung antioksidan yang baik untuk ketahanan tubuh ujar para peneliti dari Cina. Berdasarkan studi di Jepang tahun 2009 lalu, jenis teh hijau dipercaya mampu menjaga kesehatan gusi. Sedangkan jenis teh hitam bisa menangkal penyakit Parkinson, hal ini berdasarkan studi yang dilakukan tahun 2008 di The American Journal of Epidemiology. Adalah Christopher Day, seorang ahli teh di Manhattan's Gilt mencoba memberikan informasi tentang waktu dan jenis teh yang baik saat dikonsumsi. Genmaicha Teh hijau asal negeri sakura ini paling baik diminum saat siang hari. Teh ini juga diberi campuran butiran beras yang dipanggang sehinga menghasilkan aroma seperti nasi gosong yang gurih dan sedap saat diseduh. Hmm..hampir mirip dengan aroma popcorn sedangkan warna tehnya hijau pucat cenderung bening. Sur le Nil Paling pas diminum setelah makan malam untuk merilekskan tubuh dan juga pikiran. Soal rasa, Sur le Nil ini jauh lebih lembut jika dibandingkan dengan teh hijau jenis yang lain. Kalau diminum mirip dengan teh camomile yang diberikan sedikit perasan lemon dan rempah-rempah. High Mountain Oolong Oolong tea ini cocok sekali diminum setelah seharian bekerja. Efek dari meminum teh oolong adalah perasaan rileks dan tenang setelah seharian berkutat dengan rutinitas kantor. Oolong tea terbuat dari daun teh yang tebal sehingga memberikan aroma floral yang kuat dan menyeimbangkan mood sebelum makan malam. Wood Dragon Oolong Untuk teh oolong jenis Wood Dragon ini paling baik diminum untuk mereka yang sudah berhenti minum kopi. Karena teh ini mengandung lebih banyak batang daripada daun teh membuat rasanya jadi lebih kuat dan terasa sekali aroma hutannya. Wood Dragon Oolong mengandung lebih sedikit kafein namun memiliki rasa yang kuat jika dibandingkan teh oolong lainnya. Honey Phoenix Oolong Jenis oolong tea ini paling pas jika diminum di akhir musim dingin. Ini adalah salah satu jenis teh yang cukup kuat, dengan rasa yang hampir mirip dengan biji chery. Hal ini yang menyebabkan rasanya sedikit manis dengan akhir yang agak pahit. Warna tehnya saat diseduh menjadi kecoklatan sedikit pekat. Vanilla Rooibos Teh ini bisa dijadikan menu penutup. Selain rasanya yang ringan dan tidak mengandung caffein, Anda akan merasakan rasa manis yang ringan dan sedikit creamy di akhir tegukan. Tak heran jika teh jenis ini sangat cocok sebagai menu penutup atau dessert. Cassis Jenis teh hitam ini memiliki rasa yang cukup kuat, memiliki aroma seperti blackcurrant dengan rasa yang sedikit manis. Sangat cocok diminum setelah istirahat di siang hari atau pagi hari yang cukup dingin untuk membuat tubuh kembali segar. Pu-erh Tuocha Cocok untuk Anda yang senang minum kopi. Rasanya yang kuat dan sederhana namun memiliki kandungan kafein yang cukup nendang! Daun teh hitam ini di pres menjadi sebuah bulatan kecil yang akan mengembang ketika diseduh dengan air panas. Air tehnya berwarna cokelat pekat cenderung kehitaman. Sencha Teh hijau yang cukup ringan dengan rasa yang manis dan lembut, tanpa sedikit pun terasa pahit yang kuat seperti teh hijau lainnya. Biasanya menjadi teman saat menyantap sushi atau sebagai menu penutup. Teh hijau ini cocok untuk Anda yang baru belajar untuk meminum teh hijau. [Sumber: Detik.com]

Kamis, 21 Januari 2010

10 Hotel Paling Unik di Dunia

10 Hotel Paling Unik di Dunia Buat Anda yang sudah terbiasa pergi ke berbagai daerah dan tinggal di hotel, mungkin Anda akan cepat merasa bosan jika tinggal di hotel yang standar, walaupun berbagai fasilitas tentu tersedia, tapi mungkin tidak akan seunik hotel-hotel yang ada di bawah ini: 1. Jumbo Hotel (Stockholm) Penginapan Kapal Terbang Pertama di Dunia Badan Boeing 747 Jumbo Jet ini hampir dihancurkan sebelum akhirnya diselamatkan menjadi hotel dengan daya tampung 25 kamar, dan didirikan di bandara Arlanda, Stockholm. Tiap kamar ternyata dapat mencapai luas 12 meter persegi lebih, lengkap dengan kamar tidur tingkat, lemari gantung, dan TV layar datar. Di 'kapal terbang' ini ada area resepsi dan kafe dengan toilet dan tempat mandi (yang artinya Anda harus berbagi kamar mandi atau kamar kecil). Dek tingkat dua berisi ruangan konferensi, sedangkan kokpit pesawat disulap menjadi kamar pengantin. Memang nggak senyaman kamar hotel bintang 5, tapi setidaknya pengalaman yang ada akan jadi luar biasa! 2. Everland (Paris) Kamar Pribadi yang Bergerak! Hotel yang satu ini hanya punya satu kamar, lengkap dengan kamar mandi, tempat tidur ukuran besar dan kamar tamu. Bedanya adalah hotel ini juga sebagai instalasi seni, dan hotel ini bergerak. Everland telah 'parkir di tempat-tempat yang luar biasa, seperti dek atas Museum of Contemporary Art di Leipzig, Jerman, atau atap Palais de Tokyo, Paris (dengan pemandangan menara Eiffel yang tidak tertandingi! Harga kamar juga 'tidak terlalu' malah, 333 Euro (sekitar 700 Ribu Rupiah) semalam di hari kerja, dan 444 Euro (sekitar 900 Ribu Rupiah) di akhir minggu! 3. Hôtel de Glace (Kanada) Dibuat sepenuhnya dari es dan salju Hotel satu lantai yang unik ini selalu dibangun ulang setiap tahun semenjak tahun 2000. Musim ke 9 HOtel Es ini dimulai pada tanggal 4 Januari 2009 sampai 29 Maret 2009. Hotel ini menjadi hotel musim dingin yang sangat terkenal dan tidak tertandingi. Untuk membangun hotel ini, diperlukan 500 ton es, 150.000 ton salju. Ketinggian langit-langit hotel ini mencapai 6 meter dengan setiap jengkal dinding dihiasi barang seni dan perabotan yang dibuat dari balok Es. 4. Waterworld Hotel (China) Hotel dengan Tema Air Kelompok Arstiek Atkin's Architecture Group memenangkan hadiah pertama bagi Kompetisi desain Internasional atas ide cemerlang ini. Tempat ini didesain berada di tambang batu di Songjiang, China. Hotel dengan 400 kamar ini dibuat dengan sangat unik, apalagi dengan tambahan kamar dan beberapa tempat publik bawah air seperti cafe, restoran dan fasilitas olah raga yang membuat tempat ini semakin unik! 5. Sala Silvergruva (Swedia): Kamar Tunggal di Dalam Tambang Perak Bayangkan Anda berada di dalam kamar, di kedalaman 155 meter! Di bawah Tanah! Tempat ini adalah bekas tampang terbesar dan salah satu tambang yang masih alami dan utuh. Pada puncak kejayaannya, dalam setahun tambang ini memproduksi 3 ton perak, dan total telah menyumbang 400 ton perak plus 40.000 ton muatan lain yang diambil hanya dengan tangan! Jadi jika Anda tiba-tiba harus ke kamar mandi di tengah malam, pastikan Anda ingat dan hafal jalan yang Anda lalui, jika tidak Anda bisa tersesat dan tiba-tiba keluar di jalan yang salah. Berabe kan? 6. Capsule Hotel (Belanda) Hotel dari Kapsul Penyelamat Kapsul Penyelamat pribadi Anda! Kapsul penyelamat ini disandarkan di The Hague, dan menjadi kamar Anda. Kapsul penyelamat ini sebenarnya adalah kapsul penyelamat di menara pengeboran minyak, yang dibangun pada 1972. Diameter ruangan ini adalah 4,25 meter dan perubahan yang ada hanyalah penambahan gembok dan toilet 'darurat' di dalam kapsul. Memang tidak mewah, tapi setidaknya Anda akan terlindung dari cuaca di dalam kapsul ini. Pertama kali dioperasikan sebagai proyek seni pada 2004, Denis Oudendijk, pemilik hotel ini sekarang memiliki 8 tipe kapsul yang siap digunakan dan sedang dalam proses penambahan lokasi di beberapa kota seperti Amsterdam dan Nantes, Prancis 7. The De Vrouwe van Stavoren Hotel (Belanda) Hotel dari Tong Anggur! Hotel ini dibuat dari tong-tong anggur dari Swiss, yang kemudian diubah menjadi kamar-kamar hotel. Dulunya tong ini diisi dengan 14.500 liter anggur Beaujolais, yang sekarang dibuat dapat menampung dua orang dengan perlengkapan standar, plus kamar mandi dan ruang duduk. Jika Anda bukan penggemar anggur, maka bau anggur yang ada mungkin akan mengganggu, tapi jika Anda adalah penggemar anggur, maka mungkin kamar hotel ini adalah kamar hotel yang Anda inginkan! 8. Giraffe Manor (Kenya) Acara Makan Anda Akan Ditemani Jerapah! Hotel kecil dan eksklusif ini, yang dilingkupi 140 are hutan alami, terletak persis di di luar Nairobi, dan hotel ini terkenal karena kelompok jerapah piaraan mereka. Hotel ini adalah satu-satunya tempat dimana Anda dapat menikmati pengamalan memberi makan dan memotret jerapah dari dekat, dari meja makan Anda! Bahkan terkadang Anda akan disapa jerapah yang melongokkan lehernya ke dalam kamar Anda! Bukan hanya jerapah, hotel ini juga dipenuhi dengan berbagai burung, bahkan beberapa jenis rusa! 9. Das Park Hotel (Austria) Kamar hotel dari Pipa Beton! Hotel dengan ruangan 'paling murah', bayangkan saja, kamar hotel ini dibangun dari pipa beton! Bagian pipa seberat 9,5 Ton ini adalah standar pipa yang dipakai sebagai saluran limbah perkotaan. Dengan perbaikan di sana-sini, akhirnya menjadi kamar dengan kasur yang sangat nyaman, mini bar bahkan room servis sampai jam 1 malam. Resepsi tersedia 24 jam dan Anda akan siap menikmati malam nyaman dengan harga yang mudah! 10. Hotel Im Wasserturm (Jerman) Di Dalam Menara Air Bangunan tinggi yang menjulang di kota Cologne awalnya adalah menara air terbesar di abad 19 Eropa. Pada 1990, Andrée Putman, seorang desainer asal Prancis, mengubah menara air ini menjadi hotel elegan dengan 78 kamar. Hotel ini dianggap sebagai hotel monumen, dan atas usahanya yang luar biasa, dengan tanpa mengubah tampilan menara air yang ada, akhirnya hotel ini menerima penghargaan. (Klp/ICH) Sumber : Metrotvnews.com & Kapanlagi.com

Empat Warisan Dunia yang Ada di Indonesia

Empat Warisan Dunia yang Ada di Indonesia Indonesia memiliki 4 Taman Nasional yang masuk dalam warisan dunia yang diakui oleh UNESCO, salah satu badan PBB. Hutan tropis Indonesia adalah hutan ketiga terluas dunia setelah Brasil dan Republik Demokrasi Kongo. Hutan tropis ini adalah rumah dan persembunyian terakhir bagi kekayaan hayati dunia yang unik. Hutan tropis Indonesia luasnya 98 juta hektar (estimasi luas hutan tahun 2000). Data yang tercantum dalam dalam buku Potret Keadaan Hutan Indonesia, FWI/GFW 2001, Bogor, Indonesia, keragaman hayati yang ada di hutan-hutan Indonesia meliputi 11% spesies tumbuhan dunia, 10% spesies mamalia, dan 16% spesies burung. Sekitar 17.000 pulau Indonesia memiliki tujuh kawasan bio geografi utama dan keanekaragaman tipe-tipe habitat yang luar biasa. 1. Taman Nasional Komodo Taman Nasional Komodo terdiri dari tiga buah pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta 26 buah pulau besar/kecil lainnya. Sebanyak 11 buah gunung/bukit yang ada di Taman Nasional Komodo dengan puncak tertinggi yaitu Gunung Satalibo (± 735 meter dpl). Wilayah darat taman nasional ini 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km². Keadaan alam yang kering dan gersang menjadikan suatu keunikan tersendiri. Adanya padang sabana yang luas, sumber air yang terbatas dan suhu yang cukup panas; ternyata merupakan habitat yang disenangi oleh sejenis binatang purba Komodo (Varanus komodoensis). Sebagian besar taman nasional ini merupakan sabana dengan pohon lontar (Borassus flabellifer) yang paling dominan dan khas. Beberapa tumbuhan yang ada di Taman Nasional Komodo antara lain rotan (Calamus sp.), bambu (Bambusa sp.), asam (Tamarindus indica), kepuh (Sterculia foetida), bidara (Ziziphus jujuba), dan bakau (Rhizophora sp.) Selain satwa khas Komodo, terdapat rusa (Cervus timorensis floresiensis), babi hutan (Sus scrofa), ajag (Cuon alpinus javanicus), kuda liar (Equus qaballus), kerbau liar (Bubalus bubalis), 2 jenis penyu, 10 jenis lumba-lumba, 6 jenis paus dan duyung yang sering terlihat di perairan laut Taman Nasional Komodo 2. Taman Nasional Ujung Kulon Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Terdapat tiga tipe ekosistem di taman nasional ini yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem rawa, dan ekosistem daratan. Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820. Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis di antaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata) dan berbagai macam jenis anggrek. Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibi, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicsu), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas). 3. Taman Nasional Lorentz Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata. Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70% dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx). Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon. 4. Hutan Hujan Tropis Sumatra Hutan Hujan Tropis Sumatera merupakan rumah bagi berbagai makhluk hidup. Banyak di antaranya yang merupakan spesies hewan yang terancam punah, seperti orang utan Sumatera, harimau Sumatera, kelinci Sumatera, dan badak Sumatera. Di hutan hujan tropis ini juga tumbuh berbagai tumbuhan endemik, seperti kantong semar, bunga terbesar di dunia Rafflesia, dan bunga tertinggi Amorphophallus. (Kpl/ICH) [Sumber: Metrotvnews.com]

Rabu, 20 Januari 2010

Ernest Douwes Dekker

Ernest François Eugène Douwes Dekker (umumnya dikenal dengan nama Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi; Pasuruan, 8 Oktober 1879–Bandung, 28 Agustus 1950) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Beliau adalah putra dari Auguste Henri Edouard Douwes Dekker dan Louisa Margaretha Neumann. Douwes Dekker masih terhitung saudara dari dari pengarang buku Max Havelaar, yaitu Eduard Douwes Dekker yang juga dikenal sebagai Multatuli seorang tokoh Politik Etis, yang merupakan adik kakeknya. Douwes Dekker juga memiliki darah Indonesia, yaitu dari nenek di pihak ibu, yang merupakan orang Jawa. Ketika sejumlah orang-orang Indonesia dalam tahun 1908 hendak mendirikan Budi Utomo yang dianggap sebagai perintis gerakan kebangkitan nasional Indonesia, itu diusahakan di rumah Douwes Dekker. Karena menganggap Budi Utomo terbatas pada masalah kebudayaan, maka pada tahun 1912 bersama Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara mendirikan partai politik yang bernama Nationale Indische Partij. Partai yang anti-kolonial dan bertujuan kemerdekaan Indonesia ini dibubarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda setahun kemudian, 1913. Ki Hajar dan Tjipto Mangunkusumo dibuang ke negeri Belanda. Douwes Dekker ditangkap kemudian dibuang ke Suriname. Meskipun waktunya singkat selama di Indonesia Douwes Dekker mencurahkan pikiran dan kegiatannya demi kemerdekaan Indonesia. Ia wafat pada tahun 1950 dan dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung. Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker (umumnya dikenal dengan nama Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi; lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 8 Oktober 1879 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 29 Agustus 1950 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional Indonesia. Ia adalah salah seorang peletak dasar nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20, penulis yang kritis terhadap kebijakan pemerintah penjajahan Hindia-Belanda, wartawan, aktivis politik, serta penggagas nama "Nusantara" sebagai nama untuk Hindia-Belanda yang merdeka. Setiabudi adalah salah satu dari "Tiga Serangkai" pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia, selain dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. Kehidupan pribadi Ernest adalah anak ketiga (dari empat bersaudara) pasangan Auguste Henri Edouard Douwes Dekker (Belanda totok), seorang broker bursa efek dan agen bank,[1] dan Louisa Margaretha Neumann, seorang indo dari ayah Jerman dan ibu Jawa. Dengan pekerjaannya itu, Auguste termasuk orang yang berpenghasilan tinggi. Ernest, biasa dipanggil Nes oleh orang-orang dekatnya atau DD oleh rekan-rekan seperjuangannya, masih terhitung saudara dari pengarang buku Max Havelaar, yaitu Eduard Douwes Dekker (Multatuli), yang merupakan adik kakeknya.[2] Olaf Douwes Dekker, cucu dari Guido, saudaranya, menjadi penyair di Breda, Belanda. DD menikah dengan Clara Charlotte Deije (1885-1968), anak dokter campuran Jerman-Belanda pada tahun 1903, dan mendapat lima anak, namun dua di antaranya meninggal sewaktu bayi (keduanya laki-laki). Yang bertahan hidup semuanya perempuan. Perkawinan ini kandas pada tahun 1919 dan keduanya bercerai. Kemudian DD menikah lagi dengan Johanna Petronella Mossel (1905-1978), seorang Indo keturunan Yahudi, pada tahun 1927. Johanna adalah guru yang banyak membantu kegiatan kesekretariatan Ksatrian Instituut, sekolah yang didirikan DD. Dari perkawinan ini mereka tidak dikaruniai anak. Di saat DD dibuang ke Suriname pada tahun 1941 pasangan ini harus berpisah, dan di kala itu kemudian Johanna menikah dengan Djafar Kartodiredjo, seorang Indo pula (sebelumnya dikenal sebagai Arthur Kolmus), tanpa perceraian resmi terlebih dahulu. Tidak jelas apakah DD mengetahui pernikahan ini karena ia selama dalam pengasingan tetap berkirim surat namun tidak dibalas. Sewaktu DD "kabur" dari Suriname dan menetap sebentar di Belanda (1946), ia menjadi dekat dengan perawat yang mengasuhnya, Nelly Alberta Geertzema née Kruymel, seorang Indo yang berstatus janda. Nelly kemudian menemani DD yang menggunakan nama samaran pulang ke Indonesia agar tidak ditangkap intelijen Belanda. Mengetahui bahwa Johanna telah menikah dengan Djafar, DD tidak lama kemudian menikahi Nelly, pada tahun 1947. DD kemudian menggunakan nama Danoedirdja Setiabuddhi dan Nelly menggunakan nama Haroemi Wanasita, nama-nama yang diusulkan oleh Sukarno. Sepeninggal DD, Haroemi menikah dengan Wayne E. Evans pada tahun 1964 dan kini tinggal di Amerika Serikat. Walaupun mencintai anak-anaknya, DD tampaknya terlalu berfokus pada perjuangan idealismenya sehingga perhatian pada keluarga agak kurang dalam. Ia pernah berkata kepada kakak perempuannya, Adelin, kalau yang ia perjuangkan adalah untuk memberi masa depan yang baik kepada anak-anaknya di Hindia kelak yang merdeka. Pada kenyataannya, semua anaknya meninggalkan Indonesia menuju ke Belanda ketika Jepang masuk. Demikian pula semua saudaranya, tidak ada yang memilih menjadi warga negara Indonesia. [sunting] Riwayat hidup [sunting] Masa muda Pendidikan dasar ditempuh Nes di Pasuruan. Sekolah lanjutan pertama-tama diteruskan ke HBS di Surabaya, lalu pindah ke Gymnasium Willem III, suatu sekolah elit di Batavia. Selepas lulus sekolah ia bekerja di perkebunan kopi "Soember Doeren" di Malang, Jawa Timur. Di sana ia menyaksikan perlakuan semena-mena yang dialami pekerja kebun, dan sering kali membela mereka. Tindakannya itu membuat ia kurang disukai rekan-rekan kerja, namun disukai pegawai-pegawai bawahannya. Akibat konflik dengan manajernya, ia dipindah ke perkebunan tebu "Padjarakan" di Kraksaan sebagai laboran.[1] Sekali lagi, dia terlibat konflik dengan manajemen karena urusan pembagian irigasi untuk tebu perkebunan dan padi petani. Akibatnya, ia dipecat. [sunting] Perang Boer Menganggur, dan kematian mendadak ibunya, membuat Nes memutuskan berangkat ke Afrika Selatan pada tahun 1899 untuk ikut dalam Perang Boer Kedua melawan Inggris.[2] Ia bahkan menjadi warga negara Republik Transvaal.[1] Beberapa bulan kemudian kedua saudara laki-lakinya, Julius dan Guido, menyusul. Nes tertangkap lalu dipenjara di suatu kamp di Ceylon. Di sana ia mulai berkenalan dengan sastera India, dan perlahan-lahan pemikirannya mulai terbuka akan perlakuan tidak adil pemerintah kolonial Hindia Belanda terhadap warganya. [sunting] Sebagai wartawan yang kritis dan aktivitas awal DD dipulangkan ke Hindia Belanda pada tahun 1902, dan bekerja sebagai agen pengiriman KPM, perusahaan pengiriman milik negara. Penghasilannya yang lumayan membuatnya berani menyunting Clara Charlotte Deije, putri seorang dokter asal Jerman yang tinggal di Hindia Belanda, pada tahun 1903. Kemampuannya menulis laporan pengalaman peperangannya di surat kabar terkemuka membuat ia ditawari menjadi reporter koran Semarang terkemuka, De Locomotief. Di sinilah ia mulai merintis kemampuannya dalam berorganisasi. Tugas-tugas jurnalistiknya, seperti ke perkebunan di Lebak dan kasus kelaparan di Indramayu, membuatnya mulai kritis terhadap kebijakan kolonial. Ketika ia menjadi staf redaksi Bataviaasch Nieuwsblad, 1907, tulisan-tulisannya menjadi semakin pro kaum Indo dan pribumi. Dua seri artikel yang tajam dibuatnya pada tahun 1908. Seri pertama artikel dimuat Februari 1908 di surat kabar Belanda Nieuwe Arnhemsche Courant setelah versi bahasa Jermannya dimuat di koran Jerman Das Freie Wort, "Het bankroet der ethische principes in Nederlandsch Oost-Indie" ("Kebangkrutan prinsip etis di Hindia Belanda") kemudian pindah di Bataviaasche Nieuwsblad. Sekitar tujuh bulan kemudian (akhir Agustus) seri tulisan panas berikutnya muncul di surat kabar yang sama, "Hoe kan Holland het spoedigst zijn koloniën verliezen?" ("Bagaimana caranya Belanda dapat segera kehilangan koloni-koloninya?", versi Jermannya berjudul "Hollands kolonialer Untergang"). Kembali kebijakan politik etis dikritiknya. Tulisan-tulisan ini membuatnya mulai masuk dalam radar intelijen penguasa.[3] Rumah DD, pada saat yang sama, yang terletak di dekat Stovia menjadi tempat berkumpul para perintis gerakan kebangkitan nasional Indonesia, seperti Sutomo dan Cipto Mangunkusumo, untuk belajar dan berdiskusi. Budi Utomo (BO), organisasi yang diklaim sebagai organisasi nasional pertama, lahir atas bantuannya. Ia bahkan menghadiri kongres pertama BO di Yogyakarta. Aspek pendidikan tak luput dari perhatian DD. Pada tahun 1910 (8 Maret) ia turut membidani lahirnya Indische Universiteit Vereeniging (IUV), suatu badan penggalang dana untuk memungkinkan dibangunnya lembaga pendidikan tinggi (universitas) di Hindia Belanda. Di dalam IUV terdapat orang Belanda, orang-orang Indo, aristokrat Banten dan perwakilan dari organisasi pendidikan kaum Tionghoa THHK. [sunting] Indische Partij Karena menganggap BO terbatas pada masalah kebudayaan (Jawa), DD tidak banyak terlibat di dalamnya. Sebagai seorang Indo, ia terdiskriminasi oelh orang Belanda murni ("totok" atau trekkers). Sebagai contoh, orang Indo tidak dapat menempati posisi-posisi kunci pemerintah karena tingkat pendidikannya. Mereka dapat mengisi posisi-posisi menengah dengan gaji lumayan tinggi. Untuk posisi yang sama, mereka mendapat gaji yang lebih tinggi daripada pribumi. Namun, akibat politik etis, posisi mereka dipersulit karena pemerintah koloni mulai memberikan tempat pada orang-orang pribumi untuk posisi-posisi yang biasanya diisi oleh Indo. Tentu saja pemberi gaji lebih suka memilih orang pribumi karena mereka dibayar lebih rendah. Keprihatinan orang Indo ini dimanfaatkan oleh DD untuk memasukkan idenya tentang pemerintahan sendiri Hindia Belanda oleh orang-orang asli Hindia Belanda (Indiërs) yang bercorak inklusif dan mendobrak batasan ras dan suku. Pandangan ini dapat dikatakan original, karena semua orang pada masa itu lebih aktif pada kelompok ras atau sukunya masing-masing. Berangkat dari organisasi kaum Indo, Indische Bond dan Insulinde, ia menyampaikan gagasan suatu "Indië" (Hindia) baru yang dipimpin oleh warganya sendiri, bukan oleh pendatang. Ironisnya, di kalangan Indo ia mendapat sambutan hangat hanya di kalangan kecil saja, karena sebagian besar dari mereka lebih suka dengan status quo, meskipun kaum Indo direndahkan oleh kelompok orang Eropa "murni" toh mereka masih dapat dilayani oleh pribumi. Tidak puas karena Indische Bond dan Insulinde tidak bisa bersatu, pada tahun 1912 Nes bersama-sama dengan Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat mendirikan partai berhaluan nasionalis inklusif bernama Indische Partij ("Partai Hindia").[1][4] Kampanye ke beberapa kota menghasilkan anggota berjumlah sekitar 5000 orang dalam waktu singkat. Semarang mencatat jumlah anggota terbesar, diikuti Bandung. Partai ini sangat populer di kalangan orang Indo, dan diterima baik oleh kelompok Tionghoa dan pribumi, meskipun tetap dicurigai pula karena gagasannya yang radikal. Partai yang anti-kolonial dan bertujuan akhir kemerdekaan Indonesia ini dibubarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda setahun kemudian, 1913 karena dianggap menyebarkan kebencian terhadap pemerintah. Akibat munculnya tulisan terkenal Suwardi di De Expres, "Als ik eens Nederlander was", ketiganya lalu diasingkan ke Belanda, karena DD dan Cipto mendukung Suwardi. Dalam pembuangan di Eropa Universitas Zurich, tempat Ernest Douwes Dekker menempuh pendidikan tingginya. Masa di Eropa dimanfaatkan oleh Nes untuk mengambil program doktor di Universitas Zürich, Swiss, dalam bidang ekonomi. Di sini ia tinggal bersama-sama keluarganya. Gelar doktor diperoleh secara agak kontroversial dan dengan nilai "serendah-rendahnya", menurut istilah salah satu pengujinya. Karena di Swis ia terlibat konspirasi dengan kaum revolusioner India, ia ditangkap di Hong Kong dan diadili dan ditahan di Singapura (1918). Setelah dua tahun dipenjara, ia pulang ke Hindia Belanda 1920. Kegiatan jurnalistik dan Peristiwa Polanharjo Sekembalinya ia ke Batavia setelah dipenjara DD aktif kembali dalam dunia jurnalistik dan organisasi. Ia menjadi redaktur organ informasi Insulinde yang bernama De Beweging. Ia menulis beberapa seri artikel yang banyak menyindir kalangan pro-koloni serta sikap kebanyakan kaumnya: kaum Indo. Targetnya sebetulnya adalah de-eropanisasi orang Indo, agar mereka menyadari bahwa demi masa depan mereka berada di pihak pribumi, bukan seperti yang terjadi, berpihak ke Belanda. Organisasi kaum Indo yang baru dibentuk, Indisch Europeesch Verbond (IEV), dikritiknya dalam seri tulisan "De tien geboden" (Sepuluh Perintah Tuhan) dan "Njo Indrik" (Sinyo Hendrik). Pada seri yang disebut terakhir, IEV dicap olehnya sebagai "liga yang konyol dan kekanak-kanakan". Sejumlah pamflet lepas yang cukup dikenal juga ditulisnya pada periode ini, seperti "Een Natie in de maak" (Suatu bangsa tengah terbentuk) dan "Ons volk en het buitlandsche kapitaal" (Bangsa kita dan modal asing). Pada rentang masa ini dibentuk pula Nationaal Indische Partij (NIP), sebagai organisasi pelanjut Indische Partij yang telah dilarang. Pembentukan NIP menimbulkan perpecahan di kalangan anggota Insulinde antara yang moderat (kebanyakan kalangan Indo) dan yang progresif (menginginkan pemerintahan sendiri, kebanyakan orang Indonesia pribumi). NIP akhirnya bernasib sama seperti IP: tidak diizinkan oleh Pemerintah. Pada tahun 1919, DD terlibat (atau tersangkut) dalam peristiwa protes dan kerusuhan petani/buruh tani di perkebunan tembakau Polanharjo, Klaten. Ia terkena kasus ini karena dianggap mengompori para petani dalam pertemuan mereka dengan orang-orang Insulinde cabang Surakarta, yang ia hadiri pula. Pengadilan dilakukan pada tahun 1920 di Semarang. Hasilnya, ia dibebaskan; namun kasus baru menyusul dari Batavia: ia dituduh menulis hasutan di surat kabar yang dipimpinnya. Kali ini ia harus melindungi seseorang (sebagai redaktur De Beweging) yang menulis suatu komentar yang di dalamnya tertulis "Membebaskan negeri ini adalah keharusan! Turunkan penguasa asing!". Yang membuatnya kecewa adalah ternyata alasan penyelidikan bukanlah semata tulisan itu, melainkan "mentalitas" sang penulis (dan dituduhkan ke DD). Setelah melalui pembelaan yang panjang, DD divonis bebas oleh pengadilan. [sunting] Aktivitas pendidikan dan Ksatrian Instituut Sekeluarnya dari tahanan dan rentetan pengadilan, DD cenderung meninggalkan kegiatan jurnalistik dan menyibukkan diri dalam penulisan sejumlah buku semi-ilmiah dan melakukan penangkaran anjing gembala Jerman dan aktif dalam organisasinya. Prestasinya cukup mengesankan, karena salah satu anjingnya memenangi kontes dan bahkan mampu menjawab beberapa pertanyaan berhitung dan menjawab beberapa pertanyaan tertulis. Atas dorongan Suwardi Suryaningrat yang saat itu sudah mendirikan Perguruan Taman Siswa, ia kemudian ikut dalam dunia pendidikan, dengan mendirikan sekolah "Ksatrian Instituut" (KI) di Bandung. Ia banyak membuat materi pelajaran sendiri yang instruksinya diberikan dalam bahasa Belanda. KI kemudian mengembangkan pendidikan bisnis, namun di dalamnya diberikan pelajaran sejarah Indonesia dan sejarah dunia yang materinya ditulis oleh Nes sendiri. Akibat isi pelajaran sejarah ini yang anti-kolonial dan pro-Jepang, pada tahun 1933 buku-bukunya disita oleh pemerintah Keresidenan Bandung dan kemudian dibakar. Pada saat itu Jepang mulai mengembangkan kekuatan militer dan politik di Asia Timur dengan politik ekspansi ke Korea dan Tiongkok. DD kemudian juga dilarang mengajar. [sunting] Kegiatan sebelum pembuangan Karena dilarang mengajar, DD kemudian mencari penghasilan dengan bekerja di kantor Kamar Dagang Jepang di Jakarta. Ini membuatnya dekat dengan Mohammad Husni Thamrin, seorang wakil pribumi di Volksraad. Pada saat yang sama, pemerintah Hindia Belanda masih trauma akibat pemberontakan komunis (ISDV) tahun 1927, memecahkan masalah ekonomi akibat krisis keuangan 1929, dan harus menghadapi perkembangan fasisme ala Nazi di kalangan warga Eropa (Europaeer). Serbuan Jerman ke Denmark dan Norwegia, dan akhirnya ke Belanda, pada tahun 1940 mengakibatkan ditangkapnya ribuan orang Jerman di Hindia Belanda, berikut orang-orang Eropa lain yang diduga berafiliasi Nazi. DD yang memang sudah "dipantau", akhirnya ikut digaruk karena dianggap kolaborator Jepang, yang mulai menyerang Indocina Perancis. Ia juga dituduh komunis. [sunting] Pengasingan di Suriname DD ditangkap dan dibuang ke Suriname pada tahun 1941 melalui Belanda. Di sana ia ditempatkan di suatu kamp jauh di pedalaman Sungai Suriname yang bernama Jodensavanne ("Padang Yahudi").[2] Tempat itu pada abad ke-17 hingga ke-19 pernah menjadi tempat pemukiman orang Yahudi yang kemudian ditinggalkan karena kemudian banyak pendatang yang membuat keonaran. Kondisi kehidupan di kamp sangat memprihatinkan. Sampai-sampai DD, yang waktu itu sudah memasuki usia 60-an, sempat kehilangan kemampuan melihat. Di sini kehidupannya sangat tertekan karena ia sangat merindukan keluarganya. Surat-menyurat dilakukannya melalui Palang Merah Internasional dan harus melalui sensor. Ketika khabar berakhirnya perang berakhir, para interniran (buangan) di sana tidak segera dibebaskan. Baru menjelang pertengahan tahun 1946 sejumlah orang buangan dikirim ke Belanda, termasuk DD. Di Belanda ia bertemu dengan Nelly Albertina Gertzema nee Kruymel, seorang perawat. Nelly kemudian menemaninya kembali ke Indonesia. Kepulangan ke Indonesia juga melalui petualangan yang mendebarkan karena DD harus mengganti nama dan menghindari petugas intelijen di Pelabuhan Tanjung Priok. Akhirnya mereka berhasil tiba di Yogyakarta, ibukota Republik Indonesia pada waktu itu pada tanggal 2 Januari 1947. [sunting] Perjuangan di masa Revolusi Kemerdekaan dan akhir hayat Tak lama setelah kembali ia segera terlibat dalam posisi-posisi penting di sisi Republik Indonesia. Pertama-tama ia menjabat sebagi menteri negara tanpa portofolio dalam Kabinet Sjahrir III (yang berumur pendek). Selanjutnya berturut-turut ia menjadi anggota delegasi negosiasi dengan Belanda, konsultan dalam komite bidang keuangan dan ekonomi di delegasi itu, anggota DPA, pengajar di Akademi Ilmu Politik, dan terakhir sebagai kepala seksi penulisan sejarah (historiografi) di bawah Kementerian Penerangan. Di mata beberapa pejabat Belanda ia dianggap "komunis" meskipun ini sama sekali tidak benar. Pada periode ini DD tinggal satu rumah dengan Sukarno. Ia juga menempati salah satu rumah di Kaliurang. Dan dari rumah di Kaliurang inilah pada tanggal 21 Desember 1948 ia diciduk tentara Belanda yang tiba dua hari sebelumnya di Yogyakarta dalam rangka "Aksi Polisionil". Setelah diinterogasi ia lalu dikirim ke Jakarta untuk diinterogasi kembali. Tak lama kemudian DD dibebaskan karena kondisi fisiknya yang payah dan setelah berjanji tak akan melibatkan diri dalam politik. Ia dibawa ke Bandung atas permintaannya. Harumi kemudian menyusulnya ke Bandung. Setelah renovasi, mereka lalu menempati rumah lama (dijulukinya "Djiwa Djuwita") di Lembangweg. Di Bandung ia terlibat kembali dengan aktivitas di Ksatrian Instituut. Kegiatannya yang lain adalah mengumpulkan material untuk penulisan autobiografinya (terbit 1950: 70 jaar konsekwent) dan merevisi buku sejarah tulisannya. Ernest Douwes Dekker wafat dini hari tanggal 29 Agustus 1950 (versi van der Veur, 2006; di batu nisannya tertulis tanggal 28 Agustus 1950) dan dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung. [sunting] Penghargaan Jasa DD dalam perintisan kemerdekaan diekspresikan dalam banyak hal. Di setiap kota besar dapat dijumpai jalan yang dinamakan menurut namanya: Setiabudi. Jalan Lembang di Bandung utara, tempat rumahnya berdiri, sekarang bernama Jalan Setiabudi. Di Jakarta bahkan namanya dipakai sebagai nama suatu kecamatan (Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan). Di Belanda, nama DD juga dihormati sebagai orang yang berjasa dalam meluruskan arah kolonialisme (meskipun hampir sepanjang hidupnya ia berseberangan posisi politik dengan pemerintah kolonial Belanda; bahkan dituduh "pengkhianat"). [sumber: Wikipedia]

Sabtu, 02 Januari 2010

Tahun 2010

Happy new year 4 aLL... Semoga di tahun 2010 ini apa yang di cita2 kan akan berhasil, amien...

Minggu, 20 Desember 2009

AVATAR

href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBJf_l-FBBsg7NDsrTzxHwa4DJyMpb92f7baUnzEGei-aQukBQJRN-pi7CkJf0ZJ-z56wkykoJ9-CBihNIRD-Ci0KQi1fcPREVU3vOEAwWqCGuwm7GICp6LYcSA1CxFyZkJ8tKHfc993Mv/s1600-h/av1.jpg"> Avatar adalah film fiksi ilmiah 3-D yang disutradarai oleh James Cameron. Film ini akan dirilis pada 16 Desember 2009[1][6] oleh 20th Century Fox. Film ini berkisah mengenai konflik di dunia yang jauh yang bernama Pandora, dimana manusia dan penduduk asli Pandora terlibat dalam perang. Pandora (pengucapan /pænˈdɔərə/ pan-DOHR-ə), adalah bulan fiksi pada film Avatar karya James Cameron dan seting pada permainan video Avatar. Bulan ini mengorbit planet gas raksasa yang bernama Polythemis. Pandora adalah bulan ekstraterestrial yang rindang dengan kehidupan yang unik - banyak makhluk cantik, tetapi banyak juga yang mengerikan. Pandora juga merupakan tempat tinggal suku Na’vi. Mereka adalah suku humanoid yang primitif, tetapi secara evolusi lebih maju dari manusia. Dengan tinggi tiga meter, dengan ekor dan kulit berwarna biru, Na’vi hidup dalam kedamaian. Ciri paling penting Pandora adalah atmosfer berbasis amonianya. Manusia dapat bertahan di permukaan Pandora tanpa alat pelindung, namun mereka memerlukan persediaan oksigen atau mereka akan tewas. Ciri penting lain yang mengundang manusia datang ke tempat ini adalah mineral langka yang disebut "Unobtainium". Unobtainium memproduksi gaya magnetik yang kuat dan vital untuk memproduksi komponen kapal angkasa Bumi yang maju. Sementara Unobtainium sangat langka di Bumi, jumlah Unobtainium sangat banyak di Pandora. Vertebrata di Pandora berevolusi hingga memiliki enam kaki (kecuali Na'vi). Hewan terbang memiliki dua sayap dan empat kaki. Pernyataan paling pas untuk 20th Century Fox untuk film fiksi ilmiah "Avatar," di antara film paling mahal yang pernah dibuat. Meskipun banyak skeptis, tapi pihak studio berpikir dapat menghasilkan keuntungan, sebagian karena otak dari pencipta film tersebut adalah James Cameron kekuatan pendorong di belakang film besar TITANIC. Budget 500 juta dollar untuk biaya produksi dan pemasaran merupakan rekor untuk film termahal saat ini, rekor ini mengalahkan film Pirate Caribean 3 yang menghabiskan total budjet 300 jt dollar. Tabloid terlaris di Inggris, The Sun, menyebut Avatar sebagai film paling memesona dekade ini. "Adegan perang pada akhir babak yang panjangnya 20 menit benar-benar menakjubkan." " Avatar menceritakan perang untuk mempertahankan hidup antara kaum Na'vi yang tinggal di hutan, melawan operasi pertambangan kolonial di planet mereka. Seorang mantan marinir pincang dipilih untuk membina kontak dengan orang-orang misterius yang dikendalikan Avatar dari jarak jauh. Mantan Marinir tersebut secara tidak sengaja terjebak dalam usaha untuk menempati dan mengeksploit sebuah planet eksotik yang kaya akan sumber daya alamnya. Dan usaha mereka itu akhirnya bersinggungan dengan ras lain yang akan merebut sumber daya tersebut dan terjadilah perang antar ras demi bertahan hidup. Disinilah kita menyadari bahwa betapa berharganya Planet yang kita diami dan kita harus memperjuangkan demi anak cucu kita kelak " Meskipun diperkirakan budjet setengah miliar dolar ( 500 juta dollar ) yang dihabiskan pada produksi dan pemasaran, "Avatar" mungkin membawa risiko keuangan sedikit mengejutkan untuk perusahaan induk Fox.. dimana mereka harus memastikan bahwa modal yang dikeluarkan sebanding dengan pendapatan yang diterima.. Diharapkan, film avatar akan mengumpulkan 250 juta dollar untuk pemutaran di Amerika, belum ditotal dari pemutaran dari bioskop di seluruh dunia, Jika resensi perdana dan buzz twitter dianggap indikasinya, studio film 20th Century Fox diyakini akan meraup keuntungan sangat banyak. James Cameron telah membuktikan dirinya bahwa dia memang rajanya dunia [film]," sanjung surat kabar The Hollywood Reporter. Sementara jejaring sosial twitter mengutipkan komentar-komentar para jurnalis. "James Cameron benar-benar jenius! Saya tak bisa ngomong apa-apa lagi, keren habis, saya suka banget," tulis Alex Billington dalam laman film FirstShowing.net. Majalah Empire memberi lima bintang penuh kepada film ini seraya menyebutnya sebagai sebuah "kerja dengan ganjaran luar biasa besar," di mana teknologi baru telah memudahkan para sutradara berkreasi. Mark Brown dari The Guardian, London, menulis di edisi Kamis koran itu bahwa Avatar benar-benar lebih hebat dari perkiraan. Film ini mengagumkan dan kisahnya mengena sekali, meski murahan di banyak bagian.

Aceh dan Melayu

Darwis A Soelaiman - Opini “Melayukah Aceh atau Acehkah Melayu?” tulis Kamaruzzaman Bustaman Ahmad KBA) dalam Serambi (12/12/2009). Pandangannya bahwa Aceh bukanlah Melayu. Malah dikatakan tidak ada hubungan sama sekali dengan Melayu. Ia juga mempertanyakan mengapa Malaysia menganggap Aceh sebagai Melayu sementara konsep Melayu itu sendiri di Malaysia katanya sedang bermasalah. Terkesan KBA mengacaukan istilah Malaysia sebagai satu Negara (konsep politik) dengan istilah Melayu sebagai sebuah konsep kebudayaan. Dengan merujuk kepada Konstitusi Malaysia, dikatakan bahwa definisi Melayu adalah: yang berbahasa Melayu, yang beragama islam, dan lahir sebelum tahun 1957 di Malaysia. Syarat itu tentu menunjuk kepada “orang”, yaitu sebagai syarat untuk etnis Melayu sebagai warga negara Malaysia, bukan menunjuk pada definisi atau identitas Melayu. Artinya etnis Melayu sebagai warganegara Malaysia adalah mereka yang berbahasa Melayu, beragama Islam, dan lahir di Malaysia, untuk membedakannya dengan etnis lain (Cina, India, dll.) yang juga warganegara Malaysia. Mengacaukan pengertian Melayu sebagai entitas budaya dengan istilah Malaysia sebagai entitas politik sebuah Negara, saya kira suatu kekeliruan logic. Maka tak heran apabila dalam tulisannya itu kita temukan pernyatan-pernyataan yang tidak logis atau rasionalnya tidak jelas, malahan kebenarannya masih debatable, (masih dapat diperdebatkan). Misal disebutkan, bahwa “beberapa tahun terakhir, Malaysia selalu mengajak Aceh sebagai bagian dari peradaban Melayu pra kemerdekaan mereka. Para pemimpin Aceh bangga sekali dengan ajakan ini, bahkan pernah digelar Kongres Melayu Raya di Banda Aceh. Karena kemesraan sejarah inilah seolah-olah Aceh dan Melayu adalah satu.” Kalaulah orang Aceh bangga menjadi bagian dari alam Melayu, maka saya kira itu bukanlah karena ajakan bangsa Malaysia, tetapi memang karena Aceh adalah Melayu dan sudah sejak lama menjadi bagian dunia Melayu. Jika dikatakan “kalau dilihat lebih seksama kebudayaan Melayu itu tidak ada kaitannya dengan tanah Aceh, melainkan dengan Pattani dan tanah Jawa.Sejarah Melayu versi Malaysia banyak diberitakan yang bersumber pada kitab Negarakertagama. Artinya walaupun ada hubungan kerajaan atau peperangan dengan kerajaan Aceh Darussalam, namun Kerak Peradaban Melayu (KPM) di Malaysia tidak ada hubungan dengan Kerak Peradaban Aceh (KPA).. Sayangnya, setelah melihat kegemilangan Malaysia saat ini, KPA mulai menghilang”. Pada bagian lain juga dikatakan bahwa “orang Aceh bangga di klaim sebagai bagian dari Melayu, padahal orang Melayu tidak pernah bangga menjadi bagian dari KPA”. Ia mencontohkan tari-tarian Aceh yang tidak akan pernah dijumpai di dalam sejarah tarian Melayu di Malaysia. Saya kira ungkapan-ungkapan itu tidak menjelaskan mengenai identitas Melayu dan identitas Aceh sehingga tidak cukup alasan untuk mengatakan bahwa Aceh tidak ada hubungan sama sekali dengan Melayu atau Aceh bukan Melayu. Justru terkesan adanya “sentiment” terhadap negeri Malaysia apabila dikaitkan dengan ungkapannya bahwa “identitas Aceh ingin dikuburkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan social politik di rantau Asia Tenggara”. Juga bila disimak kesimpulannya di akhir tulisan bahwa “kalau Aceh adalah Melayu maka 30 tahun yang akan datang ilmu tentang Aceh harus dipelajari di Semenanjung Melayu dan itu adalah kecelakaan sejarah yang paling fatal bagi Aceh”. Mengapa harus demikian? Apa hubungannya kemajuan yang dicapai Malaysia dengan hilangnya KPA? Mengapa kita harus mempelajari Aceh ke negeri jiran itu kalau Aceh adalah Melayu? Dan siapa sesenarnya pihak tertentu yang ingin menguburkan identitas Aceh? Inilah yang saya maksudkan sebagai kekeliruan logic. Sebab Melayu bukanlah hanya Malaysia, dan karena semuanya itu tidak menjelaskan klaimnya bahwa Aceh bukanlah Melayu atau tidak ada hubungan sama sekali dengan Melayu. Apalagi kalau disimak unggapannya yang berikut ini: “Jika ditilik dari sejarah, tanah Melayu memang tempat pertemuan beberapa budaya, mulai budaya jawa, Thai, hingga Aceh. Karena itu keaslian Melayu di Malaysia masih diperdebatkan oleh para peneliti. Untuk mengamankan identitas Melayu, pihak Malaysia berhenti di depan konstitusi sebagai orang Melayu yang sah”. Memang identitas Melayu di negeri jiran itu sedang bermasalah, yaitu semakin terdesaknya penggunaan bahwa Melayu oleh penggunaan bahasa Inggeris, yang suatu ketika bahasa Melayu akan ditinggalkan oleh orang Melayu Malaysia. Gejala yang sama dapat juga terjadi di Aceh, di Sunda, dan daerah lain di Indonesia. Melayu adalah konsep kebudayaan. Sebagai konsep maka identitas Melayu adalah: Melayu dalam bahasa dan adat istiadat, serta Islam dalam agama. Karena itu seringkali Melayu diidentikkan dengan Islam, dan kebudayaan yang berteraskan Islam adalah kebudayaan Melayu. Kebudayaan Aceh adalah kebudayaan Melayu dan berteraskan Islam, dan secara umum disebutkan bahwa Aceh adalah Melayu. Demikian pula halnya dengan orang-orang di Malaysia, Riau, Bugis, Jawa, Srilangka, Pattani, Pilipina Selatan, Madagaskar, Cape Town Afrika Selatan, Walaupun dari negara yang berbeda-beda, semua mereka itu adalah Melayu, karena mereka beragama Islam dan berkebudayaan (berbahasa dan beradat istiadat) Melayu, di samping tentu saja mereka juga menggunakan bahasa nasional mereka sendiri. Mereka berada di negeri-negeri itu karena diaspora Melayu sejak lama. Itulah Dunia Melayu, dan Aceh adalah bagian dari Dunia Melayu. Menurut para ahli bahwa aemenanjung Malaya dan kepulauan Indonesia dalam dua gelombang. Gelombang pertama disebut Melayu Tua (antara 1000-2500 SM) dan gelombang kedua Melayu Muda (sekitar 300 SM). Menurut Mohammad said dalam bukunya Aceh Sepanjang Abad, pendatang gelombang pertama termasuk orang Batak dan orang Gayo, dan yang datang pada gelombang kedua termasuk penduduk yang tinggal di pesisir Aceh dan Sumatera. Pada masa itu belum ada kebudayaan Melayu seperti sekarang dan belum ada agama Islam. Orang Melayu yang ada di pulau Sumatera itu mula-mula berkepercayaan animime dan dinamisme, dan kemudian sebelum datangnya Islam diantara mereka ada yang sudah mendapat pengaruh dari kebudayaan Hindu dan Budha. Orang-orang Melayu dari Sumatera Selatan, Riau, dan Sumatera Barat ada yang pergi ke semenanjung Malaya, mula-mula bermukim di daerah pesisir yaitu di Melaka dan Singapura. Jadi bangsa Melayu itu asalnya bukanlah dari semenanjung yang sekarang bernama Malaysia. Profesor Ismail Hussein, budayawan Malaysia asal Aceh, mengatakan bahwa Melayu itu lebih merupakan satu kebudayaan bukannya satu kumpulan etnis yang seketurunan darahnya. Dan yang menjadi asas kepada kebudayaan Melayu itu tentulah bahasa Melayu. Sekarang pun ukuran mutu kemelayuan di pelbagai daerah Melayu, selalu dibuat atas dasar kesetiaan kepada bahasa dan adat istiadat Melayu dan bukannya atas dasar keturunan darah. Merujuk kepada R.Roolvink, dikatakannya bahwa dimasa lampau istilah Melayu kadangkala disamakan dengan istilah Jawi. Suku bangsa Aceh, Gayo dan suku bangsa lain di utara Sumatera menggunakan bahasa Jawi, yaitu bahasa Melayu dan menamakan dirinya sebagai orang jawi atau Melayu. Dikatakan pula bahwa sejak awal abad ke-17 istilah Melayu telah bermakna lebih luas, merangkumi suku-suku bangsa serumpun. Dalam artinya yang luas itu Melayu sinonim dengan Melayu-Polinesia. Ketika masyarakat Aceh sudah memeluk agama Islam, maka pada abad ke 16 Aceh menjadi suatu bangsa yang berperadaban tinggi di kepulauan nusantara ini. Kerajaan Aceh Darussalam merupakan salah satu dari lima kerajaan islam di dunia pada masa itu. Bahasa Melayu dipakai sebagai lingua franca, serta bahasa diplomasi dan bahasa ilmu pengetahuan. Banyak buku ilmu pengetahuan dan kitab agama dikarang dalam bahasa Melayu di samping dalam bahasa Arab. Bahasa Melayu yang kemudian oleh bangsa Indonesia dipakai sebagai bahasa nasional adalah bahasa Melayu yang asalnya disebut bahasa Melayu Pasai atau bahasa Jawi dari Aceh. Dengan uraian di atas barangkali cukup alasan untuk mengatakan bahwa Kerak Peradaban Aceh (KPA) adalah Melayu dan Islam, dan Aceh adalah bagian dari istilah Melayu yang lebih luas yaitu Dunia Melayu yang mecakup orang-orang yang bermukim di kepulauan Melayu dan di kepulauan Polinesia, dan Aceh telah sangat berperan dalam pengembangan bahasa Melayu dan agama islam sebagai identitas Melayu. Dalam artikelnya itu KBA memperkenalkan istilah KPA, tetapi sama sekali tidak menjelaskan apa Kerak Peradaban Aceh (KPA) itu. Maka saya duga bahwa menurut KBA bahwa KPA itu ada hubungannya dengan bangsa Arab, dengan menyimak yang ditulisnya : “Karena itu pula ulama dari Mekkah dan Madinah lebih tertarik ke Aceh daripada ke Semenanjung Melayu, karena mereka paham betul bahwa ada KPA di ujung pulau Sumatera ini yang memiliki kaitan kuat dengan kerak peradaban mereka di Timur Tengah. Ini disebabkan oleh asal usul orang Aceh berasal dari bangsa yang paling terhormat di dunia”. Benarkah demikian? Bukankah bangsa Arab hanya salah satu bangsa pendatang ke Aceh di samping orang dari India dan orang Melayu asli yang sudah datang ke Aceh lama sebelum mereka yang dari Timur Tengah itu datang? Mungkin yang dimaksud dengan kerak peradaban itu adalah Islam, tetapi mungkin juga belum tentu, karena tidak sekalipun dalam tulisan itu penulis menyebut kata Islam atau agama Islam, dan mungkin saja kerak peradaban Timur Tengah yang dimaksudkan itu adalah sesuatu sebelum ada Islam. Prof Dr Darwis A Soelaiman, MA, adalah Direktur Eksekutif Pusat Studi Melayu Aceh (PUSMA). [Sumber: Serambinews.com]

Sabtu, 12 Desember 2009

Melayukah Aceh atau Acehkah Melayu?

Melayukah Aceh atau Acehkah Melayu? Oleh Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad Opini PEMERINTAH Malaysia memberi anugerah Tun Perak kepada wakil pemerintahan Aceh (Wagub Muhammad Nazar). Ini mengingatkan saya pada Manohara ketika diberikan gelar bangsawan oleh pihak Kraton di Jawa Tengah. Bedanya memang cukup signifikan, Muhammad Nazar dalam budaya Melayu, sedang Manohara dalam budaya Jawa. Saya tidak ingin mengomentari gelar Tun Perak juga pidato Wagub yang dimuat utuh Harian Aceh (8/12/2009), sebab itu sebagai satu peristiwa sejarah bagi pemerintahan Aceh era IRNA (Irwandi dan Nazar). Justru yang menarik adalah upaya Malaysia untuk terus menerus menganggap Aceh sebagai Melayu. Pada saat yang sama, konsep Melayu di Malaysia sendiri masih bermasalah. Usaha Malaysia ini berhasil ketika beberapa tahun terakhir selalu melibatkan Aceh untuk mempertahankan identitas Melayu-Tradisional mereka. Sebab, di dalam konstitusi Malaysia, definisi Melayu adalah (1) yang berbahasa Melayu; (2) beragama Islâm; (3) lahir sebelum 1957 di Malaysia. Dari definisi ini kelihatan bahwa Aceh sama sekali bukan Melayu di dalam konteks konstitusi Malaysia, kecuali beberapa orang Aceh yang lahir di Malaysia. Bahkan beberapa keluarga mereka sama sekali masih berbahasa Aceh (bukan bahasa Melayu!) baik sesama keturunan Aceh atau di dalam keluarga mereka sendiri. Ini mirip dengan keluarga Jawa di Johor yang masih menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Di Malaysia ada sebutan cukup rasis dalam mengeluarkan dari suku melayu, seperti indon (untuk orang Indonesia), mamak (untuk orang India), bangla (untuk orang Bangladesh). Sementara bagi orang Cina yang baru masuk Islâm dipanggil dengan istilah mat soh. Adapun untuk orang kulit putih dikenal dengan sebutan mat saleh. Demikianlah sikap rasis negeri Melayu ini terhadap para pendatang. Sehingga muncul istilah baru bagi orang Melayu di Malaysia yaitu Other Malays (orang Melayu yang lain) yang menerima sikap rasis dari Melayu versi konstitusi. Menarik lagi ketika beberapa tahun terakhir, Malaysia selalu ‘mengajak’ Aceh sebagai bagian dari peradaban Melayu pra-kemerdekaan mereka. Sehingga para pemimpin Aceh bangga sekali dengan ajakan ini. Bahkan pernah digelar konggres Melayu Raya di Banda Aceh. Pemerintah Malaysia sama sekali sudah meninggalkan konsep ini dengan mengedepankan istilah identitas baru yakni Malaysia is Truly Asia (Malaysia adalah benar-benar Asia). Karena kemesraan sejarah inilah seolah-olah Aceh dan Melayu adalah satu. Bahkan pandangan yang paling lazim adalah bahasa Pasai sebagai bahasa Peradaban Melayu. Upaya yang dilakukan oleh Malaysia ini pernah diterapkan pada negeri Pattani, namun gagal karena konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut, sehingga akar Melayu yang diinginkan oleh Malaysia tidak begitu berhasil. Akan sentimen Melayu ini masih muncul di Pattani, Yala dan Narathiwat. Namun dalam konteks Aceh seakan-akan sangat menjanjikan. Jika ditelisik secara seksama Aceh merupakan satu entitas peradaban tersendiri yang tidak ada hubungan entitas Melayu. Identitas sebagai peradaban dunia inilah yang ingin dikuburkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan sosial politik identitas di rantau Asia Tenggara. Malaysia saat ini memang sedang mengalami persoalan identitas atau referensi keaslian budaya mereka, apalagi ketika beberapa negeri mereka dikuasai oleh pihak Cina berikut kebudayaan mereka. Demikian juga kegelisahan akan putra-putri mereka di dalam berbahasa Melayu dialek Indonesia, karena tidak sendikit rumah tangga mereka ditunggui oleh wanita Indon dan menonton sinetron Indonesia. Mereka tentu saja tidak ingin seperti Singapura yang sudah berhasil menguburkan identitas Melayu. Sehingga Malaysia selalu mencari akar budaya yang kuat, termasuk ingin mengklaim beberapa budaya Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Namun karena pihak Jawa mengerti betul pola ini, maka mereka sangat menentang sikap Malaysia tersebut dengan sambutan Ganyang Malaysia. Terkait dengan Aceh yang memiliki sistem kebudayaan yang sama sekali berbeda dengan Melayu juga diusahakan untuk dikaburkan dan dikuburkan. Sistem kebudayaan dimaksud, mencakup tiga hal; bahasa (bahasa Aceh), sejarah (Aceh memiliki sejarah sendiri), kebudayaan (Aceh memiliki kebudayaan sendiri). Kalau dilihat lebih seksama kebudayaan Melayu itu tidak ada kaitannya dengan Tanah Aceh, melainkan dekat dengan Pattani dan Pulau Jawa. Orang Negeri Sembilan kebanyakan berasal dari Minangkabau. Orang Johor dan Selangor tidak sedikit berasal dari Jawa. Sedangkan Pulau Pinang memang menurut sejarah diciptakan sebagai kawasan perdagangan. Orang Aceh yang masih berbahasa Aceh bisa dijumpai di Kedah. Bahkan sejarah Melayu versi Malaysia lebih banyak diberitakan yang bersumber pada kitab Negarakertagama. Artinya walaupun ada hubungan kerajaan atau peperangan dengan Kerajan Aceh Darussalam, namun Kerak Peradaban Melayu (KPM) di Malaysia tidak ada hubungannya dengan Kerak Peradaban Aceh (PKA). Garis peradaban mereka bersinggungan dengan Jawa-Sriwijaya (Palembang dan Jambi) -Temasek (Singapura) -Nakhorn Sri Thammarat (Thailand). Inilah kelalaian para penulis Aceh di dalam menulis identitas peradaban sendiri. Dulu para penulis Aceh telah menghasilkan kitab-kitab untuk digunakan sebagai pedoman kebudayaan Aceh dengan segala keontentikannya, dimana beberapa sariannya belakangan dijadikan sebagai kerak peradaban Melayu-Malaysia. Namun sayangnya setelah melihat kegemilangan Malaysia saat ini, KPA (Kerak Peradaban Aceh) mulai menghilang. Orang Aceh agaknya bangga diklaim sebagai bagian dari Melayu. Padahal orang Melayu tidak pernah bangga menjadi bagian dari KPA. Sebagai contoh kecil, tarian seudati, ranup lampuan, ratoh duk, tarian seribu tangan, saman tidak akan pernah dijumpai di dalam sejarah tarian Melayu di Malaysia. Mereka hanya memiliki tarian zikir hulu yang berkembang di Kelantan dan Terengganu. Tarian-tarian Melayu di Malaysia lebih mirip dengan tarian Melayu-Riau. Sedangkan di Sabah dan Serawak budaya mereka lebih dekat ke budaya di pulau Kalimantan. Dari segi pakaian adat orang Aceh, jika dibuka lagi sejarah KPA maka akan terkuak bahwa adat pakaian orang Aceh sama sekali berbeda dengan orang Melayu. Salah satu pepatah Melayu adalah lembu punya susu, sapi punya nama. Artinya kita yang memiliki KPA jangan sampai diklaim sebagai bagian dari kebudayaan wangsa lain. Jika ditilik dari sejarah, tanah Melayu memang tempat pertemuan beberapa budaya, mulai budaya Jawa, Thai, hingga Aceh. Karena itu keaslian Melayu di Malaysia masih diperdebatkan oleh para peneliti. Untuk mengamankan identitas Melayu, pihak Malaysia berhenti di depan konstitusi sebagai orang Melayu yang sah. Inilah kegusaran pendiri bangsa Malaysia ketika merumuskan konsep negara Malaysia, supaya suku-suku lain mendapat tempat di dalam konstitusi Malaysia. Namun puak Melayu tetap diutamakan sebagai bumiputera. Sebagai bukti kegusaran ini adalah munculnya kerusuhan besar-besaran pada tahun 1969 akibat dari pergesekan identitas Melayu dengan identitas lainnya (Cina). Namun kita orang Aceh tanpa memahami pergumulan atau konflik identitas ingin menyandingkan dengan budaya berada dibawah kita. Saat ini upaya untuk menggali KPA sudah hilang seiring gencarnya upaya Malaysia memelayukan Aceh dan upaya orang Aceh memelayukan diri mereka sendiri. Dalam beberapa literatur sejarah (mulai dari Denys Lombard hingga Tgk Chik Kutakarang) yang sangat jelas diterangkan bahwa Aceh merupakan sebuah peradaban sendiri yang megah. Sulit mencari raja sekaliber Iskandar Muda di Tanah Melayu. Sulit mencari kitab sebanding dengan Sirat al-Mustaqim (karya Syaikh Nurdin Ar-Raniry) dan Tarjuman Mustafid dan Mir’at Tulllab ( karya Syaikh Abdur Rauf al-Singkili) di dalam sejarah Malaysia. Karena itu pula ulama dari Mekkah dan Madinah lebih tertarik ke Aceh daripada ke semenanjung Melayu, karena mereka paham betul bahwa ada KPA di ujung pulau Sumatra ini memiliki kaitan yang kuat dengan kerak peradaban mereka di Timur Tengah. Ini disebabkan oleh asal usul orang Aceh berasal dari wangsa yang paling terhormat di dunia. Kita khawatir dengan perebutan gelar dan simbol, marwah dan martabat wangsa Aceh menjadi seperti yang terjadi hari ini. Karena itu kita mengharapkan adanya pengetahuan sejarah identitas yang komprehensif di Aceh. Sejauh pengetahuan saya, tidak ada pelajaran KPA mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi di Aceh. Suku Dayak yang masih tinggal di tengah hutan sudah menggagas Dayakologi untuk menjadi sebuah ilmu seluk beluk mengenai kehidupan orang Dayak. Sedangkan Aceh belum berani memunculkan Acehnologi (ilmu tentang seluk beluk Aceh). Adapun suku Jawa telah membenamkan kerak peradaban mereka ke seluruh Indonesia, termasuk kehidupan masyarakat Aceh. Karena kealpaan dan kelalaian inilah maka tidak mengejutkan persoalan identitas wangsa Aceh akan dikaburkan beberapa tahun yang akan datang. Upaya menelusuri KPA melalui Acehnologi ini perlu dipertimbangkan. Di Aceh misalnya tidak sedikit gelar bangsawan yang punya makna identitas kebudayaan Aceh. Namun gelar dan atribut tersebut tidak lagi dipandang perlu dan digunakan oleh beberapa artis ibukota. Orang Aceh bangga dan tidak pernah merasa malu akan larinya makna KPA tersebut. Di Aceh tidak sedikit gaya bahasa Aceh yang penuh dengan estetika dan semiotik, namun sama sekali tidak menjadi pelajaran penting di sekolah atau perguruan tinggi. Tidak ada jurusan Studi Aceh (Aceh Studies) di Perguruan Tinggi Aceh. Bahkan generasi muda susah berbahasa Aceh. Perihal Acehnologi memang masih sangat tabu ibarat pijet dalam kasoe brok. Ini disebabkan oleh format dan struktur identitas Aceh sudah menghilang, kecuali simbol-simbol saja untuk keperluan Qanun Adat Istiadat yang kemudian disimpan di dalam lemari. Karena itu tidak mengejutkan jika 30 tahun yang akan datang ilmu tentang seluk beluk Aceh harus dipelajari di Semenanjung Melayu, karena Aceh adalah Melayu. Inilah kecelakaan sejarah yang paling fatal bagi wangsa Aceh. * Penulis adalah antropolog tinggal di Banda Aceh. [Sumber: Serambinews.com]

Selasa, 24 November 2009

Severn Cullis-Suzuki – Seorang Aktivis Muda Lingkungan

Sewaktu umur 12 tahun Severn Cullis-Suzuki adalah salah seorang pemerhati masalah Lingkungan Hidup yang concern dengan isu Pemanasan Global. Ia dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup, pembicara, pemandu acara televisi dan pengarang. Severn Suzuki memulai karirnya sejak umur 9 Tahun dengan mendirikan organisasi pemerhati lingkungan untuk Anak-anak. Hingga kini Ia sudah berkeliling dunia untuk berbicara tentang masalah lingkungan hidup yang sudah semakin memprihatinkan. Biografi Severn Cullis-Suzuki Severn Cullis-Suzuki atau lebih dikenal dengan nama Severn Suzuki dilahirkan di Vancouver, Canada. Ibunya adalah seorang penulis bernama Tara Elizabeth Cullis dan Ayahnya adalah David Suzuki, seorang aktivis lingkungan hidup. Ketika bersekolah di Lord Tennyson Elementary School, Ia mendirikan Environmental Children’s Organization (ECO), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk belajar dan mengajar Anak-anak tentang masalah lingkungan Hidup. Di tahun 1992, Ia bersama teman-teman ECO mengumpulkan dana untuk bisa menghadiri World Summit di Rio De Jeneiro. Bersama anggota ECO lainnya, Michelle Quigg, Vanessa Suttie, dan Morgan Geisler, Severn Suzuki menyajikan pidato tentang masalah lingkungan hidup dari perspektif Anak-anak di depan delegasi negara-negara. Bayangkan umur 12 tahun membawakan pidato di depan orang-orang penting di dunia. Pidato Severn Suzuki ini berhasil mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para delegasi. Tahun 1993, Ia mendapatkan penghargaan dari United Nations Environment Programme yaitu Global 500 Roll of Honour. Prestasi lain, yaitu diterbitkannya buku 30 halaman oleh Doubleday berjudul Tell The World yang berisi panduan lingkungan untuk keluarga. Suzuki berhasil meraih gelar kesarjanaannya bidang ekologi dan biologi revolusioner di Universitas Yale tahun 2002. Tahun 2002 juga ia menjadi pemandu Acara Suzuki’s Nature Quest, sebuah acara anak-anak yang disiarkan oleh Discovery Channel. Sampai saat ini, Severn Suzuki masih aktif terlibat dan mengembangkan proyek-proyek lingkungan Hidup, seperti The Skyfish Project walaupun dibubarkan tahun 2004 karena Severn Suzuki melanjutkan sekolahnya. Ia juga sempat berbicara di forum lingkungan hidup seperti World Summit on Sustainable Development di Johannesburg pada bulan Agustus 2002. Pidato ECO di World Summit 1992 Salah satu prestasi besar dari Severn Suzuki adalah membawakan pidato atas nama ECO di depan peserta World Summit tahun 1992. Pidato ini berhasil membungkam para delegasi karena anak 12 tahun memiliki pemikiran yang jauh ke masa depan tentang masalah lingkungan hidup. Berikut adalah terjemahan pidato Severn Suzuki di World Summit 1992 (sumber The Collage Foundation). Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak” berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quigg dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak” yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang” yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan”nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang” dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya. Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang” liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu”. tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal” tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah” kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan” salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang” yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA! Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki” dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan. Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara” di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda,komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak” yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak” jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang ” . Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak” tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak” yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India. Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak” anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak” mereka dengan mengatakan ” Semuanya akan baik-baik saja “. ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan’ dan ‘ ini bukanlah akhir dari segalanya’ Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata ‘ kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu bukan oleh kata” mu ‘ Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata” tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatian nya. Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang” penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun. dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya.. ” Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isinya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “. Versi video bisa dilihat di Youtube : Severn Cullis-Suzuki’s speech at UN Earth Summit 1992 Sumber artikel : http://en.wikipedia.org/wiki/Severn_Cullis-Suzuki

My Name..

What HERY SUHENDRA Means
H is for Honest

E is for Easy

R is for Refined

Y is for Young

S is for Sassy

U is for Unusual

H is for Honest

E is for Expressive

N is for Neat

D is for Dramatic

R is for Rich

A is for Ambitious